Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 71


__ADS_3

Keesokan Harinya......



Violet, dan semuanya termasuk Ryu. Mereka bersiap untuk pulang ke kerajaan Laontel. Tentunya saat mereka akan pulang, para penduduk pulau sempat sedih, apalagi Bibi Lizy, dan petinggi Nicole.


Mereka mengucapkan perpisahan sebelum Violet pergi.


" Violet, jadi kau akan kembali.....?" Tanya Bibi Lizy.


" Ya, aku harus kembali. " Jawab Violet.


Nicole pun sama, dia bertanya beberapa pertanyaan kepada Violet.


" Violet apa kau akan kembali lagi ke sini? " Tanya Nicole.


Violet sempat terdiam, di sisi lain Henric, dan juga Edward, mereka berdua terlihat menunggu respon Violet.


| Terlihat di wajah mereka bedua, bahwa mereka penasaran dengan responku. | Pikir Violet.


" ......Aku tidak tahu....." Jawab Violet.


" Kau boleh kembali ke pulau ini Violet, kami akan menyambutmu selalu. " Ucap Nicole.


" Benar Violet. " Bibi Lizy juga sama.


" Ya, mungkin aku akan kembali.....Tapi entah itu kapan. " Jawab Violet.


Singkat cerita, Violet, dan yang lainnya mulai membawa barang-barang mereka. Sihir teleportasi juga sudah di aktifkan.


Tentunya Gavino, Edward, dan Henric yang membuat lingkaran sihir teleportasi.


...----------------...


Benteng Timur Wilayah Marquess.


Arnold, dan Jack mereka sedang membicarakan soal Berick yang berusaha menangkap Eric.


Mereka mendapatkan pesan dari Berick, Berick menuliskan bahwa dia saat ini sedang mengintrogasi pemilik Toko Furniture.


" Apa hubungan Eric dengan pemilik Toko Furniture? " Arnold bertanya-tanya.


Jack juga tidak tahu apa hubungan pemilik Toko Furniture dengan Eric. Yang mereka tahu, bahwa Eric tidak memiliki keluarga lagi.


" Aku juga tidak tahu, mungkin dia teman Eric. " Tebak Jack.


" .....Jika dia temannya mungkin dia tahu di mana Eric berada. Tapi, mungkin juga dia akan tutup mulut. " Ucap Arnold.


" Jika dia tidak mau membuka mulutnya, apa sulitnya untuk memaksa dengan cara yang keras. " Ucap Jack seraya berdiri dari duduknya.

__ADS_1


" Kau mau kemana? " Tanya Arnold penasaran.


" Benteng Timur sudah lumayan aman, sekarang aku harus mencari Ibu sambung lagi. " Ucap Jack.


| Berick sudah mengambil alih urusan Eric, Arnold juga sudah bisa mengatasi Benteng Timur. Sekarang waktunya untukku mencari Ibu sambung. | Pikir Jack.


" Jack.....Kau benar-benar tidak akan menyerah? " Tanya Arnold.


" Untuk apa aku menyerah, tidak ada kata menyerah dalam otakku! " Ucap Jack seraya pergi dari tenda.


" ......Sudah 2 tahun, dia tidak mendapat apa-apa. " Gumam Arnold.


| Henric, dan Ibu sambung. Mereka bedua hilang begitu saja. | Pikir Arnold.


...----------------...


Istana Kerajaan Laontel.



" Amon! " Ludwig berteriak memanggil nama Amon.


Dia berteriak bukan tanpa alasan, dia mendapat kabar bahwa Edward sudah kembali bersama dengan Violet.


Saat itu pula kabar tersebut harus sampai ke telinga Amon, selama Edward pergi, Amon yang menjadi penggantinya di buat pusing dengan pekerjaan Edward.


Meski hanya pekerjaan yang tidak penting, itu tetap saja pekerjaan, dan harus di kerjakan sebaik mungkin.


" Yang mulia sudah kembali. " Ludwig tanpa basa basi mengatakan hal itu.


Mata Amon seketika melirik Ludwig, lalu dia berdiri dari duduknya sedara berkata.


" Apa ini sungguhan? " Tanya Amon tidak percaya.


" Ya, beliau sedang dalam perjalanan. " Jawab Ludwig.


" Akhirnya aku bisa bebas dari semua tumpukan kertas ini!! " Ucap Amon semangat.


Amon langsung berjalan ke arah pintu, saat itu Ludwig bertanya, mau kemana dia.


" Kau mau kemana?! " Tanya Ludwig.


" Menyambut yang mulia.....Lalu apa lagi? " Jawab Amon yang baru mencapai pintu.


Dengan helaan nafas rendah, Ludwig berkata.


" Yang mulia mengantar Marcioness Violet untuk menemui putranya. Jadi beliau akan datang tengah malam nanti. " Ucap Ludwig.


" Tengah malam?!! " Tanya Amon tidak percaya.

__ADS_1


" Ya, tengah malam. Aku sudah menerima suratnya, baru saja. " Jawab Ludwig.


" Benar-benar!! Kenapa tidak pulang dulu ke istana!! Banyak dokumen yang harus dia periksa!! " Amon sedikit kesal.


Ludwig tidak mau mendengar amukan Amon, dia pun pergi dari ruangan Amon. Amon yang di tinggal, dia bergumam pelan.


" Yang mulia benar-benar mencintai Marcioness Violet, jika seperti ini terus, masyarakat pasti akan semakin menentang hubungan mereka. " Gumam Amon.


...----------------...


Dalam Kereta istana......



Violet bersama dengan rombongan kembali, masyarakat yang melihat kereta kerajaan bertanya-tanya siapakah orang yang ada di dalam kereta tersebut.


" Siapa yang ada di dalam kereta kerajaan? "


" Yang mulia Raja memakai kereta kuda? "


" ......Siapa mereka? Apa Yang Mulia Raja mulai menunjukkan wajahnya? "


Begitulah masyarakat bertanya-tanya mengenai kereta mewah yang terus melintas.


Sementara itu di dalam kereta, Violet terlihat gugup, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan ketika bertemu dengan putra-putranya lagi.


| Apa yang harus aku katakan nanti? Apa mereka akan menerima ku? Apa mereka sudah tidak membenciku? | Violet bertanya-tanya.


Henric melihat Violet gugup, dia pun dengan cepat mengalihkan pikiran Violet.


" Ibu.....Jangan tegang. Percayalah, mereka tidak akan membencimu. Jika mereka masih membencimu, kau tenang saja, aku sendiri yang akan menghajar mereka! " Ucap Henric dengan senyum di bibirnya.


" Kau benar, aku tidak boleh gugup. Karena kedatanganku bukan hanya untuk mereka. " Ucap Violet.


" Ekehm!!! " Edward yang terasingkan, dia berdehem memecah situasi.


" Violet, aku sudah berpesan untuk tidak menatap laki-laki lain. " Ucap Edward sinis.


" ....Dia putraku. " Violet tetap menjawab bahwa Henric hanya putranya.


Edward tidak mau berdebat, dia pun diam menghadap ke jendela. Lalu Violet bergumam lagi.


" Benteng Timur........Aku harap mereka tidak terluka. " Gumam Violet.


Sebentar lagi Violet akan bertemu dengan putranya, apakah mereka akan terkejut atau tidak, kita akan tahu nanti.....


...----------------...


BERSAMBUNG......

__ADS_1


Ini Chapter sebelum liburan😁


__ADS_2