Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 63


__ADS_3

" Aku tidak mengerti ada apa dengan isi kepalamu Henric. " Gumam Violet.


Violet berdiri tanpa berbalik ke belakang, matanya bergetar, dan tangannya mengepal. Sensasi kemarahan yang terus merebak mulai menguasai Violet.


" Kembali? Apa kau gila?! " Tanya Violet.


" Ya, kembalilah......


" Semua putramu menunggumu di rumah. " Ucap Henric dengan wajah yang lesu.


Henric begitu berusaha untuk membawa Violet kembali, tapi di sisi lain Violet tidak mau kembali, karena dia pikir tugasnya memang sudah selesai, dan dia sudah seharusnya mengakhiri hubungannya.


" Tidak, aku tidak akan kembali!!!.....


" Dulu kalian melakukan berbagai cara untuk menendangku keluar dari kastil tersebut. Dan sekarang kalian ingin aku kembali? " Violet mengingat bagaimana putra-putranya berusaha menendangnya keluar.


Bayangan saat Berick mengusirnya, bahkan saat dia akan pergi pun Berick masih menghinanya.


Dan sekarang Henric bilang jika putra-putranya sedang menunggunya untuk kembali. Tentu saja, menurut Violet itu adalah hal yang mustahil.


" Kalian mengusirku dengan cara yang paling menyakitkan, tapi meski begitu aku tetap saja memaafkan mu. " Gumam Violet.


" Aku menyesal!! Sungguh aku menyesal!!....." Henric mulai memohon.


" Andai saja aku tahu lebih awal dan mempercayai semua perkataanmu, mungkin ini semua tidak akan terjadi......


" Tolong kembali dan biarkan kami memperbaiki semuanya. " Henric berbicara dengan putus asa.


Rasa bersalah bermunculan semakin menjadi, meski Violet mengatakan bahwa dia sudah memaafkannya, Henric tahu jika Violet masih marah.


" Berapa kali aku harus bilang!! Bahwa aku tidak mau kembali!!! Pergilah dari sini sekarang juga Henric!!!! " Violet dengan suara keras.


" Di saat aku sudah muak dengan dirimu dan saudaramu!! Kau malah muncul di sini. Aku sudah menerima semuanya!! Jadi tolong Kembalilah!!! " Sekali lagi Violet berteriak meminta Henric untuk kembali.


Suasana sudah begitu panas, Henric yang terus memegang lukanya, dia pun berjalan ke arah Violet.


" Jika kau memang membenciku, maka kau boleh melakukan apapun. Aku tidak bisa hidup dengan rasa bersalah yang terus menghantuiku....." Dengan suara yang lemah seperti panorama, Henric berbicara.


Kata-katanya penuh dengan keputusasaan, bukannya tidak. Sejak awal tujuan Henric datang untuk membawa Violet kembali, selama 2 tahun Henric mencari Violet.


Dan sekarang dia sudah menemukannya, rasa puas ada karena Henric berhasil menemukannya.


Tapi di sisi lain, rasa bersalahnya semakin menjadi karena Violet terlihat membenci dirinya.


" Selama dua tahu, aku mencari layaknya orang gila tanpa arah.... " Henric terus maju hingga sekarang dia tepat berada di depan Violet.


Violet menatap Henric dengan wajah penuh pertanyaan dan kewaspadaan.


" Apa yang ingin kau lakukan?!! " Tanya Violet tidak tenang.


" Hah...." Henric melepas tangan yang memegang lukanya.


Violet semakin tidak tenang dengan tingkah putranya.


" Sakiti aku jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik....." Ucap Henric yang wajahnya sudah mengeluarkan keringat dingin.


" Apa yang kau katakan?!! " Tanya Violet dengan mata lebar tidak percaya bahwa putranya masih saja rapuh.

__ADS_1


' Swoossh! ' Henric menarik tangan Violet.


" Tidak—


' Grep!! ' Henric dengan cepat menaruh tangan Violet di atas tangannya yang terluka.


Kemudian dia menaruh kekuatan di tangannya, yang membuat tangan Violet meremas lukanya.


Cairah merah semakin keluar membanjiri pakaian dan lantainya.


" Uh—ugh


" Hah—


Henric menatap Violet dengan wajah yang menderita, sementara Violet matanya melebar hebat.


" Hentikan Henric!! Hentikan ini!!! " Teriak Violet seraya memberontak.


" ....T—tidak....


" Apa kau ingin mati!! " Teriak Violet kacau.


" Ya!! " Dengan suara keras penuh keputusasaan Henric berteriak mengaku.


Sejak awal dia memang sudah berniat seperti itu, di laut dia melempar kan dirinya, dan sekarang dia meremas lukanya sendiri.


" ......Sejak kau pergi aku sudah sering melakukan ini....Jika kau ingin melihatku berhenti, maka kembalilah!! Kembali denganku!!! " Pinta Henric dengan penuh kesungguhan hati.


Violet mengerutkan keningnya, di saat itu pula Gavino dan Ryu muncul dari belakang.


" Violet!! " Teriak Gavino.


" Lepaskan! " Violet mencoba melepaskan tangan Henric.


Tapi tangan Henric semakin meremas, hingga batas tertentu.


" Gavin, singkirkan dia!! " Teriak Violet.


" Aku mengerti. " Gavino mengangguk, lalu dia membaca matra.


" Eldoriado Santio!! " Mantra telah di ucap dari mulut Gavino.


" Bagus jika kau memang ingin membunuh ku....


" Karena aku sudah tidak tahan. " Ucap Henric seraya menatap mata Violet.


" Apa-apaan kau ini!! " Teriak Violet dengan nada tegas.


" Sadarlah Henric!! " Sekali lagi Violet berteriak.


" Sejak kepergianmu aku sudah kehilangan kesadaran......


" Jika ingin membuatku sadar, maka kembalilah. " Ucap Henric seraya memejamkan matanya.


Gavino mengarahkan sihirnya, cahaya ungu mulai menuju ke arah Henric.


__ADS_1


Dengan cepat dan tepat sasaran, sihir itu mengenai Henric yang mengakibatkan dia terpental jauh.


' Duakk!! ' Tubuh Henric terpental hingga ke dinding.


" Henric!!! " Teriak Violet bersamaan dengan terpentalnya Henric.


Gavino dengan wajah herannya menatap kedua tangannya. Dalam hatinya Gavino berkata.


| Aku menggunakan sihir yang ringan, tidak mungkin sampai membuat dia terpental. Tapi kenapa dia terpental jauh? | Gavino bertanya-tanya.


Henric merosot ke lantai dan tergeletak tak sadarkan diri dengan darah yang terus mengalir keluar.



" Gavino!! kenapa kau menggunakan sihir berlebihan!! " Tegur Violet seraya berbalik menatap Gavino.


" A—aku.....


" Aku tidak—


Sebelum kata-katanya selesai, Gavino melihat ke arah Henric, dan saat itu mata Henric terbuka.


Matanya berkedip sesekali, lalu Henric tanpa di duga membuat senyum licik. Gavino memiringkan kepala dan membuat ekspresi heran.


| D—dia berpura-pura. Wah! Benar-benar anak nakal!! | Pikir Gavino seraya menggelengkan kepalanya.


" Kenapa kau menggelengkan kepalamu?!! " Tanya Violet dengan wajah paniknya.


Violet pun berbalik kembali, saat itu pula Henric menutup kembali matanya. Ternyata dia hanya berpura-pura sakit, agar Violet luluh.


| Maaf, untuk membawamu kembali, aku harus melakukan ini. Karena kau pasti tidak tahan melihat putramu ini kesakitan, aku yakin kau akan luluh. | Pikir Henric.


" Cepat bawa dia!! " Teriak Violet panik.


" Tunggu Violet, dia—


Sebelum Gavino menyelesaikan ucapannya, Henric terdengar meringis.


' Ughh.....' Ringis Henric.


Sontak itu membuat Violet mengalihkan perhatiannya.


" Kita bicara lagi nanti, sekarang lebih baik kita obati dia dulu. " Ucap Violet.


" Nyonya benar, cepat bawa Tuan muda Henric!! " Ryu mendukung Violet.


" Ta—tapi...." Gavino menatap Henric dengan mata menyipit.


" Cepatlah!! " Violet panik.


Gavino mau tidak mau membawa Henric untuk di obati.


|Dia pandai bersandiwara. Kenapa tidak menjadi pemeran Teater saja?? | Pikir Gavino.


...----------------...


BERSAMBUNG...........

__ADS_1



" Pulang!! Ayo pulang!! "


__ADS_2