
" ....Yang mulia sangat jarang muncul, beliau akan muncul jika itu masalah penting. " Ucap Arnold.
Arnold pun berpikir sama seperti adiknya Jack, dia merasa bahwa ini sedikit berlebih mengetahui bahwa Edward penguasa Laontel ada di kastil mereka.
" .....Sudahlah...lebih baik kita tunggu yang mulia saja. Beliau sepertinya ingin mengatakan sesuatu. " Ucap Jack.
...----------------...
Sementara itu Henric, dia masih berada di penjara.
Meskipun penjaga penjara tidak terlalu memperlakukan dia dengan buruk, tapi tetap saja dia terkena serangan mental.
Bahkan dalam tidurnya, Henric terus memanggil seseorang..
" Aku ingin pulang......
" ......Ibu.....
" Ayah......
" Kakak......
Dia terus mengigau dengan memanggil ayah, ibu dan kakaknya. Dia pasti tidak tahan dengan dinginnya penjara.
"....Aku ingin pulang.....
" Siapapun tolong aku....
Seperti itulah keadaan Henric saat ini, dengan mata tertutup dia terus memanggil seseorang, dia berharap ada yang mengeluarkannya.
Tapi kita tidak tahu, kapan sidang Henric di lakukan karena Violet masih belum sadar.
...----------------...
Ruang Tamu Kastil Marquess.
Edward yang sudah memindahkan Violet ke kamar yang lebih layak, dia langsung menemui ke 3 putra Sanjay.
Dia tentunya di temani oleh Ludwig dan Amon, mereka berdiri di belakang Edward.
" ....Jadi, kalian adalah putra Marquess Sanjay? " Edward memulai pembicaraan.
__ADS_1
Dia dengan tatapan dingin dan acuh bertanya kepada ke 3 putra Sanjay.
" Ya, kami adalah putra-putra Sanjay. " Jawab Arnold.
Edward berpikir, jika mereka terlihat baik dan memiliki kehidupan yang cukup di banding dengan Violet.
" Apa-apaan ini, kupikir cerita yang dia ucapkan benar adanya.....
" Tapi ternyata hanya pengalihan saja. " Gumam Edward dengan tangan yang memegang dagu.
Ketika mereka yang ada di ruangan itu mendengar perkataan yang keluar dari mulut Edward.
Mereka semua bingung dan heran, sebenarnya apa maksud dari perkataannya.
" ....Maaf, apa maksud anda? " Tanya Arnold.
Edward tidak menanggapi, dia lalu beralih ke pembicaraan lain.
" Kalian hidup dengan mewah, tapi kenapa berbeda dengan Marcioness? " Tanya Arnold dengan mata yang tajam dan serius.
" Apa maksud anda berbeda? " Tanya Jack.
| Tentu saja berbeda, karena dia bukan bagian dari keluarga ini. | Pikir Jack.
" Jangan pura-pura bodoh... " Ucap Edward serius.
| Mereka pura-pura tidak tahu, padahal srmuanya adalah ulah mereka. | Pikir Amon yang sedari tadi memperhatikan.
" Kenapa kau menempatkan seorang kepala keluarga di kamar yang kumuh dan menyesakkan...
" Belum lagi, para pelayan terlihat tidak menghormati kepala keluarga.....
" Apa alasannya? " Edward bertanya, dengan mata yang terus menatap ke arah mereka.
Edward hanya ingin memastikan lebih jelas, alasan apa yang membuat mereka memperlakukan Violet sampai seperti itu.
" Karena dia tidak berhak untuk di hormati...." Berick menjawab dengan mengepalkan tangannya.
Arnold dan Jack yang mendengarnya, mereka melirik Berick.
Perkataan Berick sangat gegabah, dia seharusnya tidak mengatakan sesuatu seperti itu apalagi di depan Yang mulia raja.
| Kenapa dia berkata seperti itu, dia sangat gegabah!! | Pikir Arnold.
| Berick...anak itu benar-benar sudah gila. | Pikir Jack.
Edward dengan wajah dingin dan serius, dia menanggapi.
" Kenapa dia tidak berhak untuk di hormati? " Tanya Edward.
__ADS_1
" Karena dia bukan bagian dari keluarga kami, tapi sikapnya seakan dia adalah ibu peri yang selalu mengasihi kami, dia berperan sebagi ibu di depan kami....
" Aku muak melihatnya!! "
Berick terus menjawa Edward, dia tidak menyembunyikan perasaan benci dan ketidak sukaannya terhadap Violet.
Mendengar hal itu, Edward tidak tahan, dia langsung bertanya lagi dengan menekan emosinya.
Bagaimanapun, Edward harus menyembunyikan emosi nya, meskipum dia saat ini marah.
" Dia adalah kepala keluarga di sini? Jika bukan karena kepala keluarga, mungkin saja keluarga ini akan hilang dari daftar keluarga bangsawan. " Ucap Edward.
| Setelah kepergian Marquess Sanjay, keluarga ini hampir jatuh, karena banyaknya hutang. Tapi setelah istri Marquess yang baru menjadi kepala keluarga di usianya yang belum dewasa, semua teratasi dengan baik...|
| Seluruh hutang Marquess Sanjay terbayarkan, hingga keluarga ini di pandang sebagai bangsawan yang paling berpengaruh setelah Duke. Dan ternyata istri baru dari Marquess yang hebat itu adalah orang yang ku kenal..... | Pikir Edward.
| Lee.......ternyata kau adalah Marcioness Violet.....sungguh mengagetkan. | Pikir Edward.
Arnold yang mendengar perkataan Edward, dia tidak mengerti apa maksud dari perkataannya.
" ....Apa maksud anda Yang mulia? Kenapa keluarga ini bisa hilang dari daftar keluarga bangsawan? " Tanya Arnold.
" ...Ternyata kalian memang tidak tahu. " Ucap Edward.
" Bagaimana mungkin semua putra Marquess Sanjay tidak mengetahui hal sepenting itu? " Edward bertanya-tanya dengan wajah yang tidak percaya.
Berick, Jack, dan Arnold saling bertatapan, mereka seolah bertanya-tanya atas perkataan Edward yang membingungkan.
" Amon, jelaskan apa yang terjadi. " Ucap Edward.
Amon pun maju dan dia mulai membuka mulutnya.
" Sebenarnya, Marqueess Sanjay—
" Yang mulia!!! " Tiba-tiba Eric memanggil.
Eric datang dan berbicara.
" Marcioness sudah bangun. " Ucap Eric.
| Hampir saja. | Pikir Eric.
Ketika mendengar itu, Edward segera berdiri dari duduknya, dia langsung pergi ke kamar Violet.
" Aku harus menemuinya. " Ucap Edward seraya pergi.
Amon, dan Ludwig pun ikut pergi menyusul Edward.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG.....