
Pulau Santanol keesokan harinya.
Para Shadow sedang mencari Eric, mereka tahu Eric berada di pulau Santanol.
" Yang mulia memerintahkan kita untuk menangkap orang ini..." Shadow berambut hitam memperlihatkan lukisan Eric.
Lukisan Eric pun sudah di sebar kemana-mana, agar mempermudah untuk menangkapnya. Orang yang bisa menemukan Eric akan di beri imbalan.
" Kalian harus bersiap, kita harus segera menyelesaikan tugas ini. Agar bisa mengambil hari cuti! Kalian mengerti! " Tegas salah satu Shadow.
Lalu Shadow lainnya menjawab serentak.
" Kami mengerti!..." Jawab mereka.
" Tapi, apa benar yang mulia akan memberi cuti bagi kita? Beliau orang yang pelit memberi hari libur. " Salah satu Shadow berambut coklat bertanya.
" Ya, Yang mulia jarang memberi cuti, aku tidak yakin akan hal itu...." Pertanyaan Shadow berambut coklat di susul oleh perkataan temannya.
Lalu, Shadow yang tadi memegang lukisan Eric menepuk masing-masing bahu Shadow yang mengeluh, seraya berkata.
" Bersabarlah! Aku akui, Yang mulia memang seperti itu. " Ucapnya seraya menghela nafas sedikit.
Setelah mereka mengeluh, semuanya kembali serius, dan mulai mencari Eric. Karena mereka tahu dimana posisi Eric sekarang, mereka segera datang ke tempat tersebut.
...----------------...
Kastil keluarga Marquess.
Edward, dan Amon datang ke kastil Marquess, mereka berdua sekarang berada di depan gerbang Kastil keluarga Marquess.
" Kenapa gerbangnya belum dibuka? Beraninya mereka mengabaikan seorang Raja sepertiku! " Edward yang berada di dalam kereta mulai tidak sabar, karena gerbang kastil tidak kunjung di buka.
Amon yang mengawal Edward, semakin cemas dengan temperamen Edward.
__ADS_1
| Gawat jika yang mulia sampai marah, bisa-bisa gerbang kastil Marquesa di hancurkan oleh sihirnya. | Pikir Amon.
" Mohon bersabar yang mulia, mungkin penjaganya masih meminta izin kepada Marquess Arnold. " Amon berusaha menenangkan Edward.
" Ck! Omong kosong! " Edward emosi, dia menendang lidahnya kesal.
| Mereka mencoba menjauhkan aku dari Violet, mereka pikir. Mereka akan berhasil? Tentu saja tidak! | Pikir Edward.
Edward dengan aura yang menyeramkan turun dari kereta, dan membuka gerbang kastil Marquess secara paksa.
Di sisi lain, tepatnya di lantai atas, terlihat Arnold, Berick, Henric, dan juga Jack.
Mereka melihat ke arah Edward yang berusaha membuka gerbang kastil, meskipun gerbang dan kastil sangat jauh, mereka dapat melihat Edward dengan teropong jarak jauh.
Masing-masing dari mereka memperhatikan Edward.
" Yang mulia ingin bertemu dengan Ibu sambung....Kita tidak bisa membiarkan dia begitu saja. " Henric bergumam seraya memantau Edward dari jauh.
Di sampingnya ada Jack yang mengangguk menyetujui usulan Henric.
" Aku setuju, Ibu sambung tidak boleh di dapatkan dengan mudah meski dia adalah Raja. " Arnold juga setuju.
" Apa kita...tidak akan masuk penjara karena melarangnya masuk?......tapi, aku tidak peduli. " Berick yang masih menggunakan teropongnya berbicara, dia berbeda dari ketiga kakaknya.
Sontak hal itu membuat ketiga saudaranya terdiam sejenak, dan melepaskan teropongnya.
Mereka bertiga saling bertatapan, dan menggelengkan kepalanya seolah membayangkan sesuatu.
" Berick! Kenapa kau berbeda dari kami! " Jack menepuk pundak Berick, sontak hal itu membuat Berick kaget, dan menjatuhkan teropongnya.
" Kak! bisa diam tidak! Lihat teropongku jatuh! " Berick dengan wajah kesal menegur kakaknya Jack.
" Lagi pula, kenapa kau menghawatirkan itu, jika dia memang mencintai Ibu sambung, dia pasti akan bersabar. " Ucap Henric.
Jack, dan Arnold mengangguk mendukung perkataan Henric.
" Aku tidak perduli mau dia memasukkan kita kepenjara atau tidak, tapi jujur saja, aku tidak mau Ibu sambung di rebut begitu saja. " Berick merebut teropong milik Arnold, dan kembali memantau Edward.
" Aku bingung dengan ucapanmu, tadi kau mengkhawatirkan penjara, sekarang kau mengatakan perkataan yang berbeda lagi. " Gumam Jack bingung.
__ADS_1
Sejujurnya, Berick tidak peduli mau dia masuk penjara atau tidak. Dia tidak mau jika Violet harus menikah dengan Edward.
Semakin dia dewasa, dia semakin tahu posisi Violet yang sebenarnya jika Violet menikah dengan Edward.
Yang Berick takutkan, Violet akan melupakan dirinya setelah menikah dengan Edward, apalagi posisi Ratu bukan posisi sembarangan.
Pasti itu akan membuat Violet sibuk mengurus urusan kerajaan. Berick tidak mau jauh dari Violet, dia merasa sesak jika harus berjauhan dari Violet.
| Aku tidak bisa melepaskan Ibu sambung, aku tahu aku egois. Aku tidak bisa menghentikan ini. Ibu sambung akan pergi lagi jika dia harus menikah dengan Yang mulia Raja. Dia tidak akan menjadi Ibuku lagi setelah menjadi milik yang mulia. Apa aku salah jika menginginkan Ibu sambung tetap berada di sisiku? | Berick berpikir dalam kepalanya.
" Lihat! Dia membuka gerbangnya secara paksa! " Suara Henric membuat Berick sadar dari pikirannya.
" Di mana?! " Berick segera fokus ke arah gerbang kasti, untuk melihat Edward.
Sebelum dia memfokuskan teropong nya, tiba-tiba Arnold merebut teropong.
" Biarku lihat! " Ucap Arnold seraya mengambil teropong dari tangan Berick.
" Eiitsss!! jangan dulu, aku belum selesai melihatnya! " Berick merebut kembali teropong tersebut dari tangan Arnold.
Arnold tidak mau kalah, dia pun merebut kembali teropong itu.
" Kak!! pinjami aku sebentar, aku juga ingin melihatnya! " Berick mencoba merebut kembali teropong nya, akan tetapi Arnold memegang teropong nya dengan erat.
" Tidak, aku harus melihatnya terlebih dahulu! " Ucap Arnold.
" Bisakah kalian berdua tidak berdebat dulu! " Henric menegur kedua saudaranya.
Hal itu membuat keduanya diam, dengan tangan yang masih memegang teropong.
' Sring! ' Henric menggerakkan tangannya, dan mengarahkan nya ke teropong yang di pegang Berick, dan Arnold.
Sontak hal itu membuat teropong tersebut terbelah menjadi dua. Berick, dan Arnold terdiam dengan ekspresi kaget, dia baru melihat sihir Henric.
" Aku memotongnya, jadi kalian bisa melihatnya tanpa harus berebut seperti itu! " Ucap Henric.
" Fokus-fokus!! Yang mulia mulai berjalan masuk melewati gerbang! " Jack yang sedari tadi fokus memperhatikan Edward, dia berbicara.
" Mana?!! " Berick, dan Arnold kembali memantau Edward dengan satu teropong.
...----------------...
__ADS_1