Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 76


__ADS_3


" Kurang lebih seperti itu. " Ucap Violet.


Saat Violet sudah selesai bercerita, putra-putranya terlihat kagum, mendengar hal itu.


Mereka tidak pernah menyangka bahwa Violet bisa sehebat itu.


" Ternyata selama ini Ibu bukan pergi karena menggoda laki-laki, ternyata Ibu pergi untuk melakukan pembasmian Monster. " Gumam Arnold dengan wajah di tekuk.


Saat itu Violet tahu, bahwa putranya kembali merasa bersalah lagi. Untuk itu Violet mengatakan kepada mereka, jangan merasa bersalah lagi, karena semuanya sudah terlewat.


" Dari wajah kalian aku tahu. Kalian pasti merasa bersalah lagi, jika memang seperti itu, lebih baik kalian jangan merasa bersalah lagi, karena itu sudah usai. Ingat, aku sudah memaafkan kalian, jadi berhenti untuk merasa bersalah lagi. " Ucap Violet lapang dada.


Setelah mendengar hal itu, putra-putra Violet kembali tersenyum, dan berkata.....


" Kami bersyukur memiliki Ibu Tiri seperti dirimu. " Ucap Jack.


Perkataan Jack, didukung oleh Arnold, dan Henric dengan anggukan.


" Seharusnya tidak ada kata ampun bagi mereka Violet. Mereka sudah menyakiti hatimu. " Ucap Edward.


" Mereka seperti itu karena Eric, jadi itu bukan salah mereka. " Jawab Violet.


Saat mereka tengah berbicara, tiba-tiba tirai tenda terbuka, saat mereka melihat ke arah tirai tersebut, sosok laki-laki dengan rambut merah muda, warna mata yang sama, pakaiannya terlihat mewah, lalu di tangannya dia memegang pedang.


Laki-laki tersebut terlihat melebarkan matanya ketika dia melihat ke arah Violet, dia terdiam membeku dengan mata yang terlihat panas seolah akan menangis.


Dengan suara yang seolah akan menangis, laki-laki tersebut berbicara.


" ......Ibu...."


" Ibu?...... "


" Ah.....Berick? " Violet memanggil laki-laki tersebut, dan ternyata itu adalah Berick.


" Ibu.....Apakah itu benar-benar Ibu?....Apa aku tidak sedang bermimpi? Hah? " Ketika kata-kata tersebut keluar dari mulut Berick, matanya sudah semakin tidak tahan.


Matanya merah panas, perlahan pedang yang ada di tangannya terjatuh sehingga menyebabkan bunyi.


' Klang! '


" Katakan bahwa ini bukan mimpi...." Ucap Berick dengan suara bergetar.


" Ini bukan mimpi Berick, aku kembali. " Ucap Violet tenang.

__ADS_1


" Ya, Berick. Ibu kita sudah kembali......" Perkataan Violet di pertegas oleh Arnold.


Saat itu pula, Berick langsung berlutut dengan kedua lututnya. Dia bahkan menunduk di hadapan Violet, sontak hal itu membuat Violet panik melihat Berick tiba-tiba merosot ke tanah dengan kedua lututnya.


" Berick! Apa yang kau lakukan? " Tanya Violet panik.


Berick terlihat menundukkan wajahnya, dia pun berbicara dengan suara yang bergetar.


" Tidak, aku tidak berhak berdiri di depanmu dengan kedua kakiku. Maaf.......Maafkan aku yang selama ini sudah banyak melukai dirimu. " Ucap Berick.


Suaranya terdengar bergetar, itu tandanya Berick sedang berusaha menahan tangis. Mendengar suara Berick yang bergetar seperti itu, Violet merasakan bahwa hatinya sakit, dia tidak tega melihat Berick berlutut seperti itu, apalagi saat dia berbicara dengan suara yang terdengar bergetar.


Hati Violet tidak bisa menerima hal itu, saat itu juga Violet berjalan ke arah Berick, di membungkuk, kemudian kedua tangannya memegang bahu Berick.


" Jangan seperti ini! Ayo berdiri. " Ucap Violet seraya memegang bahu Berick.


" Aku tidak pantas......" Jawab Berick.


Ketika Violet memegang bahu Berick, dia juga merasakan bahwa badan Berick ikut gemetar.


" Ssthhh! Jangan katakan itu.....aku tidak pernah berpikir bahwa kau tidak pantas berdiri di depanku. Kau tetap putraku Berick, jadi tolong berdirilah..... " Violet mengatakan h itu dengan suara yang goyah.


Dia sedih melihat Berick berlutut seperti itu, saat itu Berick terlihat putus asa di depan Violet.


Mereka yang ada di sana, hanya melihat saja, tapi jelas di mata Arnold, Henric, dan Jack. Bahwa mereka terlihat terharu dengan tingkah adik bungsunya.


" Berhenti berbicara seperti itu! " Violet dengan cepat memutus perkataan Berick.


" Aku memaafkan mu Berick...." Ucap Violet.


Saat itu juga kepala Berick terangkat ke atas, dan menatap Violet dengan wajah murungnya.


Air mata yang tadi di bendung sekarang sudah keluar membanjiri pipi Berick. Berick menangis seraya menatap ke arah Violet, air mata seolah terdengar menghantam tanah.


" Kau menangis?......Ahh, Berick? jangan menangis, kau tahu itu sangat melukai hatiku Berick......Jangan menangis! " Ucap Violet, saat itu air mata Violet ikut keluar secara tiba-tiba.


Violet memegang kedua pipi Berick, lalu dia mengusap air mata yang keluar membasahi wajah Berick.


Bulu mata Berick basah oleh air mata, wajahnya memerah, matanya menatap Violet dengan rasa bersalah, dan penyesalan.


" Ugh.......kenapa kau sangat baik? " Sembari menangis, Berick bertanya kenapa Violet bisa sebaik ini.


" Aku tidak sebaik yang kau pikirkan Berick. Sekarang ayo berdiri. " Ucap Violet.


Karena bujukan Violet Berick pun berdiri dengan tubuh yang tidak seimbang. Saat Berick berdiri, dia langsung memeluk Violet erat.

__ADS_1


Hal itu sekali lagi membuat Violet terkejut, Violet berpikir seberapa besar penyesalan Berick kepadanya hingga dia seperti ini.


" Karena kau sudah memaafkan ku, aku mohon jangan pernah menghilang dari hidup kami....Saat kau menghilang, aku hampir gila menanti kepulangan dirimu. Kami mencari mu kemana-mana, setiap siang berganti malam, kami selalu berharap akan kepulangan dirimu......" Ucap Berick yang masih memeluk Violet.


Violet sangat terharu mendengar hal itu, jika di pikirkan lagi, bagaimana jadinya jika Violet tidak kembali. Mungkin selamanya putra-putranya akan memunggu.


" Ya, aku berjanji tidak akan pergi kemana pun. " Ucap Violet seraya menepuk punggung Berick pelan.


Di sisi lain, Edward menatap tangan Violet, dia cemburu, akan tetapi dirinya tidak mungkin menghalangi pertemuan Violet dengan putranya itu.


Meski putra Violet dulu menyakiti hati Violet, tapi tetap saja, Violet menyayangi putra-putranya tersebut. Jadi Edward bisa menghalangi Violet.


" Sudah.....Kemarinlah...." Ucap Violet seraya menaring Berick untuk duduk di sebelah dirinya.


Berick dengan cepat memegang tangan Violet, saat dia duduk, Berick melingkari tangannya di pinggang Violet, dan menyenderkan kepalanya.


Dia tidak kau pisah dengan Violet, hal itu membuat Edward semakin tidak karuan.


" Kau taruh di mana tanganmu itu!! Cepat lepaskan! " Tegur Edward.


" Tidak! Aku tidak mau. " Ucap Berick seraha mempererat tangannya.


" Edward.....Tolong. " Ucap Violet.


" Aku tidak suka itu! " Tegas Edward.


" Hanya sebentar. " Ucap Violet pelan.


Edward pun berdiri dari duduknya, lalu dia keluar begitu saja dengan wajah masam.


" Anda mau kemana? " Tanya Violet.


" Keluar, aku tidak bisa melihat itu....." Ucap Edward tanpa berbalik.


" .....Temperame yang buruk. " Gumam Violet.


" Anu.....Sebenarnya apa hubungan yang mulia, dengan mu? " Tanya Arnold.


" Entahlah....Aku tidak tahu. " Ucap Violet.


Berick tertidur di samping Violet, walau dia tertidur, tangannya masih saja erat, mungkin dia lelah setelah seharian mencari keberadaan Eric.


| Eric, aku harus segera menangkapnya. | Pikir Violet.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


Untuk seterusnya Author akan update tidak tentu, karena sekarang Author sudah mulai kerja😃


__ADS_2