Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 40


__ADS_3

" Yah, aku tahu bagaimana kau hidup selama ini. " Ucap Gavino.


" Putra-putra Sanjay, mereka tidak mendengar penjelasanmu sama sekali. Jadi lebih baik kau meninggalkan mereka. Mungkin mereka akan sadar saat kau sudah tidak ada. " Gavino terus berbicara mengenai putra-putraku.


Dia adalah orang yang aku tugaskan untuk memantau putra-putraku. Jadi, dia mengatakan itu, karena dia tahu sisi buruk putraku.


Gavino tahu bagaimana putra-putraku berbicara buruk di belakangku, aku juga mengetahuinya dari Gavino.


" .....Mereka tidak akan sadar, di mata mereka aku hanyalah wanita pembawa sial. " Ucapku.


Tapi jujur saja, meskipun aku di hina seperti itu, hati ini, kadang kala sakit, tapi tidak lama kemudian membaik lagi.


Terus seperti itu, bahkan sampai sekarang.


Aku masih memikirkan, apa keputusanku benar dengan meninggalkan mereka? Apa semua baik-baik saja ketika aku pergi, atau tidak.


" Yah, ternyata aku lemah akan hal ini....." Gumamku.


" Apa maksudmu? " Tanya Gavino, dia mendengar ucapanku.


Menanggapi Gavino, aku hanya tersenyum dan berpindah tempat.


" .....Kau tidak usah memikirkan apapun Violet, dengan kepergian dirimu, itu sudah bagus. Jika kau seorang ibu dari burung elang kau harus melepaskan anakmu saat terbang, agar anak itu dapat terbang dengan sendirinya. Karena sudah waktunya mereka mengepakkan sayapnya sendiri, mereka tidak mungkin bersembunyi di balik sayapmu terus-menerus. " Gavino mengatakan dengan penuh arti.


" Itu berarti, aku harus membiarkan mereka sendiri, agar mereka mandiri dan tidak bergantung kepada siapapun. " Aku hanya sedikit mengartikan ucapan Gavino.


" Ya, kurang lebih seperti itu. Padahal aku hanya mengarang saja, tapi kau mengartikannya. " Ucap Gavino seraya menggaruk kepalanya.


...----------------...


Toko furniture, dan barang-barang perlengkapan pesta.



Atas perintah Arnold, Eric yang sebagai kepala pelayan, di perintahkan untuk membeli semua keperluan pesta.


Eric yang penuh manipulatif dan intrik, dia merencanakan sesuatu.


" Mereka bodoh, terlalu percaya kepadaku. " Gumam Eric.


| Para bocah itu memerintahkan ku untuk membeli banyak perlengkapan pesta. Mereka akan berpesta karena wanita itu telah pergi. Bagus lah, di sini aku bisa merauk keuntungan. | Pikir Eric.


" Tuan Eric! " Seorang perempuan dengan pakaian rapih memanggil Eric.


Perempuan itu memiliki rambut panjang berwarna hitam, matanya hitam, mimik wajahnya terlihat dingin.



Eric pun berbalik dan menatap perempuan tersebut.


" Akhirnya kau datang juga. " Ucap Eric seraya menatap ke arah perempuan tersebut.


Eric dengan tangan melipat sombong, dia berbicara lagi.


" Bawa aku ke ruangan lain. Di sini tidak aman. " Ucap Eric dengan nada congkak.


Perempuan itu menunduk kepada Eric, dan dia berbicara dengan sopan.


" Baiklah, saya akan mengantar anda ke ruangan lain. " Ucapnya sedaya menunjukkan jalan.


Eric dengan badan tegap layaknya penguasa, dia berjalan ke arah ruangan yang di maksud.


| Untuk merancanakan hal ini, aku harus bekerja sama dengan dia. | Pikir Eric, dia yang di maksud adalah perempuan itu.

__ADS_1


...----------------...


Rungan khusus.



Eric sekarang berada di ruangan khusus.


Eric yang memiliki rencana, dia bekerja sama dengan pemilik toko Furniture, pemilik toko itu tidak lain adalah wanita tadi, dia bernama Rina.


" Tuan Eric, saya baru melihat anda setelah sekian lama. " Ucap Rina.


" Aku sibuk, orang sepertiku tidak mungkin berkeliaran. " Jawab Eric.


" Lalu kenapa anda meminta bertemu? " Tanya Rina dengan wajah penasaran.


" Kau mau kaya dan menjadi bangsawan? " Tanya Eric dengan wajah tegas.


Rina si pemilik toko Furniture, dia memang ingin menjadi bangsawan. Akan tetapi, dia tidak mempunyai biaya yang cukup untuk membeli sebuah gelar bangsawan.


" .....Ya, saya memang ingin menjadi bangsawan, anda tahu betul itu. Tapi mengingat malahnya gelar bangsawan, saya tidak bisa mencapainya. " Ucap Rina.


| Kenapa pria ini menanyakan hal seperti itu? | Pikir Rina.


" Aku bisa membantumu, tapi dengan satu syarat. " Eric dengan senyum liciknya berbicara.


" Pppfffftthh...


Rina yang mendengar perkataan Eric, dia malah terkekeh, Rina tahu bahwa Eric hanyalah pekerja di kediaman Marquess dia tidak bisa melakukan apapun.


Apalagi membeli sebuah gelar bangsawan.


Itulah yang di pikirkan oleh Rina.


" Bagaimana bisa anda membantu saya? Anda hanya pekerja di kediaman Marquess, gaji anda dengan saya lebih besar saya, apalagi anda hanya kepala pelayan. " Ucap Rina, dia tanpa sadar menghina Eric.


Memang masuk akal dia mengatakan itu, bagaimana caranya seorang kepala pelayan bisa membeli sebuah gelar bangsawan.


" Kau meremehkan ku..." Ucap Eric dengan mata bulat seperti bola.


" Bukankah itu kenyataan? " Tanya Rina.


Eric dengan senyum liciknya, dia menanggapi perkataan Rina.


" Itu memang kenyataan, tapi aku memiliki cara sendiri. " Ucap Eric.


" Cara sendiri? aku tidak yakin akan hal itu. " Ucap Rina.


Eric belum menyerah, dia pun menjelaskan rencananya.


" Aku sudah berhasil menghasut putra-putra Sanjay untuk membenci ibu tirinya, mereka percaya sepenuhnya kepadaku. Jika aku terus memanipulasi mereka dengan kepercayaan yang dia miliki kepadaku, aku pasti bisa menghancurkan mereka dan merebut semua kekayaan Marquess. " Ucap Eric penuh dengan keyakinan dan niat jahat.


" .....Marcooness yang di benci itu adalah ulahmu? " Tanya Rina.


Eric mengangguk bangga dengan usahanya.


" Tidak bisa di percaya, bagaimana bisa anda dengan mudah mempengaruhi mereka? " Rini berekspresi seakan tidak percaya dengan ucapan Eric.


" Yahh....itu mudah. Karena mereka bodoh, mereka terlalu mempercayai seseorang. " Ucap Eric dengan bahu terangkat.


Rina pun mulai tertarik, dia mau bekerjasama dengan Eric, tapi dengan satu syarat.


" Baiklah, mendengar cerita anda, saya sedikit percaya. Saya akan bergabung dengan anda, tapi dengan satu syarat. " Ucap Rina dengn serius.

__ADS_1


" Apa syaratnya. " Tanya Eric tenang.


" Jika ini tidak menguntungkan bagi saya, saya akan langsung berhenti kerja sama dengan anda. " Ucap Rina.


Eric merasa itu hanya syarat kecil, karena dia yakin bahwa semua rencananya akan berjalan lancar.


" Tidak masalah. " Jawab Eric puas.


...----------------...


Kastil Marquess.



Dua pelayan bernama Fellie, dan Dessy, mereka menghadap Arnold, mereka ingin melaporkan hal yang bersangkutan dengan Henric.


" Tuan muda, apa yang harus kita lakukan? Tuan muda Henric menolak makan. " Ucap Fellie kepada Arnold.


Arnold yang sibuk dengan dokumen nya, dia berbicara dengan nada ketus.


" Paksa dia untuk makan, jika tidak dia akan sakit lagi. " Ucap Arnold.


" Tapi, beliau terus membuang makanannya, kadang kala beliau mengancam kami. " Ucap Dessy dengan wajah resah.


Arnold yang tidak bisa fokus, dia marah dan menggebrak meja kerjanya.


' Brak! ' Suara itu sangat kerasa.


Fellie dan Dessy, seketika terdiam dengan gertakkan tersebut. Arnold menghela nafas panjang dan dia menatap kedua pelayan yang ada di depannya.


" Tidak bisakah kalian lihat jika aku sekarang sedang sibuk!!...


" Aku bahkan belum tidur sama sekali!!...


" Apa aku membayar kalian hanya untuk mengadu!!...


"Cari cara apapun agar anak itu bisa makan!! "


Arnold berteriak marah, saat itu mood nya sedang tidak baik. Sejak Arnold menjadi kepala keluarga, dia harus bekerja dan menyelesaikan semua dokumen yang datang.


Mungkin sekarang dia baru merasakan bagaimana beratnya menjadi kepala keluarga.


| Pekerjaanku terus muncul, tidak ada waktu istirahat. Jika ada itu pun hanya untuk mendengar keluhan pelayan. | Pikir Arnold.


" Pergi dari ruanganku sekarang!! " Teriak Arnold sekali lagi.


Pelayan itu dengan gemetar keluar dari ruangan Arnold.


" ......Aku lelah. " Gumam Arnold seraya bersender di kursi kerjanya.


" .....Aku tidak tahu, jika menjadi kepala keluarga akan seberat ini....


" Aku harus menyetujui banyak dokumen dengan pikiran yang matang, agar tidak ada kesalahan. Banyak yang harus di kerjakan, mulai dari keluhan yang terjadi di wilayah Marquess dan perbatasan. Aku harus meninjau semuanya. " Gumam Arnold lelah.


| Aku benci mengingat itu.....| Arnold merujuk pada Violet.


...----------------...


BERSAMBUNG.....


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENT NYA😉


Author nanti bakal update setidaknya 3 Ch, entah itu besok atau besoknya lagi.

__ADS_1



__ADS_2