Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 57


__ADS_3

Di tengah keributan, terdengar suara gemerisik dari balik pintu masuk ruang tamu.


" Marquess!! Marquess!! " Itu terdengar seperti suara laki-laki.


Berick pun dengan cepat membuka pintu, dia tahu siapa yang berteriak. Saat pintu di buka, ternyata suara itu milik seorang kesatria.


" Ada apa? Kenapa kau sangat ribut!! " Tanya Berick sedikit emosi.


Kesatria itu dengan nafas tersengal menjawab.


" Gawat Tuan Muda!! Benteng timur telah rusak oleh para monster—


Sebelum laporan nya selesai, Jack tiba-tiba menyambar dengan suara yang jelas marah.


" Apa yang kau bilang?!!! Benteng timur rusak?!! Katakan sekali lagi!! " Dengan amarah yang membara, Jack meraih kerah kesatria tersebut.


" Ya, be—benteng timur rusak karena serangan monster. " Jawab Kesatria tersebut takut.


" Sialan!! " Jack dengan emosi meludah kesal dengan perkataan yang kasar.


Tamu yang masih duduk, dia gemetar melihat amukan putra-putra Sanjay. Akhirnya dia memilih pergi, meninggalkan mereka.


" ......? " Berick melirik Arnold dengan wajah ragu, Arnold terlihat lebih membeku dan semakin kacau, dia tidak bisa berkata apa-apa.


| Kenapa ini bisa terjadi? Mengapa? Apa yang salah? | Alih-alih berbicara, Arnold malah bertanya-tanya dalam pikirannya.


Jack mengacak-acak rambutnya kasar sambil berjalan bolak balik, raut wajahnya berkerut mengerikan.


" Satu masalah belum selesai!! dan sekarang muncul lagi masalah baru!!! " Teriak Jack penuh kemarahan.


" Kak, bicara?!! kenapa diam saja?!! " Berick mengguncang Arnold.


Arnold mulai membuka mulutnya dan berdiri dari duduknya.


" ....Aku....


" Eric....panggil Eric!! Dia yang mengurusi sertifikat tambang tersebut. Aku mempercayakan itu kepadanya. " Arnold akhirnya mengingat itu.


| Eric, dia tidak mungkin berkhianat-kan? Tidak, jangan sampai itu terjadi!! | Pikir Arnold.

__ADS_1


" Eric? " Jack mulia mengingat kata-kata Henric saat di taman dua tahun lalu sebelum Henric pergi.


—Kalian harus berhati-hati dengan Eric, karena dia tidak sebaik yang kita kira. (CH47)


Kata-kata Henric yang melintas begitu saja, membuat Jack semakin yakin, bahwa Eric memang tidak sebaik yang mereka kira.


Sebelum Jack memanggil Eric untuk meminta penjelasan. Jack memilih mengurusi masalah Benteng timur terlebih dahulu.


" Kesampingkan dulu tambang emas, nyawa banyak orang terancam karena rusaknya benteng timur. Kita harus menyelesaikan masalah itu dulu. " Ucap Jack sedikit tenang.


" Baiklah, kita kesampingkan masalah tambang. " Ucap Arnold mulai percaya diri lagi.


...----------------...


Istana Kerajaan Laontel.


Di suatu ruangan ketika hari sudah melihatkan sisi gelapnya.



Shadow berkumpul di dalam ruangan yang gelap, mereka akan melaporkan soal pencarian Violet.



" Pulau? Dimana pulau itu, karena aku sudah tidak sabar untuk membawanya kembali. " Ucap Edward yang duduk di kursi utama.


" Pulau Hibria, pulau itu terhalang oleh sihir yang mulia. Saya mendapat informasi ini dari imigran pulau tersebut. " Jawab Ketua Shadow.


" .......Hibria? Jadi, kau sembunyi di sana?....." Edward dengan suara dinginnya merespon.


Wajahnya terhalang gelapnya ruangan, tapi hawa dinginnya masih terasa. Edward yang terus mencari Violet, akhirnya mulai mendapat petunjuk.


Setelah Shadow di turunkan untuk mencari Violet, Edward mulai mendapat petunjuk-petunjuk.


" Tidak ada salahnya aku membunuh menteri-menteri yang tidak berguna itu. " Gumam Edward dengan suara yang terkesan dingin.


Shadow saat itu merasakan hawa yang tidak enak, mereka tahu bagaimana sikap tuannya. Edward yang sekarang tidak kenal ampun, jika salah maka mereka akan di hukum dengan cara yang kejam.


" Kalian boleh pergi!! " Teriak Edward menyuruh Shadow pergi.

__ADS_1


Dalam sekejap Shadow yang menunduk hormat menghilang dari hadapan Edward.


" Sebentar lagi, aku akan membawamu pulang. Akan ku pastikan, kau tidak akan pernah lepas. " Ucap Edward dengan ambisinya yang menyeramkan.


...----------------...



" Karena aku sudah mendapatkan tambang dan beberapa kekayaan lainnya. Sepertinya aku sudah tidak perlu berada di kastil ini. " Eric dengan gerak gerik yang mencurigakan bergumam.


Dia mengenakan jubah yang tertutup dengan beberapa koper di tangannya. Sepertinya dia akan kabur.


" Jika aku nekat ingin mengambil kastil dan gelar Marquess, aku pasti akan gagal. Karena mereka sudah mulai tahu bahwa aku adalah penghianat. " Gumam Eric.


Eric mulai menyadari hal itu, setelah dia di mintai penjelasan mengenai kebohongannya tentang laporan Violet.


Dari situ Eric tahu, jika dia terus memaksa mengambil alih kastil dan gelar Marquess, dia pasti akan gagal dan tidak mendapat apapun.


Maka dari itu, dia menyusun rencana ulang. Rencananya yaitu mengambil Tambang yang menjadi akar keuangan keluarga Marquess.


Setelah tambang itu di ambil dan dijual kepada orang lain, Eric berencana melarikan diri dengan membawa uang hasil penjualan tambang emas, dan beberapa kekayaan yang dia ambil dari keluarga Marquess.


" Uang yang aku dapatkan dari potongan gaji para pelayan sudah sangat banyak, sekarang di tambah dengan uang penjualan tambang emas. Aku sudah sangat kaya, cukup untukku membangun kastil mewah dan membeli gelar bangsawan di wilayah asing. " Ucap Eric dengan seringai licik dan jahatnya.


" Sekarang aku harus pergi, dan menikmati uang tersebut. " Ucap Eric sekali lagi.


Eric dengan cepat keluar dari kastil Marquess, tanpa di ketahui oleh siapapun.


Kebentulan saat itu kastil sedang kosong karena penjaga, kesatria, dan beberapa pelayan berada di benteng timur yang rusak akibat Monster.


Mereka di tugaskan untuk membantu korban yang terserang monster.


Eric cukup beruntung, karena dia bisa melarikan diri dengan mudah.


...----------------...


BERSAMBUNG.......


__ADS_1


" Pergi Henric!! Aku tidak mau melihatmu!! Jangan pernah muncul di hadapanku!! Karena aku muak melihat wajahmu!!!


__ADS_2