Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 32


__ADS_3


Semua orang menatap ke arah Violet dan sosok pria yang seperti penyihir.



Edward yang melihatnya dia tahu siapa pria tersebut, karena sudah jelas bahwa Violet memanggilnya dengan sebutan Gavino.


| Gavino, dia adalah rekan kami. Ternyata Lee masih berhubungan dengannya. | Pikir Edward.


Keheningan terjadi beberapa saat, Violet memecah keheningan tersebut dengan mengeluarkan suaranya.


" Maaf yang mulia, saya terlambat karena hal ini. " Violet melirik Gavino, dia pun berbicara lagi.


" Dia adalah penyihir....." Ucap Violet.


Berick dan Jack, dia terus menatap dan bergumam melihat aksi Violet.


" Wanita Penyihir itu membawa temannya? " Berick bertanya-tanya.


" Apa dia benar-benar penyihir? " Jack bertanya-tanya.


" Dia adalah Gavino, penyihir yang saya tugaskan untuk mengawasi setiap gerak gerik putra-putra saya. " Ucap Violet.


Mendengar hal itu, semua orang yang ada di sana terkejut seakan tidak percaya mengenai omongan Violet.


" Bagaimana bisa dia memanggil penyihir? "


" Apa rumor itu benar? dia adalah penyihir dewa? "


" Penyihir jarang berkeliaran, mereka cenderung menutup diri. "


Orang-orang terus berbisik dengan mata yang terus menatap Violet dan penyihir yang dia bawa.


Pasalnya, penyihir memang sangat jarang di kerajaan Laontel, jika ada penyihir, pasti pihak kerajaan akan segera merekrutnya, sebagai penyihir istana.


" Ini...." Hakim agung bingung.


" ......Apa, kenapa dia membawa penyihir?..." Gulie semakin ketakutan, badannya gemetar.


Gavino melirik Gulie, lalu dia berbicara.


" Jadi.....


" Dia yang telah membuat aksi gila ini?....


Gavino berbicara dengan suara sarkas seolah tidak suka dan jijik.


" Ekhem!!......" Hakim agung berdehem, seolah memecah kecanggungan.


" Kenapa anda membawa penyihir kemari? " Tanya Hakim agung.


Violet maju ke depan, dia sekarang tepat di samping Henric.

__ADS_1


" Karena semua bukti ada di penyihir itu......" Ucap Violet.


" Saya harus segera membebaskan putra saya. Agar saya dapat memenuhi janji saya. " Violet sekali lagi berbicara, dia juga mengucapkan sebagian niatnya.


| Sebentar lagi, aku akan pergi dan menyerahkan semuanya. | Pikir Violet.


" Perlihatkan buktinya. " Hakim itu memberi perintah.


" Baiklah, tapi. Sebelum itu, aku ingin bertanya kepada Gulie yang merupakan pelapor. " Ucap Violet seraya menatap Gulie dengan mata tajam menyoroti.


" Silahkan, anda bisa bertanya. Tapi pertanyaan di batasi. " Ucap Hakim agung.


Violet menganggukkan kepalanya, lalu dia berjalan ke arah Gulie yang duduk di atas.


Gulie melihat Violet dengan wajah gugup dan kaku, dia seolah sedang cemas dan takut.


" Jadi, sebenarnya kau adalah putri dari pemilik kedai yang di tangkap itu? " Tanya Violet.


" .....Ya....Gulie adalah putrinya, tapi hanya putri angkat. " Gulie mengaku bahwa dirinya adalah putri angkat si pemilik kedai arak.


| Agar semua orang kasihan kepadaku aku harus berbohong bahwa aku bukan anak kandung dari ayahku. | Pikir Gulie, dia ternyata berbohong dengan jawabannya.


" ....Ah....." Violet mengangkat alisnya seolah mengerti.


" Tapi, ayahmu bilang kau adalah anak dirinya bukan anak angkat.....Jadi siapa yang benar? " Violet bertanya dengan wajah bingung.


Hakim agung juga mengerutkan alisnya, dia pun bertanya kepada Gulie.


" Saat anda melaporkan kasus ini, anda bilang bahwa anda adalah putri asli si pemilik kedai. Ada apa ini, apa anda berbohong? " Tanya Hakim agung.


" ...Tidak....itu...sebenarnya ayah ingin aku mengaku sebagai anak aslinya, beliau selalu meminta hal itu. Dan saat ini saya tidak bisa berbohong kepada Nyonya Violet. " Ucap Gulie polos dan manis.


Edward yang mendengar pengakuan Gulie, dia semakin curiga, lalu Edward memanggil Hakim agung.


" Hakim! " Panggil Edward.


Saat nama Hakim agung di panggil, semua orang yang ada di ruangan sektika menatap ke arah Hakim tersebut.


" Ya, yang mulia. Saya di sini. " Jawab Hakim Agung.


" Kemari, biar Marcioness yang membuktikannya, biarkan dia mengeluarkan semua bukti. Karena aku juga curiga dengan perempuan itu. " Ucap Edward.


Hakim agung yang mendengarnya dia pun mengerti. Jika Sang raja sudah mengatakan perintahnya maka Hakim pun tidak bisa menentangnya.


" Saya mengerti yang mulia. " Jawab Hakim Agung.


" Setelah Marcioness menunjukkan buktinya, maka perempuan itu berhak berbicara. " Amon bergumam.


" Kita harus melihat ini, apalagi jika dia membawa seorang penyihir kemari. " Edward terlihat menikmati persidangan itu.


Biasanya dia tidak suka dan bosan dengan persidangan, tapi kali ini berbeda, dia sangat antusias.


| Sebenarnya, aku sudah menduga bahwa wanita yang bernama Gulie itu berbohong. | Pikir Edward.

__ADS_1


" Lanjutkan persidangan ini, Marcioness Violet anda boleh memberikan pembelaan dan bukti untuk Henric. " Perintah Edward.


Mendengar perintah yang di ucapkan oleh Edward, semua yang ada di sana semakin bertanya-tanya, seolah yang mulia raja sedang mendukung Violet.


" Saya mengerti yang mulia. " Jawab Violet.


" Tapi....yang mulia, Gulie yang seharusnya berbicara, karena Gulie adalah korban. " Gulie berbicara, dia tidak terima.


" Kau bisa menjawab dan membantah bukti yang di berikan oleh Marcioness. " Ucap Edward.


" Ta—


Gulie akan menentang lagi, tapi Amon melirik sinis ke arahnya seolah itu adalah kode.


" Kalau begitu saya akan melanjutkan. " Ucap Violet.


" Tanggal berapa Henric melakukan pelecehan kepadamu? " Tanya Violet.


" 2, 8, dan 19. " Jawab Gulie cepat.


" Apa kau yakin tanggal 2, 8 dan 19? " Tanya Violet.


" Yakin. " Gulie menjawab cepat.


| Sial!! yang mulia sepertinya mendukung wanita ini. | Pikir Gulie.


" Tapi, Henric tidak pergi ke kedia teh di hari dan tanggal itu. " Violet berbicara seraya menatap mata Gulie, tatapannya seolah menusuk titik lemahnya.


" ......Mana mungkin, Tuan muda Henric bersama Gulie saat itu, dia melecehkan Gulie....


" Gulie takut saat itu, tuan muda datang di tanggal itu!! " Gulie terus meyakinkan dengan perkataannya.


" Kau banyak berbohong di usia muda. " Gumam Violet.


" Kau anak kandung dari pemilik kedai yang di tahan, dan kau putri satu-satunya yang paling dia sayangi. Ayahmu bahkan bekerja keras sampai masuk penjara demi melayani putri seperti dirimu. Putri yang tidak mengakuinya sama sekali.....


" Aku kasihan kepada ayahmu, Gulie. Dia sangat menyayangimu dan rela melakukan apapun demi dirimu. Tapi kau....


" Kau malah tidak mengakui, bahwa dia adalah ayah kandungmu..." Violet berbicara dengan tegas dan penuh keyakinan tidak ada keraguan di matanya.


Saat ucapan itu keluar dari mulut Violet dan di dengar oleh banyak orang termasuk Gulie, dia dengan refleks menggebrak meja yang ada di depannya.


' Brak!! ' Suara itu menyebabkan keheningan sementara.


" Apa yang kau katakan? " Gulie menunjukkan sifat aslinya. Dia dengan tatapan kesal bertanya.


Arnold, Berick, dan Jack mereka yang terus menonton sidang tersebut merasa aneh dengan perubahan sikaf Gulie.


" Apa dia wanita yang polos tadi? " Tanya Berick seraya memiringkan wajahnya.


" Dia ternyata ular yang selalu mengganti kulitnya. " Gumam Arnold.


| Ternyata dia bisa di andalkan. | Arnold merujuk kepada Violet.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2