
" Bukankah, pernyataan itu sama dengan dirinya. Dia juga masuk ke keluarga Marquess untuk mendapat harta. Lalu apa bedanya? "
Berick terus berpikiran buruk kepada Violet, dia bilang bahwa pernyataan yang di ucapkan Violet sama kelakuan Violet.
" Aku juga berpikir hal yang sama, sepertinya dia sengaja melakukan ini dengan memanfaatkan rumor tentang Henric. " Jack berasumsi.
Violet melirik ke atas tempat putra-putranya duduk, Violet memperhatikan mereka lalu dia bergumam kecil, seraya tersenyum.
" Selama ini aku sudah mengawasi mereka, maka dari itu, aku tahu apapun yang mereka lakukan. " Gumam Violet pelan.
Violet tersenyum ke arah putra-putranya, itu adalah senyuman tulus bagi orang yang selalu di hina dan di acuhkan.
Putra-putra Sanjay yang melihat senyuman Violet, seketika hatinya sedikit berdenyut ketika melihat senyuman tulus dari Violet.
Entah kenapa senyuman itu terasa tulus dan hangat.
" Apa yang dia katakan? " Jack bertanya-tanya dari atas.
| Apa dia selalu tersenyum seperti itu? | Jack bertanya-tanya.
" Aku juga tidak tahu, dia seperti bergumam. Dan lagi, apa maksud dari senyum itu? " Berick menebak-nebak, sekaligus bertanya-tanya.
" Senyum itu.....dia selalu tersenyum seperti itu kepada kita. Hanya saja baru kali ini kita melihatnya dengan jelas. " Arnold bergumam, dengan mata yang menatap Violet.
| Kita selalu menghindari wanita itu, saat kita berpapasan, kita tidak mau melihat wajahnya, saat bertemu dengannya kita selalu membuang muka. Tapi kita jelas tahu, saat kita berpapasan, dia selalu tersenyum seperti itu. Hanya saja kita tidak melihatnya dengan jelas. | Pikir Arnold.
Dia tahu saat mereka berpapasan dengan Violet, Violet selalu tersenyum tapi mereka selalu mengalihkan wajah mereka, sehingga senyuman itu terlihat tidak berarti.
Violet yang masih menebar senyum hangat dan tulusnya, dia beralih menatap Gulie, sektika senyum itu di hapus dari bibirnya..
Wajah serius dan dingin di tunjukkan kepada Gulie, Violet dengan suara yang dingin, seolah bisa membekukan telinga bagi pendengarnya, berbicara.
__ADS_1
" Lady Gulie....
" Kau memanfaatkan gosip yang beredar tentang Putraku Henric. Gosip yang mengatakan bahwa Tuan Muda Henric selalu mempermainkan perempuan.
" Kau menggunakan itu, agar semua percaya dengan omong kosongmu. Kau juga tidak mau hidup miskin dan bekerja. Karena selama ini kau hanya bergantung pada ayahmu. Apa aku benar? " Tanya Violet.
| Dia menusuk titik lemahnya, waktu itu pemilik kedai juga mengatakan bahwa putrinya tidak bisa bekerja. | Dalam pikirannya, Edward mengingat kata-kata pemilik kedai arak.
Gulie yang mendengar hal itu, dia tidak tahan, dia juga sudah terpojok.
Dengan amarahnya, Gulie berteriak dengan mata yang melotot ke arah Violet.
" Iya!!!....
" Aku berbohong!!!....
" Apa kau puas!!
Pengakuan yang tiba-tiba itu membuat semua orang tercengang, Gulie dalam mata para bangsawan terlihat hina dan tidak tahu malu.
Karena sudah seperti ini, Gulie tidak mau menyianyiakannya, dia pun berteriak lagi, dia menghina Violet yang sebagai ibu Tiri.
" Apa yang sama? " Violet bertanya, dia masih mempertahankan tatapan dingin dan suara acuhnya.
" Kau wanita yang menginginkan harta!! kau masuk ke dalan keluarga Marquess saat kau masih kecil, bahkan saat kecil pun kau hanyalah seorang pengemis di jalanan!! " Gulie berteriak melontarkan hinaan kepada Vioket.
Semua orang yang mendengar mulai bergosip lagi.
" Jika di pikir lagi, bukankah Marcioness juga sama seperti Lady Gulie? "
" Benar, dia masuk ke dalam keluarga Marqueess karena harta. "
" Dia juga menjadi kepala keluarga setelah suaminya mati. "
Para bangsawan mulai membicarakan Violet, mereka pikir Violet sama seperti Gulie, tapi nyatanya Violet hanya menjadi korban atas keegoisan Sanjay.
Karena janjinya, dia harus menanggung semua di pundaknya.
__ADS_1
" Kalian tidak akan pernah tahu apa yang aku lakukan di belakang layar. " Violet menanggapi, seolah omongannya adalah teka teki.
| Mereka hanya percaya gosip, dan apa yang terlihat. | Pikir Violet.
" Apa yang kau katakan? " Gavino berbicara, dia menanggapi omongan Gulie.
" Marcioness Violet tidak boleh di samakan denganmu!! dia adalah malaikat tersembunyi, semua usaha tidak di perlihatkan. Kalian tidak tahu itu!! " Gavino terus membela Violet.
" Omong kosong apa yang dia katakan? " Berick bertanya-tanya dari atas.
" Diamlah Berick!! " Arnold menenangkan Berick.
Karena sidang sudah kacau, Edward menghentikan sidang tersebut dengan menyuruh Hakim agung.
" Hentikan!! sidang ini berhenti sampai di sini!! " Hakim agung atas perintah Edward menghentikan sidang tersebut.
" Sudah di putuskan, bahwa Tuan muda Henric tidak bersalah. Dan untuk laporan palsu yang telah di buat oleh Lady Gulie, maka dia akan mendapat hukuman....." Hakim sudah memutuskan, bahwa Henric sudah bebas dan Gulie akan di tahan.
Gulie hanya bisa meratapi nasibnya, karena ulahnya sendiri dia mendapat kesialan.
" Aku tidak mau di penjara!! " Gulie berteriak.
Violet pergi menuju Henric, dan dia meminta agar borgol dan besi yang mengikat tangan dan kedua kakinya untuk di lepas.
" Lepas borgol yang mengikat kedua tangan dan kakinya. " Perintah Violet.
Penjaga tersebut melirik terlebih dahulu kepada Edward selaku raja di kerajaan Laontel.
Edward pun mengizinkan merek, untuk membuka borgol tersebut.
" Buka borgolnya, dia bukan tahanan lagi. " Perintah Edward.
" Baik, yang mulia. " Ucap penjaga tersebut patuh.
' Ceklek....' Borgol di buka.
Henric masih diam mematung, wajahnya sangat pucat, dia hanya berdiri selama persidangan tanpa bicara.
__ADS_1
" Henric....." Panggil Violet lembut.
...----------------...