AKU KAU DAN ISLAM

AKU KAU DAN ISLAM
BAB 33


__ADS_3

Lamunan keduanya sontak buyar takkala seorang bocah gendut menyela dari arah lain. Entah datang dari mana pemikirannya yang seperti itu.


“Maksud kamu?” Fizhan menautkan sepasang alisnya.


“Bapak Fizhan ganteng dan Kakak Irene cantik, pasti kalau nikah anak-anaknya lucu-lucu semua hihihi.” Azzam menjawab sekenanya, bocah itu cengengesan menampilkan jajaran giginya yang ompong dan sedikit kehitaman di bagian tengahnya.


“Sudah-sudah, jangan dibahas lagi.”


Entah kenapa tiba-tiba wajah Fizhan mendadak berubah seperti tomat matang. Apa pria itu sedang salah tingkah karena ucapan si Azzam? Irene yang menangkap pemandangan seperti itu pun sontak menarik kedua sudut bibirnya sehingga membentuk huruf U di sana. Isi otaknya berlayar-layar membayangkan bagaimana jika yang diucapkan oleh Azzam suatu saat akan menjadi kenyataan.


“Ehm.” Fizhan berdehem untuk mencairkan suasana. “Besok ada pengajian di mesjid depan, kau datang ya.” Sambungnya seraya menatap nertra Irene sepersekian detik.


Irene terkejut bukan main, ia menerka-nerka sesuatu apa yang akan dilakukan di dalam bangunan berkubah itu.


“Eum apakah itu akan mengaji seperti kita di sini?” Tanya gadis itu polos.


“Lebih tepatnya kita akan mendengarkan materi-materi keagamaan dari seseorang Re.”


“Apa kita hanya duduk saja di sana.”


“Iya. Kau belum pernah juga ya?”


“Hihihi belum.” Irene cengengesan.


“Baiklah besok datang saja seperti jam biasa, setelah itu kita akan bersama-sama ke mesjid.”


“Iya.”


...***...


“Huuuh.” Pria berjambang lebat membuang napasnya kasar. Sudah jam delapan malam dan ia baru menghentikan permainan panasnya dengan Lyora. Tak berbeda dengan Sam, gadis itu pun sedang terengah-engah menikmati sesak di dadanya akibat tindihan maut yang menimpuk bagian atasnya.


“Uh aku sangat menyayangimu, jangan tinggalkan aku sayang.” Tiba-tiba saja Lyora kembali menghamburkan tubuhnya di atas dada bidang Sam.


“Aku tak akan meninggalkanmu. Sekarang menjauhlah, jika kau terus begini sungguh hasratku tak akan mungkin mereda.”


“Oh jangan! Aku sangat lelah, baik aku tak akan memelukmu lagi.” Lyora berangsur mundur dan sukses membuat jarak di antara mereka.


Keduanya saling pandang dari arah jauh namun masih dalam posisi satu wadah tidur. Ranjang Lyora yang berukuran luas itu membuat bagian tengahnya kosong melompong dan sangat lapang. Dua anak manusia itu kian terbius dalam pandangan hingga dalam hitungan 20 menit ke depan keduanya tanpa sadar sukses beranjak ke dalam alam entah berantah sampai pagi menjelang.

__ADS_1


...***...


“Emppph.” Sinar pagi berhasil menembus jendela dan netra seorang gadis yang saat ini masih menghamburkan dirinya di atas airland. Entah sudah jam berapa ini, pastinya sahut-sahutan ibu komplek telah terdengar sedari tadi.


Irene mencoba membuka mata dengan berat, pemandangan yang pertama kali ditangkapnya adalah sebuah kalender mini yang tercantel di atas dinding.


“Hei ini sudah tanggal 15.” Rasa kantuk yang teramat sangat tadi sontak menghilang begitu saja. Matanya berbinar-binar takkala mendapati dua buah angka yang bersebelahan di atas sana.


Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Irene, hari dimana ia akan melepas kerinduan terhadap Antonius. Papanya itu akan tiba di rumah pada sore hari nanti, tadi malam sebelum tidur ayah dan anak itu sempat berbincang-bincang via udara.


“Apa yang akan kuberi untuk papa?” Cicitnya di dalam hati.


Tak kunjung menemukan ide, Irene pun bergegas untuk menyembulkan diri ke dalam toilet dan membersihkan sekujur tubuhnya di sana. Semoga saja setelah terkena air kepalanya itu dapat dengan mudah menemukan sesuatu apa yang cocok ia sajikan untuk kepulangan papanya dari Bandung.


...***...


“Jadi kapan kau akan menemui pacar gadunganmu itu lagi? Oh ayolah, aku sudah tidak tahan dengan semua ini. Kau tahu kan bagaimana rasanya menahan rindu?” Sam terus mendesak seseorang di seberang sana untuk melancarkan aksinya mendekati Ester. Sedari lima menit yang lalu ia terus menempelkan benda gepeng itu di telinga kanannya, sesekali matanya melirik ke arah Lyora yang masih berlayar di alam mimpi.


“Tenang kawan! Semua butuh proses. Sekalipun Ester mulai mencintaiku, bukan berarti logikanya akan tumpul jika ia dihadapkan pada perkara cinta dan persahabatan.”


“Ck! Kau ini bodoh sekali. Kau ambil saja keperawanannya maka dengan begitu ia tak akan mungkin siap untuk kau tinggalkan.”


“Aku tidak perduli, yang terpenting saat ini adalah Irene kembali kepelukanku seperti dahulu.”


Tuuut.


Sam menekan tombol merah yang tertera di atas layar. Saban harinya ia semakin rindu dengan Irene. Bayangan gadis itu selalu saja melintas di dalam isi otaknya, ia ingat betul beberapa tahun lalu ia selalu membawa wanitanya itu kemana-mana. Suwaktu Irene sakit dirinya dengan ikhlas merawat dan menunggu kekasihnya di ruang UKS hingga ia melewatkan seluruh pelajaran di kelasnya. Tak hanya itu, Sam juga menjadi ojek harian bagi Irene untuk mengantar jemputnya kemana pun dara itu pergi. Dan masih banyak lagi perjuangan-perjuangan yang dilakukan Sam demi mempertahankan gadis yang sebenarnya hanya memanfaatkan dirinya saja.


“Ck sial! Kenapa wajahmu selalu mengikuti kemana pun aku pergi gadisku!” Sam menghantuk-hantukkan kepalanya sendiri pada dinding kamar. Si bodoh itu benar-benar terpukul atas perubahan sikap Irene dewasa ini.


“Emph Sam. Kau kenapa?” Seorang gadis menyela dari ujung ranjang.


Sam membuang pandangannya ke sumber suara, degupan jantungnya mendadak kencang takkala mendapati sosok mana yang saat ini sedang terbaring di depannya.


“I- Irene? Kau kah itu?” Sam bertanya-tanya di dalam hati.


Pikirannya kian terbalik-balik, sejak kapan wanita itu berada di sini? Ah ini seperti dejavu. Bisa-bisanya seseorang yang baru saja dibayangkan kini malah muncul secara nyata.


Sam mendekatkan tubuhnya dengan wanita itu. Wajahnya semakin cantik, mata hazelnya juga kian menarik dan juga tajam.

__ADS_1


“Kau cantik sekali.” Sam mengusap wajah gadisnya lembut.


“Kau ini kenapa?” Yang diperlakukan seperti itu pun sontak kebingungan. Pasalnya kali ini Sam benar-benar seperti orang aneh dan linglung.


“Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku sangat menyayangimu.”


“Sejak kapan aku punya niatan untuk meninggalkanmu?”


“Bukannya saat ini kau telah menjauhiku?”


“Hei! Kau ini kenapa?” Si gadis menatap intens kedua bola mata Sam, kini ia dapat dengan jelas melihat ada kristal-kristal bening yang keluar dari dalam sana.


“Kau menangis sayang? Sungguh! Aku tak akan pernah meninggalkanmu.”


Sam tidak menjawab. Pria berjambang itu semakin mengeratkan pelukan pada wanita di hadapannya. Hingga dalam detik berikutnya pandangan mereka saling beradu dan Sam pun sontak terkejut dan membuang dirinya dari atas kasur.


Deg!


“Lyora?”


“Iya sayang ini aku, kenapa?”


“Apa yang sedari tadi kupeluk adalah kau?” Si jambang tebal terbodoh di sudut sana.


“Iya. Kau kenapa? Apa kau tadi sedang membayangkan wanita lain?” Tembak Lyora yang kini membuat Sam benar-benar gugup.


“Aku? Ehm ti- tidak.”


“Kau jangan berbohong! Bahkan kau sempat menangis tadi, siapa wanita yang kau maskud? Siapa wanita yang telah meninggalkanmu hah? Jawab!” Kini Lyora mengerti bahwa yang dimaksud Sam tadi bukanlah dirinya, Sam tengah berhayal.


...***...


Bersambung


Comment, like & vote guys


Dan jangan lupa tekan tombol favorit supaya kamu selalu dapat notifikasi kalau aku up bab terbaru 😉


Sehat selalu yaaa 🤗

__ADS_1


__ADS_2