
Namun di tengah tilikannya pada sosok pemateri di depan, seorang wanita menyembul dari pintu utama seraya melafazkan salam.
“Assalamu’alaikum.” Semua menoleh tak terkecuali Irene. Namun betapa terkejutnya ia takkala mendapati siapa wanita berkerudung cokelat yang saat ini hadir di depan matanya.
“Mampus aku! Kenapa Fatimah bisa di sini?”
Ya, perempuan itu adalah Fatimah, ia baru saja hadir ketika materi nyaris habis. Entah bisikan mana yang mendorong gadis itu untuk datang ke tempat ini. Irene gugup bukan main, sebisa mungkin ia menundukkan wajahnya memandangi sajadah mesjid.
Di depan sana sang pemateri pun tampak terkejut dengan kehadiran sosok wanita berkerudung cokelat tersebut. Pasalnya ia masih ingat betul takkala Fatimah berucap kata cemburu padanya. Huh! Rasanya pria itu ingin sekali menyembunyikan wajah.
Fatimah menatap sekeliling guna mencari tempat mana yang masih kosong untuk mendaratkan bokongnya itu.
Tap.
Dia mendapati sebuah lapak yang persis di sebelah gadis bermata hazel.
Oh astaga! Itu Irene.
Gadis yang mendapati hal tersebut pun sontak kalang kabut. Mimpi apa dia kemarin sampai-sampai dipertemukan dengan Fatimah di tempat ini. Bagaimana jika Fatimah mengetahui bahwa yang sekarang berada di sebelahnya adalah Irene? Bagaimana jika gadis itu bertanya hal yang macam-macam? Huft! Bisa mati berdiri Irene memikirkan ini semua.
“Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT. adapun mashlahat yang dapat kita peroleh dari sebuah kejujuran adalah; pertama, kejujuran membawa kita pada syurga. Dalam HR. Bukhori Muslim dikatakan bahwa ‘Sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan mengantarkan kepada syurga. Seseorang yang berbuat jujur oleh Allah akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu akan mengantarkan ke arah neraka’. Kedua, kejujuran dapat mendekatkan kita kepada para Nabi. Dalam QS. Annisa:69-70 yang artinya ‘dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para shiddiqiin, orang yang mati syahid dan orang-orang yang soleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia Allah dan Allah cukup mengetahui’. Ketiga, kejujuran dapat mengangkat derajat manusia di sisi Allah SWT. Allah membedakan manusia satu dengan yang lainnya melalui iman dan taqwa, dan jujur merupakan salah satu sifat mulia yang medapat derajat tinggi di sisi Allah, dengan menjadi orang yang jujur akan mendapat kemuliaan dan derajat yang tinggi.” Sebuah penjabaran panjang kembali dilayangkan oleh Fizhan.
__ADS_1
Jamaah yang berada di sana saling angguk menganggukkan kepala tanda mengerti. Sang pemateri telah berhasil menstransfer ilmunya kepada orang-orang yang berada di dalam bangunan berkubah ini. Fizhan memang masih belia bahkan SMA pun dia belum tamat. Namun kepintaran dan kepiawaiannya dalam menyampaikan dakwah membuat pria itu senantiasa diminta oleh orang-orang sekitarnya untuk mengisi materi di dalam suat majelis.
Di sisi lain seorang gadis tampak semkin gelisah. Pandanagannya tak beranjak pada hamparan sajadah merah yang terbentang di atas lantai. Seluruh organnya seakan berhenti, tubuhnya mendadak lemas.
“Sebaiknya aku harus segera pergi dari sini. Sungguh aku tidak ingin mengambil resiko.” Sebuah ide nekat mencuat dari kepala Irene. Sebenarnya ia juga tahu bahwa kepergiannya akan menjadi tanda tanya besar dari Fizhan. Namun apa boleh buat, dara tersebut lebih memilih menyediakan payung sebelum hujan.
Perlahan Irene beranjak dari duduknya kemudian mengambil langkah menuju pintu utama. Ia tak berani memandang sekitar karena takut kalau-kalau Fatimah mengetahui keberadaannya di tempat ini.
“Huuuuh selamat.” Gadis bermata hazel itu mengelus dadanya kasar dan deru napas besar juga terhembus dari kedua lubang yang berada di atas bibirnya takkala ia berhasil keluar dari tempat yang membuat tubuhnya terkulai lemas tadi.
Irene langsung menuju parkiran untuk menancap gas motornya dan pergi dari tempat itu. Setelah ini dia akan memikirkan alasan yang tepat guna menjawab pertanyaan Fizhan nantinya.
“Re kamu dimana sayang? Papa pulang.” Netra Antonius berpendar kesana dan kemari, ia mencari keberadaan putri yang telah ditinggalkannya selama tujuh hari.
Antonius adalah sosok ayah sekaligus ibu yang sangat menyayangi anak semata wayangnya. Ia juga merupakan pria setia yang memilih untuk mengurus Irene ketimbang menikah lagi sepeninggal sang istri tercinta.
“Kemana anak itu?” Antonius terus berputar mengelilingi ruangan dan ketika dia hendak menuju ke lantai atas matanya menangkap deretan kertas yang tertempel di atas dinding berserta beberapa hiasan bunga dan juga balon di sana.
WELCOME BACK MY BELOVED DADY
Antonius sontak terharu, ia sungguh tak menyangka bila Irene akan bersikap semanis ini padanya. Pria itu kemudian mendekatkan diri pada apa yang tengah dilihatnya, tangannya memegangi setiap inci dari kertas serta kembang-kembang dan balon di sana.
__ADS_1
“Eum apa ini?” Antonius mendekatkan tubuh pada nakas yang di atasnya terdapat sebuah kertas putih. Ia kemudian meraih benda persegi yang ternyata isinya adalah pesan pamit untuk Antonius. Astaga Irene, seharusnya dia bisa menyampaikan hal itu melalui handphone saja.
Setelah mengetahui bahwa putrinya memang sedang tidak berada di rumah Antonius pun beringsut menuju kamarnya untuk mengistirahatkan diri. Seminggu ini dia benar-benar kalang kabut dibuat adik satu-satunya yang saat ini masih bermukim di rumah sakit.
Di tempat lain seorang wanita menancap gas motornya lambat. Gemetar tubuhnya belum juga hilang, pikirannya masih bersemayam pada kejadian barusan tadi.
Entah lah hanya Tuhan yang tahu bagaimana akhir ceritanya nanti. Namun gadis itu selalu berharap, andaikata kebohongannya suwaktu-waktu akan terbongkar maka semua orang yang menjadi korban dapat memaafkan dan menerima dirinya dengan lapang dada.
Irene terus melesat membelah keriuhan jalanan Kota Medan, hingga dalam menit berikutnya ia memberhentikan motor di bawah pohon yang terdapat pada bibir trotoar kemudian membuka kerudung yang saat ini masih terbalut di kepalanya. Ia dapat menebak bahwa papanya itu pasti sudah pulang, maka dari itu ia harus menyembunyikan apa-apa yang terjadi pada dirinya selama Antonius tidak berada di Medan. Huft! Selain membohongi Fizhan ternyata dia juga berbohong pada orangtuanya sendiri.
Setelah ritualnya selesai Irene segera menarik gas maticnya guna lekas sampai ke tempat tujuan. Hatinya benar-benar girang, ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan lelaki yang kerap disapanya dengan sebutan papa.
...***...
Bersambung
Like & comment ya guys 😍
Jangan lupa juga mampir di cerita SUAMI KITA BERSAMA
Semoga kalian sehat selalu 🤗
__ADS_1