AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 10 Ungkapan Rasa VS First Kiss


__ADS_3

Malam harinya


Mansion Alexander


Pukul 23.30


Dua orang remaja sedang duduk di balkon kamar. Mereka memandang langit yang sama, bertabur bintang dan dihiasi purnama yang indah.


Ya, dua remaja yang akan menginjak dewasa itu adalah Daniel Alexander & Daniela Alexandra Angel.


Mereka berdua selalu duduk bersama di balkon kamar Daniel saat menjelang pergantian usia mereka. Lagipula kedua orang tua mereka telah berpesan, agar mereka bisa menikmati kebersamaan malam ini berdua, tanpa gangguan dari orangtuanya.


"Mom dan Dad akan merayakan ulang tahun kalian besok saja. Malam ini kalian bisa menikmati malam pergantian usia kalian berdua dengan tenang tanpa gangguan dari kami. " kata Daddy tadi sebelum istirahat.


Jadi, disinilah mereka berada. Menunggu waktu berdua. Dengan sesuatu ditangan mereka masing-masing.


"Queen... " panggil Daniel memecah keheningan


"Apa? " jawab Angel singkat.


"Kenapa aku merasa sangat berdebar-debar ya? " kata Daniel.


"Entah... memangnya apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Angel lagi.


"Entahlah, aku hanya merasa takut. "


"Takut... takut kenapa? "


"Hah.. " Daniel membuang nafas kasar lalu memandang Angel lekat-lekat.


"Apa yang kau lakukan King? kau membuatku gugup. " kata Angel yang merasa gugup karena pandangan mata berwarna biru milik Daniel.


"Kau tau bagaimana perasaanku Angel.. ? " kata Daniel bernada serius.


Angel yang terkejut dengan panggilan tak biasa dari Daniel menjadi salah tingkah.


"Ke... kenapa.. kau memanggilku dengan namaku, tidak seperti biasanya? " tanya Angel tergagap.


"Entahlah, aku ingin memanggilmu dengan sebutan nama itu, seperti seorang pria yang memanggil nama gadisnya. Bukan seperti seorang kakak yang memanggil adiknya dengan panggilan kesayanganya. " kata Daniel menjelaskan. "Maafkan aku... " lanjutnya lagi.


"Kenapa harus minta maaf. Aku suka kamu memanggilku dengan namaku, Daniel... " kata Angel.


Daniel ikut terkejut, mendengar panggilan itu dari Angel.


"Biarlah malam ini kita menjadi diri kita sendiri. Menjadi seorang pria & wanita yang saling mengenal, bukan kakak beradik atau saudara. " kata Angel. "Hanya untuk malam ini, kita jadi diri kita sendiri Daniel. Esok kita akan kembali seperti hari-hari sebelumnya. " lanjutnya lagi


Daniel menganggukkan kepalanya mantap.


"Baiklah hanya untuk malam ini. " kata Daniel tersenyum.


"Sudah pukul 23.55. " kata Daniel lagi sambil beranjak dari tempat duduknya.


Di ikuti Angel.


Mereka menatap ke atas langit.


"Jika kelak kau merindukan aku, tataplah langit malam disini, ditempat ini. Carilah bintang yang paling bersinar. Maka aku juga akan memandang langit yang sama dan bintang yang sama walau ditempat yang berbeda. " kata angel dengan mata bekaca_kaca.


Daniel yang mendengar kata-kata Angel barusan hanya terdiam. Seolah dia tau bahwa perpisahan itu benar-benar akan datang, dan tidak bisa di cegah.


Alarm yang mereka pasang untuk menunjukkan waktu pukul 00.00 telah berbunyi.


Mendengar itu, mereka langsung berhambur satu sama lain saling memeluk erat dan mengucapkan


"Selamat hari jadi kesayanganku. " kata Daniel sambil memeluk erat Angel.


"Selamat hari jadi kesayanganku. " kata Angel dengan posisi yang sama.


"Aku Mencintaimu. " kata mereka berdua bersamaan.


Mendengar kata yang sama terucap dari bibir mereka, mereka merasa terharu dan tanpa sadar meneteskan air mata.


"Kita saling mencintai, tapi tak bisa saling memiliki. " kata Daniel di tengah tangisan mereka.


Angel hanya mengangguk membenarkan ucapan Daniel.

__ADS_1


"Jadi berjanjilah kau akan selalu bahagia. Jangan pernah menangis karena perasaan kita yang salah. " lanjutnya dengan melepaskan pelukan nya dan memandang lekat wajah orang yang sangat dicintainya selama ini.


"Aku tidak bisa lagi menahan perasaanku padamu Angel. "kata Daniel. " Selama ini aku merasa tersiksa menahan perasaanku. Malam ini biarlah ku lepas semua beban yang menghimpit ku, agar tidak ada penyesalan nantinya. Agar hatiku merasa lega, walau rasa ini salah. " lanjutnya lagi.


Angel menganggukkan kepala membenarkan ucapan Daniel. "Aku juga,aku ingin mengatakan bagaimana perasaanku. Agar aku puas dan tidak merasakan sesak di dada. " katanya kemudian.


"Sejak kecil aku menyayangimu selayaknya kakak yang menyayangi adiknya, Namun seiring berjalan nya waktu perasaan ini berubah menjadi rasa cinta. Aku tidak bisa mencegahnya karna perasaan ini tumbuh begitu saja, terpupuk begitu subur hingga aku tidak bisa menahannya lagi untuk mengatakan Aku mencintaimu Adikku... Aku mencintaimu... walau perasaan ini salah. Maafkan aku, karena mencintaimu begitu dalam. " kata Daniel sambil terisak lalu memeluk Angel.


Angel yang mendengar ungkapan perasaan Daniel juga ikut terisak. Lalu berkata,


"Aku juga, sejak kecil aku menyayangimu selayaknya adik yang menyayangi kakak nya, kakak yang selalu melindungi adiknya. Aku menganggap mu pahlawanku. Namun seiring berjalan nya waktu perasaan itu berubah menjadi rasa kagum dan Cinta tanpa aku bisa mencegahnya. Maafkan aku kakakku... maafkan aku karena aku sangat mencintaimu. " kata Angel dengan berderai air mata.


Lalu mereka melepaskan pelukan mereka, saling memandang lalu tersenyum.


"Apakah ini yang dilakukan orang-orang diluar sana saat menyatakan perasaannya.? " kata Daniel.


Mereka lalu tertawa dan saling memeluk lagi.


"Apa kau sudah lega setelah menyatakan perasaanmu padaku? " tanya Angel


Daniel hanya menganggukkan kepala, lalu berkata, " Kau sendiri... apa kau sudah lega menyatakan perasaanmu padaku? " tanya Daniel balik.


Angel hanya mengangguk, di dalam pelukan Daniel.


"Maafkan karena perasaan ini salah," kata Daniel kemudian.


"Perasaan ini... rasa cinta ini tidak pernah salah. " kata Angel. "Aku bahagia karna mencintaimu. " ucapnya lagi.


"Kau benar. " kata Daniel membenarkan ucapan angel.


"Apakah sudah waktunya kita bertukar hadiah? " kata Daniel lagi untuk mencairkan suasana.


Angel mengangguk.


Lalu Daniel mengambil sesuatu yang dia simpan di saku jaketnya. karena malam ini sangat dingin mereka ternyata memakai piyama yang dibalut jaket untuk menghalau hawa dingin malam ini.


"Ini.. terimalah. semoga kau menyukainya. " kata Daniel sambil menyerahkan kotak berbungkus kertas kado kepada Angel.


"Terimakasih... boleh aku membukanya? " tanya Angel.


Angel dengan antusias membuka kado dari orang yang dicintainya. Sebuah kotak perhiasan yang tidak besar dan tidak terlalu kecil yang dia temukan dibalik bungkus kertas kado itu.


Perlahan dia membuka kotak perhiasan itu, dan matanya berbinar melihat isi di balik kotak itu.


"indah sekali. " kata Angel dengan mata yang terus tertuju pada kalung dan sepasang cincin.


"Apa kau ingin aku memakaikannya? " tanya Daniel.


Angel hanya mengangguk.


Lalu Daniel mengambil kalung itu dan mengalungkannya di leher Angel.


"Cantik sekali, saat kau memakainya Angel. ' kata Daniel tak bekedip.


"Kau benar cantik sekali kalung ini. kalung dengan hiasan sayap malaikat ini. Sangat luar biasa. " kata Daniel.


"Itu adalah kalung yang ku desain sendiri dan menyuruh Peter memesankan kalung itu di pengrajin yang ada di negara A. Dan Ini adalah cincin pasangan, aku juga mendisain cincin ini sendiri, dengan ukiran nama kita di dalamnya. " kata Daniel.


"Walau kita sudah tau perasaan kita yang tidak mungkin ini. Tapi aku berharap kau tidak pernah melepaskan cincin ini sebagai tanda bahwa kita pernah saling mencintai walau takkan pernah bisa saling memiliki. Biarlah cincin ini tetap bertengger di jarimu dan jariku. " kata Daniel menjelaskan tentang makna cincin yang dia berikan.


Angel hanya mengangguk tanda mengiyakan.


"Harus ku sematkan di jari yang mana? " tanya Daniel bingung.


Lalu Angel memberikan tangan kirinya, dan menunjukkan jari manisnya, agar Daniel memasang cincin itu di sana.


"Di sini?" tanya Daniel tak percaya.


"Iya... Disitulah tempatmu berada dan tak kan pernah tergantikan. " kata Angel.


"Tapi... " kata Daniel ragu.


"Jangan banyak tapi... apa kau sendiri ragu dengan perasaanmu padaku? " tanya Angel dengan sedikit ketus


"tidak... tentu tidak. Baiklah aku akan memasangkannya di sini." kata Daniel sambil menggenggam tangan Angel.

__ADS_1


Lalu memasangkan cincin di jari manis kiri Angel, begitu pula dengan Angel yang memakaikan cincin di jari manis kiri Daniel.


"Mungkinkah ada keajaiban yang merubah apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. " kata Daniel sambil berpegangan tangan menautkan jari mereka yang telah dilingkari cincin. Sebagai tanda cinta mereka.


"Aku harap memang keajaiban itu ada. " kata Angel lalu memeluk Daniel.


"Apa kau tidak punya sesuatu untukku? " tanya Daniel menagih hadiahnya.


Spontan Angel memukul lengan Daniel sedikit keras.


"Auh... " pekik Daniel saat mendapat serangan tak terduga dari Angel.


"Kau ini tidak pernah lihat situasi yang romantis, Aku sedang memelukmu kenapa kau minta hadiahnya. " kata Angel menggerutu sebal.


"Bercanda sayang..." kata Daniel mengeratkan pelukannya.


"Hadiah dariku tidak semewah hadiah darimu, tp kuharap kau mau menerimanya." kata Angel sedikit malu.


"Tentu saja, aku akan menerima dengan senang hati apapun hadiah darimu. " kata Daniel meyakinkan.


"Tunggu sebentar. " kata Angel melepas pelukannya dan beranjak mengambil sesuatu yang sudah dia siapkan disebelah kursi yang dia duduki.


"Tutup matamu. " kata Angel.


Lalu Daniel menutup kedua matanya.


"Ayolah sayang aku tidak sabar mendapatkan hadiah ku. " kata Daniel.


"Sabar... ini sedang kubuka. " kata Angel.


Lalu Angel mendekat ke arah Daniel lalu mengalungkan sesuatu di leher Daniel.


Daniel yang merasakan itu membuka matanya, dan menatap sesuatu yang melingkar di lehernya.


"Ini... "


"Yah... aku membuatnya sendiri dengan tanganku, disana ku ukir namaku dan namamu. " kata Angel.


Daniel mencari ujung syal itu dan menemukan nama mereka yang terukur indah di sana.


"Terimakasih.. " kata Daniel.


"Sama-sama. Aku sengaja membuat nya agar kau tak merasa kedinginan saat aku tak disampingmu. Biarlah syal ini yang nantinya akan menggantikanku memelukmu saat aku jauh darimu. " kata Angel dengan mata berkaca-kaca.


Mendengar ucapan Angel, Daniel langsung menarik nya masuk ke dalam pelukannya, memeluk Angel dengan sangat erat. Sehingga tak seorang pun bisa melepaskan pelukan itu.


"Daniel, aku merasa sesak." kata Angel.


Mendengar itu Daniel sedikit melonggarkan pelukannya.


"Jangan pernah bicara omong kosong seperti itu lagi Angel. " kata Daniel sedikit emosi.


Angel hanya diam. Karena hatinya selalu merasa bahwa sebentar lagi dia akan pergi meninggalkan orang yang di cintainya itu, walau hanya untuk sementara.


Setelah lama terdiam, akhirnya mereka melepaskan pelukannya.


Lalu Daniel mengangkat dagu Angel, dan menatap bibir merah delima itu dengan lekat. Dengan nalurinya, Daniel mendekatkan wajahnya ke wajah Angel. Hingga bibir mereka bertemu.


Cukup lama pertemuan bibir itu menempel, hingga Angel membuka bibirnya dan menyesap bibir Daniel. Daniel yang mendapat respon positif dari Angel pun akhirnya membalas sesapan yang sama. Ciuman pertama mereka untuk orang yang mereka cintai. Penuh cinta tanpa nafsu yang menggebu.


Setelah puas berciuman, akhirnya mereka melepaskan tautan bibir itu. Dan saling tersenyum.


"Maafkan aku... " kata Daniel.


"Aku juga minta maaf... " kata Angel.


"Ini sudah sangat larut, sebaiknya kita tidur. Karena besok adalah hari yang melelahkan untuk kita. " kata Daniel kemudian.


Angel hanya mengangguk,


Lalu mereka masuk ke dalam kamar, dan menutup semua jendela agar angin malam tidak masuk kedalam kamar..


Setelah membersihkan diri, mereka naik ke atas ranjang. Saling menatap dan tersenyum. Lalu Daniel menyuruh Angel masuk kedalam pelukannya. Mereka pun akhirnya terlelap, saling berpelukan dan tidur dalam damai.


Tanpa tau ada kejadian apa yang menantinya besok.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2