AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 44 Rencana Angel


__ADS_3

Keesokan harinya di kediaman Alexander. Karena hari ini akhir pekan jadi semua penghuni di mansion itu bersantai. Tampak Peter dan Hansel yang sedang berenang bersama, seperti mengadakan perlombaan. Di tepi kolam, ada Daniel dan Angel yang sedang mengamati mereka berdua.


"Apa yang akan kau lakukan? " tanya Angel kepada Daniel secara tiba-tiba.


"Apa...? " tanya Daniel tak mengerti.


"Maksudku apa yang akan kau lakukan kepada Raymond? " jelas Angel.


"Oohh... aku akan bergerak cepat, agar mereka bisa dihukum sesuai kejahatan mereka. "


"Apa kau sudah punya bukti? " tanya Angel sambil meminum jus jeruknya.


"Aku sudah menyuruh orang untuk menyelidiki Raymond dan mengumpulkan banyak bukti kejahatannya. "


"Apa orang itu bisa dipercaya? "


"Aku percaya padanya. "


"Kenapa kau tidak meminta bantuan Peter saja. Bukankah dia orang yang sangat kita percayai?"


"Aku percaya padanya, hanya saja aku takut dia melaporkan ku pada uncle Brian. Aku hanya tidak ingin membebani Daddy dan Uncle Brian. Biarlah ini menjadi balas dendam ku. " ujarnya sambil memandang jauh ke langit.


"Baiklah kalau begitu, aku akan membantumu. Aku akan melindungimu." kata Angel


Peter dan Hansel yang sudah selesai berenang berjalan mendekati mereka berdua.


"Apa yang sedang kalian bicarakan? serius sekali. " seru Peter sambil mengambil minumannya.


"Pet, aku minta tolong padamu. Besok hari senin kumpulkan semua anggota dewan direksi kita akan mengadakan rapat direksi. Aku yang akan memimpin rapat itu. " kata Angel.


Peter yang baru saja meminum minumannya langsung menyemburkan minumannya ke wajah Hansel di sebelahnya.


Hansel yang terkena semburan air dari Peter mencebikkan bibirnya. "Sial... kau pikir mbah dukun main sembur aja. " gerutu Hansel


"Maaf... maaf... ga sengaja. " kata Peter menyesal. "Apa kau serius dengan ucapanmu princess? " lanjutnya.


"Aku serius. Ada yang harus aku selesaikan dengan mereka. " kata Angel santai.


Mereka bertiga saling berpandangan tak mengerti.


"Pokoknya sampaikan saja kepada mereka. kita akan mengadakan rapat pada hari senin besok. "


"Baiklah-baiklah tuan putri.. kau boss nya. " Peter mengiyakan.


"Ada apa? kenapa kau tidak membicarakan nya denganku? " tanya Daniel dengan nada yang sangat lembut.


"Aku menemukan beberapa kecurangan saat kemarin aku berkunjung ke perusahaan selama beberapa hari. " kata Angel.


"Benarkah? " mereka bertiga terkejut mendengar ucapan Angel.


Angel menganggukkan kepalanya. Mereka bertiga saling berpandangan.


"Besok saat rapat, dan aku berjalan mengelilingi peserta rapat, Aku berharap kau tidak cemburu Daniel, saat aku memegang pundak salah satu atau beberapa pundak orang-orang disana. Karena itu tandanya aku sedang membaca pikiran mereka. Mengerti..? " Angel menekankan kalimat nya. Karena dia sangat tau kalau suaminya itu sangat posesif dan pencemburu.


"Baiklah, tapi jangan terlalu lama megangnya. " kata Daniel tak terima


"Dasar bucin. " gerutu Peter.

__ADS_1


"Diam kau. " sentak Daniel.


Angel hanya tersenyum dan menggelengkan kepalnya, tak habis pikir dengan suaminya itu.


"Hans aku punya tugas untukmu. Besok kau kumpulkan beberapa orang di aula. Nanti daftar namanya akan aku kirimkan padamu. "


"Baik nona. "


"Kalau aku? " tanya Peter.


"Kau nanti akan menemani kami di ruang rapat. "


"Oke baiklah. Kau juga harus menghubungi polisi untuk mereka yang sudah merugikan perusahaan. Aku pikir mereka bekerja sama dengan perusahaan lain untuk menjatuhkan kita. "


"Benarkah." tanya Daniel tak percaya.


Angel mengangguk.


"Tapi selama ini mereka semua bekerja sangat baik, dan tidak ada yang mencurigakan. " kata Daniel lagi.


"Karena mereka bermain sangat cantik. Sampai kalian tidak menyadarinya. Aku bisa mengetahuinya dari pandangan mata karyawan yang terlibat, lalu aku mendekatinya dan mencuri informasi dari mereka. "


"Wah luar biasa... Memang beda level ya, seorang manusia biasa dengan yang luar biasa. " Kata Peter sambil bertepuk tangan.


Angel hanya tersenyum. "Sebentar lagi dendammu akan terbalaskan sayang. setelah itu aku ingin mengajakmu bulan madu. " gumam Angel dalam hati sambil tersenyum manis kearah Daniel.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Keesokan harinya, Angel bangun pagi-pagi sekali. Dia bersiap untuk pergi kekantor. Tak lupa membangunkan suaminya dan menyiapkan semua keperluan suaminya.


"Bagaimana menurutmu? apa aku terlihat cantik? " tanya Angel di sela-sela kegiatannya menyisir rambut.


"Aku hanya pakai bedak dan lipstik saja. Pada dasarnya aku memang sudah cantik sayang? " kekeh Angel menggoda Daniel.


"Karena itu, aku tidak suka melihatmu berdandan dan dilihat banyak orang. " rengek Daniel.


"Dasar posesif. Benar kata Peter. "


"Hei, jangan samakan aku dengan asisten sialan itu. " kesal Daniel.


Angel terkekeh melihat Suaminya kesal seperti itu.


"Ayo kita turun, kita harus sarapan dan berangkat ke kantor. "


Setelah mereka selesai bersiap, mereka turun kebawah untuk sarapan. Disana sudah menunggu Peter dan Hansel sang asisten.


"Bagaimana? Apa sudah kau siapkan Pet? " tanya Angel di sela-sela makannya.


"Sudah nona. Mereka akan datang nanti pukul 10."


"Baguslah."


Lalu mereka melanjutkan makannya. Setelah makan mereka bersiap pergi ke kantor. Di dalam mobil hanya tercipta keheningan, mereka seolah enggan untuk bicara dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


Dua puluh menit kemudian akhirnya mereka sampai di perusahaan.


Peter membukakan pintu mobil untuk tuannya, Daniel Keluar dengan gagahnya, diikuti Angel yang keluar dengan gaya elegannya. Mereka berjalan beriringan dengan tangan Daniel yang menggenggam erat tangan Angel.

__ADS_1


Semua karyawan sudah datang, menatap kagum kearah mereka berdua, belum lagi dua pria tampan yang berjalan di belakang mereka. Makin menambah imun booster untuk mereka semua.


Sesampainya di ruang CEO Angel mendudukkan dirinya di kursi ke besarnya.


"Akhirnya kursi itu tidak kosong lagi, dan Aku bekerja disini tidak sendiri lagi." kata Daniel sambil terkekeh.


"Apa'an sih. " gerutu Angel.


Daniel melangkah menuju meja Angel, lalu mendudukkan bokongnya di meja kerja Angel.


"Sekarang katakan padaku, apa rencanamu nanti. "


"Aku akan memberikan kejutan besar untuk perusahaan ini. Mereka tidak akan bisa seenaknya lagi bekerja disini. Aku akan menindak tegas kepada semua orang yang merugikan perusahaan ini. " jelas Angel panjang lebar.


"Apa selama ini mereka tidak takut padaku ya? padahal selama ini aku selalu bersikap datar kepada mereka. "


"Itulah karena sikapmu itu, mereka seperti mendapat angin segar untuk merugikan perusahaan kita. "


Daniel menaikkan satu alisnya. "Maksudmu."


"Nanti kau juga akan tau. Mereka semua adalah musuh dalam selimut yang ingin menggerogoti DnA. "


"Baiklah aku akan menunggu sepak terjang mu dihari pertamamu bekerja. " Kata Daniel, sambil mendekatkan kepalanya ke wajah Angel lalu.


"Cup." dia mencuri satu kecupan dari bibir Angel. Awalnya hanya kecupan singkat. lalu berubah menjadi ******* kecil. Angel yang terkejut dengan sikap Daniel hanya bisa mengikuti dan membalas ciuman Daniel dengan sangat mesra.


Tanpa mereka sadari, Peter tiba-tiba masuk keruangan CEO. Peter yang sudah terbiasa masuk keruangan CEO tanpa mengetuk pintu pun kini hanya bisa tercengang melihat kelakuan atasannya itu. Setelah bisa mengatur keterkejutannya dia berdehem.


"Ehmm... "


Angel dan Daniel langsung melepaskan ciuman mereka.


"Kau ini mengganggu saja, apa tidak bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk, ha.. " kesal Daniel karena kegiatannya diganggu asistennya.


"Cih.. kalian ini tidak tau tempat, masih saja sempat-sempatnya bermesraan di kantor. " Peter ngedumel.


"Bukan urusanmu. Sekarang katakan, ada apa?"


"Hanya mengingatkan, tiga puluh menit lagi rapat akan dimulai. "


"Baiklah.. kami akan bersiap. Dan katakan pada Hansel untuk melakukan tugasnya. "


"Baik nona. " Peter undur diri.


"Lain kali kalau mau masuk ke ruangan ini, ketuk pintu dulu. " teriak Daniel pada asistennya itu.


Peter tak menghiraukan teriakan atasannya itu, dan berlalu pergi meninggalkan ruangan CEO.


"Sudah, ayo kita bersiap. " Angel mengelus dada Daniel agar tenang tak emosi lagi.


Mereka berdua mempersiapkan dirinya, Angel merapikan bajunya yang sedikit berantakan karena ulah suaminya dan membersihkan sisa lipstik yang berantakan akibat ciuman panas mereka tadi.


Setelah dirasa sudah rapi, Angel dan Daniel keluar ruangan menuju ruang rapat.


"Salamat siang... "


Bersambung.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2