AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 22 Malam Pertama Sekaligus Malam Terakhir


__ADS_3

Pukul 00.00


Mansion Alexander.


Seluruh keluarga Alexander sudah berada di mansion. Sebelum mereka beranjak istirahat, mommy menyampaikan pesan kepada kedua anaknya.


"Sayang nikmatilah malam ini. Tp mommy harap kalian tidak melakukan malam pertama terlebih dahulu. " pesan mom Vely


"Kenapa mom? " tanya Daniel sambil menggaruk tengkuknya.


"Ingatlah besok Angel harus pergi bersama mommy, jika kalian menabur benih lebih dahulu terus Angel Hamil, jauh dari suami apa itu enak? " tanya mom Vely.


Daniel menggeleng...


"Jadi mom harap malam ini kalian jaga diri kalian masing-masing jangan sampai kebablasan. Pikirkan kedepannya, bila Angel hamil sendiri, lalu dia melahirkan sendiri tanpa ditemani suami dan anaknya lahir tanpa ayah disisinya. Bagaimana perasaan Angel dan perasaanmu? " kata mom Vely memberi pengertian.


"Mommy katakan ini demi kebaikan kalian berdua juga. Mommy tidak ingin ada penyesalan nantinya. Lagi pula usia kalian masih sangat muda. Terlalu berbahaya hamil dalam keadaan masih belia. " pesan mommy lagi.


"Baiklah mom kami mengerti. " kata mereka berdua bersamaan.


"Kalian berdua memang kompak dari dulu. Ya sudah, momy ke kamar dulu ya untuk istirahat. Kalian juga segera istirahat. " mom Vely berkata sambil beranjak ke kamarnya.


"Huh... gagal deh... " gerutu Daniel.


"Kenapa..? " tanya Angel.


Daniel hanya menggeleng.


"Apa kau menginginkan ku malam ini? "


Daniel masih terdiam.


"AYolah, benar yang dikatakan momy, kita harus menahannya malam ini. Nanti saat kita bertemu lagi semua akan indah pada waktunya. " hibur Angel.


Daniel hanya tersenyum hambar lalu menggenggam tangan Angel erat.


"Baikalah apapun keinginanmu tuan putri. " lanjutnya.


"Ayo kita segera tidur ini sudah sangat larut. " ajaknya.


Mereka berdua beriringan berjalan menuju kamar Daniel. Karena mereka sudah terbiasa tidur bersama dikamar Daniel.


Setelah membersihkan diri, mereka berdua sudah bersiap untuk tidur.


"Jangan tidur dulu. " kata Daniel memecah keheningan.


"Kenapa? " cicit Angel.


"Aku masih ingin mengobrol. Mungkin ini adalah malam terakhir kita, yang seharusnya menjadi malam pertama. " kata Daniel.


Mereka akhirnya mengambil posisi tidur berhadapan, agar bisa memandang satu sama lain.


"Queen.... sebernya aku belum siap jika harus berpisah dengan mu. " kata Daniel sambil mengelus pipi Angel. "Kita sudah biasa bersama sejak kecil, dan tak pernah berpisah. Aku takut, mengahadapi hariku tanpamu disisiku. Aku takut... Queenn... apa aku bisa? " lanjutnya lagi.


Angel menangkup wajah Daniel lalu mengecupnya lama. Daniel yang mendapat perlakuan seperti itu, memejamkan matanya, menikmati kecupan dari Angel.


Setelah melepas kecupan nya Angel beringsut kedekapan Daniel.


"Aku juga sebenarnya belum siap King. Aku hanya berusaha kuat didepan mom dan dad. Aku tidak ingin membuat mereka sedih. " kata Angel sendu dalam pelukan Daniel.

__ADS_1


"Kau benar... kita tidak boleh terlihat sedih di hadapan kedua orang tua kita. " Lanjut Daniel. "Kita tidak boleh melihat mereka sedih. Ini semua mereka lakukan untuk kebaikan kita berdua. Toh waktu tiga tahun bukanlah waktu yang lama.Aku akan salalu menunggumu Queen. " katanya lagi sambil mengeratkan pelukannya.


Angel mengangguk.


"Saat aku tidak ada disisimu, kuharap kau tidak melirik wanita lain ataupun bermain-main dengan wanita lain. " lirihnya.


Daniel yang mendengar ucapan Angel lalu mengendurkan pelukannya lalu memandang Angel lekat.


"No Queen... itu tidak mungkin terjadi" kata Daniel.


"Dihati ini sudah terukir indah namamu, tak kan mungkin bisa digantikan wanita biasa diluar sana. Jika aku memiliki yang indah di hatiku. " lanjutnya sambil mengarahkan tangan Angel di dadanya.


Angel terisak, Lalu memeluk Daniel lagi.


"Aku mencintaimu kak... Aku sangat mencintaimu... suamiku... " cicit Angel dalam pelukan Daniel.


"Aku juga mencintaimu Adikku... Aku sangat mencintaimu my Queenn.... " cicit Daniel dengan menahan air matanya.


"Sudah... Ayo kita tidur. Kita tidak tau besok mommy akan membawamu siang atau malam. Yang pasti kita harus istirahat malam ini. " Kata Daniel sambil merapikan anak rambut yang mengganggu pandangannya.


Angel hanya mengangguk. Lalu Daniel mendongakkan wajah Angel. Sesaat mereka bertatapan, entah siapa yang memulai akhirnya mereka berciuman saling menyesap satu sama lain, meluapkan segala rasa yang ada. Karena hanya itu yang bisa mereka lakukan saat ini. Memadu kasih hanya dengan berciuman mesra.


Setelah pasokan udara dirasa habis, mereka pun menyudahi kegiatan berciuman mereka. Saling tersenyum dan memeluk.


"Aku ingin tidur berpelukan seperti ini. " kata Angel.


Daniel yang mendengar keinginan Angel hanya mengangguk sambil mengeratkan pelukannya. Hingga mereka terbuai dalam alam mimpi.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Pagi harinya, Matahari bersinar cerah memancarkan sinarnya keseluruh alam semesta.


"Sayang... apa kau tidak membangunkan anak-anak? " tanya Alex pada istrinya.


"Tidak usah dad, biarkan mereka tidur, aku rasa mereka tidur sangat larut. " kata mom Vely. "Biarkan mereka menghabiskan hari ini berdua. Kalau daddy sudah lapar, ayo kita makan terlebih dulu. Anak-anak biar nanti menyusul. " Lanjutnya.


"Baiklah terserah kau saja sayang. " Dady Alex pasrah menuju ruang makan. "Kau akan berangkat kapan? " tanya daddy Alex lagi.


"Nanti malam sayang... aku ingin mereka menghabiskan hari ini bersama. Aku kasihan kepada mereka. " kata mom Vely sendu.


"Sudahlah... tidak apa-apa. ini juga demi kebaikan mereka berdua. Mereka pasti mengerti. " daddy Alex menenangkan.


"Aku tau sebenarnya mereka merasa sedih, tapi mereka menutupi nya dari kita, agar kita tidak merasa bersalah karena telah memisahkan mereka berdua. " kata mom Vely dengan segala rasanya.


"Berarti mereka sudah bisa bersikap dewasa, sayang. Kita harus mendukung mereka, jangan perlihatkan kesedihan kita kepada mereka. " Kata daddy Alex menenangkan istrinya yang tengah galau.


"Kau benar dad... Ya sudah ayo kita sarapan dulu. Bukankah daddy akan kekantor hari ini?" tanya mom Vely.


"Hari ini aku tidak akan ke kantor, karena aku ingin bersama istriku ini. yang sebentar lagi akan meninggalkanku juga bersama putri kesayanganku. " kata Daddy Alex.


"Daddy juga sedih?"


"Sebenarnya iya, tapi aku bisa menahannya. Karena ini semua demi putri kita. " kata daddy Alex. "Lagipula jika aku merindukanmu, aku akan datang kesana. " lanjutnya


"Kau benar dad. Tapi jangan pernah mengajak Daniel ya? karena itu akan mempengaruhi konsentrasi Angel." kata mom Vely


"Tidak akan sayang, aku tau konsekuensi yang harus ku Terima jika aku melakukan kesalahan. " kata daddy Alex sambil mengangkat kedua jarinya memembentuk huruf V.


Mereka berdua pun meneruskan sarapannya.

__ADS_1


Di kamar


Daniel yang bangun lebih dulu, segera menopang kepalanya dengan tangan, dan tangan satunya menyingkirkan rambut-rambut halus yang mengganggu wajah Angel. Lalu mengelus lembut pipinya.


"Mampukah aku melewati hari tanpamu sayang.. " gumamnya dalam hati.


"Aku berjanji padamu, setelah kau pergi, aku akan menutup hatiku untuk siapapun. Tak kan ada yang mampu membuka hatiku selain senyuman darimu. Karena senyummu itu adalah kunci hatiku. Aku akan menunggumu, sampai kau datang kembali padaku. " kata Daniel dalam hati.


Angel yang merasa terganggu dengan sentuhan Daniel, mulai mengerjap- ngerjapkan matanya. Lalu berkata, "Kau sudah bangun? " tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.


Daniel mengangguk kan kepalanya.


"Jam berapa sekarang? " tanyanya lagi


"jam 10." jawab Daniel singkat.


"Kita kesiangan... kenapa kau tidak membangunkan ku?"


"Aku juga baru bangun Queenn... "


"Ya sudah kalau begitu. Aku akan membersihkan diri dulu. Takut mom dan daery menunggu kita sarapan. " kata Angel.


"Tidak akan... tunggu, aku akan menelpon bibi An dulu. " Daniel dengan menunjukkan telpon ruangan


tut... tut... tut...


"Halo tuan muda ada yang bisa saya bantu? " tanya bibi An disebrang telpon.


"Bi, apa dady dan mommy sudah sarapan?


" Tuan dan Nyonya sudah sarapan dari tadi tuan. "


"Baiklah kalau begitu. aku ingin sarapan dikirim ke kamarku ya bi? "


"Baiklah tuan muda. "


Daniel lalu menutup panggilan nya.


"Mom dan Dad sudah sarapan dari tadi kata bibi An. Jadi aku menyuruh bibi An mengantar makanan kekamar kita. " kata Daniel menjelaskan


"Baiklah kalau begitu. Aku tetap harus mandi" kata Angel.


"Mandilah... aku akan menyiapkan baju untukmu. " kata Daniel berjalan keluar. Karena pakaian di kamar Angel belum dipindah ke kamar Daniel.


"Terimakasih."


Setelah selesai sarapan mereka menghabiskan waktu di kamar. Karena Daniel telah menanyakan kapan Angel akan berangkat, mommy bilang nanti malam. Dan disinilah mereka berada, di dalam kamar.


Angel meminta Daniel mengambil foto bersama. Agar galeri Daniel dipenuhi foto mereka berdua, Daniel pun hanya bisa menurut keinginan istri tercintanya itu. Puas mengambil foto di kamar mereka beranjak ke taman, lalu kolam renang, ruang keluarga bahkan dapur pun mereka jadikan obyek berfoto ria. Mereka terlihat bahagia, tanpa menyadari tatapan sendu dari kedua orang tuanya.


"Mereka bahagia sekali ya, sayang. " kata Alex yang memperhatikan mereka berdua.


"Mereka hanya menyembunyikan kesedihan mereka dad... mereka sedang membohongi diri mereka sendiri. aku tau itu. " Kata mom Vely


"Setidaknya kita bisa melihat keceriaan mereka dalam kebersamaan hari ini. " kata daddy Alex.


"Kau benar. " jawab mom Vely singkat.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2