
Waktu beranjak malam, sudah waktunya yang beraktifitas kembali ke rumah untuk beristirahat. Begitu pula dengan Daniel, hari ini dia merasa sangat lelah dengan semua pekerjaan di kantornya. Akhirnya, dia memutuskan untuk pulang di jam pulang kantor.
Daniel dan Peter pulang bersama karena sekarang Peter akan tinggal di mansion Alexander sesuai perintah Daddy Alex dan mom Velg, untuk menemani dan menjaga Daniel agar tidak merasa kesepian selama kepergian mereka.
Sesampainya di mansion Daniel segera menuju kamarnya untuk membersihkan diri,
"Mungkin dengan berendam bisa menghilangkan semua rasa lelah ini. " Pikirnya.
Setelah membersihkan diri dan berendam Daniel mengenakan pakaian santai lalu turun untuk makan malam. Disana Peter sudah menunggunya.
"Kenapa lama sekali. Aku kan sudah lapar ini. " ketusnya.
"Kalau lapar kenapa tidak makan dulu. "
"Itu namanya tidak sopan kalau aku makan mendahului tuan rumah. "
"Nah itu tau... baguslah kalau kau masih punya sopan santun. "
Obrolan tak bermakna itupun mengalir saja selama mereka makan.
Setelah makan, mereka menuju ruang tengah untuk memainkan game baru yang tadi dibeli Peter.
"Ayo kita bertanding. " tantang Peter.
"Sebenarnya aku malas sekali melawanmu."
"Kenapa? "
"Aku jadi ingat Angel, kami terakhir main game disini sebelum aku mengajaknya jalan-jalan." Kata Daniel sendu dengan memperhatikan gelang merah yang melingkar di tangannya.
"Oh, ayolah... aku Peter, jangan kau samakan dengan Angel. Kita bisa bersenang-senang ala pria. Okey..!
"Terserah padamu saja. " pasrah Daniel
Mereka akhirnya mulai bermain. Sebenarnya inilah cara Peter untuk mengalihkan perhatian Daniel agar tidak terus bersedih dan mengingat Angel. Peter akan selalu berusaha menghibur Daniel saat dia membutuhkan seorang teman. Sesuai permintaan Mom Vely.
"Aku bosan, lagipula Ini juga sudah larut, aku mau istirahat dulu.Besok kita harus bekerja. " Kata Daniel di tengah-tengah permainan.
"Ah, kau ini ga asik. Ya, sudah kau istirahat saja dulu. Aku akan menyelesaikan permainanku ini. " kesal Peter.
Lalu Daniel beranjak dan menuju kamar Angel untuk beristirahat malam ini.
"Aku benar-benar harus membuat pintu doraemon, agar aku tak keluar masuk kamar yang berbeda. " Pikirnya setelah memasuki kamar Angel.
__ADS_1
Kali ini Daniel tidak langsung tidur. Dia melihat lihat isi kamar Angel. Memperhatikan dengan detail isi dari kamar istrinya itu. Membuka satu persatu laci yang ada di meja rias ataupun meja belajarnya. Hingga yang terakhir dia membuka laci nakas di samping tempat tidur nya.
Matanya menyipit melihat sesuatu di laci tersebut, lalu mengambil benda kotak yang terbungkus rapi dan membaca catatan kecil di atas kotak tersebut.
"Untuk My King, kakakku tersayang. "
Setelah yakin itu untuknya sesuai catatan yang dia baca, akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka kotak tersebut secara perlahan. Setelah kotak terbuka dia melihat ada sebuah jam tangan mahal yang sangat mewah dan sebuah kalung dengan liontin hati yang terbelah. Dia juga melihat ada sepucuk surat di sana. Lalu Daniel segera membacanya.
[Dear My King, Kakakku tersayang.
Mungkin saat kau menemukan surat ini, aku sudah. tak lagi bersamamu, Aku mungkin sudah pergi jauh, Karena perasaanku mengatakan hal itu akhir-akhir ini.
Sengaja kutinggalkan sebuah hadiah ini untukmu. Sebenarnya ini semua kusiapkan untuk hari ulang tahun kita. Namun tak langsung ku berikan, karena aku ingin memberikan di hari yang lain.
Kuberikan jam ini, untuk menunjukkan waktu. Waktu dimana akan terus berputar dan akan membawaku kembali padamu. Tunggulah waktu itu, aku akan datang. Dan jangan sia-siakan waktumu untuk hal yang tidak berguna Oke.
Kalung hati itu hanya separuh, dan separuhnya ada padaku. Jadi saat kita bertemu kembali, hati yang terpisah akan bersatu kembali.
Kakk, tetaplah sehat, jaga dirimu baik-baik. Jangan sampai sakit apalagi terluka. Karena aku akan sedih jika ku terluka. Maafkan aku yang tidak ada disampingmu saat ini.
Tunggu aku... aku akan kembali padamu. Aku mencintaimu, Kakakku. ]
Daniel meremas surat itu, dan tanpa sadar meneteskan air matanya.
Dilihatnya jam tangan yang sangat indah itu, lalu tersenyum "Waktu yang akan mempertemukan kita kembali. " lirihnya. Lalu menaruh jam itu di atas nakas. Kemudian mengambil kalung hati, dan memakainya. "Separuh hatiku ada padamu. Aku akan selalu memakai ini Queen. " gumamnya dalam hati.
Lalu dia membereskan semua yang berantakan di atas nakas. Setelah selesai, dia beranjakn menuju balkon menghirup udara malam dan memandang langit. "Kau bilang padaku jika aku memandang langit itu dan mencari bintang bersinar paling terang. Kau juga akan melihat hal yang sama. Kita sedang melihat langit yang sama kan Queen? " tanyanya dalam hati.
"Aku merindukanmu, sangat merindukanmu Angel... " gumamnya lagi.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Apabila di tempat Daniel malam hari maka di tempat Angel berada kini masih pagi. Angel yang terbangun karena seolah ada yang memanggilnya, merasa bingung. Apa aku bermimpi? atau daddy yang memanggilku? Angel celingukan, karena dilihatnya kini dia seorang diri di kamar. Akhirnya dia bangun dan membuka jendela, menghirup aroma pagi yang menyegarkan.
Dipandanginya langit biru disana.
"Daniel... apa yang sedang kau lakukan di sana? Apa kau merindukanku? Aku sangat merindukanmu." lirihnya. Tanpa terasa air matanya menetes.
"Ini masih pagi... kenapa aku sudah bersedih sih.." ucapnya sambil mengusap air matanya.
"Ah... aku akan membersihkan diriku dulu., setelah itu aku akan menemui mommy. " Angel beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Di dapur,
__ADS_1
"Dad tolong kau lihat Angel apa sudah bangun? "
"Nanti kalau sudah bangun dia akan kesini, sayang. "
"Kau ini... kapan kau akan kembali dad? "
"Kau mengusirku? "
"Ck... " Vely memutar bola matanya malas. "Cepatlah kembali, kasihan Daniel disana sendiri. Dia juga masih butuh bantuanmu untuk memimpin perusahaan. Karena ini adalah pengalaman pertamanya bekerja dan langsung memegang kursi pimpinan. Setidaknya kau bantu dia dulu sayang, jangan langsung lepas tangan. Kasihan dia. " Kata mom Vely memberi pengertian.
"Mom benar, sebaiknya daddy segera pulang. Kasihan Daniel. Setidaknya jika ada daddy di sana dia tidak merasa benar-benar ditinggalkan. " cerocos Angel yang baru masuk ke dapur.
"Kau ini... " kata Daddy menggelengkan kepalanya.
"Mom.. Dad... aku sangat merindukan Daniel. " Lagi-lagi Angel terlihat murung.
"Sayang... " Mom Vely meletaknya alat masaknya lalu memeluk Angel.
"Mommy mengerti... tapi bersabarlah. jika kau bisa mempersingkat waktu, maka kau akan segera bertemu Daniel. Oke... "
Angel menganggukkan kepalanya di dalam peluan mommy.
"Baiklah... agar anak daddy ini tidak sedih. Daddy akan kembali, dan menemani Daniel disana. Apa kau senang? " kata Daddy ikut menghibur.
Angel tersenyum senang, "benar dad.. daddy akan pulang? "
Daddy mengangguk.
Lalu Angel beralih memeluk Daddynya... "Terimakasih dad... tolong jaga Daniel disana untukku. Aku disini akan baik-baik saja bersama mommy. "
Mereka akhirnya melanjutkan sarapan yang telah disiapkan mommy.
Keesokan,harinya sesuai permintaan istri dan anaknya Daddy telah bersiap untuk pergi.
"Hati-hati dijalan ya sayang..? jaga dirimu, dan anak kita satunya disana. "kata mom vely
"Iya kau juga harus menjaga diri baik-baik disini. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku. " Daddy segera bersiap masuk ke dalam mobil, tak lupa berpamitan dengan anak semata wayangnya yang cantik jelita itu.
Setelah kepergian Daddy tempat itu menjadi sunyi, hanya tinggal mommy dan Angel saja.
"Besok kita akan mulai berlatih, bersiaplah sayang. Karena waktu kita tidak banyak."
"Iya mom. "
__ADS_1
Bersambung