
Dalam perjalanan pulang Daniel dan Angel saling berpegangan tangan. Mereka saling menguatkan satu sama lain. Karena merasa kasihan tapi juga merasa Raymond harus mendapat ganjaran atas semua perbuatan yang telah dia lakukan selama ini. Apalagi bagi seorang Daniel yang memiliki hati lembut. Pasti merasa tidak tega, meskipun orang itu adalah pembunuh kedua orang tua nya.
"Apa kau baik-baik saja? " tanya Angel sambil melihat kearah suaminya itu.
"Aku baik, " jawab Daniel singkat.
Angel kembali menghadap ke arah depan. "Jangan terlalu dipikirkan, kita sudah melakukan yang terbaik. orang yang bersalah memang harus di hukum. Bukan kita yang menghukum, tapi hukum di negara ini memang harus di tegakkan. Jika dibiarkan terus, entah berapa orang lagi yang akan menjadi korban dari Raymond. " Angel memberikan pengertian kepada Daniel.
Daniel mengangguk.
"Hari ini, apa boleh aku libur kerja? Aku ingin berenang di rumah. " Daniel mencoba bersikap biasa saja.
"Peter, apa kau dengar permintaan suamiku? " tanya Daniel kepada asistennya itu yang ada di kursi depan.
"Baiklah tuan, cuma hari ini saja kau boleh libur untuk menenangkan pikiranmu. Urusan pekerjaan serahkan pada kami. Tim pengacara juga sudah berada di kantor polisi bersama ayahku. "
"Terimakasih Peter, Hansel atas pengertian kalian."
"Istirahatlah hari ini tuan dan nona. "
"Terimakasih Hansel. " Angel mengulum senyum manisnya.
Mobil mereka melaju menuju mansion Alexander. Setelah sampai, Daniel dan Angel turun dari mobil, lalu mobil itu melaju kembali menuju perusahaan.
"Apa yang akan kah lakukan pada Clara? " Tanya Angel.
"Entahlah, dia tidak ikut bertanggung jawab atas kasus yang menimpa ayahnya. " jawab Daniel sambil melangkah masuk ke dalam mansion.
"Apa kau yakin? "
"Iya."
"aku punya firasat buruk tentangnya. "
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Ayo kita ganti baju dan berenang. aku ingin mendinginkan isi kepalaku. "
"Baiklah.
Angel dan Daniel menuju kamarnya untuk berganti pakaian dengan pakaian renang. Daniell yang hanya memakai celana bokser dan Angel yang hanya memakai bikini di balut bathrob. Mereka lalu turun menuju kolam renang. Angel meminta bantuan dan minuman serta cemilan kepada bibi An. dan meminta kepada seluruh pelayan mansion untuk tidak pergi ke area kolam renang, karena Angel dan Daniel membutuhkan privasi.
"Baik nona. " Bibi An menjalankan perintah dengan patuh.
Daniel sudah menceburkan dirinya ke kolam renang, memulai aksinya dengn berenang kesana kemari. Angel yang masih berada di tepi kolam renang hanya memperhatikan suaminya itu.
__ADS_1
"Aku tau, kamu mengalami pegulatan batin karena kejadian ini. Tapi ini memang harus di lakukan. Karena setiap kejahatan pasti ada hukumannya. Dan aku tidak akan membiarkan siapapun melukaimu walau seujung kuku. Namun Jika itu sampai terjadi, kupastikan dia tidak akan selamat. Bukan penjara lagi yang akan dia rasakan, tapi penyiksaan sampai merasakan hidup segan matipun tak mau. " Angel bermonolog pada dirinya sendiri sambil memperhatikan Daniel yang sedang asik berenang.
"Apa kau tidak ikut berenang? " suara Daniel membuyarkan lamunan Angel.
"Ah, iya.. " Angel lalu berdiri dan membuka handuk yang menutupi tubuhnya.
Daniel menelan salivanya kasar, ketika melihat bentuk tubuh sempurna sedang berdiri di atasnya. Karena saat ini Daniel sedang duduk di tepi kolam.
Lalu Angel menceburkan dirinya kedalam kolam renang. Daniel yang melihat itu, langsung menyusulnya. Mereka berkejaran di dalam kolam. Hingga akhirnya Daniel mampu mengejar Angel, dan memeluknya dari belakang.
Daniel mengeratkan pelukannya dan mengecupi leher dan bahu Angel yang hanya terutupi tali spageti. lalu membalikkan Angel menghadap kearahnya. Tanpa aba-aba, Daniel langsung mencium bibir Angel. Awalnya hanya ciuman biasa, hingga berubah menjadi lu****n dan decapan yang mengisi kesunyian siang itu.
Daniel melepaskan ciumannya, pancaran matanya sudah di penuhi kabut gairah.
"Apa kau mau melakukannya disini? " tantang Angel.
Daniel menaikkan sebelah matanya.
"kita belum pernah melakukannya disini kan? " goda Angel.
"Apa kau yakin, bagaimana dengan para pelayan? "
"Aku sudah menyuruh mereka pergi. karena kita butuh privasi. "
"ternyata kau sudah merencanakan nya ya? "
"Baiklah, ayo kita lakukan disini. "
Akhirnya mereka melakukan kegiatan panas itu didalam kolam renang, di kursi santai dan di manapun yang mereka inginkan. Karena semua pegawai sudah mereka suruh pergi dari mansion, hanya tinggal beberapa pengawal yang menjaga di gerbang.
"Kau memang luar biasa sayang. " ujar Daniel kepada Angel setelah ronde terakhir mereka lalui. Kini mereka berdua sedang berbaring di kursi santai dekat kolam, hanya berbalut handuk.
"Aku hanya melakukan ajaran dari mommy, Jika suamimu sedang bersedih, galau atau apapun yang membuat perasaannya tidak nyaman, lakukanlah kegiatan yang paling dia sukai. Dan aku tau, kegiatan yang kau sukai itu. " kekeh Angel. "Ternyata kau dan daddy memiliki hobby yang sama. "
"Apa? " tanya Daniel tak mengerti.
"Naik kuda-kudaan. hahahaha. " Angel tertawa lepas.
Daniel yang melihat Angel tertawa lepas hanya tertegun. Melihat Daniel yang terdiam Angel lalu menghentikan tawanya.
"kenapa? " tanya Angel tak mengerti.
"Kau cantik sekali saat tertawa seperti itu. " kata Daniel sambil menyentuh bibir Angel. "Tetaplah tertawa dan tersenyum seperti itu saat bersamaku. " lanjutnya dengan suara yang hangat. Angel lalu berhambur memeluk Daniel.
__ADS_1
Daniel membalas pelukan Angel. "Kau harus terus tertawa dan tersenyum, jangan pernah menangis. karena itu akan membuatku ikut sedih."
Angel mengangguk di dalam pelukan Daniel.
Di sisi lain,
Di sebuah mansion yang cukup mewah, seorang wanita memarkirkan mobilnya sembarangan di depan mansion itu. Sepertinya dia sudah sering keluar masuk mansion itu.
"Om.... ommm.... Om Simon, dimana kau. Aku butuh bantuanmu. cepat keluar. " teriakan wanita itu menggema di seluruh isi mansion. Dia adalah Clara, yang datang ke mansion milik Simon untuk meminta tolong.
"Ada apa Clara, kenapa kau berisik sekali. Aku sedang tidur. " kata seorang pria paruh baya dari lantai atas rumahnya.
"Om.. tolong aku, bantu aku. Daddy ditangkap polisi, dia sudah masuk penjara om... " rengek Clara.
"Bagaiman bisa? bukankah hari ini perusahaanya akan dibeli DnA? " Simon berjalan menuruni anak tangga menemui Clara.
"Ternyata daddy di jebak sama Dainiel om. Daniel hanya ingin balas dendam atas kedua orang tuanya yang sudah dibunuh daddy dua puluh tahun lalu. "
"apa? " Simon terkejut "Jadi dia benar-benar putra Daniel Abraham?" tanya Simon.
Clara mengangguk dengan airmata yang terus mengalir.
"Apa yang harus kita lakukan om? DnA adalah perusahaan besar yang sangat kuat. " ucap Clara.
"Memangnya apa yang bisa kita lakukan! Bagaimana dengan pembayaran uang perusahaan? "
"Dia tidak membayar sepeserpun om, katanya perusahaan itu akan menjadi kompensasi atas kerjasama yang dilakukan daddy dan ayahnya dulu, dan kompensasi untuk anak yatim yang orangtuanya telah dibunuh oleh daddy. "
"Jadi tidak ada sepeserpun? "
Clara mengangguk.
"Sial...Kalau Raymond sudah menjadi targetnya, maka target selanjutnya adalah aku. Sebelum itu terjadi aku yang akan lebih dulu membunuhmu putra Abraham. " gumamnya dalam hati menahan geram.
"Bantu aku balas dendam om, dan mengambil kembali perusahaan milik daddy. "
"tenang Clara, tenangkan dirimu. kita akan pikirkan ini bersama. Okey. " kata Simon menenangkan Clara di pelukannya.
"Kita harus menyusun rencana untuk membalas mereka, karena uang hasil penjualan saham dn perusahaan itu, akan daddy mu berikan padaku untuk membayar hutang-hutangnya. Kalau begini, aku juga rugi Clara. " geram Simon.
"Bantu aku om... "
"Iya, nanti kita pikirkan bagaimana caranya mengeluarkan daddymu dan membalas mereka. Okey. "
__ADS_1
Bersambung
Terima kasih sudah membaca.