
Begitulah sedikit kisah tentang Daddy dan Papamu Daniel.
Daniel yang mendengar kisah tentang orang tuanya hanya diam membisu. Entah apa yang sedang dia pikirkan. Angel yang ada disampingnya, menggenggam erat tangan Daniel untuk menyalurkan kekuatan.
"Daddy memberimu nama Daniel, untuk mengenang sahabat terbaik daddy, yang telah meninggalkan daddy lebih dulu. Daddy ingin Daniel sahabat daddy tetap hidup bersamamu. " ujar Daddy Alex sambil terisak.
Melihat suaminya yang merasa sedih karena mengenang sang sahabt Vely beranjak menenangkan Daddy dan membisikkan sesuatu di telinga Angel.
"Temani Daniel. "
Angel mengangguk.
Lalu Vely mmemeluk Alex dari samping.
"Dan, kenapa Daddy tidak menyematkan nama Abraham di belakang namamu, Karena daddy ingin melindungimu dari orang-orang yang sudah mengambil nyawa sahabatku." kata Daddy " Yah , kecelakaan itu bukanlah kecelakaan biasa melainkan kecelakaan yang disengaja oleh pesaing bisnis papamu." lanjutnya .
Sontak Daniel yang semula menunduk kini mengangkat wajahnya. "Maksud Daddy, papaku sengaja dibunuh? " tanya Daniel tak percaya
Alex hanya menganggukkan kepala.
"Daddy dan uncle Brian kalian telah melakukan banyak hal untuk membalas pembunuh orang tuamu sekaligus sahabatku. Daddy telah membuat mereka bangkrut secara perlahan. Dan menjadi gelandangan. Namun entah darimana mereka kini telah bangkit lagi. " kata Daddy Alex
"Kenapa daddy tidak membunuhnya, bukankah nyawa harus dibalas dengan nyawa. " kata Daniel penuh emosi.
"Kalau kita membunuh mereka, lalu apa bedanya kita dengan mereka? " kata mom Vely menengahi.
"Tapi mom... "
"Semua perbuatan kita didunia ini akan mendapat balasan, entah balasan secara tunai yaitu balasan langsung di dunia atau balasan nanti di akhirat. " mom Vely menenangkan.
Daniel terdiam.
"Mom dan daddy tidak pernah mengajarkan kepada anak-anak momy tentang kekerasan. Mom selalu mengajarkan kebaikan dan kasih sayang kepada kalian berdua. Ingatlah itu sayang.? " kata mom Vely lagi.
Mereka berdua hanya mengangguk.
"Jadi kita sudahi dulu perbincangan tentang siapa orang tua Daniel. Karena semua sudah jelas, Dan Daniel sudah tau siapa orang tua kandungnya. Nanti kita akan berziarah ke makam orang tuamu, Niel. " kata Daddy.
Daniel mengangguk. "Iya Dad. "
"Sekarang yang harus kita bahas adalah pernikahan kalian berdua. "
Daniel dan Angel langsung berpandangan.
__ADS_1
"Kalian berdua harus segera menikah. Untuk mengikat cinta kalian. " kata Daddy lagi.
"Apa kalian tidak mau menikah? Apa kalian tidak saling mencintai?"tanya daddy
"Bukan begitu dad. " Daniel menimpali. "ada yang mengganggu pikiranku dad. " katanya lagi
"Apa... katakanlah. "
"Walaupun kami tidak sedarah, tapi apakah mommy memberi kami ASI yang sama dari mommy? bukankah kalau kita mendapat susu yang sama kita sudah menjadi saudara sepersusuan? " tanya Daniel untuk menghilangkan rasa penasaran nya.
Mom Vely hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari anaknya itu.
"Tidak sayang... kalian juga bukan saudara sepersusuan. Kalian berdua tetaplah dua orang berbeda. Tidak memiliki darah yang sama, baik dari keturunan atau sepersusuan. Karena mommy tidak pernah memberikan ASI mommy padamu. " kata Vely menerangkan.
"Sebelumnya mommy minta maaf, bukan karena mommy tidak sayang padamu dengan tidak memberi mu ASI dari mommy. Tapi ini semua mommy lakukan untuk masa depan kalian. Saat Angel meminum ASI Mommy, kau hanya kami beri susu Formula. Tapi kami bersyukur kau tidak pernah rewel saat masih bayi karena hanya kami beri susu formula" lanjutnya lagi.
"Kami tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang kami pada kalian berdua mulai kalian bayi sampai kalian dewasa seperti sekarang. perbedaan kalian hanya pada pemberian susu, saat kalian masih bayi. itu saja. " Kata daddy Alex menimpali penjelasan istrinya.
Angel dan Daniel bernafas lega, lalu mereka berpandangan dan tersenyum.
"Jadi bagaimana apa kalian mau menikah? " tanya mommy menggoda.
Mereka berdua langsung mengangguk pasti.
"Apa? " tanya mereka berdua bersamaan.
"Setelah menikah, kalian berdua harus berpisah untuk sementara. Setidaknya selama tiga tahun. "
"Apa... " kata mereka berdua bersamaan. Terkejut dengan kalimat terakhir mom Vely ucapkan.
"Ya Tuhan... kabar apa lagi ini. " gumam Daniel "Setelah mom memberikan kejutan yang besar, lalu mom menghempaskan kebahagiaan kami begitu saja. " kata Daniel.
"Tenang Daniel.. mom akan jelaskan kenapa kalian harus berpisah. Dengarkan dulu penjelasan mommy. Okey. " kata mommy menenangkan Daniel.
"Angel, Daniel. Kenapa tadi Daddy menceritakan asal mula daddy dan mommy bertemu, tidak langsung kepada siapa orang tua Daniel yang sebenarnya, ini adalah alasannya. " kata mom Vely. "Mom Vely bukanlah manusia biasa, Mom adalah manusia dengan sayap. " kata mom Vely lagi.
Daniel dan Angel mendengarkan.
"Jadi saat mommy memiliki keturunan, maka anak momy akan menjadi seperti mommy. " lanjutnya
Angel dan Daniel berpandangan sambil berpegangan erat, saling menguatkan dengan apa yang akan mereka ketahui.
"Lihatlah Angel sayang, tanda lahir di dada kirimu. itu adalah tanda yang sama dengan yang mommy miliki. "
__ADS_1
Angel membuka baju bagian atasnya dan melihat ada tanda sayap putih disana, begitu pula dengan mommy, yang menunjukkan tanda yang sama dengan milik Angel..
"Kau adalah anakku, Jadi kau akan memiliki tanda yang sama dengan yang mommy punya. " kata Vely.
"Kenapa kalian harus berpisah, karena Angel harus mulai melatih sayapnya. Sayap itu akan keluar satu minggu lagi. dan itu adalah saat-saat yang sangat menyakitkan baginya. Dia harus bisa mengendalikan tubuh dan kekuatannya. " terang mom Vely.
"Jadi mom Mohon kepada kalian berdua untuk bisa mengerti keadaan ini. Kalian tidak akan berpisah selamanya. Nanti saat Angel sudah bisa mengendalikan dirinya dan kekuatannya dia akan kembali lagi padamu Daniel, sayang? " lanjut mom Vely.
"Apa kau ingin melihat Angel kesakitan? " tanya mom Vely.
Daniel menggeleng.
"Kalau begitu izinkan Angel pergi untuk sementara. " mohon mom Vely.
Daniel mengangguk.
"Nanti malam adalah pernikahan kalian, setelah kalian menikah akan dilanjutkan dengan acara serah Terima kepemimpinan perusahaan. " lanjut daddy Alex.
"Perusahaan yang daddy pimpin saat ini bukan hanya perusahaan daddy saja, tapi disana juga ada perusahaaan papamu Niel." Lanjutnya.
Daniel memandang daddy, dan daddy mengangguk tanda kalau dia tengah serius.
"Di usiamu yang ke 17 ini Daddy menyerahkan perusahaan sahabat daddy kepada putra satu-satunya yaitu kamu, sayang. " kata Daddy Alex. "Nanti Brian yang akan menjelaskan kepada kalian berdua. "
"Saat ini yang terpenting yang harus kita lakukan adalah pernikahan kalian. Apa kalian mau menikah? Apa Daniel mau menerima putri mommy yang trnyata dia bukanlah manusia biasa, seprti mommy? " tanya Mommy kepada Daniel.
"Apakah Daniel mau menerima keadaan putri mommy? seperti Daddy Alex yang mau menerima moommy apa adanya. " tanyanya lagi.
Daniel menunduk, lalu dia memandang lekat wajah Angel.
"Aku akan menerima Angel apa adanya mom, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dia miliki. Karena aku sangat mencintainya dari dulu, saat ini hingga akhir nanti aku akan tetap mencintai dan menjaganya mom. Seperti Daddy Alex yang selalu menjaga mommy. " kata Alex meyakinkan perasaannya.
Mom Vely langsung berhambur memeluk Daniel.
"Terimakasih sayang... terimakasih... " ucap mim vey sambil terisak.
"Kalau begitu kalian berdua istirahatlah dulu, sambil menunggu persiapan pernikahan kalian yang akan di adakan di taman belakang mension ini." kata Daddy.
Daniel dan Angel bergandengan tangan keluar dari ruangan kerja daddy. Mereka merasa bahagia dengan senyum yang terukir di bibir mereka.
Alex dan Lovely yang melihat kebersamaan mereka juga merasakan hal yang sama yaitu bahagia dan lega. Karena mereka sudah mengeluarkan beban yang ada di pundak mereka selama bertahun-tahun ini.
"Semoga kalian bahagia. " Kata mommy dan daddy bersamaan.
__ADS_1
Bersambung...