AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab. 60 Feeling


__ADS_3

Malam itu Clara menginap di mansion Simon, dia akan melayani Simon di ranjang sampai pria tua itu puas. Demi membalas dendam kepada Daniel dan mengambil alih perusahaannya kembali, Clara akan melakukan apa saja.


Pagi harinya, mereka berdua sudah sepakat akan melakukan sesuatu kepada Daniel. Ya, Daniel lah yang akan menjadi target mereka, karena mereka pikir Daniel lah yang berkuasa dan bertangung jawab atas DnA dan urusan lainnya. Mereka berdua melupakan Angel yang sebenarnya lebih berbahaya dari Daniel, tapi mereka menganggapnya lemah dan remeh.


Simon akan menemui beberapa orang anak buahnya di dunia bawah untuk bekerja sama menghabisi Daniel. Yang sudah menangkap sahabatnya, dan karena itu uangnya yang milyaran ikut raib.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Sedangkan di mansion Alexander, pagi itu sepasang suami istri baru bangun dari tidurnya. Mereka merasa kelelahan karena kegiatan yang mereka lakukan kemarin siang dan di lanjutkan malam harinya. Entahlah, mereka berdua tidak pernah bosan. Karena bagi Daniel maupun Angel tubuh mereka adalah candu bagi satu sama lain.


"Sayang... kau tidak bangun? " Daniel menepuk-nepuk pipi Angel.


"Jam berapa sekarang. " Angel dengan suara serak khas bangun tidur.


"Sudah jam delapan. Bangunlah, apa kau tidak ke kantor hari ini?"


"Bolehkah aku libur satu hari saja. Badanku sakit semua, gara-gara kamu semalam. "


Daniel terkekeh mendengar gerutuan istrinya, "Akhirnya aku menang semalam, dan membuatmu tak berdaya. " Daniel membanggakan kerja kerasnya semalam.


Angel yang mendengar itu, memanyunkan bibirnya.


"Baiklah, tidak apa-apa hari ini kau istirahat lah, biar aku yang bekerja. Lagi pula ada Peter dan Hansel yang membantuku." Daniel lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Angel dia kembali membaringkan tubuhnya.


Tak berapa lama, Daniel keluar dari kamar mandi dan menuju walk in closet, untuk berganti pakaian dan persiapan lainnya. Angel yang melihat itu langsung berdiri dan memakai pakaiannya, lalu menyusul Daniel.


Angel lalu memeluk Daniel dari belakang, Daniel yang terkejut, lalu mengulas senyumnya.


"Ada apa? kenapa kau manja sekali hari ini? "


"Tidak apa-apa aku hanya ingin menghirup aroma tubuhmu. " gumam Angel masih memeluk Daniel.


Daniel berbalik, dan menatap lembut wanita yang sangat dicintainya itu. Lalu mengusap pipinya, "kau cantik walau baru bangun tidur. "


Angel kembali memeluk Daniel, "aku selalu nyaman jika berada dalam pelukanmu King, Daniel, suamiku, kakakku. " kekehnya.


"Kau nakal ya. " Daniel mencubit hidung Angel yang bangir.


"Sini biar ku Pakaikan dasimu. " Angel lalu memakaikan dasi. Daniel tersenyum melihat istrinya itu.


"Nanti aku akan pulang lebih cepat. Mungkin setelah istirahat makan siang aku akan pulang. Bersiaplah aku akan mengajakmu berkencan lagi malam ini. " Daniel mengatakannya sambil memeluk pinggang Angel.


"Benarkah? kau akan mengajakku berkencan? " Pekik Angel bahagia.


"Iya, dandan yang cantik. "


"Tema kita apa? santai apa semi formal. Kalau santai aku mau pakai celana, dan kita berkencan menggunakan motor sport."


"Baiklah, kita kencan santai menunggangi motor sport nanti."


Angel merasa sangat senang lalu menghadiahkan ciuman bertubi-tubi di wajah Daniel. Daniel yang tidak siap hanya bisa menerima ciuma itu dengan tersenyum lebar.


"Kalau begitu aku berangkat dulu ya, my Queen? " pamit Daniel kepada Hana dengan melabuhkan ciuman mesra di kening, pipi, dan bibir. Angel pun mengantarkan Daniel sampai keluar kamar.

__ADS_1


"Kenapa sesak sekali dada ini. " gumam Angel.


Di bawah, Hansel dan Peter sudah menunggu di meja makan.


"Mana princess kenapa tidak turun? " tanya Peter saat melihat Daniel hanya turun sendiri.


"Oh, dia tidak ikut kerja hari ini. karena kurang enak badan. "


"Nona sakit? "


"tidak, dia hanya kelelahan. "


"Kau apakan dia sampai kelelahan begitu. " selidik Peter.


Daniel tidak menjawab, dan memilih segera menghabiskan sarapannya. Setelah sarapan selesai mereka segera berangkat ke kantor bertiga.


Di kamar Angel kembali berbaring. Entah apa yang dia pikirkan, perasaannya tidak tenang terasa sesak sekali.


"Apa yang akan terjadi. Apakah aku harus menyusul Daniel? tapi tubuhku belum sepenuhnya pulih. Butuh beberapa jam lagi untuk kembali sehat. Memang nya obat apa yang diminum nya, sampai membuat aku seperti ini. Dasar Daniel, maniak.. " gerutu Angel dengan kesal.


"Aku akan berbaring sebentar lagi. "


⏳⏳⏳⏳⏳⏳


Waktu terus berlalu, tak terasa jam makan siang sudah selesai, Daniel yang sudah memiliki janji akan pulang setelah makan siang pun harus membatalkannya, karena pekerjaannya sangat banyak, butuh kurang lebih dua jam lagi baru selesai. Akhirnya Daniel menghubungi Angel dan minta maaf atas keterlambatan nya nanti.


"Hallo... " terdengar suara serak dari seberang telpon.


"Hallo sayang, kamu masih tidur? "


"Maaf aku belum bisa pulang sekarang, karena masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu. "


"Memangnya ini jam berapa?" Tanya Angel sambil mengucek matanya, dan melihat bahwa sekarang sudah jam satu. "Astaga." Angel terkejut setelah melihat sekarang jam berapa.


Daniel terkekeh dari seberang telpon.


"Jadi dari tadi kamu tidur? "


"iya jawab Angel dengan tersipu. "


Lalu Daniel mengalihkan panggilan ke Video call. Nampak wajah Angel yang masih kusut.


"Aku malu, wajahku masih kusut gini belum mandi. "


"belum mandi pun kamu tampak cantik sayang? Aku selalu mencintaimu walau tampil apa adanya."


"idiihhh, gombal. " Angel tersipu.


"Diihhh, wajahnya merah tuh.. " goda Daniel dari sana.


"Udah dong aku mau mandi dulu, terus makan. Dari pagi aku belum makan karena ketiduran. "


"Astaga sayang, kamu belum makan sampai jam segini? "

__ADS_1


Angel mengangguk.


"Baiklah, matikan telponnya, mandi trus makan, setelah itu bersiaplah menyambutku, kita akan pergi berkencan nanti. " ujar Daniel memberi perintah.


"Aku mencintaimu. " kata terakhir Daniel sebelum menutup telpon nya.


"Aku juga mencintaimu. " balas Angel. lalu telpon ditutup.


Angel sudah melakukan ritual mandi dan sarapan sekaligus makan siang. Sekarang dia hanya bersiap menunggu kedatangan Daniel. Angel menunggu Daniel di balkon kamarnya. Perasaannya makin kacau.


"Ada apa ini. Apa aku susul saja Daniel. Tapi dia menyuruhku menunggu. Aku tunggu saja. " gumam Angel.


Lalu dia memutuskan menghubungi Hansel.


"Hallo nona, ada apa? " sapa Hansel diseberang sana.


"Hans, apa Daniel sudah pulang? "


"Oh, tuan Daniel sudah pulang setengah jam yang lalu nona, mungkin beliau masih dalam perjalanan. Peter yang mengantarkan tuan Daniel pulang. "


"Oh ya sudah kalau begitu, terimakasih Hansel. "


"sama-sama nona. "


Panggilan di tutup.


Angel merasa sedikit lega karena mendengar Daniel sudah pulang. "Sebentar lagi dia pasti datang. "


Di lain sisi, Daniel yang sedang dalam perjalanan pulang tidak merasa mencurigai apapun, Dia hanya merasa senang, karena akan berkencan dengan istrinya. Tanpa mereka sadari ada sebuah mobil yang mengikuti mereka dari belakang, sejak mereka berdua keluar dari perusahaan.


"Pet, berhenti di toko bunga disana, aku mau membeli buket bunga untuk Angel. "


"Cieh... romantis... " goda Peter.


"Apa sih. " ketua Daniel.


"Biar aku saja yang beli tuan. "


"tidak, biar aku saja yang memilih bunga untuknya."


"Apa perlu saya temani? " tawar Peter.


"Tidak usah, kau tunggu di mobil saja aku hanya sebentar. "


"Baiklah hhati-hati tuan "


Daniel keluar dari mobil dan langsung melenggang ke sebuah toko bunga di dekat sana.


Setelah memilih bunga yang di sukai Angel Daniel kembali menuju mobil tempat Peter parkir. Namun saat dia hendak masuk ke mobil, Daniel melihat ada seorang anak kecil yang kesulitan hendak menyeberang jalan. Karena merasa kasihan, Daniel pun mengantarkan anak itu ke seberang jalan, saat dia hendak kembali tiba-tiba ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi berjalan ke arahnya, dan...


"Brak."


Bersambung

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca.


__ADS_2