
Hana kembali ke rumah sakit setelah membersihkan diri dan mengganti baju.Dia sudah tidak sabar ingin menemui orang yang sangat di cintainya itu.
Di ruang ICU, Hana duduk di dekat ranjang pasien, di genggamnya tangan Daniel yang dingin itu.
"Daniel... bangun lah sayang. Katanya aku tidak boleh menangis, tapi jika keadaanmu seperti ini mana mungkin aku tidak menangis? " isak Angel.
"Bangunlah, kumohon... bangunlah sayang..." Angel terisak dengan air mata yang terus bercucuran.
"Jika seperti ini, kekuatanku tidak berguna jika tidak bisa menyelamatkan mu. " gumamnya.
Angel keluar ruang ICU menemui Mommy nya. Di sana sudah ada daddy Alex dan Brian.
Alex merentangkan tangannya, Angel langsung berhambur ke pelukan Alex.
"Daddy... Daniel, Dad... " Angel menangis dipelukan daddynya.
"Sabar ya sayang, Daniel pasti sadar. " Alex menenangkan anak semata wayangnya itu.
"Andai aku ikut bekerja tadi, semua ini tidak akan terjadi dad. "
"Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri sayang, ini sudah takdir. Kita harus bisa menerimanya dengan sabar dan ikhlas. Okey. "
Angel menganggukkan kepala dalam pelukan daddynya, lalu melepaskan pelukannya, dan berhambur memeluk mommynya.
"Mom apa kekuatan kita tidak bisa menyadarkan Daniel? " rengek Angel pada mommynya.
"Daniel mungkin butuh istirahat sejenak sayang, sabarlah. Nanti kita akan mencobanya menyatukan kekuatan kita, jika Daniel tidak segera bangun. " ujar Mom Vely untuk menenangkan putrinya itu.
"Dad, aku mohon padamu. Kembalilah ke perusahaan untuk menggantikan Daniel dan Aku. Aku akan menunggu Daniel sampai dia sadar dan bisa kembali seperti sedia kala. "
"Tenanglah princess, Daddy akan kembali ke perusahaan bersama Brian, nanti ada Peter dan Hansel yang juga akan membantu daddy dan membantumu di sini. Ngomong-ngomong dimana Hansel aku belum bertemu dengannya sejak datang. " ujar daddy Alex.
"Hansel aku tugaskan mengurus anggota black dragon, Mereka akan menyaksikan bagaimana pimpinan mereka berakhir. " Angel berkata sambil melihat ke dalam ruang ICU.
"Mom, dad ini sudah malam. Sebaiknya kalian istirahat. Jika tidak ingin kembali ke mansion, menginaplah di hotel seberang. Istirahatkan tubuh kalian. Aku yang akan menunggu Daniel disini. " Angel menyarankan.
"Apa kau tidak apa-apa sayang? " tanya mom Velly sedikit ragu meninggalkan anaknya itu.
"Aku akan baik-baik saja mom. Aku akan menunggu Daniel di dalam. Aku akan meminta ijin kepada dokter nanti." kata Angel meyakinkan kedua orangtuanya.
"Baiklah kalau begitu. kau juga harus istirahat ya?"
Angel menganggukkan kepalanya.
"Uncle, tolong antarkan mom dan dad. Uncle juga bisa istirahat." Angel meminta tolong kepada Brian.
"Baiklah princess.. Peter akan menemani mu disini. Kalau kau butuh sesuatu panggil Peter saja." ujar Brian.
"Baik uncle, terimakasih. "
"Peter, kau jaga princess. "
__ADS_1
"Baik ayah, percayakan padaku. "
Setelah momy dan daddy juga Brian pergi, tinggal Angel dan peter yang ada disana.
"Pet, tolong jaga Daniel. Aku akan menemui dokter dulu."
"Baik, princess. "
Angel lalu meninggalkan Peter untuk menemui dokter. Angel mengetuk pintu ruangan sebelum masuk.
Dokter Albert tercengang melihat sosok wanita yang masuk ke dalam ruangannya.
"Silahkan duduk, Maaf ada perlu apa nona? " tanya dokter Albert setelah sadar dari keterkejutannya.
"Maaf dokter, saya adalah istri dari pasien yang bernama Daniel yang tadi sudah menjalani operasi. Saya ingin mengetahui, keadaan suami saya pasca operasi. "
"Oh, jadi anda istri tuan Daniel? "
Angel mengangguk.
"Maaf saya tidak tau, saya pikir tuan Daniel masih single, karena terlihat masih muda. "
Angel tersenyum. "Kami memang masih muda, masih berusia dua puluh tahun."
"Oohhh.. " dokter Albert membulatkan bibirnya.
"Jadi bagaimana dokter. "
Angel mendengarkan dengan seksama keterangan dokter tersebut.
"Lalu kira-kira sampai kapan suamiku akan mengalami koma dokter? "
"Bisa sampai beberapa hari, bulan atau tahun. itu semua tergantung bagaimana respon alam bawah sadar tuan Daniel. " ujar dokter Albert.
"Sekarang apakah suamiku sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat VVIP dokter? karena kami tidak leluasa keluar masuk kalau suamiku berada di ruang ICU. "
"Kita lihat perkembangan tuan Daniel sampai besok ya nona. Kalau sudah stabil, kami akan memindahkan tuan Daniel ke ruangan yang di minta keluarga. "
"Baiklah kalau begitu. terimakasih dokter. " Angel keluar ruangan dokter dengan perasaan yang entah.
"Cantik sekali istri tuan Daniel. " kata dokter Albert setelah kepergian Angel.
Angel kembali ke ruang ICU, dilihatnya Peter yang sedang memainkan ponselnya.
"Pet... " panggil Angel, lalu duduk di sebelah Peter.
"Maaf kan aku princess. " kata Peter menundukkan kepalanya.
"Sudahlah ini bukan salah mu. Jangan menyalahkan dirimu lagi. " kata Angel sambil mendongakkan kepalanya menatap langit.
"Pet, setelah ini, kau bantu Hansel mengurus orang-orang dari black dragon. Jadikan mereka menjadi orang-orang kita. Kita harus membuat mafia seperti mereka menjadi orang baik yang terlatih," kata Angel kemudian.
__ADS_1
"Kita harus membuat organisasi kita sendiri dengan merekrut mereka menjadi anggota kita. Kau harus membuat chip yang akan dipasang di tubuh anggota organisasi kita. Jikaa mereka berkhianat mereka akan mati dengan sendirinya melalui chip itu. "
Peter tercengang dengan penuturan Angel. Disaat seperti ini, otak jenius nya masih bisa memikirkan hal yang sangat tidak terduga.
"Perusahaan untuk sementara akan di pimpin daddy dan uncle Brian. Kau akan bekerja bersama Hansel membentuk organisasi kita secara tersembunyi. Markas kita nanti akan berada di gedung perusahaan Ellmund yang sudah kita akuisisi dan sudah tidak beroperasi itu" ucap Angel lagi.
Lagi-lagi Peter tercengang.
"Kenapa kau terkejut seperti itu.? Aku tidak akan menyuruhmu menjadi pemimpin organisasi kita. Kau akan selalu berada di sisi Daniel." Kekeh Angel.
"Aku tidak pernah berfikir kau bisa memikirkan hal ini princess. "
"Aku hanya mengkhawatirkan para mafia itu. kita bisa mengubah mereka menjadi orang yang lebih baik lagi. Itu adalah tugas kita. meluruskan yang salah, dan membuat mereka lebih berguna tanpa harus melakukan kejahatan."
Peter makin terkagum dengan pemikiran Angel.
"Baiklah, aku akan membantu Hansel."
Angel mengangguk. "Saat ini, Hansel di bantu Gil mengatasi orang-orang itu. "
"Princess, sebaiknya kau istirahat, aku akan berjaga di sini."
"Aku akan menemani Daniel di dalam. " Angel melangkah memasuki ruang ICU dan duduk di sisi ranjang Daniel.
"Apa kau masih betah tidur seperti ini sayang? kau tidak merindukan ku? Aku sudah menghukum orang yang sudah membunuh orang tuamu sekaligus orang yang sudah mencelakaimu." Angel terus berbicara walau belum mendapatkan respon dari Daniel.
"Aku lelah hari ini, aku akan tidur sebentar. " gumam Angel tertidur dengan menangkupkan kepala di atas ranjang, dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan Daniel.
Paginya, dokter dan perawat yang masuk keruangan ICU Daniel terkejut karena melihat ada seseorang yang tertidur sambil terduduk di sisi ranjang pasien. Seorang perawat lalu mendekat dan membangun kan Angel. Angel terkejut, tapi dia segera sadar kalau dia sedang berada di ruang ICU.
"Maafkan aku dokter, aku ketiduran disini semalam. "
Dokter Albert tersenyum kepada Angel, "tidak apa-apa nona. kami bisa mengerti. "
Perawat yang ada disana tercengang dengan penuturan dokternya.
"Kami akan memeriksa keadaan tuan Daniel, jika beliau sudah stabil, kami akan memindahkannya keruangan VVIP sesuai keinginan anda semalam."
ujar dokter Albert.
"Terimakasih dokter. " Angel menampilkan senyum manisnya kepada dokter Albert. yang membuat dokter itu salah tingkah.
Lalu dokter dan perawat memeriksa keadaan Daniel dengan teliti.
"Sepertinya keadaan tuan Daniel sudah stabil nona. Kita bisa memindahkan beliau keruangan yang anda inginkan nanti siang. " ujar dokter Albert setelah memeriksa Daniel.
Angel merasa senang dengan kabar yang dia terima. "Terima kasih dokter. "
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu. " Dokter Albert beranjak meninggalkan ruangan Daniel.
Angel, mendekati Daniel dan berkata.
__ADS_1
"Kau dengar, kau akan dipindah ke ruang rawat. aku harap kau segera sadar sayang. "