
Sore harinya, terlihat Peter dan Hansel sedang berada di ruang tengah dengan berkas-berkas kerjanya. Dan dari lantai atas Terlihat Angel dan Daniel menuruni anak tangga. Mereka berdua berhenti di tengah-tengah anak tangga saat melihat dia anak manusia yang terlihat rukun saling berdiskusi masalah pekerjaan.
"Kelihatannya mereka cocok. " kata Angel sambil terkekeh.
"Kau lihat saja Peter begitu semangat mengajari Hansel, aku tau maksud semua itu. " ujar Daniel sambil tersenyum smirk.
Lalu mereka melanjutkan menurunu anak tangga.
"Apa? " tanya Angel penasaran.
"Kau akan mengerti nanti. Saat memasuki dunia kerja. " kekeh Daniel.
Angel menggedikkan baju menanggapi Daniel yang tidak mau menjawab pertanyaannya, malah memberi teka-teki.
"Widiihhh semangat banget bro... " Sindir Daniel saat berada di dekat mereka.
Peter dan Hansel terkejut dengan kemunculan dua manusia yang tiba-tiba itu.
"Kau ini seperti hantu saja. " kesal Peter.
"Lagian semangat banget ngajarin Hansel. " kata Daniel masih dengan nada sindiran.
Peter yang mendengar sindiran dari tuannya hanya memutar bola mata malas.
"Btw, kalian rapi amat mau kemana? " tanya Peter saat melihat penampilan kedua bosnya yang sangat rapi.
"Kami mau keluar jalan-jalan, apa kalian mau ikut?" tawar Angel.
"Benarkah, kami boleh ikut? " tanya Peter tak percaya.
Daniel dan Angel menganggukkan kepala bersamaan.
"Aku beri kalian waktu 10menit untuk bersiap. " kata Daniel.
Peter yang mendengar itu langsung melotot kan matanya. "Sial... Ayo Hans kita bersiap. Mumpung tuan muda ngajak kita bersenang-senang. Berkas-berkas ini kita kerjakan nanti saja. "
Hansel yang dari tadi hanya diam dan mendengarkan pun, segera bersiap mengikuti Peter.
"Lihatlah, sebenarnya siapa bosnya Hansel itu, kenapa dia patuh sekali sama Peter. " kata Daniel sambil melirik kelakuan dua asistennya itu.
"Hansel patuh padaku karena dia masih butuh banyak belajar denganku. " ujar Peter, sambil berlalu ke kamar nya.
Angel yang sedari tadi melihat berkas - berkas yang berserakan di meja, kini mulai mendaratkan bokongnya di kursi dan mengambil satu berkas yang menarik perhatiannya. Dilihatnya lekat-lekat berkas itu.
Daniel yang melihat ke arah Angel yang dengan fokus dengan satu berkas jadi terheram. "Kenapa?" tanya Daniel.
"Berkas ini, sepertinya ada yang ganjil. "
Daniel lalu mengambil berkas yang dibawa Angel, lalu mengamatinya baik-baik.
"Tidak ada yang aneh... apanya yang salah? " tanyanya setelah mengamati berkas itu.
"Itu satu angka nol di barisan ke 5. Sepertinya mereka ingin berbuat curang dengan kita. "
Daniel yang masih belum percaya, mengamati lagi lebih teliti. Dan ternyata memang benar, ada kesalahan yang disengaja di sana.
"Sial, ternyata Ellmund ingin bermain-main dengan kita. "
Angel menaikkan sebelah alisnya, "Ellmund? Perusahan yang pernah bekerja sama dengan orang tuamu?" tanya Angel memastikan.
__ADS_1
"Ya...." jawab Daniel singkat.
"Simpan berkas ini baik-baik. Nanti kita akan bicarakan dengan mereka berdua." ujar Daniel. sambil membereskan sedikit kekacauan yang dibuat kedua asisten itu.
"Baiklah Aku akan menyimpannya. "
Tak lama pintu kamar kedua asisten itu terbuka secara bersamaan, dan keluarlah dua pria tampan dengan pakaian rapi.
"Cih... " decih Daniel saat melihat Peter keluar dengan penampilan rapi.
"Kenapa? " kata Peter merasa tak Terima.
"Keren boleh, tapi sayang masih jomblo. "
"Sial, aku seperi ini juga gara-gara kamu, kamu tidak pernah memberiku waktu untuk berkencan. Dasar bos Arogan. " sindir Peter ketus.
Daniel hanya memutar bola mata malas.
"Sudah-sudah ayo kita berangkat. Hari ini aku akan memanjakan kalian dengan belanja. sebagai ucapan Terimakasihku untuk Peter karena sudah menemani suamiku selama ini, dan sebagai sambutan selamat datang untuk Hansel. " kata Angel menengahi perdebatan dua orang keras kepala itu.
Daniel yang mendengar ucapan Angel melotot tak percaya. Sedangakan Peter bersorak bahagia. Dan Hansel hanya tersenyum tipis, walau dihatinya dia juga merasakan kebahagiaan seperti Peter.
Akhirnya mereka berempat pun berangkat, dengan Peter sebagai sopirnya. Disebelahnya ada Hansel. sedangkan di kursi belakang ada Daniel dan Angel.
Sesampainya di Mall terbesar di kota itu mereka memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke dalam mall. Saat mereka masuk semua mata menatap takjub kepada empat orang yang baru saja memasuki Mall. Pandangan mereka menatap kagum pada tiga sosok pria tampan dan satu sosok wanita yang sangat cantik dan anggun.
Ada beberapa orang yang melongo sampai meneteskan air liurnya. Melihat itu Peter jadi illfeel.
"Kenapa sih mereka seperti itu, menjijikkan. Padahal aku sudah biasa keluar dengan Daniel tapi biasa aja. " Dumelnya.
"Mungkin mereka terkejut melihat kecantikan nona Angel. " bisik Hansel.
"Benar juga. Aura princess memang beda. "
"Mereka ini kenapa sih. " gumamnya.
"Mereka memperhatikan kita. " kata Angel santai.
"Kita nonton bioskop dulu ya, Ada film action yang ingin aku tonton. Setelah itu kita belanja. " Kata Angel kepada ketiga pria yang bersamanya.
Mereka hanya mengangguk.
"Pet, kamu beli tiket, Hansel kamu beli makanan dan minuman. Aku dan Angel akan menunggu di sini. " perintah Daniel.
"Baik tuan. " Kata Hansel.
Sedangkan Peter hanya memutar bola mata malas, tapi tetap mengerjakan perintah bosnya itu.
Akhirnya mereka menonton film Action yang ingin dilihat Angel. Setelah menonton film, sesuai janji Angel mereka berbelanja apapun yang ingin dibeli kedua Asistennya itu. Mereka dengan senang hati berbelanja sepuasnya.
Angel menuju sebuah outlet yang menjual dasi, Dia memilih dasi yang cocok untuk Daniel.
"Sepertinya ini bagus," gumam Angel. Lalu berbalik kearah Daniel dan menempelkan dasi itu kepada Daniel. "Apa kau suka? " tanya Angel.
"Apapun, kalau itu darimu aku suka. " Kata Daniel sambil tersenyum.
"Baiklah aku ambil ini. " kata Angel bahagia. "Aku juga sudah memilihkan beberapa kemeja untukmu. "
"Terimakasih."
__ADS_1
Setelah selesai berbelanja untuk suami dan kedua asistennya, kini giliran Angel yang menuju toko pakaian wanita.
"Aku harus membeli beberapa pakaian untuk kupakai kerja. " katanya pada Daniel.
"Pilihlah apa yang kau perlukan. "
Angel lalu memilih beberpa pakaian, tas dan sepatu kerja. Setelah selesai berbelanja mereka segera menuju parkiran untuk meletakkan barang belanjaan mereka.
"Sekarang sudah waktunya makan malam. perutku sudah lapar." Keluh Angel.
"Kau ingin makan apa?" tanya Daniel.
"Aku ingin makan seafood yang masih segar"
"Pet, apa kau tau restoran atau rumah makan yang menjual olahan seafood segar.? "
"Aku tau, ayo kita kesana. "
Peter segera menyalakan mobilnya menuju restoran seafood yang dimaksud. Tigapuluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di restoran dekat pantai.
Saat mereka keluar dari mobil, mereka. sudah disambut dengan udara dingin pantai yang menyeruak masuk kedalam kulit. Daniel yang melihat istrinya kedinginan memakaikan jaket yang dipakainya ketubuh Angel.
"Ayo kita masuk. " tawar Peter.
Mereka berempat pun segera masuk kedalam restoran. Sama seperti kejadian di mall, di restoran itupun terjadi lagi. Mereka berempat menjadi pusat perhatian pengunjung restoran.
Daniel dan Angel yang merasa risih dengan tatapan memuja mereka, minta Peter untuk memesan ruangan VIP saja. Agar tidak menjadi pusat perhatian. Akhirnya mereka menuju ruang VIP yang ditunjukkan pelayan restoran. Dn mereka bisa makan malam dengan tenang.
"Apa disini ada hotel atau penginapan? " tanya Daniel.
Sontak mereka bertiga memandang Daniel dengan tatapan tak mengerti.
"Hei... Hei... aku hanya tanya. Ini sudah larut malam, sebaiknya kita menginap di sekitar sini kalau ada hotel. Kita bisa pulang besok. Bagaimana? " usul Daniel
Mereka bertiga akhirnya tersenyum mendengar ide Daniel.
"Aku setuju, sudah lama aku tidak melihat pantai. Besok kita bisa bermain dulu dipantai sebelum pulang. " ujar Angel semangat.
Peter dan Hansel hanya mengangguk setuju.
"Bagaimana Pet, apa disini ada hotel/penginapan?" tanya Daniel lagi.
"Sepertinya ada. Ayo kita kesana. " kata Peter.
Setelah makan malam, Mereka berempat mencari penginapan disekitar restoran itu. Untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang kelelahan dan kekenyangan.
"Ahhhh, akhirnya.... " kata Peter merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Setelah berputar-putar akhirnya mereka menemukan penginapan yang sesuai dengan kriteria tuan nya.
"Emang dasar orang kaya, mau tidur aja minta kamar yang mewah. " Peter masih mendumel.
Hansel yang melihat kelakuan teman barunya itu hanya menggeleng kan kepalanya. Malam ini Hansel tidur sekamar dengan Peter, karena hanya ada dua kamar tersisa di penginapan itu.
"Yaahh, namanya juga anak Sultan dari lahir. bEda denganku yang sudah jadi gelandangan sejak kecil. Jika tidak bertemu tuan dan nyonya Alexander, aku tidak tau bagaimana nasibku. " ujar Hansel yang mengingat kehidupan masa lalunya.
Peter yang mendengar curhatan teman barunya itu lalu merangkulnya dari samping. "Maka dari itu, jangan lupa bersyukur setiap hari. Okey.! " kata Peter memberi semangat.
Hansel tersenyum menanggapi omongan Peter.
Sedangkan dikamar lain, terlihat Daniel dan Angel sedang bercanda di atas ranjang. Mereka saling tertawa dan sesekali menggelitik. Hingga berakhir dengan kegiatan panas yang menghangatkan suasana dingin malam disekitar pantai itu.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih sudah membaca