
Daniel akan beranjak pergi, namun Cecilia menahan tangannya.
"Tunggu dulu, aku ingin melihat keadaan wanita itu. " kata Cecilia.
"Baiklah, tapi aku ikut ya. Aku juga ingin melihat seperti apa wanita yang dicintai Alex pada pandangan pertama. " Kata Daniel
"Tidak boleh. Hanya Cecilia yang boleh melihatnya. Kamu pergilah untuk bersiap-siap. Cecilia kalau kamu mau melihatnya,setelah masuk langsung kunci kamarnya. Agar tidak ada pencuri yang masuk. " Kata Alex menekankan.
"Dasar gunung es...Dasar pelit... dasar bucin. Belum apa-apa sudah bucin. Dasar jomblo akut. " Gerutu Daniel mengatai Alex habis-habisan.
"Apa kau bilang. " Geram Alex pada sahabatnya itu. Lalu berlari mengajar Daniel yang telah berlari karena takut dengan kemarahan Alex.
"Dasar, bocah. Umur sudah tua tapi kelakuan tetap seperti bocah. " Kata Cecilia menggeleng kan kepala nya, lalu masuk ke kamar Alex lalu menguncinya.
Cecilia yang melihat wanita itu masih tenang dengan tidurnya, mulai mendekat dan duduk di atas ranjang. Digenggamnya tangan wanita itu,Lalu berkata.
"Entah siapa dirimu, dan dari mana kau berasal. Tapi aku yakin, kamu adalah seorang wanita yang istimewa. Itu menurut perasaanku. Terbukti seorang Alex yang terkenal dengan julukan si Gunung Es bisa mencari karena bertemu denganmu, walau kamu masih dalam keadaan tidak sadar. Alex benar, andai aku menunjukkan fotomu pada suamiku mungkin suamiku juga akan jatuh cinta padamu. Dia selalu berpikir satu langkah didepan. " kata Cecilia sambil tersenyum.
"Kuharap kamu segera sadar, dan bisa mengenal Alex lebih dekat nantinya. Aku berdoa, semoga nantinya kalian akan disatukan, seperti aku dan Daniel. Terimakasi kamu sudah datang di tengah-tengah kami dan mencairkan hati sahabat kami yang membeku selama ini. Bangunlah, aku akan menunggumu di Mansion Alexander. Aku pulang dulu ya. Selamat tinggal, dan sampai jumpa lagi. " kata Cecilia mengajak bicara wanita itu, agar bisa di dengar olehnya.
Lalu Cecilia beranjak dan keluar dari kamar Alex. Dia bertemu denga Brian yang sudah siap dengan barang bawaannya.
"Nona... sedang apa nona di kamar tuan. " tanya Brian penasaran.
"Ah... tidak apa-apa, aku tadi ingin buang air, jadi Alex menyuruhku buang air di kamar mandi yang ada di kamarnya. " kata Cecilia gugup.
"Ayo kita berangkat, mungkin Alex dan Daniel sudah menunggu kita. " lanjutnya.
"Baiklah nona, mari.. "
Akhirnya Cecilia bisa bernafas lega karena bisa mengajak Brian keluar dari Vila Alex..
Diluar... Alex dan Daniel sudah menunggu di samping mobil yang sudah disiapkan. Hanya tinggal menunggu Cecilia dan Brian.
"Itu mereka. " kata Alex
"Ayo kita segera berangkat sayang. Brian kau yang nyetir ya. " kata Daniel sambil melempar kunci dan di tangkap oleh Brian.
"Nasib seorang asisten. " gerutunya.
Daniel memeluk Alex erat. "Semoga berhasil bro, dan kembalilah secepatnya. "
"Iya tentu saja, doakan aku bisa mengejar cintaku." kata Alex minta dukungan. "Hati-hati dijalan." katanya lagi sambil melepaskan pelukannya.
"Brian... hati-hati, jaga sahabatku ini baik-baik. " kata Alex.
"Tentu saja tuan. "
Mobil merekapun menjauh dari Vila meninggalkan Alex. Setelah mobil tak terlihat lagi Alex masuk ke dalam Vila menuju kamarnya.
Alex sangat terkejut melihat wanita yang diselamatkan nya tadi malam sudah duduk, dan menatap sendu kearahnya.
"Mata yang indah. " batin Alex.
"Kau sudah sadar? " sapanya.
Wanita itu hanya diam saja sambil terus memandang kearah Alex..
"Kau mengerti bahasaku apa tidak? " tanya Alex. saat dia sudah berada di samping ranjangnya.
"Dimana aku... " tanya wanita itu.
"Kau sudah bisa bicara rupanya. dan bahasamu sama dengan bahasaku. " kata Alex terkikik geli dengan kata-kata nya sendiri.
Wanita itu hanya terus memandang Alex tanpa berkedip. Alex yang terus dipandang jadi salah tingkah.
"Baiklah-baiklah, kau ada di Vila. Aku menemukanmu di pinggir pantai tadi malam, dan membawamu ke Vila ku. " kata Alex menjawab semua pertanyaan yang ada di benak wanita itu.
"Perkenalkan, namaku David Alexander. biasa di panggil Alex. Namamu siapa? " tanya Alex yang mengulurkan tangannya kearah wanita itu.
Wanita itu hanya diam melihat tangan Alex yang terulur. Lalu menyentuh dan menggenggam nya.
Alex yang tangannya di genggam wanita itu sangat terkejut, seketika seluruh tubuhnya terasa hangat saat tangan itu menggenggam tangannya.
"Di dunia ini aku tidak punya nama, tapi di dunia ku mereka memanggilku Angel. "
Alex sangat terkejut mendengar penuturan wanita itu. Lalu menggeleng-gelengkan kepalanya, mengusir segala bentuk pikiran yang ada di otaknya.
"Kenapa? apa kau sakit? " tanya wanita itu.
Suaranya sangat lembut seperti nyanyian pengantar tidur.
"Tidak-tidak... aku tidak apa-apa. " kata Alex
"Apa kau lapar?" tanya Alex
Wanita itu hanya menggeleng. Lalu dia kembali merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
"Aku ingin tidur lagi, apa boleh? mungkin aku akan bangun besok. Saat itu mungkin tubuhku akan kembali sehat. " kata wanita itu.
"Tidurlah... apa kau tidak mau makan dulu? " tanya Alex lagi memastikan
Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Baiklah aku tidak akan memaksamu. Tidurlah aku tidak akan mengganggumu. "
Lalu Alex pergi meninggalkan wanita itu sendiri.
"Alex... " gumam Wanita itu, lalu memejamkan mata.
Alex yang sekarang berada di meja makan, terlihat melamun memikirkan percakapan nya barusan dengan wanita itu.
"Di dunia ini aku tidak memiliki nama, tapi di dunia ku mereka memanggilku Angel. "
kalimat itu selalu terngiang di telinganya.
"Siapa dia sebenarnya? " tanya Alex pada diri sendiri.
"Angel? Malaikat? Akh... ini semua membuat ku pusing. Aku akan menunggunya besok saat dia benar- benar sehat dan bisa diajak bicara baik-baik" monolognya dalam hati.
"Saatnya makan, perutku sudah sangat lapar. "
Lalu Alex mulai menyantap makanannya.
🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗
Di mobil Daniel.
Suasana terasa sunyi. Mereka bertiga terdiam dalam pikirannya masing-masing.
"Tuan Daniel, Sebenarnya apa yang terjadi dengan tuan Alex kenapa tidak iku pulang bersama kita? " tanya Brian memecah keheningan.
"Dia sedang mengejar cintanya Brian." kata Daniel asal.
"Apa?" teriak Brian, yang dengan spontan menghentikan mobilnya, untung dibelakang tidak ada mobil.
"Kau ini Brian apa-apaan hah, aku masih belum mau mati. Dasar... " omel Daniel.
"Ma... maaf tuan, saya hanya terkejut mendengar perkataan tuan. " kata Brian membela diri.
"Sudahlah, ayo jalankan mobilnya" kata Daniel. Lalu menoleh ke arah istrinya, "kau tidak apa-apa sayang? " tanyanya pada Cecilia.
"Iya aku baik. " kata Cecilia singkat.
Akhirnya Daniel menceritakan semua nya kepada Brian sesuai permintaan Alex yang menyuruhnya menceritakan semuanya kepada Brian.
"Oohh, jadi seperti itu? " kata Brian mulai mengerti.
"Aku penasaran seperti apa wanita itu." kata Brian lagi.
"Dia sangat cantik, sangat... sangat,, cantik. rambutnya putih bersinar, kulitnya halus lembut bercahaya saat terkena sinar. bibirnya merah delima, pipinya merona hidungnya... Ahhh, pokoknya dia wanita sempurna. " kata Cecilia
Daniel dan Brian yang mendengar deskripsi dari Cecilia mulai membayangkan kecantikan wanita itu.
"Sudah jangan di bayangkan. nanti kalian juga akan bertemu saat Alex memperkenalkannya kepada kita sebagai istrinya. " kata Cecilia mantap
"Dari mana kau yakin. " kata Daniel memicing kan matanya.
"Fellingku sangat kuat. " Kata Cecilia tertawa devil.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalannya.
🏡🏡🏡🏡🏡🏡
Di Vila
Keesokan harinya, di pagi hari yang cerah tercium bau masakan yang sangat harum memasuki indra penciuman Alex. Hingga membuatnya terbangun. Tadi malam Alex tidur di kamar Brian, karena kamarnya masih ditempati wanita itu.
Alex terbangun dan mengerjap-ngerjapkan matanya "siapa yang memasak pagi-pagi begini. " gumamnya. Lalu ia beranjak keluar kamar menuju bau masakan yang mengganggu indra penciuman nya.
Dia tertegun melihat siapa yang memasak di dapurnya.
"Wanita itu. " gumamnya lagi
Wanita yang mendengar gumaman Alex pun menoleh ke arah suara itu.
"Kau sudah bangun? " tanya wanita itu.
"Apa kau sudah tidak apa-apa? " tanya Alex balik
"Aku sudah baik. " jawabnya singkat.
"Syukurlah kalau begitu. " kata Alex merasa lega.
"Apa kau mau sarapan?" tanya wanita itu lagi.
__ADS_1
" Aku mandi dulu, setelah itu kita sarapan bersama. " kata Alex kemudian.
Wanita itu hanya mengangguk.
Alex kemudian berlalu menuju kamar Brian untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa saat Alex kembali ke meja makan dengan keadaan yang sudah segar. Lalu duduk disana. Wanita itu sudah menunggu Alex dari tadi, kemudian dia menyiapkan makanan untuk mereka berdua.
"Kita makan dulu, setelah itu kita perlu bicara. "
Wanita itu hanya mengangguk.
Mereka pun makan dalam kesunyian dengan pikiran mereka masing-masing.
Setelah makan dan membersihkan meja makan mereka berdua menuju ruang keluarga, agar bisa berbicara santai.
"Kau sudah tau namaku kan?" tanya Alex membuka obrolan.
Wanita itu hanya mengangguk. Lalu berkata " Alex."
Alex tersenyum mendengar wanita itu menyebut namanya, Senyum yang tidak pernah terlihat oleh orang lain.
"Iya... lalu aku harus memanggilmu apa? Angel atau siapa?" tanya Alex kemudian.
"Terserah padamu. " jawab wanita itu.
"Apakah aku boleh memberimu nama panggilan? " tanya Alex lagi.
Wanita itu hanya mengangguk.
Alex tersenyum. "Lovely... apa aku boleh memanggilmu dengan nama itu? " tanyanya.
"Apa arti nama itu?" tanya wanita itu.
"Yang tercinta, yang terkasih, yang tercantik yang segalanya pokoknya. " kata Alex menjelaskan
"Apa tidak terlalu berlebihan? " kata wanita itu.
"Tidak." kata Alex mantap "kau pantas menyandang nama itu. "
"Terserah padamu. "
"Baiklah Lovely, Dimana rumahmu?
Lovely hanya menggeleng kan kepalanya.
"Saudara mu? "
Lagi-lagi Lovely hanya menggeleng kan kepala.
"Jadi kau dari mana? " tanya Alex penasaran.
Lovely hanya menunjukkan telunjuknya ke atas.
"Maksudmu... atas...?
Lovely mengangguk.
"Langit? "
Lovely mengangguk lagi.
"Maksudmu... Aku masih tidak mengerti. "
"kalaupun ku jelaskan kau tidak akan mengerti dan tidak akan percaya. " kata lovely.
"Katakanlah, aku akan mencoba mempercayaimu." kata Alex meyakinkan.
"Aku, adalah seorang bidadari, yang jatuh ke bumi, karena suatu pertarungan dengan pasukan iblis. Sayapku terluka, dan aku tidak bisa terbang. Akhirnya aku tejatuh dan terdampar di bumi ini. " jelas Lovely panjang lebar.
Alex yang mendengar cerita Lovely hanya melongo, tidak percaya.
"Aku tau kau tidak akan percaya dengan kata-kata ku. Tapi saat kau menemukanku, bukankah kau melihat cahaya yang sangat terang dan menyilaukan turun dari langit? Dan kau menemukanku, setelah cahaya itu hilang. " Kata lovely "Dan temanmu tidak menemukan luka sedikitpun di tubuhku walau bajuku terkoyak. " lanjutnya lagi.
Alex hanya mengangguk kan kepalanya.
"Tapi apa benar ini nyata? " tanya Alex masih tidak percaya.
"Percaya atau pun tidak terserah padamu, aku hanya mengatakan yang sebenarnya. " Kata Lovely cuek.
"Baiklah... baiklah... aku akan coba percaya, karena aku juga melihat dengan mata kepala ku sendiri kejadian malam itu. " kata Alex mencoba percaya.
"Apa kau mau berteman denganku? " kata Alex mengulurkan tangannya.
Lovely mengangguk, dan membalas uluran tangan Alex. "Aku tidak punya siapa-siapa dibumi ini. Mungkin aku akan menyandarkan hidupku padamu suatu hari nanti. Mohon bantuannya." Kata Lovely mantap.
Mendengar ucapan Lovely begitu bahagianya hati Alex, seperti melayang.
__ADS_1
Bersambung...