
Angel keluar dari ruang ICU, dilihatnya Peter dengan keadaan yang berantakan karena dia tidak pulang dari kemarin. Dan baju yang dipakainya masih sama dengan yang dipakai kemarin.
"Peter... " Angel memanggil.
Peter langsung mendongak mendengar panggilan itu.
"Oh, Hai princess, selamat pagi. "
Angel mengulas senyum kemudian duduk di samping Peter.
"Pulanglah, bersihkan dirimu dan ganti bajumu. Siapkan beberapa baju untukku juga. Karena aku tidak akan pulang selama Daniel dirawat, aku akan menemaninya disini."
"Aku tidak bisa meninggalkan mu di sini sendiri princess."
"Tidak apa-apa sebentar lagi mommy pasti kemari. Lagipula keadaan Daniel sudah stabil, dia akan dipindahkan ke ruang rawat."
"Benarkah? "
Angel mengangguk pelan.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mempersiapkan semuanya. "
"Sebelum pergi aku minta tolong padamu, pergilah ke ruang administrasi, minta Daniel dirawat di ruang VVIP dengan tempat tidur pasien yang lebih besar, agar aku bisa tidur dengannya. Aku tidak mau jauh darinya. "
"Baik princess, aku akan mengurusnya. Ini ponsel Daniel, bawalah. Maaf aku lupa memberikannya padamu kemarin. "
"Terimakasih." Angel mengulas senyum dan menerima ponsel Daniel.
"aku pergi dulu. "
"Iya, pergilah. Hati-hati di jalan. "
Peter pergi meninggalkan Angel seorang diri di sana. Setelah kepergian Peter, tanpa terasa air mata Angel menetes lagi tanpa bisa di bendung. Angel menutup wajahnya dengan menangkupkan kedua tangannya di wajahnya, terlihat badannya ikut bergetar menahan tangisnya.
"Maaf Daniel, aku sudah mencoba untuk kuat dan tidak menangis. Tapi aku tidak bisa. " gumam Angel dengan tubuh yang masih bergetar.
"Aku tidak bisa melihatmu seperti itu, maafkan aku... maafkan aku... " tangis Angel makin pecah dengan suara yang tertahan dan itu membuat tubuhnya makin bergetar hebat.
"Bangunlah... kembalilah padaku... aku mohon... "
Di tengah tangisannyan, Tiba-tiba ada tangan lembut yang menyentuh bahunya. Angel terdiam sejenak dari tangisnya.
"Kenapa? " suara lembut itu menyapa indra pendengaran Angel.
"Mom, kau udah datang? "
"Jangan terus-terusan bersedih. Itu akan membuat Daniel bersedih sayang. "
"Lalu aku harus bagaimana mom? aku tidak berdaya melihatnya seperti itu. Hatiku remuk rasanya, sakit sekali.. " ungkap Angel kepada sang mommy.
Lovelly yang melihat kesedihan dan kerapuhan anaknya itu, langsung memeluknya hangat.
"Tidak apa-apa, jika kau ingin menangis dan bersedih. Tapi untuk hari ini saja ya? besok kau sudah harus kuat lagi. Bukankah Daniel sangat tidak suka jika melihatmu menangis, sayang. " nasehat mommy. "kau harus kuat untuk menjaga dan merawat Daniel selama sakitnya. " lanjut mommy.
"Iya mom, biarkan saat ini aku menumpahkan air mataku. Untuk melepaskan segala kesedihan yang membelenggu ku mom. Aku benar-benar tidak tahan. "
"baiklah menangislah jika kau ingin menangis. "
Mom Velly melepaskan pelukannya, lalu mencium pucuk kepala anaknya itu. Dan membiarkan anaknya itu melepaskan segala rasanya.
__ADS_1
Setelah tenang, Velly lalu memberikan kotak makanan kepada Angel.
"Makanlah, kau pasti lapar. Menangis juga butuh tenaga sayang. " Mommy menyodorkan makanan yang sudah dia siapkan. Namun Angel menggeleng.
"Aku tidak lapar mom. "
Mommy menghembuskan napasnya kasar, lalu dia menyendokkan sesuap nasi dan lauknya. lalu menyodorkan ke mulut Angel.
"Makan sayang... nanti kau sakit jika tidak makan. Kalau kau sakit, lalu siapa yang akan merawat dan menjaga Daniel. "
Dengan terpaksa Angel membuka mulutnya dan menerima suapan dari sang mommy. Mommy tersenyum melihat anaknya yang mau makan walau harus disuapin.
"Oh iya, Peter kemana? mommy belum melihatnya sejak tadi. " tanya mommy sambil terus menyuapkan sesendok demi sesendok makanan kepada anaknya.
"Peter aku suruh pulang mom, Aku menyuruhnya mengambilkan pakaian untukku. Karena hari ini Daniel akan dipindahkan ke ruang rawat, karena keadaanya sudah stabil kata dokter. "
"Benarkah, syukurlah kalau begitu. " ucap mommy lega.
"Mom, apakah hari ini daddy pergi ke perusahaan? "
"Iya, kau tenang saja. Perusahaan akan di handle daddy mu. Nanti pulang kerja daddy akan kemari."
"iya mom. "
Tanpa Angel sadari, dia sudah menghabiskan makanannya sampai tandas.
"Tuh kan Habis, mommy jadi ingat saat kalian masih kecil. Kalian selalu bertengkar memperebutkan makanan dari suapan mommy. " kekeh Momm mengingat anak-anaknya.
"Makanan kalau dari suapan mommy pasti enak. " Angel ikut terkekeh.
Mommy senang melihat akhirnya Angel bisa tersenyum walau masih ada kesedihan di matanya.
Tak berapa lama, dokter Albert datang dengan beberapa perawat. Dia akan memindahkan Daniel ke kamar VVIP yang sudah dipesan Peter tadi sebelum pergi.
"Cantik, benar-benar cantik. " gumam Dokter Albert dalam hati. Tanpa dia sadari, sebenarnya dokter Albert sudah tertarik kepada Angel sejak pertemuannya semalam.
Sesampainya di ruang VVIP yang diminta Angel, semua orang memindai ruangan itu. Karena kamar itu berbeda dengan kamar lainnya, walau itu adalah ruang VVIP.
"Emang dasar orang kaya, mereka bisa menyulap kamar rumah sakit seperti kamar hotel." gumam para tenaga medis yang ada di sana dalam hati.
Setelah Daniel dipindahkan dan alat-alat medis sudah terpasang, Mereka semua ijin undur diri dan pergi dari ruangan itu.
"Terimakasih dokter." ujar Angel dengan tulus.
"Sama-sama nona, memang susah tugas saya. "
"Oh iya dokter, bagaimana ruangan ini bisa seperti ini. tidak seperti ruangan lainnya. " Tanya Angel penasaran.
"Ini semua karena pria bernama Peter nona, tadi dia menemui direktur rumah sakit. Meminta agar tuan Daniel dipindahkan ke ruang VVIP, dan meminta agar ruangan itu di ubah, tidak seperti kamar rumah sakit biasanya.Alhasil, ini lah nona. Dan saya adalah dokter yang akan bertanggung jawab untuk merawat tuan Daniel nona. " Dokter Albert menceritakan kejadian tadi pagi, saat memberikan laporan kepada direktur rumah sakit.
"Oh, jadi seperti itu. Sekali lagi terimakasih. "
"Sama-sama nona. " ujar dokter Albert, kemudian beranjak pergi dari ruangan itu.
"Sepertinya aku harus berterimakasih kepada Peter. Nanti sajalah kalau dia datang. "
Di Mansion Alexander. Peter sudah membersihkan diri dan sudah meminta bibi An untuk menyiapkan pakaian untuk princessnya. Dia sudah akan berangkat ke rumah sakit lagi, namun langkahnya terhenti, saat melihat mobil asing memasuki gerbang Mansion.
"Siapa? " tanyanya dalam hati.
__ADS_1
Mobil berhenti tepat di depannya, dan keluarlah pria tampan dengan pakaian yang kucel dan banyak noda darah nya.
"Hansel? " lirihnya. Karena tak percaya melihat keadaan Hansel yang kacau seperti itu.
"Eh Peter, kau mau kemana?" Tanya Hansel dengan cengiran khasnya.
"Kenapa keadaanmu kacau seperti ini? dan ini apa banyak sekali noda darah nya." tanya balik Peter tanpa menghiraukan pertanyaan Hansel.
"Aku mengurus Simon dan orang-orang nya semalaman. Aku lelah dan ingin istirahat dulu. "
"Oh, ya sudah. istirahatlah dulu.Nanti kalau lelahmu sudah hilang, datanglah ke rumah sakit. Daddy Alex semalam mencarimu. " ungkap Peter.
Hansel yang mendengar kata rumah sakit dan daddy Alex pun lalu membulatkan matanya. Dia lupa dengan apa yang terjadi karena sangking lelahnya.
"Tunggu aku, aku akan ikut denganmu. "
"Hei, tidak usah. Nanti saja kau ke sana bawa mobil sendiri. Sekarang istirahatkan tubuhmu. Nanti princess akan marah jika kau keras kepala seperti ini. " cegah Peter.
"Apa tidak apa-apa jika aku tidur dulu? " tanyanya sedikit ragu.
"Tidak apa-apa, princess dan yang lainnya pasti akan memaklumi nya Hansel. daripada kau keras kepala, dan disana kau hanya akan menyusahkan orang lain. Sebaiknya kau pulihkan dirimu dulu. Karena di sana semua orang fokus pada Daniel. " ujar Peter memberi pengertian.
"Baiklah kalau begitu, kau hati-hati dijalan ya. " kata Hansel kemudian ia masuk ke dalam Mansion.
Peter hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Hansel.
"Kau memang misterius Hansel. " gumam Peter dalam hati.
Peter pun kembali ke rumah sakit tempat Daniel dirawat.
Di rumah sakit,
Angel meminta air hangat kepada perawat untuk membersihkan tubuh Daniel. Bagaimanapun Daniel harus tampak segar walau ia masih belum sadar. Angel membersihkan tubuh Daniel dengan hati-hati dengan air hangat tanpa terkecuali.
"Kau harus tetap terlihat tampan suamiku. " gumam Angel sambil terus menyeka tubuh Daniel.
Setelah bersih, Angel memakaikan kembali baju rumah sakit yang sudah tersedia.
"Kau harus cepat sadar, sayang. Kau berjanji padaku, kita akan pergi honeymoon setelah semua urusan kita selesai. Dan sekarang urusan kita dengan pembunuh orang tuamu sudah selesai. Tapi kau malah tidur seperti ini. Apa kau mau ingkar janji, atau kau tidak punya uang untuk mengajakku honeymoon. Mangkanya kau tidur seperti ini untuk menghindari janjimu itu. " ujar Angel dengan berpura-pura kesal. Angel terus mengajak Daniel bicara, walau tak ada respon darinya.
Namun tiba-tiba, Angel melihat sebutir airmata, keluar dari pelupuk mata Daniel yang terpejam. Angel segera memencet tombol untuk memanggil dokter.
Tak berapa lama, dokter Albert dan seorang perawat datang ke ruangan Daniel.
"ada apa nona? "tanya dokter Albert khawatir.
" Ini dokter, Daniel mengeluarkan air mata barusan. "
Dokter Albert langsung memeriksa keadaan Daniel.
"Baguslah kalau begitu nona, setidaknya tuan Daniel bisa merespon perkataan anda walau dengan air mata. Teruslah ajak tuan Daniel bicara. dengan begitu bisa memicu emosinya. " ujar dokter Albert memberikan saran.
"Baiklah dokter, aku akan terus mengajak suamiku berbicara walau dia hanya bisa mendengar saja. " lirih Angel.
Dokter Albert yang melihat Angel merasa terluka hanya bisa menghembuskan napasnya kasar..
"Hah, andai dia bukan milik orang lain. Pasti aku sudah memeluknya saat ini. " batin dokter Albert.
Bersambung....
__ADS_1
Hayooo looohh, dokter Albert mau jadi pebinor ya...
Terimaksih sudah membaca.