
⏳⏳⏳⏳⏳
Hari berganti, waktu berlalu. Tanpa terasa lima hari telah berlalu, tinggal dua hari lagi menuju hari ulang tahun Daniel dan Angel.
Segala persiapan telah dilakukan sang mommy untuk merayakan sweet seventeen kedua anaknya. Begitu juga dengan Brian yang juga sibuk dengan segala urusannya. Pengalihan kekuasaan, yang akan dilakukan pada saat ulang tahun sang tuan muda. Dan kejutan besar yang akan terjadi di hari itu.
Angel semakin merasa gelisah menuju hari itu, tanpa tau apa yang ia pikirkan. Begitu juga dengan Daniel yang ikut gelisah memikirkan apa yang akan terjadi di hari ulang tahun nya nanti.
Disaat seperti ini Daniel butuh teman untuk mencurah kan isi hatinya. Lalu dia masuk ke dalam kamar dan menguncinya, lalu mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang.
"Hallo, apa kau sudah sampai. "
"Sudah tuan muda. Tadi malam aku baru tiba. " kata orang diseberang telpon. "Aku masih merasa lelah. Mungkin nanti sore aku akan ke mansion menemuimu. " lanjutnya lagi
"Baiklah, kalau begitu. Aku menunggumu nanti. jangan lupa kau bawa... Sekarang istirahatlah dulu. " kata Daniel.
"Baik tuan muda, Terimakasih pengertiannya aku memang butuh istirahat dan melepas rindu dengan kedua orang tuaku. "
"Okey, aku matikan telponnya. "
Setelah telpon terputus, Daniel menuju balkon, dan memandang ke arah luar. Dan menghembuskan nafas nya kasar.
"Angel... " gumamnya membisikkan satu nama.
Di tempat lain, tepatnya di kamar Angel. Juga merasakan hal yang sama. Dia sedang melamun seorang diri diatas ranjangnya. Entah apa yang sedang dia pikirkan. Hingga suara ketukan pintu membuyarkan lamunan nya.
Angel beranjak membukakan pintu, lalu membukakan pintunya.
ceklek...
"Ada apa bi? "
"ini ada paket, atas nama nona... "
"Oh, terimakasih bi."
Angel kembali masuk dan membuka paket yang dia Terima.
"Akhir nya datang juga. " gumamnya
Angel merasa senang, akhirnya apa yang dia pesan beberapa hari lalu sudah datang.
"Aku akan menulis pesan untuk kakak. Dan memberikan hadiah ini untuknya nanti." katanya pada diri sendiri
Lalu Angel mulai menulis surat dan membungkus hadiah untuk kakaknya. Setelah semua selesai, Dia merebahkan diri diatas ranjang dan mulai terlelap.
Sore harinya di mansion Alexander, kedatangan seorang tamu yang sangat ditunggu- tunggu oleh Daniel.
Ting...tong...
"Bii.. tolong bukakan pintu, sepertinya ada tamu. " kata Vely kepada bibi pelayan.
"Baik nyonya... " jawab pelayan.
Ceklek... pintu ruang tamu dibuka, muncullah pria tinggi tegap, dan sangat tampan di balik pintu itu.
"Mencari siapa tuan? " tanya pelayan
"Apa Daniel ada? " pemuda itu balik bertanya.
"A... ada tuan... silahkan masuk. " kata bibi pelayan mempersilahkan tamunya masuk.
"Siapa bi? " tanya Velly sambil menuju ruang tamu, karena penasaran dengan tamu yang datang.
"Apa kabar tante... " kata pemuda itu pada Vely.
"Astaga... " kata Vely tidak percaya. "Ini kamu sayang. Anakku ternyata sudah sangat besar dan berubah menjadi pri yang sangat tampan sekarang. " kata Vely lalu memeluk pemuda itu.
"Sudah berapa lama kita tidak bertemu?" Lanjut Vely lagi.
"Sekitar 7 tahun tante. " kata pemuda tadi.
"Ternyata sudah lama ya. Apa kau ingin bertemu dengan Daniel. " tanya Vely.
Pemuda tadi hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Dia ada di kamarnya, dia mungkin juga sangat merindukanmu." kata Vely.
"Baik tante, aku ke atas ya. "
"Pergilah.... dari tadi siang dia tidak keluar kamar. sama seperti princes, biasanya mereka berdua selalu membuat keributan. Entah kenapa hari ini rumah ini begitu sepi. " kata Vely tak habis pikir.
"Baik tante, aku akan menemui Daniel dulu. Permisi.. "
Vely hanya menganggukan kepalanya.
Di lantai atas.
tok... tok...
"Tunggu sebentar. " sahutan dari dalam kamar
Ceklek...
"Hai bro... " sapa pemuda tadi.
"Peter, my bro..." kata Daniel terkejut dan langsung memeluk teman masa kecilnya.
Mereka berpelukan, untuk mengobati rasa rindunya.
"Ayo masuklah. " anaknya kepada Peter.
Peter adalah teman masa kecil Daniel dan Angel. Dia adalah putra tunggal dari Brian asisten daddy Alex. Usianya lebih muda satu tahun dari Daniel dan Angel.
"Bagaimana kabarmu. " tanya Daniel setelah mereka ada di dalam kamar.
"Aku baik-baik saja. " jawab Peter "Bagaimana denganmu. " tanyanya kemudian.
"Selama ini aku baik-baik saja. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa kurang baik. jawab Daniel lesu
" Kenapa? Apa karena kau akan memimpin perusahaan yang daddy mu wariskan. " tanya Peter kemudian.
"Salah satunya itu, tp ada hal lain yang mengganggu pikiranku. " kata Daniel.
"Apa? Angel? " tanya Peter menebak.
"Sudahlah kawan, dia adikmu. Kalian tidak mungkin... " kata peter
"Aku tau. Tp aku merasa Angel berubah beberapa hari ini, sepertinya ada yang sedang dia pikirkan. " ucapnya memberi alasan.
" Baiklah, aku tidak akan ikut campur urusan kamu dan angel. Selesaikanlah sendiri, karena aku juga tidak bisa membantumu. " kata Peter sambil mengangkat tangannya.
"Ini, barang yang kau pesan. " Kata Peter lagi sambil menyerahkan barang yang ada di dalam saku jaketnya. "Aku takut ketahuan tante Vely tadi." lanjutnya.
"Terimakasih." Kata Daniel sambil membuka kotak yang diberikan Peter. "Cantik... " gumamnya.
"Sekali lagi terimakasih Pit. "
"Its Oke, aku senang bisa membantumu. " kata Peter.
"Aku mau mandi dulu. Kau mau menungguku di kamar apa di luar. " kata Daniel.
"Aku tunggu di ruang keluarga saja. Aku juga sangat merindukan Tante Vely dan Om Alex. Mungkin Om Alex sudah pulang. " kata Peter sambil meninggalkan kamar Daniel.
"Baiklah, aku akan segera kesana. kalau aku sudah selesai. "
Di ruang keluarga,
Benar dugaan Peter kalau Alex sudah pulang kerja.
"Sore, Om... " sapa Peter kepada Alex.
"Sore, Pet. Kamu sudah datang?. " Kata Alex membalas sapaannya.
"Iya om. "
"Baguslah.. duduklah... ada yang ingin om bicarakan. " kata Alex
Peter pun duduk di kursi yang berbeda dengan Alex.
"Bagaimana...Apa papamu sudah mengatakan semuanya kepadamu? " tanya Alex
__ADS_1
"Sudah Om. " kata Peter singkat.
"Baguslah. Jadi apa kamu sudah siap? " tanyanya lagi.
" Bagaimanapun keadaannya aku sudah harus siap Om. karena ini sudah menjadi tugasku. Dan aku belajar keras dari kecil hanya untuk ini kan Om?" kata Peter memastikan.
"Tentu saja... Baguslah kalau kau sudah siap. Aku percayakan Daniel kepadamu. Walau usiamu lebih muda, tapi aku tau kau bisa mengatasi sifat Daniel yang sedikit kekanakan. " Kata Alex .
Tap.. tap.. tap...
Terdengar suara langkah kaki menuruni tangga. Sontak Alex dan Peter langsung menoleh kearah tersebut.
Peter langsung terpesona melihat gadis cantik yang mendekat ke arahnya.
" Pantas saja Daniel, tergila-gila pada saudara sendiri. Kalau kecantikannya seperti ini. " gumamnya dalam hati.
Gadis cantik itu mendekat kearah Daddynya.
"Sore, dad. " sapanya sambil mencium pipi kanan dan kiri daddynya.
"Sore sayang." balas daddy.
"Siapa Dad? " tanya Angel pada daddynya
"Coba tebak. "
Angel ngetuk-ngetukkan jarinya di dagu seolah berpikir keras.
"Siapa ya dad, aku lupa. " kata Angel tidak tau.
"Teman masa kecilmu, princess. Tebak, siapa teman masa kecilmu dan Daniel. " kata Alex memberi tebakan lagi.
"Eemmm... Peter Adam.. putra uncle Brian? "
"Hmmm... benar. Memang siapa lagi teman kalian selain Peter. Hahaha... " kata Daddy Alex smpai tertawa terbahak-bahak.
"Peter... " teriak Angel sambil menghambur kepelukan Peter.
" Ehmmm... " deheman terdengar dari atas tangga.
Angel yang mendengar deheman itu langsung melepas pelukan nya, dan terlihat salah tingkah. Lalu kembali duduk disebelah daddynya.
"Kau sudah selesai Niel. " kata Peter.
Daniel hanya menganggukan kepalanya sambil berjalan menuruni anak tangga.
"Sayang-sayangnya mommy. Ayo makan malam. Bibi An sudah menyiapkan makanannya. " Celetuk mommy Vely dari arah dapur.
"Ayo anak-anak... kita makan dulu. Ngobrolnya kita lanjut nanti. " Kata daddy Alex mengajak anak-anaknya.
Daniel, Angel dan Peter berjalan mengikuti Daddy Alex menuju ruang makan.
"Ayo kita mulai makan malamnya. " Kata mommy Velly setelah semua duduk mengelilingi meja makan.
"Makan yang banyak, Peter jangan sungkan-sungkan. Sudah lama kamu tidak makan di sini. " kata mommy lagi.
Disebrang meja mommy dan Peter, terlihat Angel yang sedang merengek kepada Daniel.
"King, ayo suapin aku. Aku mau kamu yang menyuapi ku. Karena makanan ini paling enak kalau kamu yang menyuapi. " Rengek Angel.
"Baiklah... Baiklah... ayo buka mulutmu. Aaaa... " kata Daniel sambil menyuapkan nasi beserta lauknya ke mulut Queennya.
"Hmm... gitu donk. paling enak memang kalau makan dari tangan kakakku. Kapan lagi kamu akan menyuapi aku. " kata Angel sekenanya sambil mengunyah makanan.
Mendengar kata-kata Angel, Daniel merasa tidak senang.
"Jangan berkata seperti iku Queen. Aku akan menyuapi mu kapanpun kamu mau. Jangan bicara yang tidak-tidak Queen, Aku tidak suka. " kesal Daniel.
"Iya... iya kakakku sayang. Ayo suapi aku lagi. Aaa... " kata Angel sambil membuka mulutnya.
Alex dan Vely yang mendengar interaksi kedua anaknya hanya saling melirik. Dan Alex terlihat menggelengkan kepalanya tanda Vely jangan ikut campur dengan obrolan mereka.
"Biarkan mereka melakukan apapun yang mereka inginkan saat ini." Kata Alex dalam hati
Vely hanya mengangguk.
__ADS_1
Bersambung.