
Pagi harinya.
Peter yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya siap untuk berangkat kerja, dia mengambil Ponsel dan memeriksa ponselnya barangkali ada pesan yang masuk. Ternyata memang benar ada, pesan dari atasannya Daniel.
Matanya membola saat membaca pesan yang dikirimkan Daniel, dan melihat waktu pengiriman pukul 04.00.
"Astaga... apa saja yang mereka lakukan berdua sampai jam segitu. " Gimana Peter sambil menggelengkan kepalanya. Lalu dia berjalan menuju meja makan.
Di sana sudah ada Hansel yang sedang memeriksa ponselnya juga.
"Apa kau juga mendapat pesan dari Daniel? " Tanya Peter sambil mendudukkan bokongnya di kursi.
"Tidak, tuan tidak mengirimi ku pesan. Memang kenapa? "
Peter mengehembuskan nafas kasar.
"Baca ini. " kata Peter menyodorkan ponselnya kepada Hansel.
Hansel membaca pesan itu, dan dia tidak mengerti. "Memang nya apa yang salah? wajarkan kalau atasan datang terlambat. "
"Astaga... " Peter menepuk keningnya. Dia tidak mengerti kalau dia punya partner yang sangat polos.
"Sudahlah, hari ini kau bantu aku ya. Sampai kedua bos kita datang ke kantor. " ucapnya kemudian.
"Tentu saja, aku akan membantumu. Bukankah tuan Daniel berpesan agar aku membantumu. " kata Hansel polos
"Jadi kalau tidak ada perintah dari tuan Danielmu itu, kau tidak akan membantuku? " Peter mulai emosi mendengar kepolosan Hansel.
"Ti... tidak bukan begitu. Aku pasti akan membantumu. " Hansel gugup melihat Peter yang emosi.
"Sudahlah, selesaikan makanmu. Setelah itu kita berangkat. "
"Baiklah. Selamat makan. "
Setelah selesai sarapan kedua asisten itu berangkat ke kantor sesuai perintah Bosnya.
Pukul 09.00
Angel menggeliat kan tubuhnya, lalu mengerjapkan matanya. Menyesuaikan cahaya yang masuk ke indra penglihatan nya.
"Jam berapa sekarang? " gumamnya
Angel ingin mengambil ponselnya. Tapi tertahan dengan tangan yang melingkar di perutnya. Lalu Angel berusaha memindahkan tangan kekar itu.Namun apa yang terjadi,tangan kekar itu malah melingkar erat di perutnya.
"Sayang aku tau kau sudah bangun. Ayo cepat bangun. Kita harus ke kantor. " Rengek Angel.
"Tenanglah, aku tadi sudah mengirim pesan kepada Peter untuk menghandle pekerjaanku. Dan aku memintanya menyuruh Hansel untuk membantunya. Bukankah asistenmu itu sangat pintar dan cekatan. " ujar Hansel dengan suara paraunya khas bangun tidur. Namun terdengar seksi di telinga Angel.
__ADS_1
Angel mengehembuskan nafas kasar. Ternyata suaminya ini sudah mengantisipasi apa yang akan terjadi. Dia jadi sedikit lega.
"Ya sudah kalau begitu. Lepaskan tanganmu ini. Aku mau mandi, badanku lengket semua. " rengeknya lagi.
Daniel yang mendengar istrinya merengek pun akhirnya tersenyum jahil. Dia melonggarkan pelukannya dan duduk di samping Angel.
"Mandi bareng yuk. Aku pingin membersihkan tubuhmu yang lengket itu. " godanya.
"Enggak... nanti ga jadi mandi, malah mandi yang lainnya. " tolak Angel.
"Beneran, aku janji cuma mandi aja. Oke. "
"Ck... terserah lah. " Angel melangkah menuju kamar mandi dengan tubuh yang tak terbalut sehelai benang pun karena pertempuran mereka semalam.
"Hei.... kalau begini kau menggodaku sayang. " Daniel menggeleng kan kepalanya melihat tingkah absurd istrinya itu.
Dari balik pintu, Angel mengeluarkan kepala nya dan menjulurkan lidahnya. Daniel yang melihat itu sontak melotot, lalu berlari menuju kamar mandi. Sama dengan Angel yang tanpa sehelai benang pun.
Akhirnya mandi pagi itu pun berakhir dengan panas.
Setelah selesai mandi berganti pakaian dan sarapan, akhirnya mereka berdua berangkat ke kantor dengan menggunakan mobil kesayangan Angel. Venus.
Sebenarnya Daniel juga punya mobil yang sama dengan Angel. Karena waktu pembuatannya, Daddy hanya membuat dua. Dan itu khusus untuk anak-anak nya. Namun mobil milik Daniel tidak pernah digunakan jika memang tidak mendesak.
Angel dan Daniel memasuki gedung pencakar langit itu sebelum makan siang. Mereka benar-benar kesiangan, karena tambahan aktivitas di kamar mandi tadi. Jadi mereka benar-benar datang terlambat.
Di ruang CEO.
"Kenapa aku merasa lelah sekali? " gumamnya dan masih dapat di dengar Angel.
"Astaga... kau tidak ingat apa yang kau lakukan padaku dari kemarin siang? " Angel mendengus kesal mendengar gumaman Daniel.
Daniel hanya nyengir kuda mendengar kekesalan istrinya itu. Lalu bangkit dan mendekati Angel, memeluknya dari belakang dan menghirup aroma tubuh Angel dalam-dalam.
"Maafkan aku. " rayunya. "Sejujurnya tiap kali kita selesai berhubungan tubuhku menjadi semakin segar dan aku merasakan kekuatanku berkali-kali lipat. Sangat luar biasa. " kata Daniel masih memeluk Angel dari belakang.
"Kau tau, kenapa Daddy yang sudah berumur Empat puluh tahunan masih terlihat muda seperti tiga puluhan? "
Daniel menggeleng sambil menempelkan dagunya di pundak Angel.
"Karena Daddy sering meminta itu kepada mommy. " ujar Angel terkekeh
"Benarkah? " Daniel terkejut, namun masih memeluk Angel.
Angel mengangguk, dan akhirnya menjelaskan sebuah rahasia. " Kata mommy, siapapun yang berhubungan badan dengan golongan kami. Dia akan menjadi awet muda. Karena apa yang kami keluarkan itu bisa memberikan kehidupan baru kepada lawan kami, itu artinya kekuatan fisik maupun psikis. Juga bisa menghasilkan keturunan yang luar biasa seperti aku jika kami menginginkannya. " ujarnya jumawa sambil tekekeh.
"Benarkah." Daniel melepaskan pelukannya dan masih tidak percaya dengan kata-kata Angel barusan.
__ADS_1
"Terserah padamu, percaya atau tidak. Masalah keturunan nanti ku jelaskan padamu, untuk saat ini jangan membicarakan keturunan dulu. Karena aku belum siap. Tapi kalau masalah awet muda buktinya sudah ada. Yaitu Daddy kita sendiri. Kita tau sendiri kan dari dulu daddy itu mesum kalau dekat mommy?" terang Angel. "Dan kemesuman daddy sekarang sudah menular padamu. " sinis Angel.
Lagi-lagi Daniel nyengir kuda. Bisa-bisanya Angel berkata seperti itu. Lalu memeluk Angel lagi
Tiba-tiba pintu ruangan dibuka tanpa permisi, dan tau sendiri siapa yang masuk.
"Astaga... tidak di rumah tidak di kantor. Kalian ini...Mana datang terlambat.,." Gerutu Peter. "Apa masih kurang yang kemarin siang sampe malam menjelang pagi. " lanjutnya tanpa merasa sungkan.
"Apa sih... " kesal Daniel kepada asisten nya itu.
"Sudah..." Angel menengahi "ada apa Pet? "
"Ini ada berkas yang harus kalian periksa dan tanda tangani. " kata Peter sambil menyerahkan berkas di tangannya.
Angel menerimanya, lalu membaca berkas itu. tak sampai lima menit dia membaca. Lalu mengembalikan berkas itu.
"Aku tidak mau tanda tangan. Di sana ada kecurangan lagi. " kata Angel datar.
Daniel dan Peter saling bepandangan tak mengerti, lalu membaca ulang berkas itu.
"Kalian tidak akan menemukannya. Karena dia pandai merangkai kata dalam berkas itu. Sehingga kita bisa terkecoh lagi. " ujar Angel.
"Siapkan berkas yang kemarin Ellmund berikan kepada kita,yang ada kecurangannya. Kita kumpulkan semua kecurangan Ellmund. Lalu hubungi semua perusahaan yang pernah Dirugikan Ellmund. Kita akan bekerja sama dengan mereka untuk menghancurkan Ellmund sehancur-hancurnya. Sehingga mereka tidak bisa bangkit lagi. Mereka ingin bermain-main dengan kita rupanya. " geram Angel.
Lagi-lagi Daniel dan Peter berpandangan.
"Apakah separah itu? "
Angel menganggukkan kepalanya.
"Kita harus segera bertindak. Sebelum mereka yang bertindak. " ujar Angel lagi. "Peter, bekerjasama lah dengan Hansel untuk melobby para pengusaha yang telah dirugikan Ellmund. "
"Baik princess. " Peter lalu meninggalkan ruangan CEO itu.
"Queen... apa kau yakin sekarang saatnya? "
Angel mengangguk pasti.
"Kita akan menghancurkan Ellmund dalam waktu dekat. Dan balas dendam kita akan segera kita lakukan. Satu orang dulu, untuk memancing yang lainnya. " Katanya kepada Daniel.
Daniel berhambur memeluk Angel. " Aku tidak tau harus berkata seperti apa lagi padamu Queen. Andai ada kata yang lebih baik dari Terimakasih. "lirihnya dipelukan Angel.
Angel membalas pelukan Daniel dan menepuk-nepuk punggungnya.
"Sebenarnya sejak Daddy menceritakan tentang papa dan mama aku juga merasa marah. Dalam hati aku sudah bertekad ingin membalas perbuatan mereka. Karena membuat orang yang aku cintai tidak bisa melihat kedua orang tuanya sejak dia dilahirkan. " ujar Angel masih memeluk Daniel. "Dan saat kau mengungkapkan keinginanmu untuk balas dendam, aku sudah bertekad akan membantumu menyelesaikan mereka sampai ke akar-akarnya. "
"Terimakasih.... Terimakasih.... Terimakasih... kau sudah mau mendukung ku. " kata Daniel memeluk erat istrinya itu.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih sudah membaca.