AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab. 73 Periksa


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu. Kini waktunya Daniel harus memeriksakan dirinya ke dokter apakah sudah ada perkembangan dengan kakinya. Apalagi selama beberapa hari ini, Angel selalu menyalurkan kekuatannya di kaki Daniel yang terluka. Terkadang juga di bantu mommy, agar Daniel cepat sembuh. Berbagai cara mereka lakukan untuk memulihkan kondisi Daniel.


"Apa kau sudah siap sayang? " tanya Angel yang baru keluar dari kamar mandi.


"Sudah...Aku sudah siap. "


"Kau mau menungguku di sini, apa di bawah? "


"Aku menunggu di sini saja. Kita keluar bersama nanti. "


Angel mematut dirinya di depan meja rias memberikan sedikit sentuhan make up di wajahnya.


"Jangan terlalu berlebihan Queen. " Kata Daniel, mendekati Angel.


Angel tersenyum mendengar keposesifan suaminya itu. Daniel lalu membuka Handuk yang melilit rambut Angel. Dan meminta Angel memberikan Hairdryer nya. Lalu Daniel membantu Angel mengeringkan rambutnya.


"Terima kasih. " ujar Angel melihat perhatian suaminya.


Daniel tersenyum dan terus mengeringkan rambut Angel yang basah.


Setelah semua siap, mereka berdua keluar dari kamar.


"Kalian sudah mau berangkat sekarang? " tanya mommy yang berpapasan dengan Angel dan Daniel..


"Iya mom, setelah periksa nanti kami tidak langsung pulang mom. Kami mau pergi ke suatu tempat dulu." ujar Angel.


"Baiklah hati-hati sayang. " pesan mommy.


"Tentu saja mom. " Ujar Angel mencium pipi sang mommy, begitu juga Daniel, yang ikut mencium mommy.


Mereka berdua akhirnya pergi kerumah sakit, di dampingi Hansel yang selalu setia menemani kemanapun Nona nya itu pergi.


"Kita berangkat Hans. "


"Baik nona. "


Hansel pun membelah jalan di waktu pagi menjelang siang itu. Tak berapa lama, mobil mereka pun berhenti di area rumah sakit.


"Kau parkir kan mobil dulu, aku akan membawa Daniel masuk. "


"Apa anda tidak membutuhkan bantuan saya dulu nona.?" tanya Hansel sedikit ragu.


"Tidak Hans, aku bisa sendiri. Nanti kau menyusul di ruangan dokter Albert,"


"Baiklah kalau begitu nona. "


Angel mendorong kursi roda Daniel menuju ruang praktek dokter Albert. Semua mata memandang takjub dengan kedatangan dua makhluk cantik dan tampan yang melewati mereka. Namun yang di pandang hanya acuh, dan terus berjalan tanpa memperdulikan tatapan semua orang.


"Apa tidak ada dokter lain di sini selain dia. " ketua Daniel.


"Kenapa? cemburu lagi? " tanya Angel.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya.... " kalimat Daniel terputus karena kehadiran seseorang.


"Halo, selamat siang tuan Daniel, nona Angel. anda sudah datang? " sapa dokter Albert saat berpapasan di Koridor.


"Sial... " umpat Daniel.


"Kenapa sepi sekali? " tanya Angel setelah sampai di depan ruangan dokter Albert.


"Sebenarnya saya masuk sore nona Angel. Tapi karena sudah buat janji dengan kalian berdua, jadinya saya berangkat lebih awal. " ujar dr. Albert.


"Ohh... maafkan kami merepotkan anda," ujar Angel penuh sesal.


"Tidak apa-apa nona. Mari silahkan masuk, nona tuan. " kata dokter Albert mempersilahkan Mereka berdua masuk.


Setelah duduk berhadapan, Angel dan Daniel menjelaskan kemajuan yang di alami Daniel. Sedangkan dokter Albert mendengarkan sekaligus mencatat apa yang perlu di catat.


"Baiklah, baru saja saya telah menyiapkan ruang rontgen untuk melihat keadaan kaki tuan Daniel. "


"Apa tidak di ct-scan saja dok. "


"Pada pemeriksaan berikutnya saja kita melakukan ct-scan nona.. " ujar dokter Albert.


"Oh, baiklah. "


Mereka berdua mengikuti dokter Albert ke ruangan yang sudah di siapkan. Daniel dan Angel menyimak dengan seksama penjelasan dokter Albert. Bahkan dokter Albert sempat terkejut melihat perkembangan kesembuhan Daniel yang begitu cepat. Semua jaringan telah kembali seperti semua.


"Ini luar biasa nona, Jarang orang yang mengalami keajaiban ini. biasanya luka seperti tuan Daniel ini bisa pulih kurang lebih satu tahun bahkan lebih. Tapi saya melihat, sepertinya luka dalam ini sudah hampir sembi. " ucap dokter Albert dengan segala keterkejutan nya.


Daniel dan Angel bertatapan, dan mereka saling melempar senyum. Dokter Albert yang melihatnya, merasa kikuk.


"Ada apa dok? " tanya Angel penasaran.


"Apa kalian berdua pernah melakukan hubungan suami istri, pasca perawatan kemarin?" tanya dokter Albert sedikit ragu.


Angel dan Daniel bertatapan kembali lalu menggelengkan kepalanya.


"Saya meminta kepada Anda nona dan tuan, tolong dicek organ reproduksi nya, apa masih berfungsi dengan baik. " ujar dokter Albert masih dengan keraguannya.


"Maksud anda. " tanya Daniel dengan wajah yang sudah memerah.


"Maaf tuan, bukan maksud saya lancang. Tapi ini juga untuk kesehatan reproduksi anda. Karena banyak kasus pasca kecelakaan dan organ reproduksinya sedikit bermasalah. Jika itu terjadi pada anda, kita bisa langsung mengobatinya tuan. " kata dokter Alber menjelaskan.


"Baiklah dokter, saya mengerti. " Kata Angel menengahi, sebelum ledakan amarah keluar dari mulut Daniel.


"Terimakasih nona atas pengertiannya. " kata dokter Albert lagi.


"Baiklah, saya akan menuliskan resep, nanti anda bisa tebus di Apotek. " Dokter Albert kemudian menulis resep obat yang harus diminum Daniel.


"Terimakasih dokter, maaf merepotkan anda. Kami permisi dulu. " kata Angel setelah menerima resep obat itu. Lalu mendorong kursi Daniel keluar dari ruangan DOkter Albert. Diluar Hansel sudah menunggu.


"Apa-apaan dia, Dia pikir junior ku tidak bisa berdiri apa.Atau dia mau mengejekku tadi. " gerutu Daniel dalam perjalanan pulang.

__ADS_1


"Sudah sayang jangan ngomel-ngomel terus, Dokter Albert itu hanya melaksanakan tugasnya. "


"Kamu membela dia? " tanya Daniel memicingkan matanya.


"Tidak karena dia memang benar, Kita belum pernah berhubungan, setelah kau pulang dari rumah sakit. Kau hanya memanjakan ku dengan dua jarimu. " kata Angel.


"Jadi kau meragukanku? " tanya Danjek dengan suara agak keras.


Angel hanya menghembuskan napas kasar.


"kita pernah kuliah di kedokteran kan? Bahkan kita pernah mempelajari ini. Apa kau sudah lupa? " jelas Angel mengingatkan Daniel, saat berkuliah di Fakultas Kedokteran.


"Dokter Albert tidak mencoba merendahkanmu. Dia hanya menanyakan saja, sesuai prosedur, jika memang tidak berfungsi kita bisa segera ambil tindakan. Tapi jika berfungsi kita patut bersyukur. Kau jangan mengedepankan ego dan kecemburuan mu, karena itu bisa merugikan mu sendiri. " Setelah mengatakan itu, Angel langsung berpaling Dari Daniel.


Daniel yang melihat Queennya marah jadi kalang kabut. Dia mencoba membujuk Angel, Namun Angel tetap bergeming.


"Sekali kali memang harus diberi pelajaran nih orang, biar ga keras kepala lagi. " pikir Angel yang pura-pura marah.


"Sayang, maafkan. Jangan marah donk. " Kata Daniel memelas, karena dia tidak bisa kalau harus diacuhkan Angel.


"Sayang... " Daniel mencoba merayu Angel dengan menowel-nowel bahunya. "Iya... iya... aku janji ga akan keras kepala. Aku ngaku salah karena terlalu emosi. Janji ga akan cemburu lagi sama dokter Albert. "


Angel yang tidak tega mendengar rengekan suaminya itu langsung berbalik, dengan bibir yang masih mengerucut. Daniel yang melihatnya langsung tersenyum. Dan langsung mencium bibir yang sedang mengerucut itu. Membuat Angel membelalakkan matanya.


"Apaan sih, aku masih marah. " kesal Angel.


"Jangan marah lagi ya... pliss... " kata Daniel sambil menagkupkan kedua tangannya di dada dengan mata puppy eyes nya.


Angel jadi gemas sendiri melihat wajah Daniel yang sangat menggemaskan. sudah lama dia tidak melihat wajah menggemaskan seperti itu. Lalu Angel berhambur memeluk suaminya.


"Aku mencintaimu. Kita akan melakukan segala cara untuk menyembuhkanmu. Meskipun junior tidak bisa bangun, kita akan melakukan berbagai macam cara untuk membagunkannya. Aku tau kau merasakan direndahkan dengan pertanyaan dokter Albert tadi. Tapi dia menanyakan itu, hanya sebagai prosedur pemeriksaan. "akata Angel di pelukan Daniel. " Jangan pernah berkecil hati kalau kita belum mencobanya. " katanya lagi.


"Tapi sejujurnya, aku juga takut Queen. " kata Daniel was-was.


"Tidak apa-apa, nanti kita mencobanya secara perlahan. tidak perlu terburu-buru. "


Daniel menganggukan kepalanya.


"Terima kasih sayang, kau sudah mengerti diriku. "


Angel melepaskan pelukannya dan tersenyum.


"itu adalah tugas suami istri, harus saling mengerti untuk keharmonisan keluarga kita. ".


Daniel tersenyum hangat mendengar perkataan Angel.


"Aku hanya, bisa mengucapkan terimakasih. "


Angel mengangguk. "Sebenarnya hari aku akan mengajakmu bertemu dengan Simon dan anggota black dagon. Tapi karena suasana hatimu masih tidak bagus, jadi aku akan mengajakmu ke suatu tempat.


"Kemana? "

__ADS_1


Bersambung.


Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2