
Satu minggu telah berlalu. Kebersamaan Alex dan Lovely sudah menunjukan kemajuan. Mereka sudah semakin dekat. Alex sudah bisa melihat bagaimana karakter seorang Lovely. Dan semua yang dilihat Alex sesuai dengan kriteria yang wanita yang dia idamkan selama ini.
Lovely yang lembut penyayang juga penurut. Namun jika dia sudah marah dia akan terlihat mengerikan.
Pernah suatu hari dia melihat seekor kucing yang diganggu sekelompok anjing. Vely yang melihat kucing itu teraniaya merasa marah, wajahnya memerah dan manik matanya ikut berubah merah. Dan hanya dengan menghempaskan tangannya saja anjing-anjing itu terpental jauh. Itulah pertama kalinya Alex melihat kekuatan Lovely.
Sejak saat itu Alex bejanji tidak akan pernah berbuat macam-macam.
Hari ini Alex mengajak Lovely duduk santai di pinggir pantai, dibawah pohon yang sama saat dia menemukan Lovely satu minggu yang lalu.
Dan disinilah mereka berada. Alex sudah yakin dengan perasaannya. Dia ingin menanyakan sesuatu sebelum semuanya terlanjur dalam. Dia ingin menyelesaikan nya saat ini juga.
"Lov.. ada yang ingin ku tanyakan pada mu. " kata Alex memulai percakapan
"Tanyakanlah... " jawab lovely singkat
"Apa kau berencana akan kembali ke tempat asalmu?" tanyanya
"Tidak... aku tidak bisa kembali lagi ke tempatku. " jawab vely.
"Kenapa? " tanya Alex penasaran
"Karena saat aku sudah menginjakkan kaki di bumi, aku sudah menjadi separuh manusia yang memiliki sayap. Kau tau artinya kan? " kata Lovely.
Alex hanya mengangguk kan kepala tanda mengerti.
"Jadi kau tidak akan pernah kembali kesana. " tanya sambil menunjukkan telunjuk kan ke atas.
Lovely hanya menggeleng. "Mereka tidak akan pernah menerimaku lagi. Meski kekuatanku masih ada, aku tidak akan pernah bisa kembali. " kata Vely sedih.
Alex yang mendengar kesedihan vely hanya bisa menggosok punggungnya, menenangkan..
Hening....
"Lov... boleh aku mengatakan sesuatu?" kata Alex memecah keheningan.
"Katakanlah.. "
Alex lalu menggenggam tangan Vely. Vely yang digenggam tangannya merasa bingung dengan keadaan ini.
"Lov... sejak pertama aku menemukanmu, aku merasakan ada perasaan yang aneh masuk dalam diriku. Aku yang dulu tidak pernah peduli ataupun tertarik pada wanita, mulai merasakan hal lain saat bersamamu. "
"Senyumanmu, tatapanmu semua yang ada pada dirimu mulai mengalihkan duniaku. Aku seperti memasuki dunia Baru yang belum pernah aku kunjungi selama ini. "
Lovely hanya terdiam mendengarkan setiap kata yang terucap dari Alex.
"Maaf aku bukan lah pria romantis yang pandai menggomabal. Aku hanya mengatakan apa yang ada dalam hatiku saat ini. ingin aku keluarkan semua. Hanya saat bersamamu aku bisa bicara banyak seperti ini. Biasanya aku tidak pernah menghiraukan orang disekitarku, mereka sering menjuluki ku kanebo kering, kulkas, gunung es dan masih banyak lagi. " kata Alex tekikik geli menyebutkan julukannya.
Lovely hanya tersenyum mendengarnya.
"Dan kau tau, gunung es ini aku rasa sudah mencair karena kehangatan darimu. "
Hening....
"Lov... maukah kau menikah dengan ku? " tanya Alex kemudian
Lovely yang mendapat lamaran itu langsung mengangkat wajahnya dan memandang lekat mata biru Alex.
"Apa kau serius? kau tau siapa akukan? " tanya Vely dengan nada serius.
"Aku tau dan kau sudah menjelaskan nya tadi. Saat kau menginjakkan kaki di bumi, kau sudah menjadi separuh manusia. Bagiku itu sudah cukup Lov... Aku mencintaimu dengan tulus dan aku akan menerimamu bagaimana pun keadaanmu. Aku tidak peduli siapa dirimu dan dari mana asalmu. Yang aku tau hanya, hatiku yang telah memilihmu." kata Alex yakin
Mendengar ucapan Alex, Lovely merasa terharu dan meneteskan airmata. "Aku tidak punya siapa-siapa di bumi ini, Lex? "
"Aku juga tidak punya siapa-siapa, Lov. Aku tidak tau siapa orang tuaku, aku dibesarkan di panti asuhan, Aku hanya memiliki sahabatku Daniel. yang selalu bersama sejak kecil. Dia sudah kuanggap keluargaku. Tapi sekarang Daniel telah memiliki istri dan keluarga. Tinggal aku sendirian." kata Alex.
"Terkadang aku iri melihat Daniel yang sudah memiliki keluarga sendiri. Tp semua kututupi denga kecuekan ku. Aku juga ingin punya keluarga,Lov.. Jadi... Ayo kita buat keluarga bahagia kita sendiri, . Kau percayakan padaku? " tanya Alex.
Lovely mengangguk dan berhamburan memeluk Alex.
"Aku mau.. aku mau menikah denganmu. Aku mau membuat keluarga kita sendiri. Aku mau Lex... aku mau hidup bersamamu. " kata Lovely yang menjawab semua pertanyaan dari Alex.
Alex bernafas lega, dan terharu. Akhirnya dia menemukan seseorang yang bisa membuka hatinya, mencairkan segala rasanya.
Mungkin benar, selera Alex terlalu tinggi. Karena dia menunggu bidadari yang jatuh dari langit untuk menjadi istrinya.
__ADS_1
Alex lalu melepaskan pelukan kelegaan itu, dan menghapus air mata di pipi Lovely nya.
"Besok kita akan pulang. Dan kita akan segera menikah. Aku akan menghubungi asistenku untuk menyiapkan segalanya. Dan menghubungi sahabatku dan mengatakan semua tentang kita. " kata Alex kemudian.
Lovely hanya mengangguk.
"Alex, siapa nama istri sahabatmu? " tanya Lovely
"Cecilia... kenapa? "
"Apakah dia menemuiku saat akan pergi? "
Alex mengangguk. "Iya... kenapa? "
"Karena dia mengatakan padaku, agar aku bisa membuka dan mencairkan hatimu. Walau aku tertidur tp aku bisa mendengar semuanya. Mungkin saat itu alam bawah sadarku memerintahkan ku untuk memenuhi permintaan istri sahabatmu itu. Berterimakasih lah kepada nya nanti. " kata Lovely sambil tersenyum.
"Tentu saja. " kata Alex senang.
"Ayo kita kembali, dan bersiap-siap untuk pulang besok"
Alex lalu berdiri dan menggenggam tangan Lovely erat. Seolah tak ingin terpisahkan.
Malam harinya Alex menghubungi Brian dan Daniel melalui panggilan Video call
Alex " Hai bro... "
Daniel "Hai bro apa kabar. Kapan kau pulang? "
Brian "Iya tuan.. kapa tuan pulang aku sudah
sangat lelah mengerjakan tugas darimu.
Alex " besok aku pulang
Daniel & Brian " benarkah"
Alex "Iya"
Daniel "Apa kau membawa kabar bahagia? "
Alex " hmm... "
Alex "Brian, besok kau siapkan berkas-berkss untuk pengajuan pernikahan"
Daniel & Brian "Apa...! "
Alex "Aku akan menikahi wanitaku secepatnya. Juga kau buatkan tanda pengenal untuknya. nanti akan aku kirim datanya.
Brian " Ba...Baik tuan. "
Alex " sudah hanya itu yang ingin aku katakan kalau ada yang ingin kalian tanyain besok saja setelah aku pulang. Dan aku akan mengenalkan wanitaku pada kalian. Tapi ingat jangan sampai jatuh cinta. karena dia hanya milikku. Aku matikan telponnya"
Daniel dan Brian hanya. melongo mendengar pernyataan dari Alex. mesin belum bisa mencerna dengan baik informasi yang baru mereka dapat.
Tak lama ada suara notifikasi pesan di ponsel Brian dari Alex. Lovely Angelina.. .....
dan diakhir tertulis, lakukan sebaik mungkin.
Brian hanya menggeleng kan kepalanya, mendapat pesan dari Alex.
"Baiklah tuan, apapun demi kebahagiaan mu. " Kata Brian melakukan tugasnya.
Keesokan harinya Alex dan Lovely sudah bersiap untuk pulang ke kota.
"Kau sudah siap? " tanya Alex.
Lovely hanya menganggukkan kepalanya. Lalu masuk ke dalam mobil.
"Relax... anggap mereka semua nanti keluargamu, karena hanya mereka keluarga yang ku miliki. Tidurlah jika kau lelah. " kata Alex menjelaskan.
Dua jam yang mereka tempuh untuk sampai di mansion Alexander.
Satpam yang mengenali mobil tuannya langsung membukakan pintu pagar untuk tuannya. Mobil pun masuk, dan langsung menuju garasi. Didalam garasi ada lift yang langsung terhubung di lantai 2 kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamar. Alex langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang tanpa membuka sepatunya. Lovely yang melihat kelakuan Alex hanya menggeleng kan kepalanya.
__ADS_1
"Apa kau tidak melepas sepatu dan membersihkan tubuhmu dulu lex? " tanya Lovely yang menghampirinya dan mencoba membuka sepatu Alex.
Alex yang mendapat perlakuan seperti itu langsung duduk. Dan melarang Lovely melakukan itu.
"Jangan... biar aku saja. "
"Tidak apa-apa... aku calon istrimu. Anggap ini sebagai pelajaran untukku. " kata Lovely lembut sambil membuka sepatu yang dipakai Alex.
"Kau akan jadi istriku Lov, bukan pembantuku. " kata Alex merasa tak enak.
"Memperhatikan suami, menyiapkan segala kebutuhan suami itu tugas istri. Bukan tugas pembantu. " kata Lovely kemudian.
Alex tertegun mendengar ucapan dari Lovely.
"Aku tidak salah pilih istri ternyata. " kata Alex mendekap tubuh Lovely.
Setelah berberapa saat, mereka melepas pelukannya. Alex memandang wajah calon istrinya itu dengan intens. Lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Lovely. Bibir mereka menempel beberapa saat, hingga akhirnya mereka mulai menyesap satu sama lain. Hanya sesapan penuh cinta, bukan ******* penuh nafsu. itu adalah ciuman pertama mereka.
Setelah melepaskan ciumannya, mereka saling berpaling ke sembarang arah. Karena merasa malu. Lalu Lovely berlari menuju kamar mandi untuk menutupi rasa malunya itu.
Alex yang mulai sadar lalu mendekati kamar mandi dan berkata. "Lov.. aku keluar dulu, aku akan minta pelayan untuk menyiapkan makanan untuk kita berdua. Kalau kau mandi, handuk dan bathrob ada di lemari ujung kamar mandi pakailah punyaku dulu. Nanti kita belanja keperluanmu."
"Iya aku mengerti. " terdengar sahutan dari dalam.
Setelahnya Alex pergi mencari kepala pelayan (bibi An ) untuk menyiapkan makan siang untuk dua orang dan di antar kekamar. Bibi An hanya patuh, walau dia bingung kapan tuannya itu datang dan apakah ada tamu, hingga menyuruhnya menyiapkan dua porsi makanan. Tapi dia tidak ambil pusing dan melakukan perintah Alex saja.
Alex menuju ruang kerja lalu menghubungi Cecilia.
Alex "Halo Cecilia. "
Cecilia "Iya ada apa Alex. "
Alex "Aku mau minta bantuanmu, apa kau sibuk. "
Cecilia "Tidak... aku sedang dirumah. ada apa? "
Alex " apa kau bisa membelikaku pakaian wanita satu set. kamu taulah. "
Cecilia " untuk siapa? "
Alex "wanitaku... "
Cecilia "Apa...? Apa wanita itu?
Alex " Iyaa. kumohon bantu aku. aku lupa kalau selama ini belum membelikan pakaian apapun untuknya, hanya beberapa pakaian sederhana yang ku beli di desa dekat pantai itu. "
Cecilia "Baiklah... baiklah... aku akan membantu mu. Aku akan bersiap ke butik langganan ku. Lagipula hanya aku yang tau wajahnya, jadi aku tau pakaian aqp yang cocok untuknya. "
Alex "Terima kasih Cecilia.. nanti aku transfer uangnya. Oh, ya jangan lupa ajak suamimu nanti makan malam di rumah. aku akan mengenalkan calon istriku pada kalian. "
Cecilia "Baiklah Alex. Aku turut bahagia untukmu. Aku matikan telponnya. "
Cecilia sangat bahagia mendengar kabar dari Alex lalu menghubungi suaminya
"Halo sayang.. "
"ada apa sayang.. "
"Kau tau kabar dari Alex? dia akan mengenalkan calon istrinya. "
"Iya, aku sudah tau kemarin dia menelpon ku dan Brian. Tapi maaf aku lupa memberi tahu mu. "
"Tidak apa-apa sayang. Aku sangat bahagia akhirnya dia menemukan tambatan hatinya"
"iya... "
"Oh iya barusan Alex menelpon ku meminta tolong pada ku untuk membelikan beberapa baju untuk calon istrinya. karena hanya aku yang tau wajah dari istrinya itu, dia merasa aku akan tau baju apa saja yang cocok untuk calon istrinya itu. "
"Benarkah? ya sudah bantu dia sayang... aku akan pulang cepat nanti. "
"Nanti Alex juga mengundang kita makan malam untuk mengenalkan calon istrinya kepada kita. "
"Baiklah kalau begitu. kau berhati-hati lah saat pergi nanti. Aku mencintaimu sayang. "
Aku jugaa mencintaimu sayang. "
__ADS_1
Telpon pun terputus.
Bersambung...