AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 11 Sebuah Rahasia


__ADS_3

Malam telah berlalu, berganti pagi yang cerah. Suara burung mulai bersahutan membangunkan insan yang tengah lelap dalam tidurnya. Termasuk dua insan yang sedang bergelung dengan selimut dan saling berpelukan itu, merasa terganggu dengan kicauan burung dan sinar matahari yang menyusup masuk dan membangunkan tidur lelap mereka.


"Selamat pagi sayang... " sapa Daniel dengan suara parau khas bangun tidurnya.


"Pagi... tapi aku masih ngantuk King. " jawab Angel malas.


"Ayo kita bangun, mommy dan daddy pasti sedang menunggu kita... " kata Daniel membangunkan Angel yang malas untuk bangun.


"Aku enggan bangun king. Pasti Akan terjadi sesuatu hari ini. Dan aku tidak ingin mendengar apapun. " kata Angel yang masih memejamkan matanya.


"Apapun itu, sesuatu yang menyenangkan atau menyedihkan sekalipun, kita harus hadapi Queen. Kita akan hadapi bersama-sama. " kata Daniel.


"Bagaimana kalo itu perpisahan kita, apa kau akan sanggup menghadapi nya?" tanya Angel


Daniel terdiam sejenak. Karena beberapa hari ini Angel selalu mengatakan perpisahan. Sebenarnya ada apa? Akhirnya Daniel membuka suaranya lagi.


"Kalo memang kita harus berpisah. Kita akan menanyakan kepada mom dan dad, alasan kenapa kita harus berpisah, berapa lama, dan haruskah itu? " kata Daniel. "Jika perpisahan itu untuk kebaikan kita berdua, maka kita harus menerimanya walau berat. Dan jika kita berjodoh pasti Tuhan akan mempertemukan kita lagi suatu hari nanti. " lanjutnya panjang lebar, menjelaskan agar Angel bisa mengerti. Walaupun dia sendiri berat mengatakannya.


Angel yang mendengar kata-kata Daniel langsung terduduk dan melotot kearah Daniel.


"Kenapa? " tanya Daniel bingung dengan respon Angel.


"Jadi kau siap jika kita harus berpisah? " kata Angel kemudian.


"Sebenarnya tidak siap. Tapi kita harus dengar alasan dari orang tua kita dulu Angel... mengertilah. " Kata Daniel lesu


Angel langsung memeluk Daniel dan berkata "Baiklah, ayo kita membersihkan diri, setelah itu kita hadapi apapun yang akan terjadi nanti. Maafkan Aku karena terlalu egois. "


"Sudahlah tidak apa-apa. Kembalilah ke kamarmu dan pakai pakaian yang cantik. Karena hari ini ulang tahun kita. Kau harus terlihat spesial. " kata Daniel menggoda Angel.


"Baiklah kakakku sayang, aku pergi dulu." katanya bergegas, namun balik lagi.


"Cup... morning kiss. " ciuman itu mendarat manis di bibir Daniel.


Daniel yang mendapat kejutan dari Angel hanya tertegun, sedangkan Angel segera lari dan menuju kamarnya.


"Astaga anak itu... " gumam Daniel tak habis pikir dengan tingkah adik sekaligus kekasihnya itu.


Tak berapa lama, mereka sudah siap dengan penampilan rapi dan anggunnya. Bersama mereka berdua menuruni anak tangga menuju kedua orangtuanya berada.


Karena mom Velly dan Dady Alex sudah menunggu mereka sedari tadi. Melihat kedua anaknya sudah turun, mom Velly langsung berdiri menyambut anak- anak kesayangannya di ikuti daddy Alex.


"Selamat ulang tahun, sayang. Happy sweet seventeen. " kata mom Vely sambil memeluk Angel, bergantian dengan Daniel. Begitu juga dengan Daddy Alex yang mengucapkan selamat kepada kedua anaknya.


"Wish you all the best son." kata Daddy sambil memeluk Daniel.


"Ayo kita segera makan, mommy sudah menyiapkan makanan spesial buat kalian berdua. " kata mom Vely.


"Ayo, daddy juga sudah sangat lapar ini... " celetukan Daddy membuat mereka semua tertawa.


"Kalo daddy lapar, kenapa daddy sama mommy tidak sarapan dulu? " tanya Angel.


"Benar dad, daddy harus menjaga kesehatan.. Iya kalau kita tadi segera bangun, kalau kita bangunnya terlambat bagaimana? Daddy pasti sakit karena kelaparan. " kata Daniel sambil bercanda.

__ADS_1


"Benar itu, apa lagi tadi malam kita tidurnya larut banget lho mom, dad. sekitar jam 2 apa jam 3 ya, king. ini aja aku msh sangat ngantuk. Hoammm.... " kata Angel sambil berpura- pura menguap.


"Sudah-sudah, yang penting kalian sekarang sudah bangun dan daddy, sekarang ayo kita makan. " kata mom Velly menengahi guyonan kita.


"Berdoalah sebelum makan, mintalah permohonan di hari ulang tahun kalian ini." kata momy kepada kedua anaknya. "Semua makanan ini mommy siapkan untuk kalian dengan penuh cinta. Tak perlu tiup lilin atau memotong kue untuk meminta sebuah permohonan. Dengan makanan ini sama saja bagi mommy. " lanjutnya.


"Baik mom" kata Daniel dan Angel bersamaan. Lalu mereka memejamkan matanya untuk meminta sebuah permohonan, dengan harapan Tuhan mengabulkan permohonan mereka.


Velly dan Alex yang melihat kekhusyu'an mereka dalam berdoa mulai berkaca-kaca dan ingin meneteskan air matanya namun mereka tahan.


"Aamiin." kata mereka berdua serempak.


"Ayo kita mulai makan. " kata Angel dengan antusias.


Mereka semua pun mulai memakan hidangan spesial pagi ini yang langsung di masak oleh mommy tercinta.


Semua orang makan dengan tenang, menikmati setiap rasa yang masuk kedalam indra perasa mereka. Karena mereka tau setiap makanan yang mommy Velly masak, ada sesuatu yang istimewa yang terkandung di dalamnya. Karena mommy Velly tidak masak setiap hari, tapi hanya masak di moment-moment tertentu saja.


"Aku sudah selesai." kata daddy memecah keheningan.


"Prince, princess daddy tunggu kalian diruang kerja daddy. Ada yang harus kita bicarakan. " kata daddy lagi.


Daniel dan Angel hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Setelah selesai makan, mereka berdua menuju ruang kerja. Disusul mommy yang mengikuti mereka berdua dari belakang dengan pandangan yang entah....


tok... tok.. tok


"Masuk."


"Duduklah... "


Angel dan Daniel duduk berdampingan disusul mommy yang duduk di samping Daniel. Melihat posisi duduk yang tak biasa itu Angel mengernyitkan dahi dan bertanya,


"Tumben, kenapa mommy tidak duduk di dekat daddy? "


"Mommy ingin duduk di dekat anak-anak mommy, apa tidak boleh?" kata mom Velly memberi alasan.


Daniel dan Angel hanya mengangguk kan kepalanya, mencoba mengerti.


"Daddy akan memulai pembicaraan yang serius, daddy harap kalian tidak memotong pembicaraan daddy ini. Dengarkan sampai daddy selesai bicara. Okey... " kata Daddy memberi pengarahan.


Daniel dan Angel hanya menganggukan kepala.


"Prince, princess... usia kalian sudah genap 17 tahun. Daddy dan Mommy tau, selama ini kalian memiliki orang yang kalian cintai. Mom dan Dad tidak pernah melarang kalian jatuh cinta. Karena perasaan cinta itu adalah perasaan yang suci dan murni. "


"Mommy dan Daddy tidak pernah menutup mata kami akan cinta kalian. Kami tau semuanya, kalau kalian saling mencintai. "


Daniel dan Angel saling bertatapan mendengar perkataan Daddy Alex. Lalu mereka menunduk dalam.


"Maafkan kami dad. " hanya itu yang bisa mereka katakan.


" Daddy dan Mommy sudah tau dari dulu kalau kalian berdua saling mencintai. " kata daddy santai.

__ADS_1


"Tapi kenapa mom dan dad hanya diam saja dan membiarkan cinta terlarang kalian. Pasti mom dan daddy punya alasan yang kuat tentang pembiaran ini. " kata daddy melanjutkan kalimat nya.


Angel dan Daniel langsung mengangkat kepala mereka yang tadi tertunduk. Menatap tak mengerti kepada Daddy nya, dan meminta jawaban atas semua ini.


"Sekarang daddy tanya kepada kalian berdua, dan jawablah dengan jujur. Apa kalian benar-benar saling mencintai? "


"Aku sangat mencintai Angel, dad. Sangat Mencintainya dengan sepenuh hatiku. " Kata daddy mantap.


"Aku juga sangat mencintai Daniel dad. Saaangat banyak.. banyak... " kata Angel antusias.


Mendengar jawaban dari anak-anak nya, Daddy Alex mengehembuskan nafas kasar.


"Kalau begitu, malam ini kalian berdua MENIKAHLAH. "


Duuuaaar.... bagai mendengar petir di siang bolong Daniel dan Angel sangat terkejut, mereka tidak percaya dengan apa yang di katakan Daddy. Mommy yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolan mereka, sekarang mulai melakukan perannya sebagai seorang ibu. Dengan menggenggam erat tangan anak-anak untuk menyalurkan kekuatan.


"Malam ini, kalian berdua akan aku nikahkan. " Kata Daddy mantap.


"Tapi dad, kami ini saudara. " kata Daniel tak mengerti dengan keputusan daddy nya.


"Lalu apa yang akan kalian lakukan. Kalian sudah tau kalau kalian bersaudara, tp kenapa kalian memiliki rasa yang salah. Apa perasaan kalian ini dibenarkan? " tanya daddy.


Kedua orang itu tidak bisa berkata-kata lagi, hanya bisa menundukkan kepalanya.. merasa bersalah.


"Kalian berdua tetap akan aku nikahkan, ini sudah menjadi keputusan kami. " kata mommy yang angkat bicara.


"Ini juga hadiah mommy dan Daddy untuk kalian. " lanjut mommy lagi.


"Tapi... mom. " tanya Angel tak mengerti dengan jalan pikiran orang tuanya.


"Meskipun kami tau kalian saling mencintai sejak dulu, kami hanya diam dan hanya mengawasi dalam diam. Kami kasihan sebenarnya melihat kalian yang saling memendam rasa. Tapi ini semua kami lakukan untuk menunggu kedewasaan kalian dulu. Agar kalian bisa mengerti dan menerima apa yang akan daddy sampaikan. " kata Mom Velly menerangkan.


"Katakanlah dad, sudah saatnya mereka tau. "


Daniel dan Angel saling berpandangan tak mengerti dan penasaran dengan apa yang akan di sampaikan Daddy.


"Daniel, sebenarnya kau bukanlah anak kandung mommy dan Daddy. "


Duar... Lagi-lagi suara petir itu menyambar indra pendengaran Daniel. Dia dikejutkan dengan beberapa fakta dalam hidupnya di hari ulang tahunnya yang ke-17.


Daniel hanya bisa menggeleng- gelengkan kepalanya, tanda tidak mau percaya dengan kebenaran yang baru dia dengar.


Mom Velly yang ada di sampingnya langsung memeluk Daniel erat. Untuk menenangkannya. Angel juga ikut terkejut tak percaya mendengar kenyataan ini, dia ikut memeluk Daniel erat.


"Itu tidak mungkin Dad, mana mungkin aku bukan anak mommy dan Daddy. " kata Daniel sambil terisak.


Tenangkan diri kalian... kalau kalian sudah tenang Daddy akan menceritakan yang sebenarnya kepada kalian. Jika kalian belum siap daddy tidak akan mengatakan apapun.


Bersambung.


Note :


Terimaksih sudah mampir di karya aku.

__ADS_1


bantu like dan vote ya untuk dukung aku...


__ADS_2