
DnA corp.
Setelah makan siang Daniel memutuskan untuk istirahat, karena dia masih merasa Shock dengan apa yang terjadi di perusahaan. Semua fakta terpampang nyata di depannya. Dan semua itu tidak diketahui olehnya ataupun Peter.
"Mungkin aku memang harus lebih terbuka dengan Peter. Seperti Angel yang selalu terbuka kepada Hansel walau mereka baru saling mengenal. Sedangkan aku dengan Peter adalah teman sejak kecil. Tapi aku masih belum bisa terbuka dengannya." gumamnya di dalam hati.
"Queen, aku mau istirahat dulu. Apa kau tidak ingin tidur siang? " tanya Daniel.
"Tidak, aku masih ada perlu dengan Hansel. Nanti setelah selesai aku akan menemuimu. " jawab Angel, sambil membuka beberapa berkas dimeja kerjanya.
"Baiklah kalau begitu, Aku akan tidur siang dulu. "
"Oke... " sahut Angel masih sibuk melihat berkasnya tanpa memperdulikan Daniel.
Daniel masuk ke ruang istirahatnya dengan langkah gontai. Lalu menutup pintunya. Setelah melihat pintu tertutup, Angel menutup berkas yang dari tadi dilihat nya.
"Haaahhh.... " Angel menghembuskan nafas kasar.
Bukannya dia tidak peduli dengan keadaan Daniel, tapi dia tau bahwa saat ini Daniel perlu sendiri untuk berfikir. Angel lalu beranjak keluar dari ruangannya menuju ruangan Peter. Dia menghubungi Hansel agar bertemu di ruangan Peter.
Tok... tok... tok...
"Masuk... "
Angel masuk, Peter yang mendengar seseorang masuk mendongakkan kepalanya melihat siapa yang datang.
"Princess ada apa? " sapa Peter setelah melihat yang datang adalah Angel langsung menutup berkas yang dia baca.
"Ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian, sebentar lagi Hansel kemari. " Angel menuju tempat duduk yang ada disana.
Peter beranjak dari duduknya dan mendekati Angel, duduk berseberangan dengan Angel.
Tak lama pintu diketuk dari luar, dan Peter yang mengetahui itu adalah Hansel langsung menyuruhnya masuk.
Hansel duduk bersebelahan dengan Peter.
"Ada apa nona, kenapa anda memanggil saya kemari? " tanya Hansel.
"Aku butuh bantuan kalian,"
"Bantuan apa nona, kalau saya bisa saya pasti akan membantu nona. " kata Hansel.
"Aku ingin Raymond segera dihukum sesuai kejahatannya. Aku rasa Daniel tidak akan merasa tenang selama pembunuh orang tuanya itu belum dihukum." Ujar Angel.
__ADS_1
Mereka berdua mengangguk mengerti.
"Semua bukti kejahatan Raymond ada para uncle Brian. Selama ini yang membantuku adalah Uncle Brian, atas persetujuan dari Daddy Alex" lanjutnya.
Peter yang mendengar nama ayahnya dibawa-bawa sontak terkejut dan membulatkan matanya. Karena dia tidak tahu sama sekali bahwa ayahnya tau tentang semua ini.
"Ayahku... " katanya tak percaya.
Angel mengangguk, "Uncle Brian lah yang telah membantuku menyelidiki semua kecurangan di perusahaan. Karena selama ini uncle Brian tidak pernah lepas tangan dari erusahaan, Beliau masih memantau perusahaan walau dari rumah. Dan saat aku mengatakan ada kecurangan di Perusahaan, uncle langsung bertindak. " Angel mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
Peter mendengarkan dengan seksama.
"Apa kau tau semua ini Hans? " tanya Peter kepada Hansel.
Hansel mengangguk. "Aku tau, karena aku yang bergerak selama ini atas perintah nona dan tuan Brian. "
"Sial kenapa kau tidak mengatakannya padaku? "
Hansel hanya menggedik kan bahu.
"Aku yang menyuruhnya untuk bekerja secara diam-diam. Daniel juga merasa shock dengan apa yang terjadi tadi. Dan Setelah aku mengatakan semuanya. Aku hanya berharap kau dan Daniel bisa saling terbuka dan saling percaya antara Atasan dan asisten. Bukankah kita teman sejak kecil. Aku masih merasa ada jarak diantara kalian berdua. Jadi aku menyembunyikan semua ini dengan Hansel." Terang Angel.
"Setelah kalian bisa bekerjasama dengan baik, dan menemukan chemistry disitu kita akan menjadi lebih kuat." lanjutnya. "Setelah ini aku akan menemani dan menenangkan Daniel. Jangan ada yang masuk keruang CEO. Siapapun itu. Okey.! Kalian boleh pulang dulu nanti, jika Ruang CEO masih tertutup." Angel berdiri lalu melenggang pergi keluar dari ruangan Peter menuju ruangannya.
Hansel menggedik kan bahu nya lagi, "entahlah mana aku tahu. "
"Kau ini terlalu polos atau benar-benar tidak tau apa-apa sih. " kesal Peter.
Hansel cuek sambil memalingkan wajahnya.
"Katakan padaku, apa lagi yang kau sembunyikan dariku. "
"Tidak ada"
"Ayolah Hans, jangan berbohong. "
"Aku tidak berbohong, bukankah tadi nona sudah mengatakan kalau kita harus menangkap Raymond dan semua bukti kejahatan ada pada ayahmu. Tinggal kau sendiri yang harus bisa bekerja sama dengan Tuan Daniel. " kata Hansel sedikit kesal.
"Benar kata nona, kalian itu sudah berteman sejak kecil. Tapi kenapa kalian masih belum bisa terbuka satu sama lain. Sedangkan aku dan nona saja yang baru bertemu, tapi nona sudah bisa percaya padaku. " lanjut Hansel sambil berdiri.
"Aku pergi dulu banyak yang harus ku periksa. Pikirkan baik-baik kata-kata nona tadi. " Hansel melenggang meninggalkan ruangan Peter.
"Ck...Kau itu ternyata lebih baik diam seperti freezer, dari pada banyak bicara. Sekali bicara banyak, kata-katamu itu sangat menyebalkan. " Peter berdecak kesal sambil memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
🛌🛌🛌🛌🛌🛌🛌🛌
Di ruang CEO
Angel yang sudah berada diruangannya, kini masuk ke ruang istirahat dimana Daniel berada. Disana dia melihat Daniel tidak sedang tidur, tapi dia sedang berbaring terlentang, dengan tangan sebagai tumpuan kepala. Daniel masih tidak sadar kalau Angel sudah masuk kedalam ruangan itu, karena dia sedang melamun, entah apa yang dipikirkannya. Bukannya tidur dia malah melamun.
Angel berjalan secara perlahan mendekati ranjang tempat Daniel berbaring, sambil membuka blazer,kemeja dan rok yang menutupi tubuhnya. Kini Angel hanya mengenakan kacamata penutup Squishy nya, dan kain berbentuk segitiga yang menutupi sawah ladangnya.
Daniel masih belum menyadari kelakuan mesum istrinya itu, dia masih asik dengan pemikirannya sendiri. Hingga saat Angel berada tepat di hadapannya dengan keadaan yang semi naked, matanya langsung membola.Kesadarannya kembali sepenuhnya.
"Apa yang kau lakukan Queen? " tanya Daniel saat melihat istrinya seperti itu.
"Tidak ada, aku hanya ingin menggoda suamiku yang sedang galau. " kata Angel sambil mengedipkan sebelah matanya genit.
Daniel yang mendengar itu sontak tersenyum miring. "Jangan salahkan aku, jika aku akan menghabisimu disini Queen. Kau telah membangun kan macan yang sedang tidur. "
"Aku Terima tantanganmu. " kata Angel sambil bersedekap dada dihadapan Daniel.
"Baiklah... Ayo kita lakukan. Kita lihat Siapa yang akan kalah dalam permainan ini. "
"Ayo, siapa takut. " tantang Angel.
Dan permainan panas sepasang suami istri itupun dimulai siang itu. Entah siapa yang memulai kini keadaan mereka sudah full naked. Mereka saling berciuman, bercumbu dan banyak meninggalkan jejak cinta mereka ditubuh lawannya. Mereka Larut dalam kenikmatan yang mereka ciptakan siang ini.
Mereka yang sedang on fire melakukan penyatuan berkali-kali, hingga tanpa mereka sadari langit telah menjadi gelap. Tapi mereka masih asyik dengan kegiatan panas mereka. Hingga akhirnya Daniel tumbang karena tidak bisa mengimbangi kekuatan Angel.
"Ini yang terakhir, aku menyerah. " Kata Daniel saat melepaskan bibit kecebong nya di ladang milik Angel. Lalu dia tumbang disisi angel.
"Terimakasih." ucapnya lagi di sela nafasnya yang masih memburu.
Angel hanya tersenyum, lalu memiringkan tubuhnya menghadap kearah Daniel.
"Aku hanya melakukan tugasku, menghibur suamiku yang sedang galau. Hanya ini yang bisa ku lakukan,Karena aku tau kau sangat menyukai kegiatan panas kita" kata angel sambil mengusap rambut Daniel dengan lembut, lalu berpindah ke wajahnya dan mengusap keringat yang membanjiri kening Daniel
Daniel tersenyum, lalu menghadap ke arah Angel. "Kau memang istri sempurna untukku Queen, Kau bisa menghiburku dengan caramu. Aku mencintaimu sangat... sangat.. mencintaimu. " Kata Daniel tulus dari dalam hatinya, lalu memeluk Angel dengan sangat erat.
Angel membalas pelukan Daniel dan berkata, "Aku juga mencintaimu... sangat... sangat... mencintaimu. Aku tidak akan membiarkanmu bersedih seorang diri. Ada aku yang akan selalu menghiburmu. "
Mereka berpelukan untuk mengungkapkan segala rasa, hingga akhirnya mereka terlelap dalam mimpi yang indah. Tanpa memperdulikan cacing - cacing diperut mereka yang mulai berdemo minta diberi makan..
Bersambung.
Terimakasih sudah membaca.
__ADS_1