AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 40 Clara Si Ulat Bulu


__ADS_3

"Sayaaangg.... " Angel masuk tanpa permisi.


Semua mata yang ada diruangan itu tertuju ke arah Angel. Dan berapa terkejut dan terpukau nya mereka setelah melihat sosok Angel yang sangat cantik dan elegan seperti bidadari. Dia berjalan mendekati Daniel.


"Kau sudah datang sayang? " Daniel pun menyambut Angel dengan memberi kecupan singkat dibibirnya. Sontak membuat mereka yang ada diruangan itu di buat terkejut lagi dengan tingkah Daniel.


Diruangan CEO ada beberapa tamu Daniel diantaranya Raymond, dan asistennya beserta Clara anak dari Raymond. Setelah rapat mereka menyempatkan waktu untuk berbincang-bincang sejenak di kantor CEO untuk memberi penjelasan tentang kesalahan dalam surat perjanjian kontrak kerja.


Kedatangan Angel membawa atmosfer baru diruangan itu. Karena kini semua mata tertuju padanya. Namun berbeda dengan Clara, Clara yang sudah lama menyukai Daniel dan sudah melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya namun gagal menahan rasa tidak sukanya dengan kedekatan mereka. Kini dia seolah mendapat pil pahit, karena melihat kedekatan Daniel dengan seorang wanita asing yang sangat cantik. Dan itu membuatnya sangat geram.


"Siapa gerangan nona cantik yang ada di samping anda ini Tuan Daniel? " Tanya Reymond memecah keterkejutan semua orang.


"Oh, Iya, perkenalkan.. Dia Angel istriku. kami sudah dua tahun menikah?


" Istri...? Menikah?" pekik Clara


"Turunkan intonasi suara anda nona Clara. " Peter mengingatkan.


"Maaf... kenapa dia tidak pernah terlihat disekitarmu selama ini? " Kata Clara tak Terima.


"Tenangkan dirimu Clara. " Raymond mencoba menenangkan Anaknya yang merasa tidak Terima.


"Maaf nona Clara, selama ini Istri saya berada diluar negeri untuk menyelesaikan studinya. Jadi dia tidak pernah berada di sisi saya. Dia baru datang tiga hari lalu. " Jelas Daniel.


Clara menggelengkan kepalanya kuat, dia masih tidak bisa menerima kalau pria incarannya sudah menikah.


"Tidak... tidak... mungkin. Lalu bagaimana denganku tuan Daniel. Aku sangat mencintaimu, aku yang selalu berada di sisimu selama ini. " Clara histeris.


"Cih... " Peter yang mendengar itu hanya berdecih.


"Siapa wanita itu sayang, kenapa dia menangis saat tau kau sudah menikah? " Tanya Angel pura-pura tidak tahu.


Daniel hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Tuan Raymond, sebaiknya anda bawa putri anda itu pulang. sebelum membuat kekacauan disini. Masalah kontrak itu bisa kita bicarakan nanti. " kata Peter menengahi.


"Baiklah. Ayo Clara kita pulang dulu, tenangkan dirimu. " ajak Raymond.


"No. Dad, aku tidak akan pulang aku ingin bersama dengan Daniel. Aku yang selama ini bersama dengannya, bukan wanita itu. " Clara menangis histeris.


"Ayo, kita pulang jangan membuat daddy malu. " bentak Raymond.


Clara langsung terdiam, namun air matanya terus menetes.

__ADS_1


"Maafkan anak saya tuan, kami akan menenangkan nya dulu. Dan Akan kembali nanti. " ujar Raymond merasa tidak enak.


Daniel hanya mengangguk.


Lalu Raymond dibantu asistennya memapah Clara yang dalam keadaan kacau itu keluar dari ruangan Daniel.


Setelah kepergian Raymond dan Anaknya Clara mereka bertiga meledakkan tawa.. Melihat betapa kacaunya Clara saat mengetahui kalau Daniel sudah menikah. Itulah yang selalu diharapkan Peter selama ini. Karena selama ini dialah yang menjaga Daniel dari si ulat bulu Clara. Akhirnya satu beban terangkat dari pundaknya.


"Bagaimana Acting ku tadi" kata Angel setelah berhasil menghentikan tawanya.


"Yah... lumayanlah peranmu Sebagai wanita polos yang tidak tahu apa-apa. " sahut Daniel.


"Akhirnya, ulat bulu bisa kita singkirkan. " gemas Peter. "Kau lihat tadi wajahnya yang kacau itu, aku sangat puas melihatnya. " lanjutnya.


"Jangan seperti itu, kau jangan terlalu membenci seseorang. Nanti kau bisa jatuh cinta pada orang yang kau benci. " Nasehat Hansel.


"Cih... aku jatuh cinta dengan wanita ulat bulu seperti dia, tidak akan. Karena dia bukan tipeku. " kata Peter percaya diri.


"Hansel benar, batas Benci dan cinta itu cuma seujung kotoran kuku. " Daniel membenarkan ucapan Hansel.


Peter mengerucutkan bibirnya karena merasa terpojok.


"Sudah- sudah, sekarang sudah masuk jam makan siang. Bagaimana kalau kita makan diluar." Angel menghentikan perdebatan mereka bertiga.


Mereka bertiga pun keluar dari kantor CEO, menuju lift khusus para petinggi perusahaan. Sesampainya di loby semua mata karyawan memandang ke arah Pintu lift khusus petinggi perusahaan. Mereka melihat CEO mereka keluar dengan merangkul pundak seorang wanita cantik, mereka terlihat berbincang dan sesekali tersenyum dan tertawa lepas. Senyum yang tak pernah dilihat para karyawan selama ini.


Mereka jadi bertanya-tanya, siapakah wanita yang berada di samping tuan Daniel? wanita yang mampu mencairkan gunung es itu. Sangat luar biasa. Selain terpesona dengan kecantikan wanita disisi sang CEO mereka juga terpesona dengan senyum yang mengembang di bibir CEO mereka.


"Kamu naik mobil apa? " tanya Daniel.


"Aku membawa Venus, mobil kesayangan ku. " tunjuk Angel pada salah satu mobil mewah yang terparkir di sana.


"Wah gila, ini keren banget." kata Peter. "Hans apa kau pernah menaikinya. " lanjutnya


"Pernah, hanya sebagai penumpang. " cengir Hansel.


"Tuan muda, kenapa kai tidak punya mobil seperti milik nona? " rengek Peter.


Daniel yang mendengar rengekan Peter merasa jengah. "Sudah ayo kita naik mobil biasanya. karena sekarang kita berempat. Mobil itu hanya untuk dua orang. " kata Daniel kemudian.


Akhirnya mereka pergi ke sebuah restoran untuk makan siang.


Di restoran

__ADS_1


Mereka memesan privat room agar pembicaraan mereka tidak dapat didengar orang lain.


"Bagaimana hasil rapat tadi? " tanya Angel memulai pembicaraan.


"Berjalan cukup baik. Awalnya mereka menyangkal kalau mereka hanya salah ketik atau kesalahan kita dalam mengambil kesimpulan. Namun setelah kami desak mereka, dengan memutuskan hubungan kerjasama, akhirnya mereka mengakui semuanya. Dan bersedia memperbaiki kontrak kerjasama, asalkan kita tidak memutuskan kerjasama dengan mereka. " terang Peter panjang lebar.


Angel mengerti. "Jadi, kita tetap akan melakukan kerjasama dengan Ellmund setelah mereka merevisi kontrak kerjasamanya? " tanya Angel.


Mereka bertiga mengangguk.


"Baiklah, kalau begitu ini akan menjadi kerjasama terakhir kita dengan mereka. " kata Angel dengan senyuman jahat di bibirnya.


🏢🏢🏢🏢🏢🏢🏢🏢


Di perusahaan Ellmund


Raymond yang sejak tadi menahan amarahnya karena ketahuan ingin berbuat curang, kini melampiaskan amarahnya dengan membanting semua yang ada di meja kerjanya. Belum berhasil mencurangi DnA, kini harus mendapatkan fakta kalau menantu incarannya ternyata sudah memiliki istri yang tidak pernah diketahui. Mereka kira, isu tentang CEO DnA yang sudah menikah itu hanya isapan jempol. Ternyata memang benar-benar sudah menikah, dimana mereka juga melihat kalau istri dari CEO Daniel sangat cantik, hingga tidak ada bandingannya dengan semua wanita di bumi ini.


"Kau memang benar-benar bodoh Clara. " marah Raymond pada putrinya.


"Apa maksudmu dad. " kata Clara yang tidak mau dikatai bodoh sama Daddynya.


"Sudah hampir dua tahun kau mendekati Daniel, tapi tidak ada hasilnya. Lalu apa yang harus kukatakan padamu, selain kata Bodoh? " geram Raymond.


"Bukan aku yang Bodoh. Tapi asisten sialan itu yang selalu menggagalkan rencanaku. Dia seperti cicak yang selalu menempel pada tubuh Daniel. " Kata Clara. "Tiap kali aku bertemu dengan Daniel, Peter selalu ada diantara kami." lanjutnya.


"Aaahhh.... sial. Bagaimana rencanaku yang sudah matang ini gagal total. " teriak Raymond.


Clara yang melihat daddy yang sangat kesal, beringsut mundur keluar dari ruangan ayahnya.


"Tom, kau tenangkan pak tua itu. aku takut dengan kemarahannya. " Kata Clara kepada Tomy asisten Raymond.


"Baik nona, sebaiknya anda kembali saja kerumah. Biar tuan saya yang urus. " Kata asisten Tomy.


Clara mengangguk dan pergi meninggalkan perusahaan Ellmund dengan segala rasa yang berkecamuk didalam hatinya. Karena hatinya sudah memilih Daniel untuk menjadi miliknya. Namun ternyata Daniel sudah ada yang memiliki.


Tinggal Raymond yang juga merasa kesal karena rencananya tidak berjalan lancar. Padahal selama ini, dia berhasil mengecoh rekan bisnisnya dengan hal yang sama. Tapi kenapa untuk DnA yang dipimpin CEO muda sangat sulit menembusnya.


"Sial..." umpat nya dalam hati.


Bersambung.


Terimakasih sudah membaca.

__ADS_1


__ADS_2