
"Kemana? " tanya Daniel penasaran dengan tujuan yang akan mereka tuju.
"Pantai." jawab Angel singkat.
"Hansel, kita pergi ke pantai. " perintah Angel kepada Hansel.
"Baik nona. " jawab Hansel patuh.
Mobil mereka pun berjalan membelah jalanan ke tempat tujuan sang nona.
Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tujuan. Angel keluar terlebih dulu dari mobil. Kemudian disusul Daniel yang di bantu Hansel keluar dari mobil.
"Ah, sudah lama rasanya tidak mencium aroma laut ini. " Angel merentangkan tangannya dan mencium dalam-dalam aroma laut.
Daniel mendekat, lalu menggenggam tangan Angel. Angel menoleh ke arah Daniel setelah melihat tangannya ada yang menggenggam dan memberikan senyuman hangatnya.
"Tunggu sebentar, aku ingin menyiapkan sesuatu.". Angel lalu berlari menuju mobil dan berniat mengambil beberapa barang yang sudah disiapkan nya, dengan bantuan Hansel.
" Biar saya saja yang bawakan nona. " kata Hansel melarang Angel membawa barang-barangnya.
"Baiklah terimakasih, Hansel. "
Lalu Angel kembali kepada Daniel, dan mendorongnya dekat dengan bibir pantai.
"Terakhir kali kita kemari, kita saling berkejaran menikmati ombak laut. Sekarang kita kemari dengan kau yang mendorong ku. " ujar Daniel sendu.
"Jangan bersedih, nikmati saja selagi kita bisa menikmatinya. Jangan pernah menyalahkan keadaan karena kita tidak pernah menginginkan keadaan seperti ini. Intinya adalah, pasti ada hikmah di balik semua keadaan. " Kata Angel masih mendorong kursi roda Daniel.
"Iya, kau benar. Aku jadi tau, betapa tulus nya kau mencintaiku, merawatku menjagaku dan masih mau menerimaku dalam keadaan seperti ini. " Kata Daniel menggenggam erat tangan Angel yang sedang mendorongnya.
"Itu adalah sebuah bukti ketulusan cintaku padamu sayang. " Angel memeluk Daniel dari belakang dan menciumi pipi kanannya.
"Kau memang yang terbaik, Queen. " kekeh Daniel.
Mereka berdua akhirnya berhenti di tempat yang tidak jauh dari bibir pantai. Hansel pun berhenti dan menaruh semua barang bawaanya di atas pasir pantai.
"Kita akan piknik di disini. " kata Angel.
Daniel menoleh ke arah belakang, melihat barang bawaan Hansel yang cukup banyak.
"Kenapa kau tidak bilang padaku,lihatlah Hansel bawaannya banyak sekali. setidaknya sebagai bawaan tadi di taruh di pangkuanku." Daniel tekekeh.
"Tadi mau aku bantu, dianya ga mau. Ya sudah. " Kata angel "Aku akan membantu Hansel bersiap dulu, kau tunggu di sini. " Angel melangkah meninggalkan Daniel mendekati Hansel
Angel lalu membantu Hansel menata barang bawa'anya. ada tikar pantai, beberapa makanan dan minuman yang sudah di siapkan, dan payung yang lebar untuk melindungi dari panas matahari.
Setelah semua siap, Angel menghampiri Daniel dan membantunya turun dari kursi roda, yang juga di bantu Hansel.
__ADS_1
"Hanya kurang satu. " kata Daniel.
"Apa? "
"Peter si pembuat onar tidak ada, jadi kurang ramai. " bisik Daniel.
Angel tertawa mendengar bisikan suaminya.
"Apa... " terdengar suara seseorang yang sudah mereka kenal.
Daniel menoleh ke asal suara. "Kau, ternyata juga ada di sini. "
"Tentu saja, aku juga ingin bersenang-senang, tidak hanya bersenang-senang dengan berkas-berkas di kantor. " ketus Peter.
"Apa kau sudah minta ijin kepada daddy dan uncle brian? tanya Daniel.
" Tentu saja sudah. Dan mereka mengijinkan ku keluar hari ini. " kata Peter menyomot kue yang sudah tertata rapi.
"Kau ini, tidak ikut susah payah, taunya makan aja." gerutu Hansel.
"Ye... untuk yang bersusah payah adalah tugas junior, senior tugasnya bersenang-senang. " kata Peter santai.
"Cih." Hansel berdecih dengan menyomot mkanan yang sudah tersedia.
"Sudah-sudah jangan bertengkar, ini kita makan sama-sama.Sudah lama kita tidak berkumpul hangat seperti ini. "ujar Angel menengahi.
"Maafkan aku, jika menghalangi aktifitas kalian. " Kata Daniel merasa tidak enak.
"Apa sih. " kata Angel memukul lengan Daniel.
"Kau tidak perlu berkecil hati, Niel. kita selalu mensuportmu. Sebentar lagi kau pasti akan sembuh. " Peter mencoba menghibur Daniel.
Sedangkan Hansel hanya mengangguk kan kepalanya.
"Hari ini aku mau berenang, aku sudah bawa baju ganti juga di mobil, kau tidak berenang Hans?" kata Peter.
"Iya, aku juga ingin berenang di pantai. "
" Kalau begitu ayo. "Peter mulai membuka pakaian luarnya dan hanya menyakan kaos dalam dan celana pendek. Rupanya dia sudah ada persiapan.
"aku titip pakaian dan barang-barangku ya princess. " teriak Peter sambil berlari kearah pantai.
"Dasar, seenaknya sendiri.Dikira kita tempat penitipan barang apa." gerutu Daniel. Angel hanya terkekeh melihat kelakuan mereka.
Peter dan Hansel berlari ketepi pantai dan mulai bermain air.
" Apa kau tidak ingin bermain di pantai? " tanya Daniel.
__ADS_1
"Tidak, aku akan menunggu disini bersamamu. Bagiku hanya menghirup aroma pantai saja sudah membuatku bahagia. " uang Angel sambil memakan makanan yang sudah di bawanya.
"apa kau ingin makan? biar aku suapi." tawar Angel.
Daniel mengangguk, dan akhirnya angel menyuapi Daniel dengan telaten, hingga makanan nya tandas. Karena Daniel harus segera minum obat.
"Jika kau sudah mulai mengantuk tidurlah di pangkuanku. " Kata Angel membantu merebahkan kepala Daniel di pangkuannya.
"Apa kau sudah merencanakan semua ini? "
"Iya semalam aku merencanakan bersama Hansel dan Peter dan mommy. Harusnya tadi aku mengajakmu ke tempat kita mengurung Simon. Tapi karena suasana hatimu yang sedang kacau, Jadi aku langsung mengajakmu kemari. Agar pikiran kita bisa tenang. " Kata Angel sambil membelai rambut Daniel dengan lembut.
"Terimakasih, atas semua yang kau lakukan padaku. " ujar Daniel sambil menutup matanya. Mungkin pengaruh obatnya sudah bereaksi.
Angel lalu memindahkan kepala Daniel di atas batal yang dibawanya. Lalu ikut berbaring disamping Daniel dengan memeluk Daniel dengan satu tangannya. Dan akhirnya ikut terlelap dibawah langit yang sama dan angin laut yang menemani mereka berdua.
Peter dan Hansel yang merasa lelah berenang, bermaksud menepi untuk istirahat dan makan,minum. Namun langkah mereka terhenti saat melihat pemandangan di hadapannya. Peter menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dua sahabat nya itu.
"Bisa-bisanya mereka tidur seperti itu. " gumam Peter yang masih bisa di dengar Hansel.
"Sudah biarkan saja, Tuan Daniel mungkin baru minum obat, dan akhirnya tertidur. Dan Nona Angel mungkin kelelahan karena merawat tuan. " ujar Hansel yang sudah tau jadwal Daniel minum obat.
"Kau benar, Ayo kita makan. Mommy membawakan kita makan apa? "tanya Peter.
" Itu, kau lihat sendiri. " tunjuk Hansel ke arah tempat makan yang sudah disiapkan Mommy.
Mereka berdua akhirnya makan dengan lahap.
"Aku merasa bangga melihat mereka berdua. " kata Peter kepada Hansel.
"Bangga kenapa? "
Mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sudah saling mencintai sejak kecil. Namun mereka berdua takut mengungkapkannya, karena terhalang status saudara kembar. " Peter mulai bercerita.
"Iya aku pernah dengar, mereka berdua dibesarkan sebagai saudara kembar. "
"Tapi aku bersyukur ternyata mereka bukan saudara kembar, dan Akhirnya cinta mereka bisa bersatu. Walau banyak ujian yang harus mereka lalui. " Kata Peter menghela nafas. "Mulai dari perpisahan dan kecelakaan yang membuat Daniel seperti ini. Namun Angel masih tetap disisipnya dan merawatnya dengan begitu tulus. "
"Tadi aku dengar dari dokter, katanya perkembangan tuan Daniel sangat pesat. Dan kemungkinan bisa berjalan lagi sangat besar dalam waktu dekat. "
"Ya aku harap juga begitu, semoga Daniel bisa berjalan lagi. Dan bisa membahagiakan Angel. Ayo kita berenang lagi. " ajak Peter dengan berlari menuju pantai di susul Hansel
Daniel yang sayup-sayup mendengar obrolan kedua asistennya pun sedikit mengembangkan senyumnya. Lalu berbalik dan memeluk belahan jiwanya itu.
"Aku mencintaimu, sangat... sangat... mencintaimu. Jika aku sembuh nanti, aku janji akan selalu membahagiakan mu. itu janjiku. " gunam Daniel sambil merapikan anak rambut Angel.
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca.