
Sesampainya di mansion.
"Kalian istirahat lah dulu, kita bicarakan pekerjaan kantor nanti saja. " ujar Daniel.
Kedua asisten itu mengangguk, lalu masuk kedalam kamar masing-masing.
Daniel dan Angel pun berjalan menuju kamar mereka.
"King, bagaimana kalau perkenalanku jangan besok, aku belum siap. " kata Angel sesampainya di kamar.
"Kenapa? " Daniel menaikkan sebelah alisnya.
"Aku ingin memeriksa sesuatu di perusahaan, sebelum menduduki kursi disebelahmu. "
Daniel mengangguk mengerti. "Baiklah jika itu maumu. Aku akan memperkenalkanmu nanti saat ulangtahun perusahaan saja bagaimana? "
"Sepertinya bagus. Kapan ulang tahun perusahaan diadakan. "
"Satu minggu lagi, Peter sudah mengurusnya. "
"Yah... baiklah... terserah padamu. " kata Angel pasrah.
Mereka berdua akhirnya beristirahat karena merasa sangat lelah.
Sore harinya Daniel, Angel dan kedua asistennya berkumpul diruang tengah. Sudah ada beberapa berkas yang harus mereka periksa ulang, salah satunya dari perusahaan Ellmund.
"Ada yang ingin berbuat curang dengan kita. " kata Daniel membuka perbincangan.
"Siapa? " tanya Peter.
Daniel menyodorkan berkas kepada Peter.
"Ellmund? bukankah dia... "
"Iya, dia berusaha mengecoh kita. Untung Angel bisa segera tau. "
Peter dan Hansel berpandangan, lalu mereka melihat ulang berkas tersebut. Dibaca berulang kali tapi tidak ada yang janggal.
"Kalian juga terkecoh kan?" sindir Daniel.
Mereka mengangguk.
Lalu Daniel menunjukkan dimana letak kecurangan itu. Seketika Hansel dan Peter membola melihat hal kecil namun bisa berdampak besar untuk perusahaan.
"Ah sial, kurang ajar sekali mereka. Berani-beraninya bermain dengan kita. " kata Peter merasa kesal.
"Itulah, orang jahat tetap lah jahat, mereka tidak akan pernah bisa berubah. " ujar Daniel.
"Nona kapan anda akan mulai masuk kedalam perusahaan? " tanya Hansel tiba-tiba.
"Daniel akan memperkenalkanmu saat ulang tahun perusahaan. " jawab Angel.
"Itu artinya satu minggu lagi, kenapa tidak besok saja princess. " Peter menyela
"Ada yang ingin ku periksa di perusahaan dan memastikan sesuatu dulu. "
"Baiklah kalau begitu, segera lah bergabung di perusahaan agar ada yang membantuku mengerjakan berkas-berkas yang membosankan ini. " ujar Peter sambil menepuk-nepuk bahu Hansel.
__ADS_1
Daniel dan Angel yang melihat interaksi kedua asistennya, tersenyum. Ternyata Peter bisa menerima Hansel dengan baik.
"Kalian sepertinya akan kompak saat bekerja. " sindir Daniel.
"Tentu saja, ternyata Hansel memiliki otak yang cerdas, aku menyukai cara kerjanya. " ujar Peter memuji Hansel.
Hansel yang mendapat pujian dari seniornya merasa malu.
"Awas saja kalau kau memanfaatkan asisten ku nanti." Sinis Angel.
Peter yang mendengar sindiran Angel, jadi salah tingkah dan mengusap tengkuknya yang tidak gatal, sambil tersenyum paksa.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan dengan Ellmund. " tanya Peter mengalihkan pembicaraan.
"Kita akan bertindak tegas, dengan kecurangan ini." Geram Daniel. "Sejak dulu aku sudah muak melihat tingkah nya, sekarang dia malah mau berbuat ulah. Aku akan bertindak, untuk membalas kematian kedua orang tuaku. "
Peter yang mendengar kemarahan Daniel merasa terkejut, apa lagi ternyata Daniel ingin membalaskan dendam kedua orang tua nya. Jauh dari ekspektasi Peter.
"Maksudmu... selama ini kau mendekati Ellmund hanya untuk membalas dendam pada Raymond?" tanya Peter tak percaya.
Daniel tersenyum iblis, sontak membuat Peter bergidik ngeri.
"Jangan kau tunjukkan senyum jahatmu itu, sangat mengerikan" Peter bergidik.
"Aku setuju, nyawa memang harus di balas dengan nyawa. Namun kita punya hukum, jadi kita akan bermain cantik. Kumpulkan semua bukti kejahatan Raymond, setelah itu kita bisa melaporkannya ke Polisi, agar dia bisa dihukum mati. " kata Angel sambil tersenyum smirk.
Lagi-lagi Peter dibuat ngeri dengan senyum pasangan itu.
"Kalian itu tampan dan cantik, kumohon tersenyum manis saja, jangan mengeluarkan senyum mengerikan itu. Aku jadi merinding. " ungkap Peter,
"cih... " decih Daniel.
"Dia akan jadi urusanku. " Sela Angel.
"Jadi kau sudah tau? "
"Tentu saja, Daniel sudah mengatakan semuanya padaku, termasuk rencana balas dendamnya. "
"Kau... kenapa tidak cerita kepadaku?
" Karena kau bermulut ember bocor. Nanti kau akan lapor kepada uncle Brian. Dan uncle Brian akan lapor kepada Daddy. kalau Daddy sudah turun tangan aku tak bisa berbuat apa-apa. " ujar Daniel.
"Lalu sekarang apa bedanya, kau sudah mengatakan semuanya padaku, apa kau tidak takut dengan mulut emberku. " ejek Peter.
"Tidak, sekarang ada Angel. Kalau kau macam-macam Angel yang akan menyumpal mulut embermu itu. " kata Daniel membalas Peter.
Sontak Peter menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Hansel dari tadi hanya terdiam , menyimak perdebatan mereka. Karena dia masih belum mengerti apapun tentang keluarga ini.
"Baiklah kalau begitu. Besok persiapkan rapat dengan Ellmund. kita harus mengorek informasi dari mereka, kenapa melakukan hal ini. Apa maksud semua ini. Mereka pikir kita bodoh bisa dengan mudah ditipu oleh mereka. " kata Daniel.
"Baiklah aku akan menghubungi asisten Ellmund untuk melakukan pertemuan besok. " ujar Peter.
"Kalau begitu, kita istirahat dulu. Untuk berperang besok. " kata Daniel.
Peter dan Hansel membereskan berkas-berkas yang berserakan.
__ADS_1
"Oh iya, apakah Hansel besok bisa mulai bekerja?" tanya Peter ragu.
"Bagaiman Hans, kau mau masuk kerja mulai besok apa saat aku masuk kerja? minggu depan. "
tanya Angel.
"Saranku, sebaiknya kau sudah masuk kerja mulai besok saja. Agar kau bisa tau seluk-beluk perusahaan dulu. " Peter mengompori sambil merangkuk Hansel dari samping.
"Kau benar. " kata Hansel kemudian. " Saya akan ikut bekerja mulai besok nona. Agar saya bisa belajar dulu bagaimana cara kerja di perusahaan."
"Baiklah terserah padamu, kalau begitu lekaslah istirahat agar besok tidak kesiangan. " kata Angel.
"Baik nona. "
Daniel yang melihat Angel perhatian pada Hansel merasa tidak suka. Lalu menggandeng tangan Angel untuk masuk kedalam kamar.
"Huh... dasar bucin. " gumam Peter.
Peter dan Hansel masih melanjutkan diskusi, tentang langkah apa yang akan mereka lakukan besok. Kini mereka sudah ada di ruang kerja Daniel. Untuk menyiapkan apa saja yang dibutuhkan besok. Setelah selesai dengan persiapannya mereka pun beranjak ke kamar untuk istirahat.
"Selamat malam. " kata Peter
"Selamat malam. " jawab Hansel
Sedangkan di kamar, Daniel uring-uringan.
"Kamu kenapa? " tanya Angel sabar.
"Aku tidak suka kau terlalu perhatian sama Hansel. "
Angel yang tidak mengerti perkataan Daniel hanya mengerut kan dahi.
"Maksudmu? " tanya Angel tak mengerti.
"Kamu terlalu perhatian padanya. Menyuruhnya istirahat.. bla.. bla.. bla.. " oceh Daniel
"Astaga... suamiku ternyata cemburu. " Angel tertawa terbahak-bahak sambil menutup mulutnya.
Daniel mengerucutkan bibirnya mendengar Angel menertawakannya.
"Idiiihhh lucunya kalau begini, sangat menggemaskan." kata Angel mencubit kedua pipi Daniel lalu menggoyangkan kekiri dan ke kanan.
"Sudah, jangn marah begitu. Aku cuma menyuruh mereka istirahat agar besok tidak kesiangan saat membantumu kerja, mereka akan terlihat fresh tidak lesu karena kurang istirahat. " jelas Angel.
"Lagian aku mengatakannya dengan biasa saja tanpa perasaan apapun. Karena hati dan perasaanku ini hanya milikmu." Goda Angel.
Daniel yang mendapat perlakuan seperti itu, lalu mendekat dan memeluk Angel.
"Baiklah aku tidak akan cemburu lagi pada asisten mu itu. Aku percaya padamu. " kata Daniel lalu melabuhkan ciuman hangat di keningnya.
Setelah ciuman itu terlepas, Daniel memandang wajah Angel lekat.
"Malam ini, beri aku vitamin, penambahan stamina agar aku bisa bekerja dengan semangat besok. " kata Daniel menggoda.
"Dasar mesum. " gerutu Angel. Tapi dia melakukan apa yang di inginkan Daniel.
Dan terjadilah apa yang sudah seharusnya terjadi.
__ADS_1
Bersambung.
Terimakasih sudah membaca...