AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 79 Hadiah Untuk Asisten


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Peter berpamitan kepada Daniel dan Angel untuk kembali kerja.


"Angel, aku titip Daniel. Jangan sampai merajuk lagi seperti tadi. Geli aku melihatnya. " ejek Peter.


Daniel yang di ejek pun melotot ke arah Peter, namun dengan Iseng peter menjulurkan lidahnya dan berlari menjauhi mereka berdua.


"Sudah, tidak usah di ladeni. Sekarang kita masuk dan tidur siang. Aku lelah tadi mencarimu kemana-mana. " Angel lalu mendorong kursi roda Daniel memasuki rumah dan langsung menuju ke kamar.


"Maafkan aku tadi ya, karena terlalu kekanakan. " ujar Daniel saat dia sudah berada di atas ranjang.


"Tidak apa, aku saja yang tadi merasa kalau kau berlebihan. Tanpa sadar sikapku menyakitimu, dan tanpa tau keinginanmu sebenarnya. " kata Angel membenarkan selimut di kaki Daniel.


"Minum obat dulu, lalu tidurlah. " Angel menyodorkan obat kepada Daniel agar segera meminum obatnya. Lalu dia ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Setelahnya menyusul Daniel ke alam mimpi.


Pukul tiga sore, Angel terbangun lebih dulu dilihatnya Daniel masih terlelap. Dia kemudian beranjak pergi menemui bibi An untuk menanyakan apakah paketnya sudah datang apa belum.


"Bibi... apa ada paket untukku? " tanya Angel pada bibi An.


"Ada nona, tadi paketnya datang tak lama setelah anda masuk kamar. " kata Bibi An.


"Oh, mana? "


"Itu nona, masih saya taruh di kursi ruang keluarga.


"Baiklah, bi. Terimakasih. "


Angel kemudian mencari paketnya di ruang keluarga, dan ketemu. Angel langsung membawa paketnya ke kamar, di lihatnya Daniel masih terlelap.


"Mungkin karena efek obat atau karena capek merajuk tadi. " kekeh Angel langsung menuju walk in closed menaruh paketnya.


"Aku tau kau ingin segera sembuh, dan ingin melakukan seperti yang mommy bilang, maafkan aku yang tidak peka. Aku akan melakukan yang terbaik untukmu " batin Angel.


Angel kemudian keluar dari walk in closed, dan melihat Daniel sudah membuka matanya.


"Kau sudah bangun?" Angel mendekat ke arah Daniel.


"Apa yang sedang kau lakukan Queen. "


"Ah, tidak aku hanya sedikit membereskan pakaian yang sedikit berantakan. " ujar Angel berbohong.


"Kau bisa membantuku mandi? gerah rasanya "


Angel kemudian membantu Daniel untuk membersihkan dirinya.


"Berendamlah kalau ingin berendam, " Kata Daniel setelah mereka berdua berada di dalam kamar mandi.


"Tidak, aku tidak ingin berendam. Aku ingin, mandi cepat saja. "


"Baiklah terserah padamu. "


Angel kemudian memandikan Daniel, kemudian memandikan dirinya sendiri. Daniel yang melihat tubuh polos istrinya, menelan ludahnya kasar dan jakunnya naik turun.


"Ada apa denganku? Apakah aku sudah dalam mode normal? " pikirnya lalu melihat ke bawah dan melihatnya Junior sedikit tegang.


"Ah sial. Ini lah yang tidak aku suka. Disaat diri ini ingin, tapi keadaanku tidak memungkinkan. " gumamnya dalam hati. Akhirnya Daniel hanya bisa diam tanpa bisa melakukan sesuatu.


Setelah mandi, Angel kemudian mendorong kursi roda Daniel keluar dari kamar mandi. Dan mengganti baju mereka masing-masing. Angel melirik junior Daniel yang sedikit menegang, membuat Angel menyimpulkan senyumnya.

__ADS_1


"Nanti malam saja aku akan memberikanmu kejutan. " gumam Angel dalam hati.


Mereka berdua kemudian keluar dari kamar dan ingin bersantai di ruang keluarga sambil nonton tv dan menunggu semua orang pulang dari kantor. Tak lama terdengar suara mobil yang asing di pendengaran mereka. Angel dan Daniel saling bertatapan, lalu mereka berdua memutuskan untuk keluar melihat siapa yang datang.


Sampai di luar, mereka berdua terkejut melihat penampakan dua mobil yang sama dengan Venus dan Mars. Angel dan Daniel saling berpandangan dan mereka tersenyum penuh arti.


Keluarlah dua orang yang tak asing bagi mereka berdua, dia adalah orang kepercayaan Daddy Alex. Uncle Brian dan Gilbert. Mereka menyerahkan kunci mobil dan Surat-suratnya kepada Angel.


"Terimakasih uncle. Aku kira kedua mobil ini tidak akan jadi. " kekeh Angel


"Masih dalam proses Princess dan baru jadi." kata Brian.


"Iya, aku sendiri sampai hampir lupa kalau memesan mobil ini. Mereka berdua pasti senang uncle. " Kata Angel dengan senyuman yang mengembang.


"Terimakasih princess, karena telah memberikan mobil ini untuk Peter. " ujar Brian tulus.


"Mereka pantas mendapatkannya uncle. Aku memberikannya sesuai janjiku. "


"Dan, Gil. Bagaimana keadaan di markas? " tanya Angel kepada Gilbert.


"Semua aman Princess, kau tak perlu khawatir. "


"Baguslah kalau begitu. "


"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu. " ujar uncle Brian di ikuti Gilbert setelah menundukkan kepalanya kepada Angel dan Daniel.


"Terimakasih Uncle Brian dan Gil. " teriak Angel. Lalu tersenyum melihat dua kunci mobil yang di pegang nya.


Mereka berdua kembali masuk ke dalam rumah dan duduk santai di ruang keluarga.


"Kau jadi memberikan kedua mobil itu untuk mereka berdua? " tanya Daniel.


"Apa kau ingin makan sesuatu, biar aku ambilkan. '


" Boleh aku minta buah? "


"Baiklah, tunggu di sini. akan aku ambilkan." lalu Angel beranjak ke dapur meminta buah potong kepada pelayan.


Pukul enam petang,


Deru mobil terdengar dari luar, pasti daddy dan para asisten junior yang datang beserta mommy juga. Peter dan Hansel berpikir apakah ada tamu yang datang karena ada dua mobil asing yang terparkir di luar. Peter dan Hansel merasa terpesona dengan mobil yang mereka lihat. Kecuali daddy dan mommy yang sudah tau mobil siapa itu.


Mereka berdua segera masuk ke dalam rumah untuk mengetahui siapa tamu yang datang.


"Kami pulang... " teriakan Peter yang selalu memekakkan telinga.


Peter berhenti karena tidak melihat siapapun di dalam sana kecuali dua sejoli yang sedang bersandar nonton tv.


"Princess mobil siapa di luar, siapa tamu yang datang? "


Angel dan Daniel saling bertatapan dan melemparkan senyum.


"Oh, itu teman Queen. Dia sedang keluar bersama temannya, dan menitipkan mobilnya di sini sebentar. " kata Daniel bohong.


"Oohhh." mereka berdua akhirnya masuk ke dalam kamar tanpa berkata apapun lagi.


Daddy dan mommy yang melihat tingkah kedua anaknya yang mengerjai Peter dan Hansel hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Mereka semua akhirnya berkumpul di meja makan, dan menyantap makan malam dengan tenang. Setelah selesai makan, Angel menanyakan sesuatu pada Peter dan Hansel.


"Menurut kalian kedua mobil itu bagaimana?" tanya Angel.


"Bagus, " kata Peter.


"Keren." kata Hansel.


"Hanya itu? "


Peter dan Hansel mengangguk.


"Okey, jadi tidak ada pendapat lain tentang mobil temanku itu. " tanya Angel menyelidik.


"Biasa saja, mobilnya kan sama dengan mobilmu princess. " kata Daniel cuek.


"Baiklah-baiklah. Jadi kalian tidak mau punya mobil seperti itu? "


"Pengen, tapi tidak mungkin. "


"Kenapa? "


"Karena, itu tidak di produksi perusahaan lain, jadi kami tidak bisa membelinya. " kata Peter


satu detik... dua detik... tiga detik...


Peter akhirnya menyadari kata-katanya dan membulatkan matanya.


"Jadi... "


Angel dan Daniel menganggukan kepalanya dan memberikan kotak yang sudah di hias dengan indah kepada mereka berdua.


"Seriusan mobil itu untuk kami. " tanya Peter masih tak percaya.


"Iya, " jawab Angel dan Daniel kompak.


"Wah.... " Peter heboh dan langsung memeluk Hansel yang ada disebelahnya. "Akhirnya kita bisa memiliki mobil mewah seperti mereka berdua. "


"Iya." jawab Hansel singkat, karena dia merasa sesak.


"Lepaskan aku, Pet.. sesak tau. " gerutu Hansel.


Peter melepaskan pelukannya dan membuka kotak pemberian Angel dengan tidak sabaran.


Semua orang menggelengkan kepala melihat kelakuan Peter itu.


"Wahh.... keren. " pekik Peter saat melihat kunci mobilnya lalu membaca surat kepemilikan mobilnya. "Wah, jadi ini benar-benar milikku? "


Semua orang yang berada di sana mengangguk.


"Aku akan mencobanya. " kata Peter bersemangat.


"No... " kata mereka kompak.


"Kenapa? " tanyanya tak mengerti.


"Besok saat kalian libur, kita akan sirkuit untuk mencoba mobil kalian. "

__ADS_1


Peter dan Hansel berbinar mendengar ucapan Angel.


"Tapi, sebelum itu. kalian harus kerja rajin sambil menunggu akhir pekan tiba. " lanjut Angel yang membuat mereka berdua terduduk lemas.


__ADS_2