
Siang itu, Daniel dan Angel tertidur setelah melakukan pergumulan panas disiang bolong. Mereka terlelap sampai harus melewatkan jam makan siang.
Di lantai bawah Peter sudah uring-uringan, karena menunggu sang tuan muda dan nonanya yang tak kunjung turun.
"Apakah perlu saya panggilkan tuan?" tanya bibi An yang merasa tak enak karena melihat asisten tuan mudanya itu uring-uringan dari tadi.
"Tidak perlu bi. Biarkan sajalah kita tinggal makan siang dulu. " dumelnya. "Ayo Hans kita makan dulu, tak perlu menunggu tuan muda. Mungkin tuan dan nona sedang ***-***, jadi sampai lupa makan siang. " kesalnya.
"Ya sudah, ayo kita makan dulu. Daripada kamu ngomel ga jelas dari tadi. " ujar Hansel. "Aku rasa tuan dan nona tidak akan keberatan juga kalau kita makan dulu. "
Peter mengangguk dan mulai mendudukkan bokongnya di kursi.
"Begitulah tuan Daniel kalau sudah ketemu dan bersama princess, pasti lupa segalanya. Kemarin aja waktu di tinggal princes, beugh... tiap hari wajahnya ditekuk, ga ada senyum sama sekali. Suasana di sekitarnya jadi dingin. " kata Peter menggibah atasannya di meja makan.
"Benarkah... " tanya Hansel tak percaya.
"Ck.. kau lihat saja tampangnya tad pagii waktu tau ada kamu dirumah ini tanpa ijinnya, apalagi kamu datang bersama Princess, wajahnya aja sudah kayak makan orang saja. " kata Peter. "Untung saja princess segera memperkenalkanmu sebagai anak angkat tuan Alex, dan jadi asisten pribadinya. Kalau tidak mungkin kau sudah habis dari tadi. " kata Peter masih menggosip kan atasannya.
"Benarkah... tuan Daniel segarang itu. "
Peter menganggukkan kepalanya sambil memakan hidangan dimeja
"Tapi dari tadi kulihat tuan Daniel, bersikap hangat dan sangat welcome. " kata Hansel masih tak percaya.
"Itu karena ada pawang di sampingnya. Coba kalau tidak ada princess, kamu sendiri akan enggan berdekatan dengannya. " ujar Peter.
Mereka berdua sedang Asik menikmati makan siang yang tidak dihadiri Daniel dan Angel. Mereka terus bercerita dan menggosip kan Bos mereka tanpa rasa bersalah.
"Setelah ini, kau istirahatlah nanti kita lanjutkan belajarnya. Aku juga ingin kau segera paham, karena dengan begitu kau bisa membantuku meringankan tugas-tugasku yang nenumpuk. "
Hansel yang di ajak bicara pun mengangguk mengerti. Akhirnya setelah makan siang, mereka berdua beranjak dan menuju kamarnya masing- masing.
Di kamar lantai atas.
Daniel mulai mengerjapkan matanya, untuk mengembalikan nyawanya sampai terkumpul. Dia melihat disisi ranjangnya ada Angel yang tengah terlelap. Daniel tersenyum bahagia, karena dia tidak menyangka kalau akan melakukan hal itu dengan Angel. Lalu dia melihat kesamping nakas, untuk melihat jam.
__ADS_1
"Ternyata sudah lewat nakan siang. " gumamnya. "Kenapa bisa tidur senyenyak ini, apa karena pertempuran tadi yang membuat kami kelelahan. " pikirnya.
"Ah, sudahkah aku harus membersihkan diri dulu, Setelah itu aku akan turun dan menyuruh bibi An untuk menyiapkan makan siang untuk kami berdua. " Daniel turun dari ranjang dan akan beranjak ke kamar mandi.Namun dia lupa kalau saat ini dia sedang polos tanpa sehelai benangpun. Setelah sadar kalau sedang dalam keadaan naked dia kembali masuk ke dalam selimut, yang sedang membungkus tubuh Angel yang sama dengan dengannya tanpa sehelai benang pun.
Kakinya menggerayang di bawah ranjang untuk mengambil boxer nya yang teronggok dibawah ranjang. Setelah dapat dia segera memakainya untuk menutupi sosis berurat nya agar tidak bergelantungan. Lalu segera beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, Daniel segera menuju walk in closet untuk berganti pakaian santai. Setelah itu dia turun menuju ruang makan untuk mencari bibi An.
"Bibi... dimana? apa sedang istirahat. " gumam Daniel yang tidak melihat siapapun di ruang makan.
Lalu Daniel berjalan menuju teras belakang. Disana dia melihat beberapa pelayan tengah asik bercengkrama. Lalu Daniel memanggil salah satu dari mereka.
"Hei kamu kemarilah. "
Beberapa pelayan disana sontak terkejut mendengar panggilan tuannya yang tiba-tiba. Lalu salah dari mereka mendekati Daniel.
"Ada apa tuan? " kata pelayan takut-takut.
"Tolong siapkan dua porsi makanan untukku dan Angel. aku tunggu dikamar. "
"Ba... baik tuan. " kata pelayan gugup.
Setelah sampai di kamar Daniel menuju ranjangnya, lalu berbaring di sebelah Angel, dengan menopang kepalanya dengan satu tangan dan tangan satunya sibuk menyibak rambut yang mengganggu penglihatannya menikmati wajah cantik Angel.
Angel yang merasa terganggu, akhirnya mulai mengerjapkan matanya, dilihatnya Daniel sudah berada di sampingnya dengan tersenyum. Angel membalasnya dengan tersenyum manis.
"Jam berapa ini.? " tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Sudah jam dua, kita melewatkan makan siang, karena ketiduran. Sudahlah, segera bangun dan bersihkan tubuhmu. Sebentar lagi, pelayan mengantarkan makan siang kemari. "
Angek yang masih setengah sadar, masih berusaha mengumpulkan nyawanya. Setelah dirasa sudah terkumpul, dia segera melilitkan selimut ke seluruh tubuh yang, karena sadar saat ini dia sedang dalam keadaan polos. Lalu berjalan menuju kamar mandi.
"Hei, kenapa harus di tutupi, aku sudah melihat semuanya sayang. Kau tak perlu malu. " kata Daniel menggoda.
"Ck... " Angel berdecak kesal dengan godaan Daniel.
__ADS_1
Setelah Angel masuk kamar mandi tak lama dua orang pelayan datang mengantarkan makanan.
"ini tuan., makan siangnya. "
"taruh di meja sana. Dan tolong setelah kau menata makanan dimeja, ganti seprei dengan yang baru. " perintah angel.
"Baik tuan. " kata dua pelayan itu patuh.
Daniel beranjak menuju balkon, sambil menunggu pekerjaan para pelayannya. Setelah dirasa cukup dan pelayan telah berpamitan keluar, Daniel masuk lagi kedalam kamar. Dilihatnya Angel yang baru keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai bathrob, dan berjalan menuju kamarnya melalui pintu doraemon.
Saat ini kamar mereka masih terpisah, karena Angel masih menyimpan pakaian nya di kamar nya sendiri. Namun mereka sudah tidur diranjang yang sama. Setelah berganti pakaian Angel menuju kamar Daniel lagi, untuk makan siang yang kesorean.
Daniel dan Angel mulai memakan makan siang mereka dengan lahap, sesekali mereka saling menyuapi dan menyeka makanan yang menempel di bibir mereka.
"Sayang, apa kau mau berkencan denganku malam ini? "
"Hah.. kencan? " tanya Angel tak percaya.
"Iya aku ingin mengajak kamu kencan, jalan-jalan di mall, nonton film di bioskop, lalu makan malam di restoran mewah. Bagaimana? apa kau mau? "
Tanpa pikir panjang Angel langsung menganggukkan kepalanya. "Iya aku mau, aku ingin merasakan pacaran. Bedanya kita pacaran setelah menikah. " kekehnya.
Daniel tersenyum bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Angel.
"Baiklah, kalau begitu nanti sore segera bersiaplah. "
"Apa Peter dan Hansel juga akan ikut dengan kita? tanya Angel polos.
" Apa kau ingin mengajak mereka juga?"
Angel mengangguk, "Setidaknya mereka bisa menjaga kita dari predator lapar diluar sana. " kekehnya geli.
Daniel ikut terkekeh mendengar alasan Angel, kenapa kedua asistennya itu diajak berkencan.
"Baiklah terserah padamu saja, bagiku ucapanmu adalah perintah bagiku sayang. " gombal Daniel.
__ADS_1
Sontak gombalan Daniel tadi membuat pipi Angel merona.
Bersambung.