
Perusahaan DnA
Semua orang sedang bergosip tentang CEO baru mereka. Karena setelah pergantian CEO satu minggu yang lalu, sampai sekarang tak ada seorangpun yang bisa melihat wajah CEO baru mereka. Kecuali pegawai wanita yang pernah masuk ke kantor CEO dan berakhir diusir dari kantor CEO secara memalukan.
Bahkan rapat yang harusnya di pimpin CEO, malah digantikan Brian asisten Alex. Mereka jadi mempertanyakan kinerja sang CEO mereka.
Akhirnya kasak kusuk karyawan itu terdengar di telinga Peter. Dia harus memberi tahu Daniel tentang gosip yang beredar, barangkali Daniel mau mendengar keluhan karyawannya dan mau merubah sikapnya.
Tok... tok.. tok..
"Masuk"
Peter mendekati Daniel sambil membawa beberapa berkas.
"Niel, ada yang ingin aku bicarakan. "
"Katakanlah... " kata Daniel tanpa menoleh kearah Peter.
"Di bawah para karyawan sedang menggosipkanmu. " Peter mengawali laporannya.
"Teruskan.. "
"Mereka mempertanyakan kenapa CEO mereka tidak pernah terlihat, memimpin rapat ataupun bertatap muka dengan mereka. " kata Peter.
"Lanjutkan... "
"Mereka mempertanyakan kinerjamu. Apakah kau benar-benar kompeten dalam mengurus perusahaan atau hanya mewarisi perusahaan ini saja. " kata Peter ragu-ragu.
Mendengar laporan Peter yang kedua ini, membuat Daniel menghentikan aktifitas nya tangannya diatas keyboard.
"Kumpulkan mereka semua, karyawan temasuk OB dan security di aula setelah makan siang. Bagi siapapun yang tidak hadir, pecat mereka semua tanpa terkecuali. " kata Daniel tanpa pikir panjang.
Peter yang mendengar perintah tuannya melongo dan tidak percaya.
"Kau dengar kan? " tanya Daniel.
"I... iya... apa yang akan kau lakukan? " Peter tergagap.
"Bukan urusanmu. Cepat laksanakan tugasku dengan baik. Ingat bagi yang tidak hadir pecat mereka. Karena sudah ada pemberitahuan. "
"Ba... baiklah... "
Peter beranjak dari ruang CEO, menuju ruangnya dan memanggil bagian informasi untuk memberikan pemberitahuan kepada pada seluruh karyawan DnA corp agar hadir di aula setelah jam makan siang usai tanpa terkecuali. Dan yang tidak hadir akan dipecat.
Para karyawan yang mendapat informasi itu dari grup aplikasi hijau merasa was-was dengan informasi yang mereka dapat. Ada apa gerangan yang membuat CEO mengumpulkan mereka semua. Banyak pertanyaan-pertanyaam di benak mereka semua tentang ini.
Setelah makan siang,
Semua karyawan DnA menuju aula, sesuai arahan dari asisten CEO.. Mereka bertanya-tanya, sebenarnya ada apa? apa yang terjadi? kenapa kita berkumpul disini. Semua sibuk dengan pertanyaan mereka masing-masing.
Tap... tap... tap....
__ADS_1
Terdengar suara langkah kaki menuju podium.
Semua mata menuju ke arah orang yang sedang naik ke podium, yang tak lain adalah CEO baru mereka, bersama asisten Peter dan beberapa orang di belakangnya.
Hening...Semua orang terpana melihat ketampanan CEO baru mereka.
"Kenapa kalian semua diam, teruslah bicara dan jangan hiraukan aku. " ujar Daniel menyindir.
Semua orang disana yang mendapat sindiran dari CEO mereka langsung diam.
"Berdirinya saya disini, dan mengumpulkan kalian semua disini adalah untuk mengabulkan permintaan kalian yang ingin bertemu dengan CEO baru yang tidak pernah terlihat dan menampakkan diri. " ujarnya lagi.
Semua karyawan menunduk, malu.
" Kalian semua ada disini untuk bekerja, kami membayar kalian dengan gaji yang lumayan mahal untuk bekerja, bukan bergosip atau menyebar fitnah. Apalagi menggosipkan atasan kalian, yang tidak kompeten ini. " ujarnya lagi.
"Saya mau menghadiri rapat atau tidak, saya kompeten atau tidak. itu semua bukan urusan kalian. Itu adalah urusan saya. Yang jelas saya sudah menjalankan tugas dengan benar. Saya tidak perlu menampakkan diri di hadapan kalian kalau hanya untuk disebut kompeten. Karena saya, wajah saya dan tubuh saya bukan untuk di konsumsi publik. Saya tidak membutuhkan pujian dari kalian semua. Yang saya butuhkan hanya kerja keras kalian, atas bayaran yang kalian dapatkan dari perusahaan ini. " lanjutnya masih dengan nada sindiran.
Seluruh karyawan semakin menundukkan diri, karena merasa bersalah.
"Dan yang terakhir dari saya, siapapun yang tidak hadir di aula ini akan saya pecat karena dia sendiri tidak kompeten menghadiri pertemuan ini. Dan jika saya masih mendengar ada yang bergosip hal-hal tidak penting, Akan saya pecat juga pada hari yang sama. Tanpa pesangon. Karena ini perusahaan ini dibuat untuk bekerja buka untuk menyebar gosip murahan. PAHAM. " Tekan Daniel.
"Pahaaammm.. " jawab mereka serentak.
"Bagus, kalau begitu kalian boleh kembali ke tempat kalian masing-masing. " Daniel mengakhiri. Lalu dia beranjak dari podium untuk kembali ke ruangannya.
"Gila... CEO baru kita cuy... galak banget. Mana wajahnya ga ada senyumnya, benar-benar dingin. Aku sampai membeku mendengarnya tadi. " kata karyawan yang sukaa bergosip.
"Hush... jangan bergosip lagi, kamu mau kita dipecat tanpa pesangon, hah... " kata salah satu temannya.
Mereka semua mengangguk dan kembali ke tempatnya masing-masing.
Tak jauh dari mereka berada ada dua pasang bola mata yang mengamati dari tadi.
"Sebenarnya apa yang terjadi Brian, kenapa Daniel berubah seperti itu? Sikapnya sangat arogan dan dingin sekali. " tanya Alex tak mengerti.
Ya, Alex yang baru datang di jemput Brian dari bandara, kini sedang berada di perusahaan DnA, Karena ingin segera bertemu sang anak. Apa dia baik-baik saja setelah ditinggal kan. Ternyata diluar ekspektasi, Daniel nya sudah berubah membeku dan sangat arogan. Alex sampai tak percaya di buatnya.
"Tuan Daniel terlihat mulai berubah sejak ditinggal kan nona Angel tuan. " jawab Brian sekenanya.
"Apa maksudmu?
"Setelah nona Angel pergi, tuan berubah dingin pada siapapun. Bahkan Tuan Muda mengganti semua karyawan wanita di lantai CEO, Katanya dia hanya ingin melindungi privasinya agar tidak diganggu ulat jadi-jadian itu. " kata Brian menahan senyumnya.
Alex yang mendengar penuturan Brian, merasa tak percaya dan segera berlalu menuju ruangan Daniel, untuk meminta penjelasan.
tok... tok... tok...
Daniel yang mendengar pintu ruangannya diketuk, segera menghentikan kegiatannya.
"Masuk... "
__ADS_1
Lalu masuklah Alex, Brian dan Peter. Daniel yang melihat kedatangan daddynya langsung berdiri dan berlari memeluk daddy Alex.
"Daddy... kapan datang. Aku sangat merindukanmu. "
"Wah...wah... wah... ternyata CEO kita yang dingin diluar tadi berubah jadi anak kucing yang minta di peluk dan di elus ya." kata Alex menyindir Daniel.
Daniel yang merasa tersindir wajahnya memerah
karena menahan malu. "Aku hanya bersikap manja kepada mom dan Dad. Tapi Kalau di depan orang lain, aku akan bersikap cuek dan dingin agar mereka segan kepada kita. "
"Duduklah dad,"
"Baiklah... baiklah terserah padamu saja. Agar semua tujuanmu tercapai. Daddy percaya padamu kau akan bisa menangani ini semua. " ujar daddy Alex.
"Dad, bagaimana keadaan Angel. " tanya Daniel sedikit ragu.
"Angel baik, dia yang menyuruh daddy pulang. Agar bisa menjagamu,dan kau tidak kesepian dan tidak merasa ditinggalkan oleh kami. "
Daniel hanya manggut-manggut.
"Mulai hari ini dia akan mulai melatih dirinya bersama mommy, berdoalah semoga semua segera selesai dan kalian bisa bertemu lagi. "
"Aamiin... "
"Kembalilah bekerja, daddy butuh istirahat. Karena tadi Setelah dari bandara daddy langsung kemari untuk melihat mu bekerja." ujar daddy.
"Baiklah kalau begitu, daddy bisa pulang dan istirahat dulu. Nanti aku akan pulang cepat. "
"Baiklah... Daddy pulang dulu. " pamit daddy Alex diantarkan Brian pulang.
Daniel segera menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk.
Di mobil.
"Brian... tolong jaga Daniel kalau aku kembali ke tempat istriku. Dia sudah sangat berubah. Tatapannya yang penuh kehangatan berubah dingin. Walau dia menutupinya dengan senyuman. Tapi aku bisa merasakan hatinya membeku. " ujar Daddy
"Anda benar tuan, bahkan tuan Daniel tidak segan - segan memecat seseorang apabila mereka bersikap keterlaluan. " lapor Brian.
"Semoga Angel segera menyelesaikan latihannya denga cepat, agar dia bisa mengembalikan senyum tulus seorang Daniel. " harap daddy.
"Iya...tuan... "
Mereka pun segera menuju mansion untuk segera istirahat. .
Bersambung...
Terimakasih sudah membaca.
Dukung terus karya Author, ya.
Terimakasih sudah like karya ini.
__ADS_1
Kalau ada kritik dan saran yang membangun silahkan sampaikan di kolom komentar.
Terimakasih...