AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 57 Firasat


__ADS_3

Seperti yang sudah di sepakati semalam, hari ini Angel dan Daniel beserta kedua sistennya, pengacara dan beberapa bodyguard akan berkunjung ke perusahaan Ellmund.


Pukul 10.00 mereka telah sampai di perusahaan Ellmund. Raymond yang sudah tidak sabar, merasa antusias menerima kunjungan dari CEO DnA. Kini dia sudah berada di lobby perusahaan bersama asisten Tommy dan beberapa staf yang akan menyambut kedatangan dari CEO DnA.


Angel dan Daniel berjalan berdampingan memasuki lobby perusahaan, mereka terlihat sangat serasi. Diikuti Peter, Hansel dan pengacara yang akan mempelajari berkas-berkas nanti.


Para karyawan Ellmund yang baru pertama kali melihat CEO dari DnA merasa terkesima dengan ketampanan dan keanggunan Daniel dan Angel. Seperti biasa, Dunia seolah berhenti saat mereka menginjakkan kakinya ke suatu tempat. Karena mereka pasti akan menjadi pusat perhatian.


Raymond menyadarkan para staf dan karyawannya, kalau mereka harus menghormati tamunya. Semua orang menunduk memberi sapaan hormat kepada CEO DnA. Lalu Raymond mengajak mereka masuk dan berkeliling ke seluruh kantor dan ruangan DnA.


"Ternyata seperti ini perusahaan Ellmund tempat papaku bekerjasama dulu,dan menyebabkannya meninggal. Lumayan. " gumam Daniel lirih.


"Apa kau menyukainya? " tanya Angel dengan suara sedikit keras.


"Yah, lumayan.. Jika kita memilikinya, mungkin akan ada beberapa perubahan disini sesuai gaya DnA. " kata Daniel sambil memperhatikan beberapa dekorasi disana.


"Kau benar, ada beberapa yang harus di ubah."


Raymond yang mendengar percakapan Angel dan Daniel merasa sedikit takut jika Perusahaan nya tidak sesuai harapan mereka. Maka DnA tidak akan mau membeli Ellmund.


" Mari kita keruangan saya tuan, nona. " Raymond mengajak Daniel dan Angel beserta rombongan nya masuk ke dalam ruangan CEO di sana.


Beberapa bodyguard berjaga di luar untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.


Daniel lagi-lagi memperhatikan ruangan itu, ruangan yang tidak lebih besar dari ruangan CEO DnA.


Raymond yang melihat reaksi Daniel pun lagi- merasa ketar-ketir. Karena dia tau sendiri betapa mewah dan megahnya ruangan CEO DnA.


"Bagaimana tuan. "


"Biasa saja. " jawaban Daniel yang singkat itu begitu menohok di hati Raymond.


"Jadi, apa kau ingin membeli perusahaan ini atau tidak? " tany Angel santai.


Pertanyaan Angel, Lagi-lagi membuat Raymond mengeluarkan keringat dingin.


"Aku ingin melihat surat-suratnya dulu. Biar diperiksa pengacara. "


"Baik tuan. " Raymond menuju lemari besi di sebelah meja kerjanya. Rupanya disana Raymond menyimpan berkas-berkas pentingnya. Kemudian Raymond memberikan surat itu kepada Daniel.


"ini tuan. Itu adalah berkas-berkas kepemilikan saham dan surat-surat lainnya yang berhubungan dengan perusahaan ini. " Kata Raymond dengan yakinnya.


"Periksalah." titahnya kepada pengaca yang langsung dibawa oleh DnA.


Para pengacara yang berjumlah tiga orang itupun mulai memeriksa berkas-berkas penting milik Ellmund. Raymond tidak tau saja diwajah kedua CEO DnA itu muncul seringaian jahat yang ditakuti Peter.


Setelah beberapa saat memeriksa, pengacara itu pun membuka kembali obrolan.


"Saya rasa semuaa berkas-berkas ini asli tuan dan tidak ada yang palsu." ungkap seorang pengacara itu.


Raymond langsung mendelik mendengar ucapan pengacara itu. Karena mereka meragukan Berkas-berkas nya.


"Baiklah kalau begitu. " ujar Daniel.

__ADS_1


"Bagaiman pendapatmu Queen? "


"Terserah padamu sayang. "


" Jadi berapa lama kau akan mengurusnya?" Tanya Daniel kepada pengacaranya.


"Kurang lebih dua hari sudah selesai tuan. "


"Baiklah kalau begitu. "


"Jadi bagaimana tuan? apakah anda bersedia membeli saham dan perusahaan saya. "


Daniel tersenyum miring. "Tentu saja aku akan membelinya. "


"Baguslah, " ungkal Raymond lega.


"Dua hari lagi kami akan kemari setelah surat-surat yang dibutuhkan sudah siap. " kata Daniel sambil berdiri diikuti yang lainnya.


"Baik tuan Daniel, saya akan menunggu anda. "kata Raymond antusias.


Daniel dan rombongannya pun beranjak pergi dari kantor Raymond. Dan terlihat Raymond tersenyum senang, dia mengantarkan tamunya sampai ke lobby.


Di lobby rombongan Daniel berpapasan dengan Clara yang akan menemui daddynya. Mata Clara berbinar saat melihat Daniel, namun binar bahagia itu sirna setelah melihat seorang wanita yang sangat cantik berjalan disamping Daniel. Angel yang melihat itu tersenyum mengejek ke arah Clara.


"Sial.. " umpat Clara dalam hati.


Setelah kepergian rombongan dari DnA, Clara langsung menghampiri daddy nya.


"Apa yang terjadi dad? apakah daddy berhasil bekerja sama dengan DnA? " tanya Clara antusias.


"Dad, jawab pertanyaan ku. " rengek Clara.


"Bekerja sama gundulmu. Mereka kemari untuk melihat-lihat perusahaan Ellmund. "


"Kenapa? "


"Karena mereka akan membeli saham daddy dan perusahaan ini. "


"Apa? " teriak Clara tak percaya. "Bagaimana bisa."


"Sudah ku katakan padamu, perusahaan daddy sudah bangkrut. Hutang kita banyak, Tidak ada satupun perusahaan yang mau bekerja sama dengan kita. Segala cara sudah daddy lakukan tapi tidak ada satupun yang mau menolong daddy."


"Termasuk om Simon? "


"Ya.. Simon tidak mau menolong daddy karena hutang daddy padanya masih menumpuk. Belum sedikitpun terbayarkan, untuk membangkitkan usaha kita dulu. Sekarang perusahaan ini jatuh lagi. Tidak ada cara lain selain menjual saham dan perusahaan daddy kepada DnA. Karena hanya mereka yang mau membelinya. " kata Raymond frustasi.


Clara menjadi lemas mendengar apa yang dikatakan daddy nya. Selama ini dia tidak tau apa-apa, yang dia tau adalah meminta uang dan berfoya-foya dengan uangnya itu. Jika daddy nya bangkrut apa yang akan dia lakukan?


"Dad maafkan aku, aku tidak berguna. Aku tidak bisa membantu daddy. " kata Clara berhambur memeluk daddy nya dengan deraian airmata.


Memang penyesalan datangnya pasti belakang, kalau di depan namanya pendaftaran. Itulah yang dirasakan Clara. Seandainya dia mau mengikuti apa kata Daddy nya untuk ikut mengurus perusahaan, setidaknya dia bisa sedikit membantu beban daddy nya yang ditanggung sendirian. Kini dia hanya bisa meratapi penyesalannya dipekukan daddy nya.


DnA Corp.

__ADS_1


Daniel,Angel dan kedua asistenya juga pengacara yang tadi di bawa ke perusahaan Ellmund sedang berkumpul di ruang CEO. Mereka akan membahas sesuatu.


"Apa kalian yakin berkas-berkas tadi adalah berkas-berkas asli milik Ellmund? " tanya Daniel memastikan.


"Iya tuan, kami sangat yakin. " jawab mereka bertiga kompak.


"Bagaiman menurut mu sayang, bukankah tadi kau juga melihat berkas-berkas itu. " tanya Daniel kepada istrinya.


"Aku rasa itu memang berkas asli. Dan aku melihat kesungguhan di mata Raymond. "


"Apa dia sudah mulai bertobat? " tanya Daniel asal.


"Entahlah, mungkin karena keterpurukan sesorang, bisa membuat dia berubah. " jawab Angel dengan asal juga.


"Kalau begitu, Peter kalian siapkan tim pengacara untuk mengurus pengalihan surat kuasa dan kau Hansel siapkan beberapa orang pengacara lagi untuk mengurus penangkapan Raymond. Waktu kita hanya dua hari sesuai kesepakatan kita dengan Raymond. " Daniel memberi perintah.


"Baik tuan. " jawab mereka serempak.


"Sekarang pergilah lakukan tugas kalian sebaik mungkin. "


"Baik tuan, kami permisi. " mereka semua pergi meninggalkan ruangan CEO untuk melakukan tugas mereka masing-masing.


Tinggal Angel dan Daniel di ruangan itu. Terlihat Daniel sedang memijit pelipisnya. Angel yang melihat itu langsung berdiri dan berada di belakang kursi Daniel, tangannya terulur memijit pelipis dan kepala Daniel.


"Apa sudah merasa lebih baik. "


"Iya, lumayan. "


"Memangnya apa yang sedang kau pikirkan? "


"Entahlah, semakin kesini aku semakin merasa tidak tenang. " keluh Daniel.


"Apa karena Raymond? "


"Entahlah. Ada sesuatu yang membuatku tak tenang."


"Katakan padaku. " Angel yang biasanya bisa membaca pikiran seseorang baik dari mimik wajah atau dengan menyentuhnya, saat ini memang benar-benar tidak bisa membaca kecemasan pada diri Daniel.


"Aku tidak tau, sayang. Entahlah, terkadang tiba-tiba jantungku berdetak kencang dan tiba-tiba aku merasa gelisah. Kau lebih tau itu daripada aku kan? "


"Iya, aku pun tidak bisa melihat apa yang sedang kau pikirkan dan cemaskan. "


"Apapun yang terjadi nanti, aku berharap kau akan selalu bahagia dan jangan pernah menangis. Karena air mata mu itu sangat berharga untukku. "


Angel langsung membungkam mulut Daniel dengan ciuman dalam. Daniel terkejut dengan respon Angel. Lalu Angel melepaskan ciumannya.


"Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak. Aku tidak mau sesuatu terjadi padamu. " Angel berkata sambil menahan sesuatu ditenggorokan nya.


Daniel yang melihat itu langsung bangkit, dan memeluk Angel.


"Maafkan aku, bukan maksud ku membuatmu bersedih. Entah kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutku, maafkan aku... maafkan aku. " kata Daniel mengeratkan pelukannya.


"Mommy... " lirih Angel yang tiba-tiba teringat mommy nya.

__ADS_1


Bersambung.


Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2