
"Brak... "
Suara keras itu mengusik atensi para orang di sekitar sana. Tubuh Daniel terseret beberapa meter dari tempat kejadian. Dan mobil yang menabraknya melaju dengan kencang menjauhi tempat kejadian.
Peter langsung keluar dari mobil melihat kejadian itu, dan berlari ke arah Daniel yang sudah bersimbah darah. Matanya memanas, melihat atasan sekaligus sahabatnya itu terkapar ditengah jalan. Namun sebelum dia sampai,langkahnya terhenti, melihat sosok asing dengan sayap indah yang terbang diatas tubuh Daniel.
Semua orang yang ada disana terkejut melihat ada sosok bersayap yang terbang diatas korban kecelakaan itu. Sosok itu mendekat ke arah Daniel. Lalu menutupi tubuh Daniel dan tubuhnya dengan sayapnya yang lebar.
Daniel yang masih sedikit tersadar melihat sosok itu tersenyum dan bergumam "Cantik sekali.. " setelah itu Daniel sudah tak sadarkan diri dengan bunga yang masih digenggamnya erat.
Sosok itu meneteskan air mata. Dan mengangkat tubuh Daniel, lalu membawanya terbang dengan kecepatan cahaya. Sosok bersayap itu adalah Angel.
Flashback on.
Angel marasa gelisah dikamarnya menunggu kedatangan Daniel, dia mondar-mandir kesana kemari dengan gelisah. Tiba-tiba terdengar suara pigura yang terjatuh dan pecah, Angel mendekatinya melihat foto siapa yang jatuh. Diangkatnya pigura itu, dan ternyata ada foto Daniel di sana.
Perasaanya makin tak tenang, ingin segera menyusul. Namun jika menggunakan mobil butuh waktu lama. Akhirnya dia menuju balkon, dan memberanikan mengeluarkan sayapnya yang tersimpan rapi di dalam punggungnya. Dia memegang dada kirinya lalu memejamkan mata, dan keluarlah sayap putih bersih yang sangat indah.
Dengan kecepatan Cahaya, Angel segera bisa menemukan Daniel yang sudah terkapar bersimbah darah tak berdaya, dengan seikat bunga di tanganya.
Flash back off.
Peter tercengang melihat kejadian yang baru saja terjadi.
"Apa itu Malaikat? " pikirnya. Sejenak dia berpikir, setelah ingat sesuatu kedua matanya membola, memandang kearah langit di mana Sosok yang membawa tubuh Daniel itu terbang. "Angel." gumamnya.
Seketika Peter masuk ke dalam mobilnya dan menuju ke mansion Alexander. Sesampainya di sana dia tidak menemukan siapapun. Bahkan dia sampai masuk ke kamar Daniel. Tapi tetap tidak ada siapa-siapa. Peter jadi panik sendiri. Kemana Daniel di bawa pergi. Ditengah kepanikan itu, Peter teringat Hansel dan ayahnya lalu segera menghubungi dua orang itu. Menceritakan mulai awal hingga akhir kejadian yang di alami Daniel. Dengan perasaan cemas dan berkecamuk.
"Tenanglah Pet. tunggu ayah akan ke mansion. kau jangan kemana-mana. " Brian menenangkan anaknya.
"Iya ayah, cepatlah kemari. Aku takut. "
Begitu juga dengan Hansel, "Tunggu aku, aku akan segera pulang. jangan kemana-mana. "
Akhirnya kedua orang yang di hubungi Peter datang, dia adalah Brian dan Hansel.
"Bagaimana bisa terjadi? " tanya Hansel emosi.
"Aku sudah melarangnya, tapi Daniel memaksa keluar. " Peter masih menangis
"Sudahlah, ini sudah terjadi. kau tak perlu emosi Hans. Sebaiknya kita tenangkan pikiran dulu. " Kata Brian dengan bijak. "tadi kau bilang Daniel di bawa sosok bersayap kan?"tanya Brian.
Peter mengangguk.
" Tak perlu khawatir, dia mungkin Angel yang membawa Daniel pergi. Mungkin saat ini Daniel sudah dirawat atau di obati Angel. Dia tidak akan menunjukkan dirinya yang asli, kepada sembarang orang. Kecuali saat darurat seperti tadi. Berdoalah, semoga Daniel segera baik-baik saja. "
Hansel dan Peter mengangguk.
"Sekarang yang harus kita lakukan adalah, menyelidiki siapa yang sudah berani mencelakai Daniel. " kata Brian kemudian. "Kalian lacak CCTV disekitar tempat kejadian. dan temukan siapa pelakunya. Untuk urusan Daniel aku akan memberitahu tuan Alex. "
Benar yang dikatakan Brian, bahwa sekarang mereka harus bekerja keras mencari tahu siapa pelakunya. Akhirnya mereka membubarkan diri dan mulai menyelidiki kasus kecelakaan yang dialami Daniel.
__ADS_1
Sedangkan di suatu Villa terpencil, yang jauh dari keramaian kota, Angel sedang membaringkan tubuh Daniel yang bersimbah darah di atas ranjang. Angel menggunkan kekuatannya untuk menghentikan pendarahan yang terjadi di kepala dan beberapa bagian tubuhnya.
"Mom... tolong aku... selamatkan kan suamiku. " batin Angel yang memanggil sang mommy melalui batinnya. Dengan bercucuran air mata, Angel berusaha mengobati Daniel dan memanggil sang mommy.
Lovely yang saat ini sedang berada jauh dibelahan bumi lainnya, mendengar tangisan anaknya melalui batinnya.
"Angel.. ada apa Nak? " gumamnya, namun masih bisa didengar Alex.
"Ada apa sayang, ?" tanya Alex yang berada disis Vely.
"aku mendengar Angel memanggilku. " lirihnya.
Tak lama, Alex mendapat telpon dari Brian.
"Ada apa Brian. "
"Apa... bagaimana bisa? "
"Baiklah, aku akan segera pulang. "
Alex menutup telpon nya.
"Ada apa sayang? " tanya Vely ikut khawatir.
"Ada apa sayang, Daniel kecelakaan. Sebaiknya kau segera pergi menemui Angel, saat ini Angel dan Daniel menghilang, tadi Brian bilang Daniel dibawa sosok bersayap. Aku yakin itu Angel. "
Vely menutup mulutnya tak percaya, jangan sampai kejadian dua puluh tahun lalu terulang lagi.
"Baiklah, aku akan pergi. " Vely segera mengeluarkan sayap indahnya, dan berpamitan kepada suaminya, dan mencium sekilas bibir suaminya itu. Lalu dengan kecepatan cahaya Lovely sudah menghilang.
Alex pun segera bersiap. Dia merasa geram, siapa orang yang sudah berani mengusik keluarga Alexander.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Tak berapa lama, Lovely berhasil menemukan keberadaan anak-anaknya dengan bantuan tanda lahir di dada kirinya.
"Ternyata kau membawanya kemari. " Velly langsung masuk ke dalam Villa. Dia menuju salah satu kamar yang dia yakini ada kedua anaknya di sana.
Lovely membuka pintu dengan sangat hati-hati, dilihatnya Angel sedang mengeluarkan kekuatannya untuk menolong pria yang sangat dia cintai itu dengan bercucuran airmata.
"Kau bilang aku tidak boleh menangis, tapi kau yang sudah membuat aku menangis. Bangunlah Daniel... bangun... jangan tidur terus, katanya kau mau mengajakku berkencan sore ini. Tapi kenapa kau malah tidur, ayo bangunlah... Aku sudah siap untuk pergi berkencan denganmu. "
Lovely yang mendengar semua itu tak bisa menahan diri untuk meneteskan airmata.
"Sayang... "
Angel yang mendengar suara lembut yang menyapanya, menoleh keasal suara. Dilihatnya sosok sang mommy, yang berjalan mendekatinya. Angel langsung berhambur memeluk sang mommy.
"Mom... mommy datang... mommy mendengar panggilanku? "
Vely mengangguk.
__ADS_1
"Tolong selamatkan suamiku mom. jika kita berdua yang melakukan nya kita pasti bisa mom. " ujar Angel dengan antusias..
Vely memeriksa denyut nadi dan detak jantung Daniel yang melemah. Dengan sigap, Lovely mengeluarkan kekuatannya untuk membantu Angel mengobati Daniel.
"Sayang sebaiknya kita bawa Daniel kerumah sakit, aku rasa dia membutuhkan trasfusi darah, karena banyak mengeluarkan darah tadi, sehingga membuat denyut nadinya melemah. Kalau luka-luka di kepala dan lainnya sudah kita tutup, agar tidak terus mengeluarkan banyak darah lagi. Dan mommy rasa kaki kanannya juga mengalami patah tulang. Kita tidak bisa mengeluarkan semua kekuatan kita untuk menyembuhkan Daniel. Karena kita juga bisa kehabisan tenaga. Bagaimanapun, Daniel juga memerlukan pengobatan medis. Kita bawa Daniel ke rumah sakit ya? " Lovely memberikan penjelasan kepada anaknya itu, agar sesuatu yang buruk tidak terjadi kepada Daniel. Walaupun mereka berhasil memberikan pertolongan pertama, tapi Daniel juga membutuhkan pertolongan dari medis.
Angel setuju, Akhirnya setelah membersihkan tubuh Daniel dari noda darah yang menempel ditubuhnya dan mengganti pakaian Daniel dengan pakaian yang baru. Mereka berdua siap terbang membawa Daniel ke mansion Alexander.
Sebelumnya, Vely sudah menghubungi Brian untuk menyiapkan kendaraan menuju rumah sakit. Walaupun mereka bisa langsung membawa Daniel ke rumah sakit, tapi Lovely tidak mau jati dirinya di ketahui orang banyak. Cukup tadi siang saja Angel yang membuat keributan.
Peter, Hansel dan Brian harap-harap cemas menunggu kedatangan Daniel di mansion Alexander, setelah melakukan pengecekan cctv yang dibantu orang-orang kepercayaan Alex dan Brian.
Tiba-tiba muncul sosok yang sangat cantik dan menenangkan dari salah satu kamar ruang tamu. Dia adalah lovely. Dengan menggabungkan kekuatan Angel dan lovely, dengan cepat mereka sudah sampai di kediaman Alexander tepatnya di salah satu ruang tamu di sana.
"Nyonya, anda sudah datang. " sapa Brian membungkukkan badannya.
Lovely hanya tersenyum.
"Mom..."Peter langsung berhambur memeluk vely. " Maafkan aku mom, aku tidak bisa menjaga Daniel dengan baik. Maafkan aku. "
"Sudah tidak apa-apa, sekarang Daniel membutuhkan dukungan kalian semua, doakan dia agar segera sembuh. " kata Vely menenangkan Peter, matanya kemudian melirik ke arah sosok muda tampan di sebelah Brian.
"Kau Hansel?" tanya Vely melepas pelukan dari Peter.
"Iya nyonya. " jawab Hansel menundukkan kepalanya.
"Jangan panggil aku nyonya, panggil aku mommy, seperti mereka memanggilku. Bagaimana pun kau juga putraku.
Hansel mengangguk.
Tak lama suara pintu kamar terbuka, keluarlah Angel dengan keadaan kacau.
" Ayo kita segera bawa Daniel ke rumah sakit. " lirihnya namun masih bisa didengar semua orang.
Peter dan Hansel masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan Daniel, dia seperti sedang tertidur. setelah tubuhnya bersih dari darah. Peter dan Hansel mengangkat tubuh Daniel yang lemah itu ke dalam kendaraan yang sudah disiapkan, dan membawanya ke rumah sakit.
Di perjalanan Peter tak henti-hentinya menangis, karena merasa bersalah sudah membiarkan Daniel pergi sendiri membeli bunga itu.
Sesampainya di rumah sakit,Daniel langsung mendapat penanganan dokter.
Hansel yang tidak tega melihat Peter yang terus menyalahkan dirinya sendiri, mencoba menenangkan nya.
"Sudahlah, jangan terus merasa bersalah... Meskipun kau yang keluar dari mobil tidak menutup kemungkinan mereka tetap melakukan hal itu kepada tuan Daniel, karena yang mereka incar bukan kau, tapi tuan Daniel. " Kata Hansel menenangkan Peter.
Angel yang mendengar penuturan Hansel itupun langsung mendongak menatap Hansel dengan tatapan tajam yang mematikan.
"Apa maksudmu... "
Bersambung.
Terimakasih sudah membaca.
__ADS_1