AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 13 Alex Yang Posesif


__ADS_3

Alex dan Daniel kemudian duduk di ruang tengah Vila, sambil menunggu Cecilia melakukan tugasnya.


"Katakan padaku, bagaiman kamu menemukan wanita itu. " tanya Daniel penasaran.


Lalu Alex menceritakan semua yang terjadi padanya di pinggir pantai tadi tanpa ada yang tertinggal.


Daniel yang mendengar cerita Alex melongo tak percaya.


"Aku tau kau takkan percaya dengan ceritaku. Tapi aku berani bersumpah kalau semua yang kuceritakan tadi bukan omong kosong Niel. " Kata Alex meyakinkan.


"Dan kau tau, wanita itu sangat cantik, rambutnya putih bibirnya merah pipinya juga. Hanya matanya saja yang belum ku lihat karena dari tadi dia masih memejamkan matanya. " kata Alex menjelaskan bentuk fisik wanita itu.


"Kau memperhatikan wanita itu sampai detail seperti itu. " Kata Daniel sambil memicingkan matanya.


"Iya... dia sangat cantik. " kata Alex lagi.


Baru kali ini Daniel mendengar Alex memuji seorang wanita seperti itu. Dia jadi penasaran seperti apa wanita yang ditemukan Alex.


"Aku jadi penasaran seperti apa wanita itu. " kata Daniel.


"Tidak boleh, nanti kau jatuh cinta padanya. ingat kau sudah punya Cecilia. Jadi tidak boleh melihatnya ,. " Kata Alex posesif.


"Astaga anak ini. " kata Daniel tak habis pikir.


"Aku hanya ingin melihatnya lex, bukan untuk menikahinya. Kau ini.. " Lanjutnya sambil menggeleng kan kepala.


"Kalau aku bilang tidak boleh ya tidak boleh. Hanya aku saja yang boleh melihat nya dan Cecilia." kata Alex kekeh pada pendiriannya.


"Terserah kau saja. Nanti aku bisa minta tolong Cecil untuk memotret nya. wlee. " kata Daniel mengejek.


"Hei... " kata Alex tak Terima.


"Ngomong-ngomong dimana Brian. Kenapa aku tidak melihatnya. " tanya Daniel.


"Dia tidur dikamarnya. " kata Alex santai.


"Astaga, jadi kamu membangunkan kami, tapi tidak membangun kan Asisten mu sendiri. " kata Daniel bersungut-sungut.


Alex hanya membalasnya dengan cengiran.


"Dasar.. "


Dikamar.


Cecilia yang masuk ke kamar terkejut melihat sosok wanita yang tertidur di ranjang Alex.


"Cantik sekali. " gumamnya.


Lalu ia mendekat, dan mulai membuka pakaian wanita itu pelan-pelan. Terlihat ada tanda sayap kecil di bagian dada sebelah kirinya.


"Tubuhnya sangat halus, putih bersih dan bersinar saat terkena cahaya. "


Lalu Cecilia mulai membersihkan tubuh wanita itu dengan air hangat dan washlap. Setelah bersih dan dikeringkan dengan handuk, Cecilia memakaikan piyama yang tadi dia bawa. Setelah semua selesai, Cecilia berinisiatif memotret wanita tadi yang sudah bersih dan rapi. Satu gambar telah dia ambil..


"Cantik... benar-benar cantik. aku sebagai wanita saja sangat mengaguminya. Luar biasa. " gumamnya tak henti-henti mengagumi kecantikan wanita itu.


Setelah tugasnya selesai, Cecilia memutuskan untuk keluar kamar menemui suaminya.


Diluar kamar.


"Bagaimana..? " tanya Alex tak sabaran.


"Aku sudah membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan piyama ku. " kata Cecilia.


"Baguslah kalau begitu. Terimakasih Cecilia.. Aku tidak tau harus minta tolong pada siapa kalau tidak ada dirimu. " Kata Alex tulus.


"Minta tolong saja sama Brian, dia pasti dengan senang hati menolongmu. " kata Daniel menggoda Alex.


Alex yang mendengar kata-kata Daniel langsung melotot kan matanya.


Daniel yang mendapatkan pelototan itu langsung bersembunyi di balik tubuh istrinya.


"Cih.." decih Alex yang melihat kelakuan sahabatnya itu.


"Sudah-sudah, ayo kita kembali istirahat. aku sudah lelah dan mengantuk. " Kata Cecilia mengajak suaminya pergi.

__ADS_1


"Tunggu."


Kata-kata Alex menghentikan langkah mereka berdua.


"Mana ponselmu. " pinta Alex ada Cecilia.


"Untuk apa? " tanya Cecilia.


"Aku ingin pinjam sebentar saja. " kata Alex


"Ini." kata Cecilia sambil menyerahkan ponselnya.


"Buka kuncinya. " kata Alex lagi.


Tanpa ada rasa curiga Cecilia langsung membuka kunci ponselnya dan memberikannya pada Alex.


Alex yang menerima ponsel itu lalu mengotak atik galeri foto Cecilia, dan menemukan satu foto yang tidak ingin dia bagi pada siapapun lalu menghapusnya.


"Ini, aku kembalikan. Terima kasih. " kata Alex sambil mengembalikan ponsel pada Cecilia.


Cecilia yang menerima ponselnya kembali merasa bingung dengan sikap Alex barusan.


Alex yang melihat kebingungan pada Cecilia lalu berkata.


"Maaf tadi aku menghapus foto wanita itu. Aku tidak ingin wajahnya terekspos di luar. Aku juga takut kalau foto yang kau tunjukkan pada suamimu nanti, bisa membuat suamimu berpaling darimu. Karena dia sangat cantik. Benarkan? " Kata Alex menjelaskan kenapa dia meminjam ponselnya.


"Ah... aku tidak pernah memikirkannya, tapi kau sudah berfikir sejauh itu. Tapi kau benar lex. Terimakasih, atas perhatianmu kepada kami.. " kata Cecilia tulus.


"Sama-sama. Sekali lagi terimakasih Cecil atas bantuanmu. " kata Alex tulus.


Lalu sepasang suami-istri itupun kembali ke Vila mereka. Alex mengunci pintu Vila dan beranjak masuk kedalam kamar dan menguncinya. Takut kalau ada yang masuk nanti.


Alex mendekati ranjangnya. Dilihatnya wanita yang sedang terlelap dalam damai itu. 'Benar-benar cantik' gumam Alex dalam hati. Lalu dia menuju sofa panjang yang ada di ujung ruangan dan merebahkan dirinya di sana. Dia mengambil ponsel dan mengetikkan pesan disana.


"Pagi nanti jangan bangunkan aku, Biarkan aku bangun sendiri. Jangan ganggu aku karena aku sangat lelah. " Send Brian.


Pesan itu terkirim ke asisten Brian yang masih terlelap dalam mimpi indahnya.


Pagi harinya, Brian yang sudah bangun mencari ponselnya untuk melihat apakah ada pesan masuk? Ternyata memang ada pesan dari Tuannya yang memintanya untuk tidak menggangu nya pagi ini.


Sama, Vila Daniel pun masih tertutup rapat.


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa para tuan ini belum ada yang bangun tidak seperti biasanya" gumam nya.


"Mumpung Tuan Alex dan Tuan Daniel masih tidur aku akan pergi jalan-jalan ke desa sekitar sini. barangkali aku bisa menemukan jodohku. " batin Brian.


Brian pun pergi jalan-jalan menggunakan sepeda motor matic yang ada di sana.


Matahari mulai meninggi. Alex yang terganggu dengan udara panas itu mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Menormalkan pandangannya. Dilihatnya, wanita itu masih terlelap.


"Apa dia masih tidur? " gumamnya.


"Sudahlah sebaiknya aku membersihkan diriku dulu. "


Setelah beberapa saat Alex menyelesaikan ritual mandinya, kini dia tampak segar dan menawan. Lalu dia mendekati wanita itu, duduk disisi ranjangnya.


"Hai cantik, kenapa kau belum bangun. Apa mimpimu sangat indah sehingga membuatmu tidak mau bangun? " Alex mencoba mengajak wanita itu bicara, namun tidak mendapat respon.


"Baiklah jika kau masih ingin tidur. Tidurlah, aku mau makan dulu,perutku lapar minta diisi. " kata Alex lagi.


Lalu dia beranjak keluar dari kamarnya, mencari-cari asistennya itu.


"Dimana dia" gumamnya.


Lalu dia mengambil ponsel dan menghubungi Brian.


"Kau dimana? "


"Saya sedang Jalan-jalan tuan di desa dekat sini. "


"Ohh, baiklah. Kalau pulang bawakan makanan untukku. Aku sangat lapar. "


"Baiklah tuan, Saya akan bawakan makanan. "


Alex menutup telponnya dan pergi menuju ruang makan. Dia membuat sereal yang sama seperti Brian tadi. Lalu memakannya untuk mengganjal perut. Sebelum makanan dari Brian datang.

__ADS_1


"Lumayan." kata Alex setelah selesai makan.


Tak lama kemudian Daniel dan Cecilia masuk ke dalam Vila Alex.


"Pagi bro. "


"Pagi.. ada apa? " tanya Alex.


"Mungkin nanti sore aku dan Cecilia akan kembali pulang. " kata Daniel.


"Kenapa terburu-buru? " tanya Alex


"Tadi Cecil mendapat telpon kalau ayahnya masuk rumah sakit. Jadi kami akan pulang nanti, Cecilia sangat menghawatirkan ayahnya. " kata Daniel menjelaskan.


"Ohh... baiklah. " kata Alex singkat.


"Bagaimana denganmu? apa kau akan ikut pulang bersama kami? " tanya Daniel


"Tidak. Aku akan tetap disini. Wanita itu belum sadar. Aku akan menjaganya, sampai dia sadar. " jawab Alex.


Cecilia yang hanya menjadi pendengar dari tadi mulai ikut bicara.


"Tadi malam saat aku menggantikan bajunya yang koyak, aku tidak melihat ada luka sedikitpun. Aku juga melihat ada tanda di dada kirinya. Mungkin tanda lahir atau tatto ya? " kata Cecil menjelaskan keadaan wanita itu.


"Benarkah, tidak ada luka sama sekali. " tanya Alex penasaran.


Cecil hanya mengangguk.


"Lalu gambar apa yang ada didadanya?" tanya Alex ingin tahu.


"Seperti gambar sayap berwarna putih. "


Mereka semua terdiam dengan pikiran masing-masing setelah mendapat penjelasan dari Cecilia.


"Aku tidak pulang dulu, Niel. Aku akan tetap disini, Aku mau minta tolong padamu. " kata Alex.


"Apa... " kata Daniel ketus seolah tau apa yang akan diminta Alex.


"Biarkan Brian pulang dengan kalian. Aku titip perusahaan ku padamu. Kumohon jaga perusahaan ku bersama Brian sampai aku pulang. " kata Alex memelas.


"Sampai kapan.? " tanya Daniel lagi.


"Sampai wanita itu sadar. Dan aku akan membawanya pulang bersamaku. " kata Alex yakin.


"Apa kau serius? " tanya Daniel dan Cecil bersamaan.


"Iya... sepertinya aku jatuh cinta padanya. Jatuh cinta pada pandangan pertama. " jawab Alex mantap.


Daniel langsung memeluk Alex.


"Akhirnya sahabat ku bisa jatuh cinta. Meski aku tidak tau seperti apa wanita itu. Tapi aku akan mendukungmu bro." kata Daniel.


"Terimakasih."


"Baiklah, kau jaga wanita itu sampai siuman, perusahaaan serahkan padaku dan Brian. " kata Daniel mantap.


"Ada apa membawa-bawa namaku" Sahut Brian dari arah pintu.


"Nanti sore, kau akan kembali bersama Daniel dan Cecil. Aku akan disini sampai beberapa waktu. Kupercayakan perusahaaan kepadamu dan Daniel. " kata Alex menjelaskan.


"Kenapa? " tanya Brian gak mengerti.


"Sudahlah kau tak perlu tau. Ikuti saja perintah ku. Segera bersiaplah. " kata Alex tak ingin di bantah. "Kemarikan makananku. " kata Alex lagi.


Setelah memberikan makanannya Brian berjalan lesu menuju kamarnya.


"Apa kau tidak ingin menjelaskan sesuatu kepada Brian?." tanya Daniel.


"Sudah tidak ada waktu. Aku minta bantuan kepadamu untuk menjelaskan semua yang terjadi padaku nanti saat di perjalanan. Semoga dia bisa mengerti. Aku percaya padamu. " kata Alex.


"Baiklah, kalau begitu kami akan kembali ke Vila untuk bersiap-siap."


Alex hanya mengangguk kan kepala sebagai jawaban.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2