
Keesokan harinya.
Setelah pemeriksaan pagi, Angel dan Hansel telah bersiap-siap untuk kepulangan Daniel. Tak banyak yang mereka bawa pulang, karena sebagian barang mereka sudah dibawa pulang oleh daddy dan Peter.
Sebuah kursi roda elektrik sudah ada di sana, yang akan di gunakan Daniel untuk sementara. Selama proses penyembuhan, Daniel akan menggunakan kursi roda itu sebagai pengganti kakinya untuk menopang tubuhnya.
Hansel membantu Daniel untuk duduk di kursi roda, karena kedua kakinya masih dibalut gips. Dengan menggunakan topi dan masker Angel dan Daniel menyusuri lorong rumah sakit.
"Apakah kau tidak malu berjalan bersama pria cacat sepertiku? " ucap Daniel saat mereka melewati koridor rumah sakit.
"Kau ini bicara apa? " Kata Angel dengan nada tak suka, sambil mendorong kursi roda Daniel. Sedangkan Hansel berjalan di belakang mereka.
Daniel terdiam, sesekali dia melihat kearah beberapa orang yang sedang memandang ke arahnya dan Angel.
"Jangan pernah memikirkan pandangan orang lain. Mereka tidak tau apa yang kita rasakan, mereka hanya bisa melihat tanpa bisa merasakan. Jadi jangan pernah menghiraukan pandangan orang lain terhadap kita. " ujar Angel saat melihat Daniel tengah memperhatikan sekitarnya.
Daniel mengangguk.
Mereka terus berjalan keluar. Sampai di lobby rumah sakit, ternyata sudah ada mobil yang menjemput mereka. Mobil sudah di desain untuk kursi roda Daniel, sehingga mereka tidak perlu susah-susah memindahkan Daniell dan Angel duduk di kursi belakang, sedangakan Hansel duduk disamping supir.
Mobil pun berjalan perlahan, meninggalkan rumah sakit dan mulai membelah jalanan yang sudah mulai di penuhi kendaraan bermotor. Daniel menggenggam erat tangan Angel.
"Kenapa? " tanya Angel yang merasakan genggaman itu.
"Aku takut orang-orang akan mengejekku dan mengasihani ku. " ujar Daniel.
"Memangnya siapa yang berani mengejekmu? Siapapun yang mengeluarkan kata atau kalimat tak menyenangkan padamu, maka aku yang akan menghukum nya. "
Daniel tersenyum tipis, lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela dan melihat pemandangan di luar.
Sesampainya di mansion semua orang sudah menunggu kedatangan Daniel. Daniel turun di bantu Hansel, mungkin butuh beberapa kali naik turun mobil ini baru bisa menyesuaikan diri tanpa bantuan orang lain.
Daniel dan Angel masuk ke dalam mansion, disambut mommy.
"Selamat datang, sayang. Mommy sudah menunggumu dari tadi. " ujar mommy langsung berhambur memeluk putra laki-laki nya itu.
Angel pun langsung di peluk daddynya. Kemudian mereka masuk menuju ruang tengah, sambil menunggu makan siang yang masih disiapkan para pelayan.
"Bagaimana perasaanmu sayang? " tanya mommy kepada Angel setelah mereka berkumpul diruang tengah.
"Aku bahagia, akhirnya bisa pulang. Bisa menghirup udara sehat. Kalau di rumah sakit, aku hanya bisa mencium bau obat. Tapi kalau dirumah aku bisa mencium macam-macam bau, mulai bau masakan, bau bunga sampai bau air. " Angel terkekeh.
Semua orang ikut terkekeh melihat Angel.
"Kalau kau bagaimana, sayang? " kini giliran mommy menanyakan kepada Daniel.
"Aku juga senang, bisa kembali ke rumah. "
"Setelah makan siang, beristirahat lah. Kau juga Hansel, mommy tau kau juga pasti bosan tinggal di rumah sakit dan merindukan kamarmu. "
Hansel tersipu malu mendengar candaan mommy Vely.
Akhirnya mereka memulai makan siang yang sudah disiapkan para pelayan.
__ADS_1
"Apa kau ingin aku suapi? " tanya Angel.
"Tidak, makanlah. Aku akan mencoba makan dengan perlahan. Agar kita bisa cepat istirahat. "
"Apa kau yakin? "
Daniel mengangguk dan mulai menyuapkan sesuap demi sesuap nasi ke dalam mulutnya.
Semua orang yang melihatnya merasa bahagia, karena ternyata sudah banyak perubahan yang terjadi setelah koma. Daniel sudah bisa makan sendiri walau perlahan. Tinggal kakinya yang membutuhkan waktu untuk kembali seperti semula.
"Oh iya, dimana Peter? " tanya Angel saat tidak melihat Peter dari tadi.
"Peter masih di kantor bersama Brian. Hari ini mereka berdua yang menggantikan daddy di perusahaan. "
"Oohhh." Angel hanya membulatkan bibirnya.
Setelah makan siang usai, Angel mendorong kursi roda Daniel menuju kamar mereka di lantai dua menggunakan lift yang ada di mansion itu. Sedangkan Hansel,mommy dan daddy masuk ke dalam kamarnya masing-masing untuk beristirahat.
Sesampainya di kamar, Angel membantu Daniel berpindah ke ranjang.
"Apa kau ingin buang air kecil?" tanya Angel
"Tidak, " jawab Daniel singkat.
"Baiklah, kalau begitu minum obat dulu lalu tidurlah." Angel menyiapkan obat untuk di minum Daniel. Setelah itu mereka berdua berbaring di ranjang yang sama. Ranjang yang menjadi saksi cinta mereka berdua sejak remaja dan menjadi saksi pergulatan cinta mereka sejak mereka menikah.
"Aku merindukan ranjang ini. " gumam Angel.
"Maaf, karena aku belum bisa memberikan hakmu untuk saat ini. " kata Daniel dengan wajah sendu.
"Kau ini bicara apa. Jangan memikirkan hal itu. Aku tidak apa-apa. " ujar Angel menenangkan Suaminya itu. Lalu beringsut menyandarkan kepalanya di dada bidang Daniel. "Begini saja aku sudah bahagia, asal kau selalu ada di sisiku. "
Daniel mengusap rambut Angel dengan lembut.
"Kau akan segera sembuh, untuk itu aku akan membantu mu. Dirumah ini aku bebas menggunakan kekuatanku. Setidaknya walau tidak langsung sembuh, aku bisa membantu memulihkan keadaanmu sedikit demi sedikit. "
"Iya... Aku akan segera sembuh demi kamu. " ujar Daniel memeluk Angel.
Tidak ada suara lagi, ternyata Angel sudah terlelap di dada bidang Daniel. Daniel yang melihatnya hanya menggelengkan kepala dan tersenyum. Kemudian dia menyusul Angel di alam mimpi.
Sore harinya,
Daniel sudah segar karena sudah di mandikan Angel. Dengan menggunakan kaos oblong dan celana pendek, Daniel sudah duduk santai dikursi rodanya.
"Apa kau akan kebawah sendiri? atau menungguku? " tanya Angel.
"Aku akan turun sendiri, aku harus berusaha mandiri mulai sekarang. "
"Baiklah.Ini ponselmu, bawalah. kalau ada apa-apa segera telpon aku atau mommy dan daddy. Aku akan mandi dulu, setelah itu aku menyusul. "
Daniel mengangguk lalu meluncurkan kursi rodanya keluar kamar. Angel melanjutkan kegiatannya untuk membersihkan diri.
Daniel, yang sudah berhasil turun dengan menggunakan lift pun merasa bahagia,
__ADS_1
"Setidaknya aku tidak terlalu bergantung pada Queen, dalam hal ini. " gumamnua dengan senyum merekah.
"Daniel, kau bisa turun sendiri? " tanya mommy saat melihat anaknya keluar dari lift.
"Iya mom, setidaknya aku tidak terlalu bergantung pada Quenn. Apa yang bisa aku lakukan sendiri akan aku lakukan. " ujar Daniel
"Baiklah sayang.Terserah padamu. Mommy akan menyiapkan makan malam dulu. " ujar mommy, kemudian meninggalkan Daniel.
Daniel berputar mengelilingi mansion menggunakan kursi rodanya. Dan berhenti saat melihat Hansel baru keluar dari kamarnya.
"Hansel, bawa aku ke taman. Aku ingin bicara berdua denganmu."
"Baik tuan. " Hanselpun patuh dan mulai mendorong kursi roda Daniel menuju taman belakang.
Sesampainya di taman belakang, pandangan mata Daniel lurus ke depan melihat bunga-bunga di Sana. Sedangkan Hansel masih berdiri di belakang Daniel.
"Duduklah." Daniel menyuruh Hansel duduk di kursi yang ada di dekatnya.
Hansel pun mematuhinya, dia duduk di sebelah Daniel.
"Ceritakan padaku, apa yang terjadi setelah aku mengalami kecelakaan. Apa saja yang dilakukan Angel. "
Hansel merasa terkejut mendengar permintaan Daniel untuk menceritakan kejadian saat Daniel koma.
"Tapi tuan. " kata Hansel ragu.
"Tenanglah, aku tidak akan mengatakan apapun pada Angel. Aku hanya ingin tahu saja. Karena yang aku dengar, hanya kau yang berada disisi Angel saat dia terpuruk. "
Hansel menunduk masih ragu untuk bercerita. Tapi Daniel memaksanya. Akhirnya Hansel membuka suara.
"Saya melihat nona sangat marah dan terluka setelah saya menunjukkan bukti CCTV kepada beliau. Lalu menghancurkan markas black dragon tanpa menyentuhnya, dan menghancurkan Simon juga tanpa menyentuhnya. Kekuatan nona sangat luar biasa. " Hansel kemudian menceritakan semua kejadian dengan detail tanpa mengurangi atau menambahkan.
Daniel tercengang mendengar cerita dari Hansel. Tidak menyangka kalau istrinya ternyata sekuat itu.
"Lalu dimana sekarang anggota black dragon yang tersisa? "
"Mereka semua berada dalam naungan tuan Gilbert,tuan. Nona ingin menggunakan para anggota mafia untuk menjadi sekutunya. karena bagaimanapun mereka sudah mengetahui kekuatan nona, jadi nona tidak akan melepaskannya begitu saja. "
Daniel mengangguk membenarkan perkataan Hansel. "Lalu bagaimana dengan Simon, black dan Clara? "
"Mereka hanya menunggu kematian tuan. Nona Angel melarang kami mengobati luka mereka. mungkin sebagian luka mereka sudah membusuk."
"Ternyata istriku sangat kejam. " gumam Daniel.
"Nona hanya kejam kepada orang yang mengganggunya tuan, dan sangat mencintai keluarganya. " Hansel membela nona nya.
"Kau benar. " ujar Daniel.
"Siapa yang benar... "
Bersambung.
Terimakasih sudah membaca
__ADS_1