AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 68 Dunia Arwah


__ADS_3

Malam Harinya, Daddy Alex sudah berada di rumah sakit untuk mengunjungi anak nya Daniel.


"Dad, maaf kami harus merepotkan daddy lagi." ungkap Angel kepada daddynya.


"Tidak apa-apa sayang, Sudah tugas daddy kalau harus membantu anaknya. "


Angel masih bermanja di lengan daddynya.


Tak berapa lama Hansel muncul, menyapa semua orang yang ada di sana.


"Selamat malam semua, maaf saya terlambat. " sapa Hansel kepada semua keluarga yang ada disana.


"Hansel, masuklah. " Alex menyuruh Hansel masuk.


Hansel masuk dan bergabung dengan mereka semua.


"Peter, besok kamu masuk kerja, daddy dan ayahmu butuh bantuanmu di kantor. Hansel, kamu tetap disini, jaga Princess dan Daniel. " Alex membagi tugas kepada kedua asisten anaknya itu.


"Baik tuan. " jawab Hansel.


"Jangan memanggilku tuan, panggil Daddy seperti mereka semua memanggilku daddy. Kau juga anakku, Hansel. " Ungkap daddy Alex, menyingkirkan keraguan di hati anak angkatnya itu.


"Ba...Baik, dad... daddy. " ujarnya gagap.


"Nah itu sudah lebih baik. " mereka semua tertawa bersama, Hanya Daniel yang tidak ikut bergabung dengan kehangatan malam ini.


"Mom, dad ini sudah malam. apa kalian tidak ingin pulang dan beristirahat? " Angel menyadarkan semua orang kalau sekarang waktu sudah semakin larut.


"Ah, kau benar. Malam ini mom dan daddy pulang ke mansion sayang, kami merindukan rumah. " ujar mommy memberitahu kan maksudnya.


"iya mom, lebih baik pulang ke rumah saja. bibi An pasti sudah merindukan mommy. " ujar Angel santai.


"Baiklah kalau begitu kami pulang dulu, jaga Daniel dengan baik sayang. kalau ada apa2 segera hubungi kami. " Mommy memberikan pesan sebelum pulang ke rumah.


"Tentu saja mom, aku akan mengabarkan apapun yang akan terjadi pada Daniel. "


"Kau juga pulanglah Peter, bukankah besok kau juga harus kerja. Jadi istirahatlah yang cukup." kata Angel kemudian.


"Kau bagaimana?" tanya Peter tak tega meninggalkan Daniel dan Angel sendirian.


"Hansel yang akan berjaga disini. Benarkan Hans?"


"Benar Peter, aku sudah lebih segar. karena tadi sudah tidur seharian. " ungkap Hansel dengan bangganya.


Peter mencebikkan bibirnya.


"Baiklah kalau begitu kami pulang dulu princess, Hati-hati di sini. " Mommy memeluk Angel, lalu beranjak meninggalkan ruangan Daniel, bersama Alex, Peter dan Brian.


Kini hanya tinggal Hansel dan Angel di ruangan itu.


"Hansel... setelah Daniel sadar nanti, bawa aku ke tempat para mafia black dragon berada. "


"Baik nona. Apa yang akan kita lakukan kepada mereka? " tanya Hansel penasaran.


"Aku akan merekrut mereka menjadi bagian dari kita. Aku akan membuat sebuah organisasi untuk melindungiku dan keluarga ku dari musuh. " ujar Angel memaparkan keinginannya.

__ADS_1


Hansel mengangguk..


"Dan nanti, kaulah yang akan memimpin organisasi itu, selain menjadi asisten ku, kau juga akan memimpin mereka. " ujar Angel menjelaskan keinginannya.


"Tapi nona, kenapa bukan Peter saja? dia pandai dalam segala Hal. Baik dalam segi IT atau yang lainnya. Sedangkan saya, masih belum jelas nona.. Saya merasa tidak pantas nona. " ujar Hansel yang merasa berkecil hati.


"Peter akan selalu berada di sisi Daniel. Karena Peter sudah di latih untuk menjadi asisten Daniel sejak kami kecil. Dan aku menunjukkan mu, karena aku tau kemampuan mu." Angel menjelaskan kenapa dia memilih Hansel.


"Dan kau sudah pernah hidup di jalanan, aku rasa kau tau bagaimana kau akan menghadapi orang-orang keras kepala diluar sana. Dan lagi kaulah orang kepercayaan ku Hansel." ungkap Angel sambil menepuk bahu Hansel.


"Ini sudah larut, aku akan beristirahat. " Angel sudah menuju ranjang Daniel.


"Saya akan menunggu di luar nona. "Hansel hendak berlalu, namun kata -kata Angel menghentikannya.


" Pikirkan baik-baik permintaanku Hansel. Dan kau boleh mengajak beberapa bodyguard untuk berjaga bersamamu, agar kau tidak sendirian. "..


" Baik nona. Saya permisi. "


Hansel keluar ruangan, untuk berjaga di luar. Karena tidak etis rasanya kalau harus menunggu di dalam, melihat kedua tuannya sedang tidur bersama.


Keesokan paginya,


Mansion Alexander.


"Sayang, sebelum ke kantor, pagi ini aku ingin Peter mengantaranku ke suatu tempat. " kata mom Velly sambil membetulkan dasi suaminya.


"Kemana? "


"Makam Daniel dan Cecilia. "


"Kenapa ke sana? "


Alex mengernyitkan keningnya tak mengerti


"Aku hanya ingin memastikan sesuatu, sayang. Percayalah padaku. " Lovely meyakinkan.


"Baiklah.kalau begitu aku dan Brian akan berangkat ke kantor dulu. Atau kau ingin aku mengantarkan ke makam saudara kita? "


"Tidak perlu, pergilah bekerja. Untuk anak-anak kita. "


Lovely memasuki area makam elite itu ditemani Peter. Lovely ke sana hanya ingin memastikan sesuatu. Tepat di makam Daniel dan Cecilia, mereka berdua berhenti. Tatapannya nyalang, melihat dua gundukan tanah yang berdampingan di depannya.


"Pet, tetaplah disini apapun yang terjadi. Jagalah tubuhku. "


"maksud mommy? " tanya Peter tak mengerti.


"Aku akan ke dunia arwah, aku akan mencari Daniel di sini. Jaga tubuhku, jika dalam waktu tiga puluh menit aku tak kembali, maka bangunkan aku.


" Ba... baik mom. " jawab Peter masih tak mengerti.


Lovely menunjukkan sikap duduk, dan berfokus pada satu titik. Lalu dia tidak bergerak sama sekali.


Lovely mencoba memasuki alam arwah, dimana kedua sahabat nya berada. Dan dugaannya benar, dia melihat kedua sahabat nya tengah duduk berbincang dengan seorang pemuda tampan yang sangat dia kenal.


"Daniel." kedua pria yang memiliki nama yang sama itupun menoleh ke asal suara.

__ADS_1


"Velly."


"Mommy."


"Daniel Alexander, ternyata kau di sini. " pekik Velly dengan suara tercekat


Daniel yang dimaksud pun langsung berdiri mendekati mommy nya.


"Kenapa mommy ada disini? Apa yang terjadi. " tanya Daniel tak mengerti.


"Kau yang apa-apaan, kenapa lau ada di sini? tak tahukah kau, anakku, istrimu Angel di sana menagisimu selama tiga hari ini? " ujar mommy Velly menggebu-gebu.


"Maksud mommy?


" Ada apa ini Velly? kenapa kau bisa sampai di sini? Apa yang terjadi sebenarnya? " tanya Cecilia tak mengerti.


"Kau yang apa-apaan. Kenapa membawa Daniel kemari? "


"Bukankah dia mengalami kecelakaan dan meninggal? "


"Meninggal apanya, dia itu koma. Dia masih hidup, bernapas dan jantungnya masih berdetak. Hanya arwahnya yang tak kembali. "


Ketiga arwah di sana tercengang mendengar perkataan dari Lovely.


"Tidak mungkin. " ujar Daniel dan Cecilia.


"Lihatlah." Lovely kemudian menunjukkan suasana pagi itu di rutma sakit tempat Daniel di rawat. Terlihat tubuh Daniel yang sedang koma dengan beberapa alat medis, dan Angel yang sedang membersihkan tubuh Daniel dengan menyeka nya. Terlihat juga Angel yang sesekali menyeka air matanya dengan mata yang sedikit bengkak.


"Angel.... " Lirih Daniel tercekat melihat pemandangan itu.


Kedua orangtua Daniel melihat anaknya dengan pandangan yang entah.


"Apa itu princess kita Velly? " tanya Cecilia dengan wajah berbinar.


Lovely mengangguk. "Iya, dia adalah princess kita, anakku istri dari Daniel anakmu. Dia yang akan melahirkan keturunan Abraham dan Alexander kelak. "


" Kembalilah nak, jagalah princess kami dengan baik. Jangan biarkan dia menangis lagi. " Kata Daniel kepada anaknya.


Tak lama, terlihat pemandangan seorang pria berjas putih datang memeriksa Daniel. Dari matanya, tersirat kekaguman pada sosok Angel yang sedang berada disisi ranjang Daniel.


"Dia dokter Albert, dokter yang merawatmu pasca operasi. Aku melihat kekaguman di matanya pada Angel. Jangan sampai Angel berpaling hati kepada dokter Albert, Daniel. Kalau dia lelah menjagamu, Tidak ada kata tidak mungkin Angel akan berpaling darimu. " ujar mommy Velly menakuti Daniel.


"Tidak... itu tidak boleh. Hanya aku satu-satunya pria yang Angel cintai. " ujar Daniel dengan wajah frustasi.


"Kalau begitu kembalilah. Akupun harus segera kembali. Selamat tinggal sahabatku, senang akhirnya aku bisa bertemu dengan kalian lagi." Lovely kemudian memeluk kedua sahabatnya dan tiba-tiba menghilang.


Daniel yang melihat itupun langsung panik, karena dia merasa ditinggalkan oleh mommy nya.


"kembalilah nak, bahagiakan princess kami, dan lahirkanlah keturunan untuk kami kelak. Kami senang bertemu denganmu,dan kami akan selalu berada di dekatmu. " ucapan terakhir dari kedua orang tua Daniel terdengar, sebelum mereka juga menghilang.


"Kemana semua orang... kenapa tinggal aku sendiri... " teriak Daniel frustasi. Lalu terlihat cahaya putih di depannya, dengan sedikit ketakutan Daniel bejalan menembus cahaya putih itu.


Rumah sakit.


Setelah diperiksa dokter, yang menyatakan kalau keadaan Daniel masih stabil. Angel memutuskan untuk sarapan. Bagaimanapun dia juga butuh asupan energi untuk merawat Daniel. Setelah makan beberapa suapan, terdengar suara lenguhan dari ranjang pasien.

__ADS_1


Angel langsung menaruh sarapannya, dan mendekat ke arah Daniel. Dilihatnya Daniel yang membuka matanya.


"Daniel.. sayang... kau sudah sadar? "


__ADS_2