AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 45 Kekejaman Angel


__ADS_3

"Selamat siang... " Angel masuk bersama Daniel di ikuti Peter dibelakangnya. Berjalan menuju kursi pimpinan yang telah tersedia.


Semua dewan direksi yang hadir berdiri membungkukkan badan memberi hormat kepada pemimpin tertinggi mereka.


Angel dan Daniel mulai memimpin rapat, awalnya hanya sekedar perkenalan dan basa-basi antara pimpinan dan bawahan. Hingga pada akhirnya Angel mengajukan pertanyaan yang menohok semua orang yang ada disana.


"Apa hukuman yang pantas diberikan kepada para koruptor dan penghianat? "


Semua orang yang ada di sana langsung terdiam, dan saling berpandangan.


"Saya tanya sekali, apa hukuman yang pantas bagi seorang penghianat yang korup? " sentak Angel.


"Saya di sini sebagai pemimpin, walau saya pemimpin baru yang baru hari ini duduk di kursi pimpinan ini, tp orang tua saya sudah mengangkat saya sebagai CEO penggantinya sejak dua tahun lalu. Dan meskipun usia kalian lebih tua dari saya, saya tidak akan mengurangi rasa hormat saya. kepada Anda semua."Kata Angel lantang.


"Saya akan menghormati orang-orang yang menghormati perusahaan ini, dan saya juga tidak akan ragu untuk menghukum orang-orang yang sudah menginjak-injak harga diri perusahaan ini, dengan perbuatan kalian yang rendahan. Dengan menghianati perusahaan ini. " Lanjutnya sambil berdiri dan beranjak dari tempat duduknya.


Semua orang terdiam, dan sebagian ada yang menunduk.


Seperti yang dikatakan kemarin, saat Angel berdiri dan berjalan, Daniel dan Peter memperhatikan kemana tujuan Angel. Angel terus berjalan dengan menyampaikan beberapa pesan menohok kepada beberapa orang disana. Hingga dia berhenti dibelakang salah satu orang yang ada disana.


"Benarkan tuan Dion, apa yang saya katakan? " Angel menepuk pundak tuan Dion dan tangannya tetap berada disana beberapa saat. Daniel dan Peter merasa tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Karena selama ini tuan Dion adalah orang kepercayaan Daddy Alex, yang dipercaya untuk mengelola keuangan di perusahaan.


"Be.. benar nona." jawab tuan Dion tergagap. Dia merasa takut dan terintimidasi dangan pegangan tangan Angel di pundaknya.


Semua orang menatap heran dengan kejadian itu. Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa pemimpin baru mereka mengatakan hal seperti itu? Karena selama ini mereka bersumpah setia kepada keluarga Alexander dan perusahaan. Tapi kenapa sekarang putri Alexander mengatakan hal seperti ini?


Mereka semua sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing. Hingga suara Angel memecahkan kebingungan diantara mereka.


"Baiklah kalau begitu. Rapat ini saya tutup sampai disini." Kata Angel kembali ke kursi pimpinan. "Tapi saya masih punya sesuatu untuk kalian semua. Saya punya sebuah pertunjukan yang sangat menarik di Ballroom perusahaan. Semua sudah disiapkan oleh asisten saya Hansel, yang hari ini tidak ikut rapat karena harus menyiapkan sesuatu untuk kalian semua. " lanjutnya kemudian.


Akhirnya rapat hari itu di tutup. Dan mereka keluar meninggalkan ruang rapat, menuju ballroom di perusahaan itu. Sudah tampak beberapa orang karyawan di sana. Semua para petinggi perusahaan masuk, dan para karyawan memberi hormat dengan membungkukkan badannya. Panggung pertunjukkan masih tertutup tirai, mungkin menunggu sang CEO datang.


Diruang CEO


Angel, Daniel dan Peter tidak langsung ke ballroom hotel. Karena Daniel ingin menanyakan sesuatu kepada Angel. Mereka masuk ke ruangannya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Daniel setelah mereka berada di ruang CEO.


" Aku hanya ingin memberikan pelajaran kepada mereka. Bahwa penghianat itu tidak akan pernah termaafkan. " kata Angel.


"Apa kau yakin Tuan Dion orangnya? Bukankah dia orang kepercayaan daddy? " tanya Daniel lagi masih tak percaya

__ADS_1


"Kalau kau masih belum percaya, ayo ikuti aku. Kita akan bersenang-senang dengan mereka. "


"Kau merencanakan ini semua hanya dengan Hansel? " tanya Daniel lagi.


Angel tersenyum miring. "Karena Hansel adalah psikopat berdarah dingin. Dia menyembunyikan sifat aslinya dibalik wajah lugunya."


"Apa." teriak Daniel dan Peter tak percaya.


"Ayolah, kita keluar dan menikmati pertunjukan nya. Tenang saja, tidak akan ada pembunuhan disana. Kita hanya akan memberikan shock therapy kepada semua orang. agar tidak bermain-main dengan kita. " Kata Angel sambil melenggang pergi.


Akhirnya Daniel dan Peter mengikuti Angel dengan wajah pasrah. Ternyata mereka berdua masih belum bisa memahami karakter dua orang yang selama ini selalu bersama dengan mereka.


"Aku melakukan semua ini semata-mata hanya ingin membantumu, sayang. Agar mereka yang telah memisahkanmu dengan kedua orangtuamu segera mendapat hukuman. Dan aku akan memberikan peringatan kepada semua orang yang bekerja disini agar mereka tidak pernah main-main lagi dengan kita. " gumam Angel dalam hati.


Angel, Daniel dan Peter sudah berada di ballroom, mereka berdiri tepat di depan panggung pertunjukan. Angel berteriak dengan lantang.


"Apakah kalian sudah siap melihat pertunjukkan spesial dari kami?"


"Siaaaappp." Jawab mereka semua.


"Oke... buka tirainya. "


Tirai pun perlahan tebuka, awalnya mereka antusias ingin melihat pertunjukkan apa yang akan disuguhkan CEO mereka. Namun setelah tirai terbuka separuh mereka terheran-heran, karena melihat beberapa rekan mereka sedang duduk berlutut.


Akhirnya tirai tebuka sempurna, Dan terlihatlah wajah-wajah orang yang ada di atas panggung.


Angel berjalan ke atas panggung, mendekati para karyawan sedang duduk berlutut itu. Di belakang mereka ada Hansel yang berdiri tegap, siap melakukan perintah apa pun dari nonanya.


"Baiklah... coba kalian perhatikan baik-baik wajah-wajah orang yang ada disini. Saya yakin salah satu dari mereka adalah rekan kerja satu tim kalian, sahabat kalian, atau bahkan kekasih kalian." kata Angel.


"Saya mengumpulkan mereka disini karena satu hal. Mereka telah menghianati perusahaan ini. " Tekan Angel di setiap kata yang dia ucapkan.


Semua orang mulai bergemuruh, tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Karena mereka yang ada di atas panggung adalah karyawan-karyawan yang berprestasi dan berdedikasi tinggi di perusahaan.


"Stop! " kata Angel menenangkan orang-orang.


"Aku tau kalian tidak akan percaya tanpa adanya bukti. benarkan? " ujar Angel dengan santai. "Hansel." panggil Angel. "Siapkan semuanya, dan siapkan beberapa orang dibelakang Dion, agar dia tidak bisa lari kemana-mana" Bisik Angel ditelinga Hansel.


"Baik nona. " Kata Hansel patuh.


Hansel turun dari atas panggung menemui seseorang yang bertugas menyalakan proyektor.


Tak lama tampak beberapa adegan seorang karyawan yang ditemui orang asing. Hingga yang video terakhir memunculkan wajah Dion.

__ADS_1


Mereka semua saling berpandangan merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Video ini saya ambil dari beberapa CCTV, restoran, hotel, klub malam yang mereka tuju untuk melakukan pertemuan. " kata Angel.


Semua orang yang ada di atas panggung semakin tertunduk malu, sedangkan Dion ingin lari dari sana namun tidak bisa. Karena sudah ada beberapa orang yang berdiri di belakangnya dan siap membawanya ke depan.


Angel tersenyum sinis, melihat Dion yang digiring ke atas panggung, dan dipaksa berlutut.


"Dia adalah orang kepercayaan daddy ku, saat daddy memimpim perusahaan ini. Namun setelah daddy mengundurkan diri, apa yang kau lakukan? Apa kau selama ini tidak mempercayai suamiku, untuk memimpin perusahaan ini? " tanya Angel dengan sedikit penekanan.


"Ya... Karena kalian masih bocah ingusan. Tau apa kalian tentang perusahaan. " Teriak Dion.


Daniel yang mendengar semua itu masih merasa tidak percaya. Apalagi alasannya karena usianya.


"Cih... alasan. Bilang saja kamu ingin mengambil alih perusahaan ini. Dan kau berhasil mempengaruhi mereka semua untuk menjadi antek-antekmu. " tunjuk Angel kepada karyawan yang sedang berlutut.


Semua orang terperangah mendengar penjelasan Angel.


"Aku punya bukti yang memberatkan kalian semua. Termasuk orang yang ada di belakangmu." ujar Angel.


"Saya sebagai CEO di sini mengumumkan kepada kalian semua, bahwa mereka semua yang ada di panggung ini. Saya pecat. Dan semua kekayaan mereka akan kami sita. Untuk menutupi kerugian perusahaan akibat ulah kalian semua. " tegas Angel.


"Semua bukti sudah diserahkan kepada pengacara perusahaan. Dan kalian selamat menikmati hati-hari kalian dipenjara. " ujar Angel.


"Dan ini juga peringatan untuk kalian semua." Angel menunjuj semua orang yang ada di sana. "Kalian semua menjadi kaya karena bekerja disini, dan bisa pensiun dengan tenang jika sudah waktunya. Namun, jika kalian berani main-main dengan perusahaan, jangan harap kalian akan memiliki uang walau hanya satu sen. Camkan itu."


Semua orang membeku mendengar ancaman CEO baru mereka. Mereka kira CEO Daniel yang seperti gunung es itu sudah menakutkan, ternyata CEO mereka yang ini lebih menakutkan. Dia tidak segan-segan mempermalukan seseorang didepan orang banyak, seperti yang dilakukannya saat ini. Bahkan selain hukuman penjara, Dia juga mengambil semua aset yang dimiliki, tanpa memikirkan keluarga para tersangka. Mungkin mereka akan berpikir dua kali agar tidak bermain-main dengan sang nyonya besar.


"Pak polisi masuklah, tangkap mereka semua. Pengacara ku yang akan mengurus mereka semua agar mendapat hukuman yang setimpal. " ujar Angel yang memecah keheningan dengan senyum devilnya. senyum yang sangat ditakuti Peter.


Banyak polisi yang masuk untuk membawa para karyawan yang bersalah. Mereka berteriak meminta maaf, memohon ampun dan memohon belas kasihan agar tidak menyita aset kekayaan mereka kepada kepada Angel. Namun Angel cuek tidak memperdulikan mereka.


Angel bejalan mendekati Daniel dan merangkul lengannya. Daniel yang masih terpaku melihat kejadian barusan masih merasa tidak percaya. Angel benar-benar melakukan semua ini tanpa sepengetahuannya.


"Ayo kita pergi, aku sudah lapar. Bukankah ini saatnya makan siang? pertunjukan telah usai. " ujar Angel menyadarkan Daniel.


Daniel yang tersadar memejamkan matanya sejenak, lalu menatap manik mata Angel.


"Sejak kapan kau merencanakan semua ini?


Bersambung.


Terimakasih sudah membaca.

__ADS_1


__ADS_2