AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 32 Pertemuan


__ADS_3

Angel masuk ke dalam Mansion dengan senyum lebar di bibirnya. Membalas sapaan semua pelayan Mansion. Bibi An mendekat lalu memeluk nona mudanya.


"Nona, anda sudah kembali... syukurlah. " kata bibi An sambil memeluk Angel.


"Iya bibi, aku sudah pulang. Aku sangat merindukan masakanmu. "


Bibi An melepas pelukannya. Dan mengusap airmata dari pipinya. "Baiklah nona, bibi akan memasakkan sesuatu yang spesial buat nona untuk makan malam. Sekarang nona istirahatlah. " Kata bibi An, lalu melihat sosok pria di belakang nona mudanya dan bertanya. "Siapa dia nona? "


Angel sampai lupa kalau dia membawa seseorang. Lalu mengenalkan kepada semua pelayan di sana.


"Perkenalkan dia Hansel, dia adalah asisten ku. Perlakukan dia seperti kalian memperlakukan Peter. Karena kedudukannya sama dengan Peter." Kata Angel dengan penuh ketegasan.


"Baik nona. " kata mereka serempak.


"Oh ya Hans dia bibi An, kepala pelayan dimasion ini. Dialah yang merawatku dan Daniel sejak kami bayi. " Angel memperkenalkan mereka.


Hansel mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan bibi An, dan bibi An pun menyambutnya.


"Kemarin apakah uncle Brian meminta bibi menyiapkan sebuah kamar? "


"Iya nona, kamarnya ada disebelah kamar tuan Peter. "


"Baguslah tolong antarkan Hansel ke kamarnya. dan tolong tunjukkan juga isi didalam kamarnya. "


"Baik nona, mari tuan. "


Hansel pun mengikuti kemana bibi An pergi. Sedangkan Angel pergi ke kamarnya di lantai atas.


Sesampainya di kamar angel memandang seluruh isi kamar yang terlihat sama seperti saat dia meninggalkannya dulu, tapi kemudian memicingkan matanya, melihat ada sedikit perubahan di sana.


"Pintu apa itu? " gumamnya. Dia mendekat kearah pintu yang asing baginya,lalu membukanya.


Dahinya mengernyit saat tau ternyata pintu itu menghubungkan antara kamarnya dengan kamar Daniel. "Kenapa Daniel membuat pintu ini. " Pikirnya tak mengerti. Lalu dia melangkah masuk ke kamar Daniel, dilihatnya seluruh isi kamar. Dia lalu menyunggingkan senyum lebar, saat melihat bingkai foto pernikahannya yang tercetak besar dan tergantung di depan ranjang tidurnya.


"Mungkin dia memandangi foto kami saat akan tidur. " kekehnya. Lalu kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Setelah selesai membersihkan diri Angel bergegas menuju ruang makan, karena perutnya sudah terasa sangat lapar. Di ruang tengah dilihatnya Hansel sedang mengotak atik ponselnya dan juga sudah rapi dengan setelan casual nya.


"Kau sudah rapi saja. " sapa Angel basa basi.


Mendengar suara nona mudanya Hansel langsung berdiri. "Maaf nona saya tidak tau kalau anda sudah datang. "


"Sudahlah tidak perlu sungkan, anggap rumah sendiri. Kalau di rumah ini anggap lah kita semua keluarga, Tapi kalau di kantor profesionalismu harus kamu jaga. " kata Angel, sambil duduk di kursi yang bersebelahan dengan Hansel


"Baik nona, mohon bimbingannya. "

__ADS_1


Bibi An datang mendekat, "Nona makan malam sudah siap. "


"Ah, ya... aku sudah sangat lapar. " katanya lalu beranjak menuju ruang makan.


"Bi, apa Daniel tidak pulang? "


"Tuan Daniel dan tuan Peter sedang keluar kota nona untuk menyelesaikan masalah di kantor cabang. Kalau tidak salah ini sudah hari ketiga. Apa nona tidak menghubungi tuan?" kata bibi sambil menyiapkan makanan untuk nona nya.


Saat bibi An ingin menyiapkan makan untuk Hansel, Hansel menolaknya.


"Saya bisa sendiri, bi. " katanya sungkan.


Bibi An hanya tersenyum melihat Asisten nona mudanya itu. Karena dia sangat sopan.


"Tidak, aku tidak akan menghubunginya. Aku mau buat kejutan untuknya bi. Ku harap semua pelayan dan security disana mulutnya tidak bocor." kata Angel memperingatkan.


"Baik nona, akan saya sampaikan kepada semua orang agar menyimpan kabar kedatangan anda. "


Angel lalu menikmati makanan yang sudah terhidang.


"Masakan bibi memang the best. " katanya setelah menyelesaikan makan malamnya.


Lalu dia beranjak. Hans, kau istirahatlah dulu.Jika ingin berkeliling besok saja. Besok aku juga akan mengenalkanmu pada seseorang. Jadi untuk malam ini kau hanya perlu istirahat untuk menyiapkan kegiatanmu besok.


Angel pun segera masuk ke kamarnya karena dia juga merasa lelah. Setelah mengganti piyama, dia menuju balkon kamar. Pandangannya melihat jauh keatas sana. "Daniel, aku sudah pulang. Kapan kau akan pulang. Tidakkah kau merindukanku? " gumamnya. Lalu dia menutup pintu balkon, dan masuk kedalam kamar. Malam ini dia ingin tidur dikamar Daniel, seperti biasa saat dia dulu sering mengendap-endap masuk kekamar Daniel. Dia terkekeh geli bila ingat hal itu. "Betapa konyolnya aku. " kekehnya.


Angel merebahkan tubuhnya diatas ranjang, lalu menarik selimut hingga batas dada. Dipandangi nya foto pernikahan mereka berdua. "Dua tahun lalu. " gumamnya. Lalu dia pun terlelap.


Pukul 23.00 Terdengar suara deru mesin mobil berhenti dihalaman Mansion. keluar dua pemuda tampan, dengan aura dingin yang keluar dari tubuh mereka. Dengan pandangan yang tajam, dan wajah nya yang datar seorang pria memasuki Mansion dengan langkah tegap nya, diikuti pria lain dibelakangnya.


"Istirahatlah, kau pasti juga lelah. " Katanya pada pria dibelakangnya.


"Baik tuan anda juga harus segera istirahat. "


Lalu mereka menuju kamar masing-masing.


Pria itu adalah Daniel dn Asistennya Peter.


Daniel segera menuju kamarnya untuk membersihkan diri, karena dia merasa sangat lelah hari ini.


Saat masuk ke kamarnya dia memicingkan mata karena melihat lampu tidur diatas nakas menyala, dan tercium aroma yang sangat harum menyeruak di indra penciuman nya. Daniel lalu menyalakan saklar lampu, membuat ruangan kamarnya menjadi terang benderang. Lagi-lagi dia menajamkan penglihatannya saat melihat ada seseorang yang sedang terlelap di ranjangnya.


Daniel mendekat, matanya melebar saat melihat siapa yang sedang terbaring diranjangnya. Matanya memanas, bibirnya kelu tak bisa mengucapkan sepatah katapun. Jantungnya berdetak tak karuan. Tak terasa airmatanya menetes. Dia segera beranjak menuju kamar mandi untuk mengontrol diri nya.


Dia menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya yang masih mengenakan pakaian kerjanya. Dia bersembunyi dibalik aliran shower untuk mengontrol segala perasaan yang sedang berkecamuk didadanya.

__ADS_1


"Angel... kaukah itu... apa aku bermimpi? Apa aku berhalusinasi karena terlalu merindukanmu? " gumamnya, dengan tetesan air mata yang terus jatuh dibalik derasnya air yang membasahi tubuhnya.


Dirasa dirinya sudah tenang, Akhirnya dia membersihkan diri, lalu keluar dari kamar mandi dan berjalan ke walk in closet untuk mengganti pakaian nya dengan piyama tidur. Dia menuju ranjang, dilihatnya sosok itu masih terbaring disana. Akhirnya dia membaringkan tubuhnya disisi Angel yang dia anggap hanya halusinasi.


Dipandangi nya wajah itu, wajah yang sangat tenang dan damai dalam tidur. "Apakah aku bermimpi atau berhalusinasi? " Dipandangi nya lekat-lekat wajah itu, lalu tangannya menyingkirkan kan rambut-rambut halus yang menghalangi pemandangannya. Lalu membelai lembut pipinya, sampai ke bibir. Disentuhnya bibir itu dengan lembut, dan dengan naluri alaminya Daniel mengecup bibir itu sekilas.


"Ini bukan mimpi, " gumamnya. "Aku bisa menyentuhnya bahkan aku bisa mengecup bibirnya. " gumamnya lagi. Seketika itu wajahnya yang biasa datar berubah dengan senyuman lebar.


Dipandangi nya terus wajah itu tanpa bosan, sambil mengelus lembut rambut dan pipinya. Dia merasa sangat bahagia. Semua rasa lelahnya hilang seketika saat ia bertemu orang yang sangat dicintainya.


Angel yang merasa terganggu dengan usapan tangan Daniel pun membuka matanya, dengan setengah sadar dia bergumam. "Tidurlah Niel jangan ganggu aku, aku ngantuk" lalu bergerak memunggungi Daniel.


Satu detik, dua detik, tiga detik.


Angel melebarkan matanya, lalu berbalik menghadap kearah Daniel. Dilihat nya sosok yang sangat dicintainya itu ada di hadapan matanya. Tanpa ba-bi-bu- lagi Angel langsung menarik Daniel ke pelukannya.


"Aku merindukanmu... aku merindukanmu Daniel... kenapa kau baru datang... aku sudah datang dari tadi sore... aku menunggumu pulang tapi kau tak pulang-pulang sampai aku ketiduran... Aku merindukanmu... " Angel mengungkapkan semua kerinduannya dengan deraian air mata.


Daniel yang mendengarnya pun, tak kalah terisak. dia memeluk erat tubuh wanita yang dicintainya itu dengan deraian airmata yang sama. "Aku juga merindukanmu... sangat merindukanmu... Tiap hari aku selalu memikirkanmu... menghitung waktu berapa lama lagi kita akan bertemu. Hingga membuat dada ini terasa sesak. " kata Daniel dengan suara tercekat.


Mereka masih berpelukan, untuk mengungkapkan semua rasa yang ada. Setelah dirasa tenang, akhirnya mereka menguraikan pelukannya. Saling memandang dan tersenyum bahagia, lalu Angel memeluk Daniel lagi, dan Daniel pun membalas pelukan Angel.


"Aku merindukanmu... " gumamnya Angel dengan suara lirih.


"Aku juga merindukanmu... " gumamnya Daniel.


Lalu Daniel melepaskan pelukannya, memandang wajah wanita yang dicintainya lekat-lekat lalu memajukan wajahnya kehadapan wajah Angel hingga bibir mereka saling menempel. Daniel me****t lembut bibir manis itu, Angel pun ikut membalas l*****n bibir Daniel. Mereka berciuman dengan mesra, menyalurkan segala cinta dan kerinduan yang selama ini menahan mereka.


Daniel melepas ciumannya, lalu membersihkan bibir Angel dari sisa saliva yang menempel.


"Aku mencintaimu my Queen.. "


"Aku juga mencintaimu my King.. "


Akhirnya mereka berciuman kembali, dengan segala rasa yang mereka miliki. Tanpa nafsu, karena mereka hanya menyalurkan rasa rindu mereka.


Setelah ciuman mereka terlepas. Daniel menuntun Angel untuk berbaring. Tidurlah... kita butuh istirahat malam ini. Angel mengangguk. Dan mereka pun tidur dalam posisi berpelukan. seolah tak ingin berpisah kembali.


Bersambung...


Hayo siapa yang berfikir kalo mereka mau nananina... Ditahan dulu ya...


Angel dan Daniel udah ketemu nih.... Mana komentarnya donk biar rame, biar kolom komentarnya ga sepi kayak di kuburan.


Terimakasih sudah membaca...

__ADS_1


__ADS_2