
Hari ini adalah akhir pekan,jadi mereka tidak berangkat bekerja hari ini. Mereka berkumpul di gazebo taman belakang, setelah selesai sarapan. Di sana mereka akan membicarakan rencana kedepan untuk perusahaan.
"Princess, apa tante Vely tidak ikut kembali bersamamu? " tanya Peter memecah keheningan.
"Tidak, Mommy bilang padaku akan menunggu daddy disana. " jawab Angel sambil bergelayut manja di lengan Daniel.
"Daddy juga berpamitan padaku akan menemui mommy, sebelum kita pergi kantor cabang kemarin. " sahut Daniel.
"Jadi apakah Om Alex dan tante Vely tidak akan kembali? " tanya Peter lagi.
"Aku rasa... Mereka ingin menghabiskan waktu berdua. " kata Angel. "Tapi mommy janji akan menemui kita nanti, saat kita membutuhkan mereka. " lanjutnya.
"Biarlah mereka bahagia dan menghabiskan waktu berdua... Sekarang tugas kita mengendalikan perusahaan, karena mom dan daddy sudah menyerah kan tanggung jawab besar ini kepada kita. " ujar Daniel.
Mereka bertiga menganggukkan kepala.
"Hans, mulai besok belajarlah bersama Peter. Agar kau bisa jadi asisten yang bisa ku andalkan. " kata Angel.
"Baik nona. "
"Nanti uncle Brian akan datang, dia juga akan membimbing mu. Uncle Brian adalah asisten daddy dan ayah dari Peter. " sahut Daniel.
"Kapan aku mulai masuk perusahaan? " tanya Angel
"Senin besok, aku akan memperkenalkanmu kepada seluruh karyawan DnA. "
Angel hanya manggut-manggut.
"Baiklah kalau begitu... Hans ayo ikuti aku keruang kerja. Aku akan mengajarkanmu beberapa hal. " Kata Peter sambil beranjak.
Hansel pun ikut berdiri dan mengikuti kemana Peter pergi.
Kini, tinggal Angel dan Daniel yang masih berada di gazebo itu.
"Queen, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. "
Angel menoleh ke arah Daniel.
"Sepertinya serius... katakanlah. "
"Aku sudah mengetahui siapa pembunuh mama dan papaku. "
Angel menaikkan sebelah alisnya.
"Maksudmu... paman Daniel dan bibi Cecilia? "
"iya... "
"Jadi mereka beneran dibunuh? bukan murni kecelakaan? " tanya Angel terkejut mendapat fakta itu.
Daniel mengangguk.
"Lalu apa yang akan kau lakukan? "
"Aku ingin membalas mereka semua. "
__ADS_1
"Mereka? maksudmu, pelakunya tidak hanya satu orang? "
Lagi-lagi Daniel mengangguk.
Angel memejamkan mata dan menghirup nafas dalam - dalam.
"Ceritakanlah... aku akan mendengarkan. Setelah itu kita akan tau apa yang harus kita lakukan. "
Akhirnya Daniel menceritakan kejadian itu, sesuai cerita yang diceritakan uncle Brian.
"Haaahhh.... mereka memang sangat kejam. Kita harus membalasnya. Tidak cukup daddy hanya membuatnya bangkrut. Kita juga harus menjebloskan mereka ke penjara. Lebih bagus lagi kalau mereka mendapat hukuman mati atas segala tindak kejahatan yang mereka lakukan. " Geram Angel.
"Lalu apa yang sudah kau lakukan untuk membalas mereka. " Tanya Angel kemudian.
"Aku sudah mendekati perusahaannya untuk bekerja sama. Namun tuan Raymond menyodorkan anak perempuannya kepadaku. "
"Cih... murahan... " decih Angel. "Lalu apa kau menerima wanita itu. " kesal Angel.
Daniel yang melihat adanya kecemburuan pada diri Angel tersenyum senang.
"Ck.. kenapa senyum-senyum seperti itu. Menyebalkan. " dengus angel.
"Aku hanya senang ternyata Queen ku bisa cemburu seperti itu. " gemas Daniel sambil menggoyang-goyangkan kedua pipi Angel.
"sakit tau... " kata Angel sambil mengelus pipinya."Katakan apa kau menerima wanita murahan itu. "
"Tentu tidak, untuk apa aku memungut baru kerikil, kalau aku sudah punya batu berlian yang langka. " ujarnya.
"Baguslah." kata Angel sambil tersenyum.
"Tapi... " Daniel menggantung kalimatnya.
"Dia selalu menggangguku. Selalu di sekitarku walau sudah aku abaikan. Bahkan wanita itu mengaku kalau dia adalah kekasihku" kata Daniel sambil memijit pelipisnya
"Maksudmu.... dia seperti ulat yang suka menempel gitu? "
Daniel mengangguk ragu.
"Sial... "
"Tapi aku tidak pernah menanggapi, tanya saja Peter. Dia yang selalu menempel padaku, sampai-sampai wanita itu tidak bisa mendekat. "
"Baguslah. Peter memang bisa diandalkan. " ujar nya.
"Kenapa kau tidak mengusirnya saja?" tanya Angel penasaran.
"Tidak mungkin sayang, karena dia adalah jalanku untuk mendekati perusahaan ayahnya yaitu Ellmund. Orang yang telah menghabisi kedua orang tuaku. " kata Daniel menjelaskan alasaan.
Angel mengangguk mengerti.
"Baiklah kalau begitu, mulai sekarang jauhi wanita ular itu. Karena sudah ada aku. Aku tidak mau ada wanita lain yang berkeliaran disekitarmu selain aku." ujar Angel kemudian..
"Baiklah, aku mengerti. Jadi.... apa kau akan membantuku. ? " tanya Daniel.
"Tentu saja. aku tidak akan membiarkan kematian paman dan Bibi sia-sia.Aku akan mendukungmu dengan segala kemampuan yang kumiliki. " kata Angel yakin.
__ADS_1
"Terimakasih." ujar Daniel, lalu memeluk Angel.
Angel pun membalas pelukan Daniel. Setelah mereka mengurai pelukannya, Daniel merasa salah tingkah. Angel yang melihat gelagat aneh suaminya pun bertanya. "Kenapa? "
"Ti... tidak... tidak apa-apa. " katanya canggung, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Angel yang masih tidak mengerti pun hanya menggedikkan bahunya.
Daniel lalu berdiri, dan menarik lengan Angel. Angel yang terkejut dengan perlakuan Daniel pun makin heran. "Kenapa?"
"Ayo ikut aku. " Daniel langsung menarik lengan Angel dan membawanya masuk ke dalam Mansion.
Angel hanya mengikuti langkah Daniel karena tangannya sedang digenggam erat Daniel. Mereka menuju kamar Daniel di lantai atas.
Sesampainya di kamar, Daniel langsung mengunci pintu kamarnya. Angel yang masih bingung dengan kelakuan Daniel hanya bisa terdiam. Daniel menatap Angel dengan pandangan yang entah...
"Kenapa? " tanya Angel lagi dengan lembut, lalu mendekat ke arah Daniel.
Daniel berhambur memeluk Angel. "Maafkan aku, aku tidak bisa mengendalikan diriku saat didekatmu. " bisiknya di telinga Angel.
Mendengar bisikan itu, sontak membuat Angel meremang. "Maksudmu... "
Daniel menganggukkan kepalanya dengan pandangan mata yang berkabut gairah.
"Apa boleh... aku memintanya sekarang? " tanyanya.
"Sekarang...? di siang ini?" tanya Angel tak percaya.
Lagi-lagi Daniel mengangguk. "Apa boleh? Aku hanya akan melakukan nya jika kau mengijinkan, aku tidak akan memaksamu. " ujar Daniel.
Angel masih ragu, dia tidak segera menjawab. Daniel yang melihat ada keraguan dihati Angel pun merasa sedikit kecewa. Dia hendak beranjak dari hadapan Angel. Namun tangan Angel menahan nya.
"Mau kemana?
" Aku tidak akan memaksamu. " kata Daniel dengan sedikit kecewa.
Angel yang melihat kekecewaan di wajah Daniel pun merasa tak tega. Dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan Daniel. Angel mendekat, lalu mencium bibir Daniel lembut. Daniel yang terkejut dengan perlakuan Angel pun mulai mengikuti instingnya. Mereka saling menyesap satu sama lain dan saling bertukar saliva. Ciuman yang awalnya lembut kini jadi makin menuntut.
Daniel merebahkan tubuh Angel di atas ranjang dengan tautan bibir yang masih menempel. Entah siapa yang memulainya, tapi kini pakaian mereka sudah teronggok dibawah sana. Daniel melakukan dengan perlahan karena ini yang pertama bagi mereka berdua.
Sekali, dua kali Daniel mencoba menerobos gawang Angel tapi belum berhasil, entah karena sosis berurat milik Daniel yang telalu besar atau sarang burung milik Angel yang kesempitan. Tapi Daniel terus berusaha mencoba memasukkannya. Hingga di percobaan ketiga akhirnya dia berhasil. Sungguh lega hati Daniel,karena berhasil memasukkan sosil berurat miliknya kedalam sarangnya. Dibawah sana Angel sedikit meringis merasakan sakit, hingga tanpa terasa ada butiran air mata yang keluar.
Melihat itu Daniel merasa bersalah. Lalu mengusap air mata Angel dan mengecupnya.
"Maaf... " katanya lirih.
Angel menggelengkan kepalanya, tanda tidak apa-apa. "Teruslah bergerak..." katanya.
Dan mereka pun akhirnya berbuka puasa setelah dua tahun menikah. Melepaskan segala dahaga dan kerinduan yang ada. Ini bukan malam pertama mereka tapi siang pertama untuk mereka berdua yang sedang dimabuk cinta.
"Terimakasih... " kata Daniel sambil mengecup mesra kening Angel, setelah menyelesaikan ritual suami istri.
Angel hanya membalasnya dengan anggukan, karena dia masih mengatur nafasnya yang masih tersengal karena kegiatan panas mereka.
Kini mereka sudah benar-benar menjadi pasangan suami istri seutuhnya, menanggalkan gelar saudara atau kakak beradik diantara mereka.
__ADS_1
Bersambung.
Hareudang.... hareudang...