
Setelah kepergian mommy mereka tidak tahu akan melakukan apa, sedangkan Hansel di minta daddy untuk pergi ke perusahaan membantu Peter.
"Sekarang, apa yang akan kita lakukan? " tanya Angel. "mansion ini terlihat sangat sepi, padahal banyak pelayan berkeliaran. "
"Apa kau bisa mengajakku keluar untuk jalan-jalan? " celetuk Daniel.
"Kau ingin jalan-jalan, sayang. " tanya Angel tak percaya.
Daniel mengangguk menanggapi pertanyaan Angel.
"Baiklah kita jalan-jalan, tapi kita bersiap dulu. "
Angel dan Daniel menuju kamar untuk bersiap..
Kini mereka berdua sudah berada di mall terbesar di kota itu.
"apa yang kau inginkan. " tanya Angel.
"Aku ingin kencan ala rakyat jelata. " kata Daniel tenang.
"Maksudmu kencan rakyat jelata itu seperti apa? " tanya Angel tak mengerti.
"Mmmm.... keluar masuk toko melihat lihat harga baju, tapi tidak membelinya. " kata Daniel sambil terkekeh.
"kau ini ada-ada saja." Ang ikut terkekeh mendengar penuturan Daniel.
Angel kemudian mendorong kursi roda Daniel, Tiba-tiba Daniel menyuruh Anggel berhenti saat melihat toko yang menjual pakaian dalam. Dan Daniel meminta Angel menuju gerai yang menjual berbagai macam lingerie.
"Ah kalau,melihat ini aku tidak bisa mengajarinya kencan ala rakyat jelata. " gumam Daniel melihat-lihat ke arah berbagai macam lingerie yang terpampang.
"Mau apa kemari? " tanya Angel dengan mengerucutkan bibirnya.
"Kau tidak ingat kata mommy tadi. kita harus sering melakukannya, agar aku cepat sembuh. '
kata Daniel dengan kerlingan matanya.
" Kau ini. ini di tempat umum sayang. " bisik Angel di telinga Daniel.
"Aku tau karena itu aku ingin membeli beberapa baju haram itu, untuk kau pakai nanti malam dan malam-makam selanjutnya. " kata daniel dengan senyumam nakalnya.
"Kau ini... dasar omesh. " kesal Angel.
"Kalau aku omes, berarti aku masih normal dong sayang. " kata daniel dengan mengerlingkan matanya.
"Baiklah, terserah padamu saja. " akhirnya Angel menyerah pasrah. .
" nah gitu donk. Istriku memang pinter. " kata Daniel dengan mencubit pipi Angel.
Akhirnya mereka memilih beberapa lingerie yang akan Angel pakai, saat malam hari nanti. Ada beberapa warna yang di minta Daniel, terutama warna Hitam.
__ADS_1
"Ini sepertinya cocok untukmu. sangat kontras dengan kulitmu. "
Angel memutar bola mata mata malas. Karena melihat Daniel sangat bersemangat memilih pakaian kurang bahan itu. Apalagi mereka diperhatikan para pegawai toko.
"Kenapa? " tanya Daniel yang melihat kalau Angel kurang semangat.
"Tidak apa-apa. " kata Angel cuek.
"Ya sudah kalau begitu, tidak jadi. Kita pergi saja dari toko ini. " Daniel kemudian memencet tombol otomatis di kursi rodanya. Dan keluar dari toko tadi.
Angel yang melihat itu, jadi tak mengerti. dengan sikap Daniel. Dilihatnya kursi roda Daniel terus meluncur menuju Lift. Angel hanya . Mengikutinya dari belakang..
"Dia kenapa? " batin Angel tapi twrus mengikuti Daniel.
Hingga lift terbuka, Daniel tidak memperdulikan Angel, dan langsung masuk kedalamnya. Lalu memencet tombol turun. Angel gelagapan melihat sikap Daniel yang tidak seperti biasanya, yang tidak memperdulikan nya.
Di dalam lift Daniel segera mengubungibOeter agar segera menjemputnya.
"Pet, jemput aku di Mall Xx Sekarang juga. "
Sebelum Peter menjawab Daniel sudah mematikan ponselnya. Entahlah, apa yang dirasakan Daniel saat ini. Rasa Egonya lebih besar dari biasanya. Keluar dari lift Daniel memutar kursi roda lagi sampai di pintu keluar mall. Dan dia menunggu Peter di pintu keluar.
"Aku tunggu di depan pintu ke luar Mall. Cepat datang. " Daniel mengirim pesan kepada Peter
Peter yang sudah berada di lobby perusahaan membaca pesan dari Daniel.
"Ada apa dengannya? apa dia bertengkar dengan princess? " gumam Peter lalu mengambil mobilnya untuk menjemput sang tuan muda, setelah mengirim pesan kepada Hansel.
"Dimana dia? " batinnya tanpa memperdulikan banyak orang yang sedang memperhatikan nya karena kecantikan wajah dan rambutnya.
Angel mencoba menghubungi Daniel berkali-kali namun tidak diangkat.
"Baru kali ini dia mendiamkan ku. Apa sikapki tadi keterlaluan ya, jadi dia tersinggung. " Angel langsung menepuk jidatnya setelah menyadari sesuatu.
"Dia pasti maraha karena sikapku tadi. Aku lupa kalau dia sangat sensitif di masa-masa seperti ini. Ya... aku yakin dia pasti marah padaku. Maafkan aku sayang, aku tak sengaja menyakitimu. " gumam Angel dalam hati, sambil terus berlari menuju pintu keluar.
Setelah sampai di pintu keluar, Angel melihat Peter hendak memasukkan Daniel ke dalam mobil. Angel terus berlari secepat kilat menghampiri keduanya.
"Pet, " angel memanggil peter dan menggelengkan kepalanya.
Peter yang mengerti gerakan itupun langsung berhenti hendak memasukkan Daniel ke dalam mobil. Daniel yang merasa aneh kenapa peter tidak melanjutkan gerakannya pun langsung menoleh kebelakang, dan dia melihat Angel di sana.
"Pet, cepat masukkan aku ke dalam mobil. "
"Kau ini kenapa? bertengkar dengan princess, kalau bertengkar selesaikan masalah kalian baik-baik jangan seperti anak kecil." nasehat Peter.
Daniel mendengus mendengar Peter berbicara seperti itu. Dan membiarkannya. Peter kemudian pergi memberi ruang untuk mereka berdua.
Angek mendekat. Dan berdiri di depan Daniel. Daniel langsung memalingkan wajahnya. Melihat sikap Daniel yang seperti itu, membuat Angel merasa sangat bersalah.
__ADS_1
Lalu Angel merendahkan dirinya, dan bersimpuh di hadapan Daniel untuk mensejajarkan dirinya. Daniel yang melihat itu langsung membelalakkan matanya.
"Apa yang kau lakukan. " sentaknya, karena tidak ingin melihat Angel melakukan hal itu.
"Maafkan aku, karena sikapku yang tak sengaja melukaimu. " kata Angel dengan mata berkaca-kaca dan menggenggam tangan Daniel erat.
"Berdirilah, kau tak perlu seperti ini. " kata Daniel melunak karena tak suka jika harus melihat air mata Angel.
"Tidak, aku tidak akan berdiri jika kau belum memaafkanku. " ujar Angel dengan nada sedikit merajuk.
"Baiklah.. aku memafkan mu. sekarang berdirilah. Tak enak dilihat banyak orang. "
Angel tak langsung berdiri.
"Boleh peluk? " tanya Angel sedikit manja.
Daniel merentangkan tangannya, dan Angel langsung berhambur memeluknya.
Di tempat yang tak jauh dari mereka, Peter merasa cengo.
"Cih... marahan macam itu kalau cuma sebentar, merepotkan orang saja. Aku harus meninggalkan pekerjaan ku hanya untuk melihat drama mereka berdua. " peter merasa kesal dengan kelakuan dua sahabatnya itu yang tidak ada akhlak
Peter langsung mendekat,
"Sudah, cuma segitu aja marahan nya. Dasar kekanakan. Kau sudah menggangguku pekerjaanku, Daniel. Aku harus meninggalkan rapat hanya karena pesan bodohmu itu. Dan bodohnya aku, yang mengkhawatirkanmu. "
"Sudahlah, sesama orang bodoh jangan saling mengatai. " celetuk Angel.
Daniel dan Peter yang mendengar celetukan Angel langsung melotot.
"Hehehehe... " Angel tersenyum garing menggaruk tengkuknya.
"Jangan marah pet. maafkan aku, karena mengganggu waktumu. " ucap Daniel menunduk.
Angel langsung melotot kearah Peter.
Peter yang melihat pelototan mata Angel jadi mengerti.
"Tidak... tidak apa- Niel, aku tadi cuma bercanda."
"Sensi amat ni, orang. " batin Peter.
"Baiklah, untuk menebus kesalahanku kepada Daniel dan menebus waktu berharga Peter, aku akan mentraktir kalian makan siang. Karena ini sudah waktunya makan siang. " ujar Angel.
Peter dan Daniel berpandangan, dan mereka tersenyum.
Akhirnya mereka pergi makan siang bersama setelah drama yang terjadi. Angel sudah menghubungi sopirnya, untuk pulang lebih dulu, karena mereka akan pergi menggunakan mobil Peter.
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca.