AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab. 48 Saling Terbuka


__ADS_3

Di sebuah gedung pencakar langit, diruangan tertinggi gedung itu. Terlihat dua anak manusia yang masih bergelung dengan selimut, mereka tidak menyadari kalau malam semakin larut. Hingga akhirnya salah satu dari mereka menggeliat kan badannya.


"Jam berapa sekarang. " gumam Angel yang bangun lebih dulu. "Astaga, sudah jam sepuluh malam. "


Angel melepaskan pelukan dari tangan Daniel yang membelit perutnya, lalu beranjak ke kamar mandi di ruangan itu untuk membersihkan dirinya.


Dia berendam dalam bathtub, dengan aroma terapi yang menenangkan. Angel tersenyum sendiri mengingat kegiatannya tadi siang bersama Daniel.


"Gila... " Angel tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Kenapa aku bisa jadi wanita penggoda seperti itu? Ah, Tidak apa-apa menggoda suami sendiri tidak apa-apa. " Angel meyakinkan dirinya sendiri dengan wajah yang sudah memerah seperti tomat.


Selesai membersihkan diri, Angel berganti pakaian lalu mendekati Daniel yang masih terlelap. Dia duduk di tepi ranjang, lalu membelai wajah pria itu dengan lembut.


"Daniel... Suamiku... Bangunlah... "


Daniel hanya menggeliat kan badannya. Lalu melanjutkan tidurnya. Angel yang melihat kelakuan suaminya itu hanya menggelengkan kepalanya.


"My King... apa kau sangat lelah? sampai-sampai kau tidak mau bangun? " Gumam Angel ditelinga Daniel. "Aku lapar, sayang... " rengek nya masih ditelinga Daniel.


Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Angel sontak Daniel langsung membuka matanya.


"Jam berapa sekarang? " tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Jam sepuluh malam. "


Daniel membola, "Astaga... sudah selarut ini. Kenapa kau baru membangunkanku Queen?" Tanya Daniel dengan suara parau khas bangun tidur sambil mengelus pipi Angel.


"Aku sendiri baru bangun, mungkin kita memang kelelahan karena kegiatan kita tadi. " ujar Angel sambil mengejek kearah Daniel.


"Bukankah kau yang lebih dulu menggodaku. " Daniel merasa kesal


Angel tertawa lepas mendengar kekesalan suaminya itu.


"Karena aku tidak mau melihatmu murung seperti itu. Sakit rasanya melihat mu seperti itu. "


Mendengar ucapan Angel, Daniel merasa bersalah. "Maafkan aku. Aku tidak bermaksud.... "


Angel langsung memotong perkataan Daniel dengan membungkam bibirnya agar tidak berbicara lagi.


"Aku yang salah karena sudah merahasiakan ini darimu. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin membantumu. Maafkan aku. "


Ganti Daniel yang membungkam bibir Angel dengan ciuman panas karena terus mengucapkan kata maaf .


"Sudah jangan katakan kata maaf lagi. Mulai hari ini apapun yang akan kita lakukan kita harus saling terbuka, Okey. " ujar Daniel.


Angel mengangguk.


"Baiklah, aku akan membersihkan diriku dulu, setelah itu kita mencari makan. Karena aku sendiri sudah sangat lapar. " Daniel berjalan santai menuju kamar mandi, masih dalam keadaan tanpa sehelai benang pun.


"Astaga... " gumam Angel menepuk jidatnya melihat kelakuan absurd suaminya itu.


🏪🏪🏪🏪🏪🏪🏪


Kini Angel dan Daniel sedang berada di sebuah restoran yang buka 24 jam, mereka berdua duduk di kursi paling pojok untuk meminimalisir tatapan orang-orang di sekitarnya. Walau terlambat, mereka sudah menjadi pusat perhatian sejak mereka masuk ke dalam resto. Karena penampilan mereka yang berbeda dari yang lain. Apalagi paras mereka yang membuat semua orang yang menatapnya menjadi meleleh.


"Apa kita kelihatan aneh?kenapa mereka membicarakan kita? " tanya Angel pada Daniel di hadapannya.

__ADS_1


"Tidak, aku rasa mereka hanya kagum padamu. "


Angel hanya mengembuskan nafasnya kasar.


Tak lama pesanan mereka pun datang. Angel memakan makanan itu dengan lahap karena dia memang sudah sangat lapar.


"Pelan-pelan makannya. " kata Daniel sambil mengambil sisa makanan di bibir Angel.


Membuat semua orang yang sedang memandang nya meleleh... "so sweet... " gumam mereka.


Angel tersenyum, lalu dia mengambil sesendok makanan lalu menyuapkannya ke mulut Daniel.


Manis sekali apa yang mereka lakukan satu sama lain. Mereka melakukan hal manis itu tanpa peduli orang-orang disekitarnya yang memandang ke arah mereka.


Akhirnya, makan malam itupun selesai. Mereka segera meninggalkan resto itu dan menuju ke mansion.


Di mansion


Suasana tampak sepi, karena waktu sudah mendekati tengah malam. Namun dilihatnya ruang kerja masih menyala.


"Siapa yang masih berada di ruang kerja? " tanya Angel kepada Daniel.


Daniel menggedikkan bahunya. Namun dia berjalan menuju ruang kerja.


Dibukanya pintu ruang kerja, dilihatnya Peter sedang melamun seorang diri dengan beberapa berkas di atas meja.


"Masuklah, aku rasa kalian berdua perlu bicara. Aku akan menunggumu di kamar. " Kata Angel sambil menepuk punggung suaminya itu.


Daniel mengangguk. Lalu melangkahkan kakinya memasuki ruang kerja. Angel sendiri langsung melenggang pergi ke kamar.


Peter yang masih asik dengan lamunannya tidak menyadari kalau Daniel sudah berada di sampingnya.


"Apa yang sedang kau pikirkan? "


"Astaga... kau mengagetkanku... "


"Kenapa kau ada di sini? Kenapa belum tidur. " Daniel memberondong Peter dengan banyak pertanyaan.


"Satu-satu kalau tanya. " kesal Peter.


"Aku tidak bisa tidur.. Makanya aku berada di sini mengerjakan beberapa berkas untuk besok. "


"Cih.... mengerjakan apanya. lihatlah berkas itu masih belum tersentuh. "


"Aku baru masuk kedalam sini tuan muda... " geram Peter.


Hening... suasana diruangan itu menjadi hening.


"Maafkan aku. " lirih Daniel.


Peter yang mendengar tuan muda sekaligus sahabatnya itu minta maaf jadi merasa bingung.


"Untuk apa? "


"Karena selama ini aku belum bisa terbuka padamu. Apa yang ku inginkan, apa yang ingin ku kerjakan semua masih aku tahan. Belum bisa ku ungkapkan kepadamu. Entahlah kenapa Aku masih belum bisa membuka hati untuk percaya kepada orang lain selain Mommy, Daddy, dan Angel."

__ADS_1


"Aku bisa memaklumi nya, karena selama ini kehidupanmu hanya berkaitan dengan ketiga orang itu. Kau jarang berkomunikasi dengan orang lain, selain Angel, om Alex dan Tante Vely. Aku sangat paham tentang hal itu. Kau tidak perlu minta maaf. " ujar Peter menenangkan sahabatnya itu. "Mulai sekarang bukalah hatimu untuk orang lain, cobalah untuk mempercayai orang lain. Terutama padaku. Karena aku adalah asisten mu, yang siap 24 jam membantumu saat kau butuh sesuatu. Itu sudah tugasku melayani mu, jangan pernah sungkan. Aku akan setia padamu, seperti ayahku yang setia pada tuan Alex. "


Daniel terharu mendengar perkataan Peter. Sontak dia langsung memeluk Peter. "Terimakasih Pet... kau memang satu-satunya sahabat yang aku punya. Maafkan Aku. "


Peter membalas pelukan sahabatnya sekaligus atasannya itu, sambil menepuk-nepuk punggungnya. "Aku juga berterima kasih, karena kau sudah menerimaku menjadi sahabatmu dan sekarang menjadi asisten mu. " kekeh Peter.


Mereka melepaskan pelukan lalu tersenyum, dan melakukan tos dengan tinju tangan ala lelaki.


"Apapun yang terjadi katakan saja padaku, kau tidak perlu sungkan. " ucap Peter kemudian.


"Baiklah." jawab Daniel singkat. "Ini sudah malam cepatlah istirahat. Besok kita harus berangkat pagi. " lanjutnya, sambil berdiri.


"Iya, sebentar lagi aku akan tidur. "


Daniel pergi meninggalkan Peter. Peter memandang kepergian Daniel dengan senyum yang terukir di bibirnya.


"Terimakasih, semoga kedepannya kita bisa berkerjasama dan berkomunikasi dengan baik. " gumam nya dalam hati.


Daniel sudah sampai di kamarnya. Dilihatnya sang istri sedang tiduran di atas ranjang sambil menonton film yang dia sukai.


"Bagaimana?" tanya Angel saat melihat Daniel mendekatinya.


"Sudah... aku sudah meminta maaf padanya. dan akan mencoba mempercayainya. "


" Baguslah... memang harus seperti itu. Antara bos dan asisten harus tercipta chemistry yang kuat agar tidak terjadi perpecahan atau beda pendapat. " kata Angel sambil berlalu menuju walk in closet menyiapkan piyama untuk suaminya.


"Terimakasih sayang... " kata Daniel saat menerima piyama dari tangan Angel. Lalu dia segera mengganti bajunya dengan piyama.


"Apa kau sudah ngantuk?" tanya Angel


"Belum, kenapa? Apa kau ingin bermain kuda-kudaan seperti tadi siang? "


"Tidak... aku juga belum bisa tidur. Mungkin karena kita tadi tidur terlalu lama, jadi tidak ngantuk sekarang. "


Daniel membenarkan.


"Sini, temani aku nonton film. " kata Angel sambil menepuk ranjang sebelahnya.


Daniel menurut, mereka pun tidur berdampingan di atas ranjang sambil nonton tv yang menayangkan film romantis. Dengan tangan Daniel yang menjadi bantal untuk Angel.


Tak lama tangan Daniel sudah aktif menggerayangi tubuh Angel. Mencari mainan kesukaannya, yaitu dua squishy yang empuk dan lembut.


Angel yang awalnya merasa risih sekarang membiarkan saja tangan suaminya itu bergerak aktif. Karena keinginan suaminya itu tidak bisa ditolak.


Awalnya hanya tangan saja yang bergerak aktif, sekarang bibir Daniel pun sudah bertengger manis di ceruk leher Angel. Dan mulai menjelajah kemana dia suka.


"Astaga... gagal aku nonton film. Niatnya pengen ditemani, eh malah digerayangi. " gumam Angel dalam hati. Tapi dia pun menerima dengan senang hati perlakuan suaminya itu.


Akhirnya pertempuran panas siang tadi harus berlanjut malam ini hingga waktu menjelang pagi.


Sebelum melanjutkan tidurnya. Daniel memberi pesan kepada Peter.


✉️ "Atur ulang jadwal ku. Pergilah ke kantor lebih dulu dengan Hansel. Aku akan menyusul agak siang. Aku mau tidur dulu jangan diganggu dengan alasan apapun" send


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2