
"Nona hanya kejam kepada orang yang mengganggunya,tapi beliau sangan mencintai keluarga nya. " ujar Hansel.
"Kau benar. "
"Siapa yang benar... " tanya suara yang mengejutkan mereka berdua.
"Angel, kau sudah selesai sayang? ' tanya Daniel mengalihkan perhatian..
" Iya baru saja aku selesai. Kalian berdua sedang membicarakan apa? "Tanya Angel Lagi.
" Tidak kami tadi hanya membicarakan masalah di kantor. " ujar Daniel mencoba menutupi apa yang mereka bicarakan.
"Kau tidak bisa membohongi ku sayang. "
Daniel menghembuskan napasnya.
"Aku lupa siapa yang aku hadapi saat ini. " kekehnya. "Hansel, kau boleh kembali. Sudah ada Queen yang akan menjagaku. " ujarnya lagi.
"Baik tuan. saya permisi nona. "
"Hmm.. pergilah hans. " Angel lalu mendekat ke arah Daniel dan duduk di kursi yang tadi di duduki Hansel.
"Katakan."
"Aku hanya ingin tau apa yang dilakukan istri cantikku ini selama aku koma. Dan aku menanyakan tentang Simon. " kata Daniel menel dagu istrinya itu.
"Oohh.. " kata Angel membulat kan bibirnya.
"Apa kau mau duduk di pangkuan ku?" tanya Daniel.
" tidak-tidak. Nanti aku jatuh. Lagipula kakimu masih sakit. " Angel menolak.
"Ayolah... tidak sakit kok. " Daniel memaksa.
"No Daniel," lalu Angel berdiri dan mendorong Daniel berkeliling di sekitar taman. "Lebih baik seperti ini. "
Mereka berdua akhirnya hanya jalan-jalan, menikmati suasana taman mansion Alexander.
'Sudah lama kita tidak jalan-jalan seperti ini. " Celetuk Daniel.
"Iya dulu kita sering berjalan-jalan disini. Oh iya apa pinky dan grey masih hidup? " tanya Angel.
"Masih, aku menyuruh pelayan merawatnya. Besok saja kita melihatnya" kata Daniel saat melihat Angel akan mencari pelayan. "sekarang kita masuk. "
"Baiklah." ujar Angel mendorong mendorong kursi roda Daniel masuk ke dalam Mansion.
"Queen."
"Hmmm... "
"Apakah aku boleh melihat orang yang sudah membunuh kedua orang tuaku? "
"Kenapa? Apa kau kasihan kepada mereka? "
"Tidak, aku hanyaa penasaran dengan keadaan mereka. Itu saja. Apakah sudah sepadan dengan hukuman nya karena telah membunuh papa dan mamaku. " ujar Daniel menjelaskan maksudnya.
"Baiklah, setelah kau lebih membaik, kita akan melihat mereka. " kata Angel kemudian.
Mereka berdua sudah sampai di ruang tengah. Dimana dilihatnya Daddy sedang berbicara serius dengan Hansel.
__ADS_1
"Ada apa dad, serius sekali. " sapa Angel sambil duduk di kursi kosong.
"Tidak apa-apa, daddy hanya menanyakan beberapa hal tentang pekerjaan kepada Hansel. " jawab Daddy.
"Maaf dad, aku merepotakanmu. " ucap Daniel dengan menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa prince, santai saja. Kau ini seperti pada siapa saja. Aku ini daddy mu sayang. jangan pernah lupakan itu. "
Daniel mengangguk.
"Oh iya, daddy lupa. Dari awal masuk kerja daddy ingin menanyakan ini. Apakah kalian sudah mengakuisisi perusahaan Ellmund? " tanya daddy penasaran.
"iya kami mengakuisisi perusahaan Ellmund sehari sebelum Daniel kecelakaan, Kemudian Putri Raymond ingin balas dendam dengan bantuan Simon. " angel yang menjawabnya.
"Lalu, apa yang akan kalian lakukan pada perusahaan Ellmund?" tanya daddy tak mengerti, karena selama yang dia tau, perusahaan Ellmund saat ini kosong, tanpa kegiatan apa pun.
"Akan aku jadikan markas organisasi ku dad. " jawab Angel santai.
"Organisasi apa maksudmu princess, coba jelaskan pada daddy. "
"Ada apa ini, kenapa wajah kalian serius sekali? " Mommy tiba-tiba sudah berada di tengah-tengah mereka.
"Aku ingin membuat organisasi seperti dirimu dad. Orang-orang simon yang sudah melihat kekuatan ku, akan bergabung dengan organisasi ku. Agar mulut mereka tidak sampai didengar di luar sana. "
Daddy dan semua orang yang ada di sana manggut-manggut mengerti.
"Lalu kapan akan mulai beroperasi? " tanya daddy kemudian.
"Mulai besok aku akan menyuruh Hansel mengurusnya. Lagipula sekarang aku ada dirumah, jadi aku bisa melakukan apapun tanpa bantuan Hansel. "
"Baiklah, lakukan yang terbaik. Daddy percaya kepada kalian berdua. " kata Daddy menepuk bahu Hansel.
Mereka semua akhirnya beranjak menuju ruang makan, untuk menyantap makan malam buatan mommy.
"Apa aku terlambat untuk ikut makan malam bersama kalian? " Ujar Petter yang baru saja datang.
"Tidak, kami baru saja akan mulai makan malamnya pet, ayo ikut gabung. " ujar mommy
Peter duduk di sebelah Hansel.
"Hai bro, apa kabar. Maaf tadi aku tidak ikut menjemputmu. " Peter menyapa Daniel yang sedang makan.
"Tidak apa-apa, Aku titipkan perusahaan padamu selama aku belum sembuh. " ujar Daniel dengan tersenyum
"Percayakan padaku. Aku dan daddy akan bekerja sebaik mungkin. " kata Peter percaya diri.
Semua orang menggeleng kan kepala mendengarkan omongan Peter.
"Sudah... sudah, ayo cepat di makan. " kata mommy.
Mereka semua akhirnya makan dengan tenang, hanya terdengar suaranya sendok dan garpu yang berdenting.
Setelah makan malam selesai, Angel pamit membawa Daniel ke kamar untuk minum obat dan beristirahat. Semua orang membiarkannya, karena Daniel memang harus banyak istirahat untuk saat ini.
Di kamar,
Setelah meminumkan obat, Angel berinisiatif memeriksa kaki Daniel. Angel mengeluarkan kekuatannya untuk di salurkan ke kaki Daniel. Perlahan, Daniel merasakan hangat mengalir ke sekujur tubuhnya.
"Hangat, " lirihnya.
__ADS_1
Angel tersenyum, akhirnya dia bisa mengeluarkan kekuatannya, untuk menyembuhkan Daniel sedikit demi sedikit. Karena itu Angel ingin mengajak Daniel segera pulang, agar bisa mengeluarkan kekuatannya. Jika di rumah sakit, dia tidak bebas untuk mengeksplor kekuatannya.
"Apa ini Queen, rasanya sekujur tubuhku terasa hangat. " tanya Daniel.
"Apa kakimu juga merasakannya? "
"Terasa tapi hanya sedikit. "
"Baguslah." ucap Angel senang. "Sedikit demi sedikit, aku akan menyembuhkan kakimu. " katanya Antusias.
Daniel menganggukkan kepalanya, "terimakasih sayang. "
"Untuk saat ini, seperti ini dulu. Sekarang beristirahatlah. " Angel lalu membaringkan Daniel. dan menyelimuti nya hingga batas dada.
"Kau mau kemana?" yanga Daniel saat melihat Angle beranjak.
"Aku akan mengganti baju dulu dan menggosok gigi. Setelah itu, aku juga akan tidur bersamamu. "
kata Angel lalu melenggang pergi ke walk in closed.
Setelah selesai membersihkan diri, Angel naik ke ranjang di sebelah Daniel dan tidur bersama.
Daniel menghadap ke arah Angel, lalu merapikan anak rambut yang menutupi wajahnya,
"Terimakasih karena selalu berada di sisiku., merawatku walau aku dalam keadaan seperti ini. Kau pasti lelah. " kata Daniel sambil membelai pipi angel
"Tidak sama sekali. Justru aku bahagia bisa merawatmu. Apabila kita lakukan dengan ikhlas tidak akan terasa berat. Itulah yang kurasakan." ujar Angel sambil menelusup kan tangannya ke dalam piyama Daniel, dan bermain disana.
"Apa kau menginginkannya? "
"Hmm... jujur saja aku menginginkan nya. Tapi aku tidak bisa memaksakan keinginanku. "
"Maafkan aku, tapi jika kau menginginkan nya, aku bisa melakukannya dengan cara lain. "
"Caranya? " Angel memicingkan matanya.
Lalu dilihatnya Daniel tersenyum mesum.
Daniel meminta Angel membantu nya untuk duduk sedikit bersandar. Lalu meminta Angel mendekat, lebih dekat lagi. Lalu tangan kiri Daniel memegang tengkuk leher Angel dan berinisiatif menautkan bibir mereka, Mereka berciuman dengan mesra, ciuman yang awalnya biasa saja akhirnya berubah menjadi panas. Daniel mencium Angel dengan rakus, seolah dia sangat kelaparan. Hingga membuat Angel kewalahan.
Lalu tangan Daniel menelusup kebawah perut angel, menuju lembah basah milik istrinya itu. Dan memasukkan kedua jarinya kedalam sangkar burung yang sudah lama tidak dihuni dan menggerakkannya perlahan. Sedangakan di atas sana Angel sudah meracau tak karuan. Ciuman Daniel pun sudah merambat ke leher dan turun ke dua buah squishy milik Angel. Daniel menikmatinya disana, sambil terus menggerakkan jarinya di bawah sana.
"Faster... "
Daniel menyeringai dan menggerakkan jarinya lebih cepat.
Tak lama terdengar suara lenguhan panjang dari bibir Angel dengan tubuh yang menggelinjang.
Daniel melepaskan tangannya dari bawah sana dan menjilati hasil percintaan mereka tanpa merasa jijik sedikitpun.
"Maaf karena untuk saat ini aku hanya bisa melakukan ini untukmu. "
Dengan nafas yang masih tersengal Angel m ngukir senyumnya dan mengusap wajah Daniel.
"Terimakasih, kau yang terbaik, sayang. "
Bersambung.
Terimakasih sudah membaca.
__ADS_1