
Jika di perusahaan Ellmund sedang mengalami goncangan hebat akibat banyak investor yang menarik saham maupun kerjasama yang batal. Berbeda jauh dengan di perusahaan DnA. Ada dua sosok manusia yang tertawa lepas mendengar kabar goyah nya Ellmund.
Ya mereka adalah Peter dan Hansel, saat ini mereka sedang merayakan keberhasilan rencana mereka yang mengguncang keuangan Ellmund.
"Tinggal dua langkah lagi. " ujar Peter.
"Iya... tinggal dua langkah lagi kita akan menghabisi Raymond. " balas Hansel dengan seringai jahatnya.
"Kita harus mengatakan pada Princess kalau rencana awal kita berhasil. Untuk rencana kedua kita membutuhkan bantuan Princess dan Daniel. "
Hansel mengangguk. "Ayo kita keruangan mereka. " kata Hansel beranjak dari duduknya, diikuti Peter.
Di depan ruang CEO, mereka bersitegang siapa yang masuk lebih dulu.
"Sebaiknya kau ketuk pintunya lebih dulu. Aku tidak mau melihat adegan panas mereka berdua. " ketus Peter.
Akhirnya Hansel mengalah, dia mulai mengetuk pintu ruangan CEO.
Tok... tok... tok...
Dari dalam ruangan, Angel dan Daniel yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya saling berpandangan. Ternyata kegiatan mereka berdua di luar ekspektasi kedua asisten nya yang sedang berpikiran mesum.
"Siapa? " tanya Daniel
"Entah." jawab Angel singkat.
"Masuk." teriak Daniel dari dalam ruangan.
Peter dan Hansel yang mendengar itu, langsung membuka pintu. Angel dan Daniel yang melihat ternyata kedua asisten nya yang mengetuk pintu kembali saling berpandangan.
"Tumben mereka mengetuk pintu, biasanya langsung nyelonong masuk saja. " Batin mereka berdua.
"Ada apa? " tanya angel kemudian.
"Kami ingin memberi tahu sesuatu nona. " ujar Hansel dengan ragu.
"Apa itu sesuatu yang penting? "
"Tentu saja princess, kalau tidak penting kami tidak akan menghadap kalian berdua. "
Angel dan Daniel kembali berpandangan. Lalu mereka bangkit dari duduknya menuju kursi tamu yang ada di ruangan. Mereka berempat duduk dengan wajah serius.
"Katakan." kata Daniel membuka pembicaraan.
"Kami telah berhasil melakukan guncangan untuk Ellmund tuan. " Kata Peter.
Daniel mengangkat satu alisnya mendengar ucapan Peter.
"Maksudmu."
__ADS_1
"Kami berhasil membuat para pemegang saham atau investor menarik saham mereka dan membatalkan kerjasamanya dengan Ellmund. Dan itu membuat keadaan perusahaan itu terguncang." jelas Peter.
"Bagus." ujar Angel singkat. "Kalian memang bisa diandalkan. " Lalu apa lagi. "
"Kami juga menyebarkan desas-desus kalau perusahaan Ellmund akan bangkrut. Sehingga mereka akan kesulitan mencari investor. " giliran Hansel yang menjelaskan.
"Lalu." Angel bertanya dengan santai, sambil memperhatikan mimik wajah kedua asistennya yang antusias.
"Mereka akan mencari pinjaman, jika tidak ada yang mau berinvestasi di perusahaan mereka, satu-satunya jalan yang akan mereka lakukan adalah menjual saham milik Raymond. " kata Peter antusias. "Jika Raymond mencoba menawarkan sahamnya, kami harap kalian berdua mau membeli saham Raymond, tuan. Dengan begitu kita bisa memiliki kekuasaan di Ellmund dengan saham tertinggi. Kita juga bisa mulai membeli beberapa saham para direktur yang di jual. sehingga kita bisa menguasai Ellmund sepenuhnya. Bukankah kalian ingin menghancurkan Raymond dan Ellmund,kita bisa melakukannya dari dalam dengan mengakuisisi nya. bukankah itu syarat keduanya princess. " Peter menjelaskan rencananya panjang lebar.
Daniel tersenyum tipis mendengar penjelasan Peter.
"Baiklah. Kerja bagus teman-teman. " kata Angel. "Aku sudah mengerti maksud kalian. Baiklah, aku dan Daniel akan memikirkan nya. Terimakasih atas kerja keras kalian. "
"Kalau begitu, kita hanya tinggal menunggu kapan Raymond akan menjual saham miliknya. " kata Daniel dengan senyum jahatnya.
Peter dan Hansel mengangguk membenarkan ucapan Daniel dengan tertawa lebar.
"Kalian berdua bisa diandalkan. Terimakasih. " ucap Angel tulus.
"Tentu saja kau bisa mengandalkan kami mulai dari sekarang princess. " ujar Peter jumawa.
"Cih... bukankah kalian melakukan sesuatu karena ingin mendapatkan sesuatu. " Decih Daniel melihat tingkah Peter yang sok keren itu.
Peter hanya nyengir kuda.
Angel yang mendengar perdebatan antara kedua orang itu hanya tersenyum simpul dan menggeleng kan kepalanya.
"Baik nona. Untuk saat ini kami akan melakukan tugas kami dengan baik. " Hansel menimpali.
Sedangkan Daniel dan Peter saling memalingkan pandangannya. Melihat itu Angel dan Hansel terkikik geli. Ternyata mereka berdua masih kekanakan.
"Sudah sayang, mereka memang pantas mendapat kan hadiah besar setelah melakukan hal besar. kita harus mengapresiasi kerja keras mereka. " ucap Angel
"Baiklah, terserah padamu saja. " jawab Daniel singkat.
"Kalau begitu kami pergi dulu nona, tuan. Kami masih harus memantau perkembangan Ellmund. " pamit Hansel dengan sopan.
"Baiklah, kalian bisa pergi. Kalau ada apa-apa segera beritahu aku atau Daniel. "
"Oh iya aku lupa, ini ada beberapa berkas yang harus kalian periksa. Dan segera tindak lanjuti. " ujar Angel kemudian.
"Baik Nona. " Hansel mengambil berkas itu lalu dia melenggang pergi meninggalkan ruangan CEO.
Masih diruang CEO.
"See... kamu bisa lihat kan mereka bisa di andalkan. walau aku lah yang memberi jalan kepada mereka untuk melakukannya. Tapi mereka bekerja dengan sangat baik dan cepat. Sesuai perkiraan ku. Dan jika prediksi ku tepat, beberapa hari lagi Raymond akan menemui kita untuk menjual sahamnya. Karena keadaan perusahaannya yang sudah kolaps. " Kata Angel kepada Daniel yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Kau memang selalu luar biasa sayang. " Daniel menarik Angel duduk di pangkuannya.
__ADS_1
Angel lalu refleks mengalungkan tangannya di leher Daniel. Dengan posisi yang sedekat itu jantung mereka semakin berdetak kencang. Dan entah siapa yang memulai mereka saling memagut satu sama lain. Suara decapan kedua bibir mereka saling beradu memenuhi ruangan itu.
"Apa kau menginginkanku siang ini? " tawar Angel kepada Daniel.
Tawaran yang menggiurkan dan tidak bisa ditolak oleh seorang Daniel.
"Kapan pun aku selalu menginginkan mu sayang, hanya saja, kau tau sendirikan tugas kita yang menumpuk setiap hari. "
"Kau benar, kita punya tanggung jawab lain. Setidaknya kegiatan ber *cinta kita bisa mengurangi stress. " Angel terkikik geli dengan ucapannya.
"Kau semakin nakal ya sekarang. "
"Aku mempelajarinya darimu. "
"Ayo."
Daniel menggendong Angel ala bridal style memasuki ruangan istirahat mereka. Dan dimulailah kegiatan panas mereka siang ini.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Di sisi lain. Raymond makin stress memikirkan perusahaannya yang benar-benar di ambang kebangkrutan. Banyak botol minuman tergeletak di lantai. Dia memikirkan kenapa,Tidak ada satupun investor yang mau bekerjasama dengan perusahaan nya. Belum lagi para pegawai yang menuntut gaji mereka yang belum terbayarkan bulan ini.
Pintu ruangannya tiba-tiba terbuka. Dilihatnya sosok anaknya memasuki ruangan.
"Daddy, kenapa keadaanmu kacau sekali? " tanya Clara yang melihat keadaan daddynya yang tak seperti biasa
"Kau, kenapa kau ada di sini? "
"Aku mau minta uang dad, uangku habis. " ujar Clara dengan tidak tahu diri.
"Apa kau bilang. uang... uang.... uang.... terus yang kau pikirkan. Tidak tahukah kau, kalau perusahaan kita ini diambang kebangkrutan. Aku tidak punya uang. " geram Raymond kepada anaknya itu.
"Apa, mana mungkin bisa bangkrut dad. Bukankah selama ini perusahaan kita baik-baik saja." Clara terkejut dengan kabar yang dia dengar barusan.
"Cih, kau mana tau perusahaam dalam keadaan baik-baik saja atau sedang ada masalah, yang kau tau hanya meminta uang... uang... dan uang... " Raymond merasa kesal dengan Clara yang tidak pernah tau apa-apa yang dia tau hanya menghabiskan uang.
"Trus kalau kita bangkrut, kita harus bagaimana dad? " tanya Clara sambil merengek.
"Entahlah, aku sendiri pusing dengan keadaan perusahaan." Raymond makin frustasi mendengar rengekan Clara. "Kau kan punya beberapa perhiasan, tas atau apapun yang berharga. sebaiknya kau jual itu, berikan padaku uangnya. aku sangat membutuhkan uang saat ini Clara. " kata Raymond kemudian, mengingat Clara yang sering membeli barang mewah.
"Enak saja, itu barang milikku dad. bagaimana mungkin kau memintanya. " dengus Clara. yang tak Terima barang miliknya disentuh orang lain termasuk daddynya.
"Kau ini, semua barang itu kau beli menggunakan uangku. Jadi aku juga berhak atas barang-barangmu itu. " kesal Raymond yang tak habis pikir dengan anaknya itu. Sudah tidak bisa membantu apapun ditambah sifatnya yang pelit.
"Pokoknya kalau ku bilang enggak ya enggak.." Clara berdiri dari duduknya lalu melenggang keluar dari ruangan Raymond.
"Astaga anak itu... kenapa tidak bisa membantuku sama sekali. Sial... aku benar-benar sial. punya anak satu tidak bisa diharapkan pula. Aaarrrgggg..... " teriak Raymond dari dalam ruangannya. untuk melepaskan segala rasa yang berkecamuk didalam dirinya.
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca.