AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 69 Shock


__ADS_3

"Daniel.... sayang... kau sudah sadar...? " pekik Angel tanpa sadar, saat melihat suaminya mulai membuka mata.


Hansel yang berada di luar pun segera masuk ke dalam setelah mendengar teriakan angel dari dalam.


"Ada apa nona? " tanya Hansel sambil tergopoh-gopoh.


"Hansel, panggilkan dokter cepat. Daniel sudah sadar. "


Mata Hansel membulat mendengar kabar itu, dan langsung memanggil dokter. Mereka lupa kalau untuk memanggil dokter cukup memencet tombol di atas ranjang pasien, saking paniknya.


"A... air... " gumam Daniel lirih.


"Tunggu sebentar, biar dokter memeriksamu dulu." ujar Angel tak langsung mengambilkan air karena takut terjadi sesuatu..


"A... air... " Lagi-lagi Daniel meminta air.


Angel tak tega , akhirnya menyendokkan sedikit demi sedikit air ke mulut Daniel. Dan tak lama dokter Albert pun datang.


"Nona Angel apa yang terjadi, baru saja saya dari sini. " tanya dokter Albert tak mengerti.


"Lihat dokter, suamiku sudah sadar. Cepat priksa dia. " Angel berkata dengan segala kepanikan nya.


"Tenang nona, saya akan memeriksa nya. "


Kemudian dokter Albert pun mulai memeriksa keadaan Daniel secara menyeluruh.


"Syukurlah nona, tuan Daniel sudah sadar, dan keadaannya pun saya rasa sudah stabil. Tapi untuk memastikannya, kita harus melakukan pemerisaan menyeluruh dg ct-scan.


" Baiklah lakukan yang terbaik untuk suamiku. " Angel merasa bahagia dengan kabar yang baru saja didengarnya.


Tanpa mereka sadari Hansel telah menghubungi semua orang mulai dari mommy, Peter, daddy dan Brian. Mereka merasa bahagia mendengar kabar itu. Dan akan segera ke rumah sakit.


Setelah kepergian dokter Albert, Angel segera mendekati Daniel dan langsung memeluknya.


"Aku senang... akhirnya kau sadar. Kau sudah membuatku khawatir sayang. " Angel memeluk Daniel sambil terisak di dalam pelukannya.


"Ja.. jangan menangis... aku tidak suka melihatmu air matamu. " lirih Daniel terbata


Seketika Angel langsung berdiri tegap, dan menghapus air matanya. Lalu dia mengulas senyum di bibirnya dengan terpaksa. Namun air matanya lagi-lagi meluncur dengan paksa.


"Jangan larang aku menangis, hari ini aku menangis bahagia." rengek Angel dengan manjanya.


Daniel mencoba tersenyum mendengar rengekan Angelnya yang manja.


"Kemarilah, peluk aku. Aku sangat merindukanmu." lirih Daniel.


Angel langsung berhambur memeluk Daniel. Hansel yang melihat moment itu juga merasa sangat terharu , setelah beberapa hari melihat keadaan nona nya mulai dari kemarahan hingga kesedihannya. Akhirnya, dia bisa melihat kebahagiaan untuk nonanya.


Hansel keluar ruangan, dan menunggu kedatangan semua orang. Seorang perawat menemui Hansel, menyampaikan pesan bahwa pemeriksaan ct-scan Daniel akan di lakukan satu jam lagi. Karena harus menunggu beberapa prosedur.


"Baiklah, akan saya sampaikan kepada nona Angel. "


Perawat itupun mengundurkan diri.


Tak lama mommy dan Peter datang.


"Bagaimana keadaan Daniel? "

__ADS_1


"Tuan Daniel sudah sadar mom. Saat ini nona sedang ada di dalam, saya memberi waktu kepada mereka untuk melepas rindu. " ujar Hansel.


"Baiklah, aku masuk dulu. " Lovely kemudian masuk kedalam ruang rawat Daniel.


"Sayang... "


Angel dan Daniel melepaskan pelukan.


"Kau sudah sadar? " Vely mendekat ke arah Daniel lalu memeluknya


"Mom, " lirih Daniel.


"Iya ini mommy sayang, mommy datang untukmu."


"Aku merindukanmu mom. "


"Iya mommy juga merindukanmu,sayang. Maaf mommy tidak pernah datang mengunjungimu." Ujar vely dengan penyesalannya.


Vely melepaskan pelukannya lalu mengecup kening Daniel.


"Terimakasih sudah sadar, sayang. Terimakasih sudah mengembalikan senyuman Angel. "


"Maaf, sudah membuat putri mommy menangis karena aku. "


Velly tersenyum, lalu menyatukan tangan Angel dan Daniel dan berkata, "Kalian harus selalu bahagia. "


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka lagi, dan Daddy Alex masuk dengan nafas tersengal.


"Daniel... anak daddy."


Semua orang yang ada di ruangan tampak menoleh ke asal suara. Daddy Alex terlihat sangat bahagia, karena melihat putranya sudah membuka mata.


"Kau tau, daddy sangat khawatir. " ungkap daddy dengan air mata tiba-tiba lolos dari pelupuk matanya.


"Maafkan aku karena telah membuat kalian khawatir. "


"tidak apa-apa sayang, semua sudah berlalu. " ujar mommy menengahi mereka.


"Tapi... " ucapan Daniel terputus.


"Kenapa, sayang? " tanya Angel yang melihat kepanikan di wajah Daniel.


"Kakiku, kenapa kakiku tidak bisa di gerakkan? "


Semua orang terdiam, mendengar keluhan Daniel.


"Kenapa kakiku,sayang? " Daniel lagi-lagi mempertanyakan kakinya.


Angel langsung memeluk Daniel.


"Katakan, Queen... apa yang terjadi? " Daniel sedikit melemas ketika tidak ada jawaban dari semua orang.


Angel mengerat kan pelukan nya.


"Siapapun, katakan padaku. Apa yang terjadi. "


Sebelum ada seseorang yang menjawab, pintu ruangan terbuka beberapa tenaga medis masuk membawa brankar, untuk membawa Daniel melakukan Ct-scan. Semua orang terkejut ketika ada dokter Albert juga di sana.

__ADS_1


"Mari tuan Daniel, kita akan melakukan ct-scan. Untuk melihat keadaan anda secara menyeluruh. " ujar dokter Albert kepada Daniel.


"Katakan padaku dokter, apa yang terjadi pada kakiku. "


"Nanti kita bisa melihatnya setelah scan tuan. " Dokter Albert mencoba menenangkan pasiennya.


Lalu petugas medis membawa Daniel untuk di bawa ke ruang scan, di ikuti Angel dan Hansel.


"Setelah selesai melakukan beberapa proses, memang di temukan keretakan dan patah tulang di beberapa bagian.Jadi, tuan Daniel untuk sementara masih belum bisa berjalan. Perlu beberapa waktu untuk pulih. " Ujar Dokter Albert menjelaskan.


"Baiklah, tolong nanti jelaskan juga kepada Daniel, dokter. Karena aku tidak mampu menjelaskannya." ujar Angel.


"Baiklah nona, nanti saya akan menjelaskan kepada tuan Daniel.


Setelah menjalani scan, Daniel sudah dibawa ke ruang rawat lagi. Kemudian di susul Angel dan dokter Albert yang berjalan berdampingan. Melihat itu, Daniel merasa tidak suka. Entahlah, mungkin ini kedua kalinya Daniel merasa cemburu dengan kedekatan Angel dengan seorang pria. Kalau dulu Dia cemburu dengan Hansel, sekarang dia merasa cemburu dengan dokter Albert.


"Queen." Daniel memanggil angel dengan penuh penekanan dan tatapan mata yang tajam.


Semua orang yang melihat Daniel bergidik. Karena tak biasanya Daniel menatap Angel seperti itu.


Angel yang dipanggil pun langsung menatap dan mendekati Daniel.


"Ada apa? " tanya Angel tak mengerti dengan tatapan Daniel.


Daniel langsung menggenggam erat tangan Angel. "Jangan jauh-jauh" katanya.


Angel tersenyum, mendapati perlakuan Daniel yang seperti itu.


Dokter Albert merasa tercengang dengan kelakuan dua sejoli itu.


"Maaf sebelumnya, saya ingin memberikan laporan medis tuan Daniel." Ujar dokter Albert.


"Katakanlah." Daniel menggenggam erat tangan Angel, meminta kekuatan.


Dokter Albert pun membacakan laporan medis Daniel, tentang kelumpuhan sementara, keretakan dan patah tulang yang dialami.


Daniel yang mendengarnya, mencengkram erat tangan Angel. Angel yang merasakan cengkraman itu menoleh dan melihat raut wajah Daniel yang merasa shock. Angel langsung memeluk Daniel dan mengusap punggungnya, menguatkan.


"Terimakasih dokter, atas laporannya. " ujara daddy Alex


"Sama-sama tuan, kalau begitu saya permisi. " Dokter Albert menoleh ke arah Angel dan Daniel, lalu melangkah meninggalkan ruangan itu.


Angel masih menenangkan suaminya yang sangat shock setelah mendengar laporan medisnya.


"Tenanglah, aku akan selalu ada bersamamu. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu sayang. " Angel masih memeluk dan menepuk-nepuk punggung Daniel.


"Aku tidak bisa berjalan, Queen. Aku cacat. " Daniel menangis meratapi nasibnya.


"Tidak, kau tidak apa-apa, semua hanya bersifat sementara. Nanti jika kau sudah pulih, kita akan melakukan fisio terapi. Dan aku akan selalu mendampingi mu di setiap prosesnya. " Angel masih berusaha menenangkan suaminya itu.


"Benar sayang, kami semua akan selalu ada bersamamu." Velly ikut menimpali dan menenangkan Daniel.


"Daddy akan membantu di perusahaan bersama Brian dan Peter. Hansel akan mendampingi mu dan Angel. Sedangkan Mommy akan selalu bersama kalian. Jangan pernah merasa berkecil hati, sayang. Kami akan selalu bersamamu, fokuslah pada kesembuhanmu saat ini. " ajar mommy Velly kemudian memeluk putranya itu.


"Apa aku tidak akan membebani kalian nantinya? "


"tidak, kau adalah anak kami. Kau tidak akan pernah membebani kami sama sekali. " ujar Daddy Alex.

__ADS_1


"Terimakasih mom dad, dan semuanya. terutama kau Queen. " Daniel mengerat kan pelukan nya kepada Angel.


"Kau adalah segalanya bagiku, Queen.. "


__ADS_2