
DnA corp.
Seminggu kemudian, setelah kesepakatan antara Angel dan kedua asistennya telah disetujui. Kini saatnya Peter dan Hansel melakukan tugas mereka. Karena butuh persiapan matang untuk melakukan penyerangan kepada pihak musuh.
"Apakah ini sudah waktunya? " tanya Hansel kepada Peter.
"Iya, ayo kita lakukan rencana kita. Aku sudah mengantongi bukti pembunuhan berencana yang dilakukan Raymond dua puluh tahun lalu dari ayahku. " kata Peter.
"Baiklah. Kita lakukan sesuai rencana. Ini adalah kerjasama pertama kita. Jadi mohon bantuannya senior." kata Hansel yang menyebut Peter senior. Tentu saja Peter yang dipanggil Hansel dengan sebutan itu langsung tersenyum lebar.
"Hahaha.... tentu saja junior ku, kita akan bekerjasama dengan baik, demi mobil impian kita."
Mereka berdua tertawa bersama, karena yakin dengan rencana matang yang telah mereka buat dan pikirkan bersama selama satu minggu ini.
"Hans sekarang kau hubungi perusahaan yang melakukan kerja sama dengan Ellmund, minta mereka mengakhiri kerjasama mereka, dengan bukti kecurangan yang mereka dapatkan. Janjikan kepada mereka kita yang akan melakukan kerja sama dengan mereka nanti, bila mereka mau mengakhiri kerjasama dengan Ellmund. "
"Baik... lalu apa yang akan kau lakukan? "
"Aku akan menghubungi para pemegang saham Ellmund agar mau bekerjasama dengan kita. Kita akan melakukan ini dengan hati-hati dan senyap. Jangan sampai rencana kita terendus oleh mereka. "
"Baiklah. kita akan menghubungi pimpinan perusahaan mereka untuk bertemu, setelah itu kita akan mencuci otak mereka. " ujar Hansel dengan senyum devil nya.
"Jangan tersenyum seperti itu. kau itu sama dengan nonamu selalu tersenyum jahat saat akan melakukan sesuatu yang tidak terduga. Itu membuatku ngeri. " Kata Peter sambil bergidik.
Hansel acuh dengan ucapan Peter barusan. Karena mungkin kekejaman Angel sedikit ditularkan kepada Hansel.
"Ayo kita lakukan sekarang. " ujarnya kemudian.
Mereka akhirnya melakukan rencana yang telah mereka susun selama satu minggu ini. Dengan tugas masing-masing, mereka mulai melakukan misinya.
Diruang CEO.
"Kemana Hansel dan Peter? " tanya Daniel kepada istrinya.
"Sedang diruangan mereka masing-masing. "
"aku jarang melihat mereka menampakkan barang hidungnya akhir-akhir ini. " kata Daniel mendekati meja Angel.
"Mereka sedang melakukan misi. "
"Misi? misi apa? " Tanya Daniel bingung.
"Misi mendapatkan mobil sport seperti Venus dan Mars. "
Venus adalah mobil sport milik Angel, sedangkan Mars adalah nama mobil sport milik Daniel. Apabila Venus berwarna biru metalik, maka Mars memiliki warna merah metalik. Mars tidak pernah keluar kandang sejak diberikan daddy Alex. Karena tau kalau asistennya itu pasti akan merengek minta hal yang sama. Jadi Daniel lebih baik naik mobil sport yang sudah pasaran daripada mobil sport miliknya yang hanya ada dua di dunia.
"Apa kau benar-benar serius memberikan mobil yang sama seperti milik kita?. " tanya Daniel masih tak percaya.
__ADS_1
"Iya, bahkan aku sudah meminta uncle Brian melakukan nya. tanpa sepengetahuan siapapun. "
"Benarkah? Lagi-lagi kau membuatku terkejut sayang. "
Angel nyengir kuda.
"Maaf tapi aku sudah menyiapkan ini semua sejak dulu. Saat aku kembali kemari. Aku ingin memberikan hadiah untuk dua asisten kita itu secara cuma-cuma. Tapi ternyata aku bisa memanfaatkan mobil itu, untuk mengetes kelayakan mereka menjadi asisten kita. " ujar Angel dengan tersenyum geli.
"Kau ini. " Daniel mengacak rambut Angel halus. "Lalu warna apa yang akan kau berikan kepada mereka? "
"Hitam untuk Hansel yang misterius, putih untuk Peter yang ceria. Karena dia yang terkadang menghibur kita dengan kekonyolan nya. "
"Kau benar, tanpa kita sadari Peter adalah orang yang selalu menghibur kita saat kita sedang galau " Daniel terkekeh geli, sambil mengingat tingkah konyol Peter.
"Maka dari itu aku tidak akan berpikir dua kalin untuk memberikan hadiah yang luar biasa itu kepada mereka berdua. Karena bagiku mereka sudah layak mendapatkan nya.
Daniel mengangguk setuju.
Diruangan Peter, mereka berdua kini tengah sibuk menghubungi satu persatu perusahaan yang berhubungan dengan Ellmund. Dengan segala bujuk rayu dan janji manisnya, akhirnya mereka berdua berhasil menghasut para petinggi perusahaan. Untuk bekerjasama menghancurkan Ellmund yang sudah membuat mereka mengalami kerugian yang cukup besar.
🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
Tiga hari berlalu, Peter dan Hansel tertawa lepas karena berhasil menggoyahkan Ellmund dengan kekacauan yang mereka ciptakan.
Sedangkan di perusahaan Ellmund, Raymond sedang marah besar. Karena banyak investor yang menarik saham mereka, begitu juga dengan beberapa perusahaan yang membatalkan kerjasama dengan Ellmund. Sehingga membuat perusahaan Ellmund terguncang.
"Tommy, apa yang harus kita lakukan. Kenapa semua ini bisa terjadi. " Keluhnya kepada Asisten nya.
Tommy hanya menunduk, karena selama ini mereka bekerja dengan sangat rapi dan baik. Tapi kenapa sekarang jadi kacau seperti ini. Tommy sendiri tak mengerti.
"Apa yang harus kita lakukan tuan. "
"Kita harus mencari investor lain untuk bertahan Tommy, jika tidak kita akan hancur lagi seperti dulu. Perusahaanku ini baru bangkit lagi selama beberapa tahun, aku tidak rela jika harus hancur lagi. " ujar Raymond dengan suara bergetar.
"Saya sudah menghubungi beberapa investor tuan, tapi mereka enggan bekerjasama dengan kita, karena mendengar desas desus kalau Ellmund akan segera bangkrut. ' Tommy menjelaskan pada tuannya bahwa sudah muncul desas desus kalau Ellmund terancam bangkrut, sehingga tidak akan ada investor yang tertarik untuk bekerja sama.
" Apa... dari mana mereka mendengar omong kosong seperti itu. "
"Entahlah tuan, tapi sejak dua hari kabar ini sudah beredar dikalangan para pengusana. "
"Sial apa lagi ini. " Raymond merasa sangat marah dengan kabar yang baru saja dia dengar. "Apa yang harus kita lakukan sekarang, Tom.? " Tanya nya kemudian.
"Salah satu jalan keluarnya adlaah, kita harus menjual beberapa saham perusahaan kita tuan, agar desas-desus itu tidak benar-benar terjadi pada perusahaan kita. " Kata Tommy mengeluarkan pendapatnya.
"Apa? " Teriak Raymond, "Aduh kepalaku. " rintih Raymond memegang kepalanya yang seperti dihantam palu.
"Anda baik-baik saja tuan. " Tommy merasa merasa khawatir pada tuannya itu, takut terjadi apa-apa.
__ADS_1
"Keluarlah, biarkan aku sendiri. "
"Baik tuan. " Tommy membungkukkan badannya lalu langsung keluar dari ruangan Raymond.
"Siapa yang sudah bermain-main dengan ku. " Geramnya menahan sakit di kepala. "Aku harus menghubungi Simon. Aku harap dia mau membantuku.
Raymond mengambil ponselnya lalu mengubungi sahabat lamanya,
"Halo, ada Ray. "
"Bagaimana kabarmu. "
"Aku baik-baik saja memangnya ada ala lagi, tidak biasanya kau menghubungi jika tidak ada sesuatu yang sangat penting. " Kata Simon santai di seberang sana. Raymond tidak tau saja kalau saat ini putrinya Clara sedang bergelayut manja di dada Simon.
"Aku butuh bantuanmu. "
"Bantuan apa lagi? "
"Perusahaanku kacau, sekarang keadaan perusahaan ku sedang terguncang. Banyak perusahaan yang membatalkan kerjasama denganku, dan beberapa pemegang saham menarik saham mereka. Belum lagi ada desas-desus yang mengatakan perusahaanku terancam bangkrut. Aku benar-benar bisa gila, Simon. Tolong bantu aku. " ujar Raymond dengan nada memelas.
"Aku sudah menolongmu kemarin mengangkat kembali perusahaan mu yang sudah hancur, bahkan kau belum bisa melunasi hutangmu padaku. Sekarang kau minta aku menolongmu lagi. Kau kira aku ini Bank mu apa, yang selalu memberikanmu dana saat kau membutuhkan. " Kesal Simon mendengar perkataan Raymond tadi.
"Kumohon, bantu aku sekali lagi. Kita kan sudah berteman lama. Masa kau perhitungan sekali padaku. Simon. " Rengek Raymond lagi.
"Sudahkah, jika kau tidak bisa mempertahankan perusahaanmu. Lebih baik kau jual saham mu itu untuk melunasi hutang - hutang mu, padaku. Aku juga butuh modal untuk usahaku di pasar gelap. " Kata Simon acuh.
"Sudahkah jika kau tidak bisa membantuku. Aku tutup telponnya. "
Raymond segera menutup telponnya dengan kesal. Karena dia berharap Raymond mau menolongnya, tapi ternyata semua sia-sia. Sudah dia orang yang menyarankan padanya untuk menjual saham nya. Raymond benar-benar pusing memikirkan semua ini.
Di lain pihak.
"Siapa yang menghubungimu Om? " tanya Clara dengan manjanya.
"Hanya teman lama yang meminta tolong. "
"Ohhh... apa om menolongnya? "
"Tidak karena dia masih berhutang banyak padaku. "
Clara yang tidak tau apa-apa hanya menganggukkan kepalanya.
"Aku tidak akan mengatakan padamu kalau daddymu yang menghubungiku. jika tidak kalian berdua yang akan merengek padaku. Sudah cukup kau saja yang aku tiduri, setidaknya untuk membayar hutang daddymu padaku yang menumpuk. " gumam Simon dalam hati dengan seringai liciknya.
Bersambung.
Terimakasih sudah membaca.
__ADS_1