
Setelah menemukan restoran yang diinginkan Angel, mereka masuk dan memilih tempat paling ujung agar tidak menjadi pusat perhatian. Meskipun terlambat, karena mereka sudah menjadi pusat perhatian saat mereka menginjakkan kaki di restoran tersebut.
Tak lama setelah mereka duduk, ada pelayan yang datang untuk menyodorkan aneka menu yang tersedia di restoran itu.
"Kau mau makan apa Queen?" tanya Daniel
"Apa saja king, terserah padamu. " jawab Angel jutek.
"Queen? "
"Heh mbak, punya mata itu dijaga ya. Dasar ga sopan, apa ga pernah lihat cowok tampan, Hah! " seru Queen dengan sedikit emosi, karena melihat kelakuan pelayan restoran yang terus memandang kakaknya penuh kekaguman dan kecentilan.
"Ma.. maafkan saya kak.. " ucap pelayan itu tergagap mendapat amukan dari Angel.
"Queen... "
"Sebenarnya aku sudah malas makan di tempat ini King, karena pelayannya yang tidak punya sopan santun. " kata Angel. "Tapi karena aku sudah sangat lapar, hidangkan kepada kami 3 jenis makanan yang direkomendasikan restoran ini, minuman dan disertnya sekalian. " kata Angel lagi. "Secepatnya ya. " tambahnya.
"Ba...baik nona. Mohon tunggu sebentar. " kata pelayan masih dalam mode gugupnya.
Daniel yang melihat tingkah Angel hanya bisa geleng-geleng kepala tidak habis pikir dengan keposesifan adiknya itu.
"Kamu tidak apa-apa? " tanyanya kemudian.
"Hmm.. " jawab Angel dengan gumaman singkat.
"Sudah ya, jaga emosimu. Aku sempat takut tadi kalau kau akan marah di tempat ini, hanya karena seorang pelayan yang memperhatikan ku. " kata Daniel mera khawatir.
"Jadi kamu takut aku memarahi pelayan itu?" tanya Angel dengan sedikit jutek.
"Bu... bukan itu maksudku sayang. Aku hanya tidak ingin kamu marah hanya karena sesuatu yang tidak penting. Nanti cantikmu hilang, dan berubah menyeramkan hanya karena seorang pelayan. " kata Daniel menggoda adiknya.
"Kau ini..." kata Angel sambil menggelik kakaknya.
Tanpa mereka sadari kelakuan mereka menjadi pusat perhatian pengunjung restoran itu.
Tak berapa lama kemudian makanan yang di pesan Angel pun datang. Mereka berdua menikmati makan malam dengan lahap, sesekali mereka saling menyuapi satu sama lain. Sehingga orang yang memperhatikan mereka merasa kalau mereka adalah sepasang kekasih, namun pada kenyataannya mereka adalah dua bersaudara.
"Setelah ini kita pulang. " kata Daniel
__ADS_1
"Okey." jawab Angel singkat.
🧆🧆🧆🧆🧆🧆
Di mansion
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Alex dan Vely sudah sampai rumah sejak satu jam yang lalu. Mereka menunggu anak-anak dengan cemas, terutama Vely yang sedari tadi mondar-mandir gelisah. Membuat Alex yang melihatnya menjadi pusing.
"Duduklah sayang, sebentar lagi mereka pasti datang. " kata Alex menenangkan. "Mungkin mereka sedang makan atau masih dalam perjalanan. " lanjutnya lagi.
"Aku sangat khawatir dad, mereka tidak pernah keluar rumah sendiri. Mereka selalu keluar dengan kita atau dijaga bodyguard kalau kita tidak pergi dengan mereka. Sedangkan ini, mereka hanya pergi berdua, dan boneka yang mereka beli pun sudah sampai 30 menit yang lalu. " kata Vely merasa cemas.
"Sudahlah, tenangkan dirimu. Kita tunggu 30 menit lagi, Oke. Kalau mereka tidak datang, aku sendiri yang akan mencari mereka. " kata Alex menengkan istrinya lagi. "Sini duduk.. " katanya lagi sambil menepuk-nepuk kursi yang ada di sampingnya.
Akhirnya Vely mengalah, dan duduk di samping suaminya. Mau menelpon sejak tadi, dilarang oleh Alex. Dengan alasan Ingin memberi anak-anak nya privasi dulu. Nanti kalau sudah waktu yang ditentukan mereka belum pulang. Alex lah yang akan melacak keberadaan mereka.
Lima belas menit berlalu, akhirnya terdengar suara deru mesin mobil memasuki area mansion. Alex dan Vely pun kini sudah bisa bernafas lega, karena anak-anak mereka sudah datang.
"Aku pulang... " kata Vely berteriak memecah keheningan mansion mewah itu, disusul sang kakak.
"Eh, sudah pulang anak mommy. " Kata Vely dengan senyuman dibibirnya dengan merentangkan tangannya tanda ingin dipeluk.
"Sudah dong mom, hari ini aku puas jalan-jalan dan makan dengan King." katanya kemudian.
"Syukurlah kalau anak mommy happy. " kata mommy
Alex dan Daniel yang melihat kelakuan anak dan mommy itu hanya bisa menggelengkan kepalnya.
"Ayo masuk kekamar, bersihkan diri kalian dan segeralah beristirahat. " kata Alex.
"Oh iya, tadi aku beli boneka besar, apa sudah sampai mom.? " tanya angel.
"Sudah, tadi mommy menyuruh pelayan menyimpannya di kamarmu. "
"Oh... ya sudah kalau begitu. Aku akan ke kamar, selamat malam mom, dad dan my King. " Kata Angel sambil mencium kedua pipi orang-orang yang dia sayangi, lalu beranjak ke kamar untuk istirahat.
Di dalam kamarnya, Angel melihat boneka beruang nya diatas ranjang. Lalu berkata pada dirinya sendiri. 'Hai King selamat malam. Malam ini aku akan mencoba tidur sendiri tanpa harus mengendap-endap masuk ke kamarmu. Entah apa yang terjadi padaku. Aku merasa, kalau sebentar lagi kita akan berpisah dalam waktu yang cukup lama. Jadi aku akan mencoba membiasakan diri tidur tanpamu. '
Kemudian dia beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah merasa segar, Angel keluar dari kamar mandi menuju walk in closet. memakai piyama untuk tidur.
__ADS_1
Lalu dia merebahkan dirinya diatas ranjang,mencoba tidur dengan memeluk King palsu yaitu boneka beruang yang tadi dia beli.
"Semoga kau juga bisa tidur tanpa aku, king. Aku tau saat ini kau sedang menungguku mengendap-endap masuk ke kamarmu. Tp tidak untuk malam ini dan selanjutnya. Karena aku ingin mencoba tidur sendiri tanpa pelukan darimu. Aku ingin mencoba hidup tanpamu disisiku, King. Kuharap kau mengerti. " kata Angel dalam hati.
Di kamar lain, Daniel juga merasakan gelisah. Setelah membersihkan dirinya, dia hanya berguling-guling di atas ranjang king size nya, tanpa bisa memejamkan matanya. Biasanya tak lama Angel akan masuk ke kamar nya dengan alasan tidak bisa tidur. Tp setelah ditunggu beberapa saat Angel tidak muncul juga. Alhasil dia hanya berguling-guling di atas ranjangnya.
Kemudian dia mengangkat tangannya, melihat gelang merah yang tadi diberikan Angel kepadanya. Mengingat kembali ucapan Angel tadi.
"Aku ingin kita selalu dilindungi dan beruntung. Aku juga ingin kita bisa disatukan dalam ikatan yang suci. Walaupun itu tidak mungkin. "
'Harapan ketiga yang mustahil ku penuhi. ' ujarnya dalam hati.
'Sebenarnya apa yang kau pikirkan Queen.? apa yang sangat mengganggu pikiranmu akhir-akhir ini? " tanyanya dalam hati.
Daniel pun mengambil ponselnya diatas nakas, lalu menghubungi seseorang.
"Hallo... maaf menggaggumu larut malam begini"
.......
"Apa sudah kau siapkan? "
.......
"Bagus.. Kapan kau datang? "
.......
"Baiklah aku akan menunggumu. Aku sangat menantikan kedatanganmu disini. Jangan sampai lupa kau bawakan barang pesananku. "
........
"Okey, baiklah aku tutup telponnya. "
Setelah menutup telpon, Daniel membaringkan dirinya lagi dengan menatap atap kamarnya.
"Queen aku mencintaimu sejak kecil hingga sekarang. Apakah aku bisa melawan takdir untuk memilikimu, Dinding penghalang kita terlalu tebal dan kuat untuk ku runtuhkan, apakah aku sanggup, Queen??? "
Tak terasa Daniel meneteskan airmata nya. Kemudian Ia pun mulai terlelap, dengan pikiran yang berkecamuk dalam hatinya.
__ADS_1
Bersambung