AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 12 Menolong Wanita Asing


__ADS_3

Daniel melepas pelukan dari mommy dan Angel. Lalu dia menghembuskan nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan, untuk menenangkan hatinya. Angel yang masih terisak pun melakukan hal yang sama. Kemudian Daniel menggengam tangan Angel meminta energi positif untuk menerima kenyataan. Mereka berpegangan tangan erat, saling menguatkan satu sama lain.


"Ceritakanlah Dad, aku siap mendengar semua nya. Jangan ada yang ditutupi lagi, aku mohon. " Pinta Daniel dengan suara paraunya karena menahan tangis.


"Baiklah kalau kau sudah siap. Daddy akan menceritakan semuanya. Kau berhak tau siapa orang tua kandungmu Prince." kata Daddy berat.


Mereka hanya diam.


Semua kisah ini berawal dari 20 tahun lalu.


Flash back on


Dulu David Alexander adalah seorang anak panti asuhan yang memiliki sahabat dekat bernama Daniel Abraham. Mereka besar bersama, sekolah bersama, melakukan apapun selalu bersama. Qlex memiliki sifat dingin dan datar, sedangkan Daniel memiliki sifat yang ceria dan humble.


Mereka memiliki cita-cita yang sama yaitu menjadi orang yang sukses, yang bisa membantu orang lain, membuka lapangan kerja untuk orang lain.


Semua yang mereka jalani tidak mudah. Mulai dari sekolah, karena keterbatasan biaya. Untung mereka selalu mendapat beasiswa dari sekolah hingga memudahkan mereka berdua untuk belajar. Kelebihan mereka cuma satu yaitu sama-sama memiliki otak yang cerdas. Kalau orang sekarang mengatakan mereka itu jenius. Mereka sering lompat-lompat kelas agar bisa mendapat pendidikan secepatnya (seperti anak-anak mereka saat ini) . Dan menggapai impian mereka untuk menjadi sukses.


Hingga di usia mereka yang ke-20. Mereka bisa membangun perusahaan yang berbeda. Daniel dengan usaha IT nya dan David dengan usaha otomotif. Semua berkembang seiring dengan berjalannya waktu, menjadikan perusahaannya menjadi berkembang pesat. Kemampuan IT Abraham lah yang telah melindungi perusahaan Alexander. Karena banyak pesaing-pesaing bisnis yang merasa terancam dengan adanya perusahaan yang tengah berkembang milik mereka berdua.


Dan pada akhirnya Daniel terlebih dulu menemukan tambatan hatinya yang bernama Cecilia. Cecilia adalah seorang gadis sedehana yang memiliki sifat lemah lembut dan penyayang.Dia terlahir dari keluarga biasa yang sederhana. Keduanya akhirnya menikah di usia yang terbilang masih muda.


Pada suatu hari, Daniel dan Cecilia mengajak Alex untuk berlibur di Villa pinggir pantai milik Alex. Dengan dalih ingin berbulan madu lagi. Karena sudah dua tahun menikah mereka tidak segera diberi momongan.


Awalnya Alex menolak keras keinginan Daniel untuk berlibur, karena dia merasa akan menjadi pengganggu nanti kalau dia iku. Tp dengan segala cara bujuk rayu akhirnya Daniel dan Cecilia berhasil membujuk Alex untuk iku berlibur. Sifat Alex yang datar kaku dan dingin, membuatnya sulit untuk bergaul. Untung ada Brian yang selalu ada disisinya sebagai asisten pribadi, yang selalu bisa mencairkan suasana.


"Apa semua sudah siap? " Kata Daniel yang sudah bersiap akan berangkat.


"Tolong bawa ini sayang. " kata Cecilia sambil menenteng tas besar.


"Apa saja yang kau bawa sayang, kenapa banyak sekali. " kata Daniel tak habis pikir.


"Itu semua kebutuhan wanita. kau tidak akan mengerti. Sudah sebaiknya cepat masukkan ke bagasi.


Alex dan Brian yang melihat kehebohan pasutri itu geleng-geleng kepala.


" Kau lihat itu, "kata Alex sambil menunjukkan dagunya ke arah Daniel dan Cecilia pada Brian.


" Itulah alasan kenapa aku tidak mau segera menikah, karena pasti sangat merepotkan. " Kata Alex lagi.


"Tuan hanya belum menemukan wanita yang cocok dengan tuan." kata Brian. "kalau tuan sudah menemukan tambatan hati seperti tuan Daniel. Saya yakin Gunung es ini pasti akan meleleh. "kata Brian dalam hati.

__ADS_1


" Hei kalian berdua, ayo kita berangkat ". teriak Daniel.


" ya.. ya.. ya.. " gerutu Alex.


Mereka pun akhirnya berangkat dengan mengendarai mobil masing-masing. Daniel dengan istrinya, Alex dengan Brian sangat asisten.


Setelah menempuh dua jam perjalanan akhirnya meraka sampai pada tempat yang di tuju. Ada dua villa mewah yang berdampingan di sana.


"Kau yang disana, aku yang disini. " kataAlex menunjukkan villa yang akan ditempati Daniel dan istrinya. sedangkan dia di villa sebelahnya bersama Brian.


"Kau yakin, tidak mau tinggal satu Bila dengan kami? " kata Daniel menggoda.


"Tidak, aku tidak mau tidur malamku terganggu dengan suara ******* kalian. " Kata Alex sambil mengerucutkan bibirnya.


Daniel, Brian dan Cecilia hanya tertawa mendengar kekesalan Alex.


"baiklah... baiklah, ayo kita masuk dan istirahat dulu. "Kata Cecilia menengahi.


Akhirnya mereka semua masuk kedalam Vila masing-masing untuk beristirahat.


Dua hari . Mereka telah berada Di Vila Alex. Banyak yang Alex & Brian lakukan di pantai itu, seprti surfing, snorkeling dan lainnya. Beda halnya dengan pasangan suami istri itu yang lebih banyak mngahabiskan waktu mereka di dalam kamar.


"Cih, liburan apanya. Kalau hanya dihabiskan di dalam kamar. " kata Alex yang berdecih.


Pada malam harinya setelah makan malam, mereka berkumpul di teras depan sambil mengobrol hangat, hingga larut malam. Saat semua orang sudah merasa mengantuk, mereka masuk kedalam kamar masing-masing, tinggallah Alex seorang diri di sana.


Karena belum merasa mengantuk, Alex memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggir pantai. Dan memutuskan untuk duduk dibawah pohon kelapa yang tidak terlalu tinggi, menatap hamparan laut di depan sana. Dihiasi langit malam yang indah bertabur bintang. Alex sangat menikmati suasana malam ini.


Hingga dia dikejutkan dengan datangnya sinar yang sangat terang dan menyilaukan mata, jatuh dari langit tak jauh dari tempat dia duduk. Setelah sinar itu menghilang, dia mulai mengerjap-ngerkapkan matanya untuk menormalkan pandangannya. Mengarah ke arah jatuhnya sinar td. Lalu dia berdiri dan berjalan mendekati sesuatu yang sepertinya jatuh dari langit.


Setelah sampai di tempat itu Alex terkejut karena dia melihat seperti ada seorang wanita yang tidur dengan posisi meringkuk, dengan pakaian putih yang sedikit koyak di beberapa bagian. Alex kemudian menghampirinya untuk memastikan apakah wanita itu masih hidup apa sudah mati.


Dia menggoyang-goyangkan tubuh wanita itu namun tidak ada respon. Lalu dia membalikkan tubuh wanita itu agar dia terlentang. Berapa terkejutnya Alex saat melihat wajah wanita itu, Dia sangat... sangat... cantik luar biasa. Alex tertegun beberapa saat menikmati kecantikan wanita itu. Namun kesadaran nya mulai kembali, kalau wanita itu butuh bantuan.


Akhirnya dia memeriksa denyut nadi dan pernafasan wanita itu. Dirasa semua masih normal, Lalu Alex menggendong wanita itu ala bridal style menuju Vila yang ia tempati.


Sesampainya di Villa Alex langsung membawa wanita itu ke kamarnya dan merebahkan nya di ranjang. Setelah dirasa aman Alex mengambil telponnya dan menghubungi seseorang.


Tut.. tut.. tut..


Panggilan tersambung namun tidak segera di angkat. Alex menelpon lagi utk yang kedua kalinya.

__ADS_1


"Ayolah angkat, aku tau kalian belum tidur. Dasar sialan. " gerut Alex.


"Ada apa. Mengganggu saja" sapa Daniel dari seberang telpon dengan nada yang sedikit kesal.


"Cepatlah kemari, bawa istrimu sekalian suruh membawa pakaian wanita beserta baju dalamnya." kata Alex yang mengindahkan kekesalan temannya.


"Hey... yang benar saja, kau ini kenapa? jelaskan padaku. " tanya Daniel tak mengerti.


"Aku menemukan seorang wanita di pinggir pantai tadi. Dia tak sadarkan diri. Dan sekarang aku membawanya ke Villa. " kata Alex menjelaskan.


"Apa..."


"Sudahlah cepat kemari bawa istrimu dan pakaian ganti untuk wanita ini. Aku tidak bisa menyentuhnya. " Kata Alex lalu mematikan panggilannya sepihak.


"Ada apa, kenapa kau terlihat cemas. " tanya Cecilia


"Ayo kita ke vila Alex, bawa sepasang bajumu apapun atau piyama saja. Beserta pakaian dalam mu. Alex menemukan seorang wanita tergeletsk di pinggir pantai tadi. sekarang wanita itu ada di Vila Alex. " kata Daniel menjelaskan pada istrinya.


Mendengar itu Cecilia tampak terkejut dan bergegas menyiapkan apa yang diperintahkan suaminya.


Di Villa Alex,


Alex memandangi wajah wanita yang ia temukan lekat-lekat.


"Dia cantik sekali, rambutnya putih, bibirnya kecil dan merah, hidungnya mancung pipinya kemerahan. Kalau matanya aku belum tahu, karena dia belum membuka matanya. " gumam Alex memperhatikan wajah wanita itu.


"Bodynya juga sangat indah. " lanjutnya lagi memperhatikan semua bagian tubuh wanita itu.


tok.. tok.. tok..


Alek menuju ruang depan untuk membuka kan pintu. Dia yakin sahabatnya yang datang.


Setelah pintu terbuka, Cecilia langsung berhambur masuk ke dalam Vila dan bertanya,


"Dimana dia"


"Di kamarku. tolong bersihkan badannya dan ganti pakaian nya. " kata Alex meminta tolong kepada Cecilia


Cecilia hanya mengangguk. Lalu bergegas menuju kamar Alex.


Bersambung...

__ADS_1


Duhh.... penasarankan siapa wanita yang ditemukan Alex...


__ADS_2